• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

4.2 Penyajian Data

4.2.3 Tindakan Sosial

Adapun dari sebaran kuesioner pada 81 orang responden, maka dapat dilihat jawaban responden tentang tindakan sosial yakni individu melakukan suatu tindakan berdasarkan pengalaman, persepsi, pemahaman dan penafsiran atas suatu objek stimulus atau situasi tertentu. Yang dimaksud dengan tindakan sosial itu adalah tindakan individu sepanjang tindakannya itu mempunyai makna atau arti subyektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Dalam kaitannya bahwa manusia melakukan sesuatu karena mereka memutuskan untuk melakukannya dan

ditujukan untuk mencapai apa yang mereka inginkan/kehendaki yang berorientasi pada tujuan dan motivasi dari pelaku.

4.2.3.1 Motivasi Anggota Bergabung Dengan Kompas USU

Keterlibatan seseorang dalam suatu organisasi sosial biasanya disebabkan oleh banyak faktor diantaranya faktor kepentingan, minat, kesadaran atas dasar suka rela dan lain-lain. Pada tabel dibawah ini dapat dilihat berbagai motivasi anggota bergabung dengan Kompas USU.

Tabel 4.27 : Distribusi Responden Berdasarkan Motivasi Anggota Bergabung Dengan Kompas USU

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)

1. Memperluas pergaulan 3 3,7

2. Menambah pengalaman 21 25,9

3. Mencoba sesuatu yang baru 14 17,3

4. Mendalami salah satu program 12 14,8

5. Menyalurkan Minat & Bakat 31 38,3

Jumlah 81 100

Sumber : Data Penelitan Lapangan (Kuesioner) April 2011

Dari temuan data pada tabel 4.27 diatas dapat dilihat beragam motivasi anggota bergabung dengan Kompas USU. Sebanyak 3,7 % responden menjawab motivasi bergabung adalah untuk memperluas pergaulan, 25,9 % responden menyatakan bahwa motivasi nya adalah ingin menambah pengalaman yang baru, 17,3 % responden menyatakan ingin mencoba sesuatu yang baru, 14,8 % responden menyatakan motivasinya karena ingin mendalami salah satu program yang ada di Kompas USU, dan 38,3 % responden menyatakan bahwa motivasinya adalah ingin menyalurkan minat dan bakat tentunya dalam bidang studi lingkungan hidup.

4.2.3.2 Ketercapaian Tujuan Anggota Setelah Bergabung Dengan Kompas USU

Keterlibatan seseorang dalam berorganisasi didasarkan pada keinginan untuk memuaskan tujuan-tujuan pribadinya. Organisasi dapat menuntunnya untuk mencapai cita-citanya yang tidak dapat dicapai dengan sendirian. Untuk itu seorang anggota organisasi memiliki tujuan tertentu yang akan dicapainya ketika bergabung dengan organisasi tersebut, sama halnya seperti pada tabel dibawah ini tentang ketercapaian tujuan anggota setelah bergabung dengan Kompas USU.

Tabel 4.28 : Distribusi Responden Berdasarkan Ketercapain Tujuan Anggota Setelah Bergabung Dengan Kompas USU

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase(%)

1. Sudah tercapai 64 79,0

2. Belum tercapai 17 21,0

3. Tidak tercapai 0 0

Jumlah 81 100

Sumber : Data Penelitan Lapangan (Kuesioner) April 2011

Berdasarkan sebaran kuesioner kepada 81 orang responden mengenai ketercapaian tujuan anggota setelah bergabung dengan Kompas USU, maka sebanyak 79,0 % responden yang menyatakan sudah tercapai, sedangkan sebanyak 21,0 % responden menyatakan belum tercapai. Maka dengan demikian terlihat adanya perbedaan dari masing-masing responden terhadap tingkat ketercapaian tujuannya setelah bergabung dengan Kompas USU.

Dengan adanya keterlibatan seseorang dalam organisasi dan memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai dari organisasi tersebut, maka tabel dibawah ini akan menjelaskan tingkat kepuasan anggota terhadap tujuan yang telah tercapai.

Tabel 4.29 : Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Kepuasan Anggota Terhadap Tujuan Yang Telah Tercapai

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)

1. Sangat puas 11 13,6

2. Puas 50 61,7

3. Kurang puas 12 14,8

4. Tidak puas 8 9,9

Jumlah 81 100

Sumber : Data Penelitan Lapangan (Kuesioner) April 2011

Pada tabel 4.29 diatas menunjukkan distribusi responden tentang tingkat kepuasan anggota terhadap tujuan yang telah tercapai setelah bergabung dengan Kompas USU. Berdasarkan temuan data dilapangan maka terdapat 13,6 % responden yang menyatakan sangat puas, 61,7 % responden yang menyatakan puas, 14,8 % responden menyatakan kurang puas, dan sebanyak 9,9 % menyatakan tidak puas. Data ini cukup bervariasi karena terdapat responden yang puas, sangat puas, dan kurang puas, akan tetapi lebih didominasi oleh responden yang menyatakan puas terhadap tujuan yang telah dicapai.

Keterlibatan seseorang dalam berorganisasi atau berkelompok, ditentukan oleh adanya daya tarik terhadap organisasi tersebut. Daya tarik ini ditimbulkan oleh adanya interaksi antara sesama organisasi, dibawah ini dapat dilihat daya tarik anggota Kompas USU terhadap program kegiatan yang diminati.

Tabel 4.30 : Distribusi Responden Berdasarkan Program Yang Diminati Anggota

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase

(%) 1. Penyuluhan & aksi damai lingkungan 14 17,3

2. Aksi bersih lingkungan sungai 14 17,3

3. Penanaman bibit & pohon 18 22,2

4. Konservasi sumber daya alam 27 33,3

5. Diskusi & seminar lingkungan 8 9,9

Jumlah 81 100

Sumber : Data Penelitan Lapangan (Kuesioner) April 2011

Dari sebaran kuesioner kepada 81 orang responden mengenai program kegiatan Kompas USU yang diminati yakni sebanyak 17,3% responden memilih kegiatan penyuluhan dan aksi damai lingkungan hidup, 17,3 % responden memilih kegiatan aksi bersih lingkungan sungai, 22,2 % responden memilih kegiatan penanaman bibit & pohon, kemudian sebanyak 33,3 % responden memilih kegiatan konservasi sumber daya alam, dan 9,9 % responden memilih kegiatan diskusi & seminar lingkungan. Hal ini menerangkan adanya variasi responden terhadap program kegiatan yang diminati.

4.2.3.5 Alasan Memilih Program Yang Diminati

Dari berbagai macam program kegiatan Kompas USU seperti : diskusi dan seminar lingkungan hidup, penyuluhan tentang lingkungan hidup, penanaman bibit

dan pohon, konservasi sumber daya alam, aksi bersih lingkungan sungai, dan lain sebagainya, maka ada beberapa dari kegiatan tersebut yang diminati oleh para anggota dan tentunya setiap anggota tersebut memiliki alasan khusus terhadap pilihan program yang diminatinya. Tabel dibawah ini menjelaskan beberapa alasan anggota Kompas dalam memilih program kegiatan tersebut.

Tabel 4.31 : Distribusi Responden Berdasarkan Alasan Anggota Memilih Program Yang Diminati

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase(%)

1. Mencintai Lingkungan 79 98,0

2. Ingin Jalan-jalan 1 1,0

3. Menjalankan program 1 1,0

Jumlah 81 100

Sumber : Data Penelitan Lapangan (Kuesioner) April 2011

Pada tabel 4.31 diatas menunjukkan alasan responden memilih program yang diminati. Dan dalam hal ini sebanyak 98,0 % responden menyatakan bahwa alasannya memilih program tersebut karena mencintai lingkungan, 1,0 % responden menjawab karena ingin jalan-jalan, dan 1,0 % responden menjawab karena untuk menjalankan program.

4.2.3.6 Kegiatan Kompas USU Yang Terinternalisasi

Internalisasi adalah proses pemasukan nilai pada seseorang yang akan membentuk pola pikirnya dalam melihat makna realitas pengalaman. Pemaknaan atas nilai inilah yang mewarnai pemaknaan dan penyikapan manusia terhadap diri, lingkungan dan kenyataan disekelilingnya. Maka dalam hal ini yang dilihat apakah dengan adanya program-program kegiatan Kompas USU yang berbasis pada studi

lingkungan hidup itu terinternalisasi ke diri individu atau anggota tersebut, serta dapat diaplikasikan dalam keseharian mereka.

Tabel 4.32 : Distribusi Responden Tentang Kegiatan Kompas Yang Terinternalisasi

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)

1. Ada 81 100

2. Tidak ada 0 0

Jumlah 81 100

Sumber : Data Penelitan Lapangan (Kuesioner) April 2011

Pada tabel 4.32 diatas dapat kita ketahui data mengenai apakah ada kegiatan Kompas yang terinternalisasi pada diri anggota, maka seluruh responden (100 %) menyatakan ada kegiatan Kompas yang terinternalisasi ke dirinya, misalnya aksi bersih lingkungan, sosialisasi pengetahuan dan pemahaman tentang lingkungan hidup, dan lainnya sehingga hal ini dapat meningkatkan partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup.