• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

B. Sejarah Taman Balekambang

Taman Balekambang dibangun pada masa pemerintahan Sri mangkunegoro VII pada tahun 1915-1944. Awalnya Taman Balekambang dibangun dengan maksud sebagai tempat istirahat, hiburan, dan rekreasi bagi keluarga kerajaan Mangkunegaran. Taman Balekambang terbagi menjadi dua area yaitu area pertama diberi nama Partini Tuin yang berarti Taman air Partini dan Partinah Bosch yang berarti Taman hutan Partinah. Pemberian nama ini dilakukan pada tahun 1921 oleh Sri Mangkunegoro VII karena

commit to user

61 bersamaan dengan perkawinan puteri beliau yang bernama Partini dengan DR. Hasan Joyodiningrat yang berasal dari Banten. Area kedua dinamakan Partinah Bosch yang berarti Taman hutan Partinah. Kedua taman inilah yang dikemudian hari dikenal sebagai Taman Balekambang oleh masyarakat Solo.

Dahulu di hutan Partinah Bosch hanya terdapat pohon mahoni saja, karena Belanda memerintahkan agar setiap pinggir jalan ditanami pohon mahoni yang bahannya dapat digunakan untuk pembuatan mebel. Berdasarkan catatan sejarah, diperoleh bahwa kawasan Taman balekambang terdiri dari beberapa bagian taman dan hutan, yaitu sebagai berikut :

a. Partini Tuin

Di area ini terdapat kolam drainase yang luas dan kolam renang yang dahulu biasa dipakai oleh keluarga kerajaan Mangkunegaran. Disini juga terletak bangunan yang berada di atas air yang dalam bahasa jawa disebut balekambang. Partini Tuin atau Taman Air Partini berfungsi sebagai penampungan air untuk membersihkan atau menggelontor kotoran-kotoran sampah di dalam kota, dan juga sering digunakan untuk bermain perahu. b. Umbul Manahan

Tempat lain yang cukup penting di kawasan Balekambang adalah Umbul Manahan. Umbul Manahan terletak di sebelah barat kota atau setengah pal dari pura yang merupakan umbul petilasan jaman kuno. Umbul Manahan ini seringkali digunakan oleh masyarakat jaman dahulu untuk berziarah. c. Partinah Bosch (Hutan Partinah)

Taman ini dibangun oleh Sri Mangkunegoro VII di sebelah timur Taman Balekambang. Taman ini berupa taman kecil yang ditumbuhi berbagai

commit to user

62 macam tanaman langka seperti kenari, beringin putih, beringin sunsang, apel cokelat, mahoni, dan sebagainya. Taman ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip hutan kecil. Partinah bosch juga berfungsi sebagai resapan dan paru-paru kota.

Taman Balekambang yang dahulu hanya dipakai untuk tempat beristirahat keluarga dan kerabat istana Mangkunegaran, akhirnya pada era KGGPA Mankunegoro VII Taman Balekambang dibuka untuk umum. Sejak saat itu, mulai diadakan hiburan untuk rakyat seperti Ketoprak lesung yaitu ketoprak yang diiringi dengan musik lesung dan berkembang sampai sekarang diiringi dengan gamelan. Pada era tahun 1970-an masuk pula hiburan Srimulat yang mempopulerkan beberapa seniman-seniman terkenal seperti Timbul, Gepeng, Djujuk, Nunung, Mamik Basuki, dan lain-lain. Selain ketoprak lesung, ternyata di Taman Balekambang juga terdapat panti pijat Timung dan diskotik Freedom. Saat itu, Taman Balekambang sudah tidak lagi dalam fungsi aslinya karena dipakai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Pada tahun 1996, ada pengusaha asal kota Solo yang ingin membangun hotel berbintang di Taman Balekambang. Tetapi ada beberapa masalah yang muncul dengan pembangunan ini yaitu beberapa bangunan dan fasilitas umum harus dipindah ke tempat lain. Fasilitas umum yang dimaksud adalah Dinas Peternakan, pasar burung, gedung perguruan tinggi, dan pemakaman umum. Untuk memindahkan kantor Dinas Peternakan tersebut, Pemerintah Kota Solo harus meminta izin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

commit to user

63 Untuk melepas aset Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar 3 hektar lebih itu, Pemkot dalam hal ini juga harus meminta persetujuan DPRD Jawa Tengah. Pemindahan beberapa fasilitas umum ini menjadi suatu kendala karena tidak ada titik temu pihak mana yang akan menanggung biayanya, antara pihak pengusaha dan Pemerintah Kota Solo. Pemerintah Kota Solo jelas tidak memiliki dana untuk proses pemindahan tersebut karena memang tidak ada anggaran khusus untuk itu, sedangkan dari pihak pengusaha juga tidak bersedia menanggung semua biaya pemindahan tersebut. Karena masalah dana tersebut, akhirnya rencana pembangunan hotel berbintang tersebut gagal dilakukan.

Pada tahun 2007, akhirnya Pemerintah Kota Solo mengambil alih perawatan Taman Balekambang dan melakukan revitalisasi. Revitalisasi Taman Balekambang ini dilakukan tanpa mengubah konsep dan tatanan tamannya. Setelah Taman Balekambang direvitalisasi pada tahun 2007, disamping fungsi utamanya sebagai daerah resapan dan paru-paru kota juga diperuntukan sebagai public area atau ruang publik yang dapat difungsikan sebagai Taman Seni & Budaya, Taman Botani, Taman Edukasi dan Taman Rekreasi. Perawatan taman balekambang ini dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Wisata dan Maliawan. Secara singkat dapat dilihat periodisasi dari kawasan wisata Taman Balekambang sebagi berikut :

commit to user

64 Tabel IV.1 Periodisasi Kawasan Wisata Taman Balekambang

No. Periode Amenitas dan Atraksi

1. Masa Mangkunegoro VII tahun 1915-1945

· Taman hutan Partinah · Kolam renang Praon

· Taman margasatwa bebas di Partinah Bosch

· Kolam renang Tirtoyoso · Taman burung

· Gedung serbaguna (ketoprak dan wayang)

· Arena pasar malam · Orkes keroncong 2. Masa Kemerdekaan VII

tahun 1945-1975

Masa pertumbuhan fisik mulai pudar karena kurang terawat

3. Masa Srimulat tahun 1975-1989

· Gedung pertunjukan ketoprak · Gedung pertunjukan Srimulat

· Video game

· Bilyard

· Panti pijat Timung · Roller diskotik

· Bioskop Rukiyah theater 4. Masa 1989 – 2007 · Panti pijat Timung

· Kolam pancing Praon · Freedom diskotik

· Bangunan kantor kantor dan dinas · Perumahan seniman

5. Masa Revitalisasi tahun 2007–sekarang · Gedung kesenian · Open stage · Open state · Kolam pancingan/praon · Bale Tirtoyoso · Bale Apung · Mushola · Partinah Bosch · Partinah Tuin · Area outbond

· Kawasan situs sejarah (Watu Lintang, Taman Kodok, prasasti), dll.

commit to user

65 C. Komponen Penawaran Pariwisata

1. Attraction (Atraksi)

Taman Balekambang adalah ruang publik (public space) yang memiliki konsep sebagai Taman Seni & Budaya, Taman Botani, Taman Edukasi dan Taman Rekreasi. Taman Balekambang memiliki banyak atraksi yang ditawarkan kepada pengunjung. Berbagai atraksi yang ada di Taman Balekambang diantaranya adalah :

a) Keberadaan Hewan

Taman Balekambang memiliki banyak koleksi hewan yang dibiarkan hidup bebas di kawasan taman. Hewan-hewan tersebut diantaranya adalah rusa timor, bebek, monyet ekor panjang, ayam kalkun, burung merpati, angsa, dan lainnya. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan hewan-hewan tersebut.

b) Taman Reptil

Taman reptil merupakan salah satu atraksi baru yang ada di Taman Balekambang. Di taman reptil ini memiliki banyak koleksi hewan diantaranya adalah berbagai jenis ular, beberapa jenis burung, iguana, dan lain-lain. Pengunjung dapat menikmati taman reptil ini dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,00 per orangnya.

c) Kolam Ikan

Pengunjung dapat menikmati kolam ikan dengan aktivitas memberi makan ikan atau sekedar duduk-duduk di pinggir kolam.

commit to user

66 d) Suasana Taman yang Rindang dan Sejuk (Wisata Alam)

Taman Balekambang memiliki suasana yang rindang, sejuk, dan asri karena ditanami rumput dan berbagai macam pepohonan. Pengunjung dapat berlama-lama di Taman Balekambang yang sejuk karena suasana ini sangat nyaman untuk dinikmati. Taman Balekambang cocok dinikmati bagi pengunjung yang lelah dari kebisingan kota.

e) Outbound

Taman Balekambang yang memiliki luas sebesar 9,8 hektar dapat dijadikan lahan outbond. Dulu Taman Balekambang memiliki alat-alat

outbond tetapi sekarang peralatan tersebut sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Tetapi hal tersebut tidak menghalangi minat kelompok masyarakat untuk melakukan kegiatan outbond di Taman Balekambang.

f) Berbagai Macam Pepohonan langka.

Taman Balekambang sejak dulu memiliki berbagai macam pepohonan langka. Berbagai tanaman langka ini dapat dijadikan sarana edukasi bagi masyarakat tentang jenis-jenis pepohonan langka.

g) Pementasan Ketoprak

Jadwal pementasan ketoprak ini dilakukan setiap Sabtu malam pukul 19.00 WIB. Pertunjukkan ketoprak ini dilakukan oleh dua kelompok yang berbeda yaitu ketoprak anak dan dewasa. Pengunjung dapat membeli tiket masuk sebesar Rp. 5.000,00 untuk ketoprak anak dan Rp. 10.000,00 untuk ketoprak dewasa sesaat sebelum pementasan dimulai. Pertunjukkan ketoprak ini sering dikunjungi oleh rombongan

commit to user

67 sekolah-sekolah yang ada di kota Solo sebagai sarana edukasi kesenian tradisional Jawa.

h) Berbagai macam Event

Event rutin yang diselenggarakan Taman Balekambang adalah Festival Ketoprak dalam memperingati HUT Kota Solo, Pesona Balekambang, Pameran Flora dan Fauna dalam memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi Nasional, Semarak Balekambang pada saat menjelang bulan ramadhan yang berisi kegiatan religi dan bazar murah, Bakdan Ing Balekambang yang dilaksanakan dari tanggal 1 Syawal sampai 8 Syawal, dan Pasar Seni Budaya untuk memperingati Hari Jadi Taman Balekambang. Taman Balekambang juga sering dijadikan tempat penyelenggaraan event oleh masyarakat. Berbagai macam kelompok masyarakat sering mengadakan event dengan berbagai konsep, minat, dan tujuan masing-masing. Event ini juga dapat menarik pengunjung untuk menikmati acara tersebut di Tamn Balekambang. Pada saat

event, biasanya jumlah pengunjung bisa dua kali lipat lebih banyak daripada hari-hari biasa.

i) Perahu Bebek

Fasilitas perahu bebek ini merupakan perahu bebek satu-satunya di kota Solo. Pengunjung dapat menaiki perahu ini dengan mengitari kolam ikan di Taman Balekambang. Pengunjung cukup membayar sebesar Rp. 10,000,00/orang untuk menikmatinya. Fasilitas ini hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu.

commit to user

68 j) Musik Koes Ploes

Pentas musik koes ploes ini dilakukan setiap hari Kamis malam dari pukul 19.00-selesai. Sesuai dengan namanya, pentas ini menghadirkan lagu-lagu lama atau tembang kenangan dari Koes Ploes yang cukup hits di jamannya. Pengunjung yang ingin bernostalgia dengan lagu-lagu lama dari Koes Ploes bisa langsung datang ke Taman Balekambang.

k) Sendratari Ramayana

Atraksi terbaru di Taman Balekambang adalah Sendratari Ramayana yang dilakukan satu bulan sekali pada saat malam bulan purnama. Sendratari Ramayana ini berdurasi sekitar 1,5 jam dari pukul 20.00 WIB – 21.30 WIB yang berlokasi di panggung open space. Sendratari Ramayana ini cukup menarik perhatian masyarakat kota Solo karena sendratari ini mirip dengan Sendratari Ramayana yang biasanya digelar di Candi Prambanan. Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung yang ingin menonton Sendratari Ramayana, pihak pengelola Taman Balekambang berencana akan memberlakukan tiket masuk karena keterbatasan tempat yang tidak dapat menampung semua pengunjung yang datang.

l) Pemancingan

Kolam yang dahulu dipakai keluarga kerajaan untuk berenang saat ini diubah menjadi kolam pemancingan kecil yang setiap harinya dibuka untuk umum. Pada saat Taman Balekambang mengadakan acara rutin, pengunjung dapat memancing di kolam ikan yang besar.

commit to user

69 Tabel IV.2 Atraksi Wisata yang terdapat di Taman Balekambang

No. Taman Wisata Atraksi yang Ditawarkan Amenitas

1. Taman Balekambang

1. Keberadaan Hewan (Rusa, bebek, dan lain lain-lain) 2. Taman Reptil

3. Kolam Ikan dan Air Mancur

4. Suasana Taman yang Rindang dan Sejuk (Wisata Alam) 5. Outbound

6. Berbagai Macam Pepohonan langka 7. Pementasan Ketoprak 8. Berbagai macam Event

9. Perahu Bebek 10. Musik Koes Ploes 11. Sendratari Ramayana 12. Pemancingan

1. Penjual Makanan dan Minuman

2. Penjual makanan ikan 3. Musholla

4. Gazebo

5. Gedung pertunjukkan 6. Teater terbuka (open

space) 7. Lahan Parkir 8. MCK

9. Lahan Outbond

2. Accesibility (Aksesibilitas)

Aksesibilitas dimaksudkan agar wisatawan dapat dengan mudah menuju tempat wisata. Aksesbilitas terdiri dari kemudahan akses dan petunjuk jalan menuju Taman Balekambang. Aksesibilitas menuju Taman Balekambang cukup mudah dijangkau karena Taman Balekambang terletak di tempat yang strategis. Untuk sarana jalannya sendiri sudah cukup baik, meskipun kondisinya agak rusak karena ada beberapa lubang di beberapa titik jalan. Kemudian juga ada beberapa trayek angkutan yang melintasi Taman Balekambang.

commit to user

70

3. Amenities (Amenitas)

Taman Balekambang memiliki berbagai macam amenitas diantaranya adalah warung makan, musholla, gazebo, gedung pertunjukkan, lahan parkir panggung open space, MCK, dan lahan untuk

outbond. Warung makan di Taman Balekambang hanya menjual makanan

dan minuman ringan saja, karena keterbatasan tempat. Gedung pertunjukkan dipakai untuk pertunjukkan ketoprak pada hari Sabtu malam, sedangkan panggung open space biasanya digunakan untuk sendratari ramayana. Pengunjung juga sering memanfaatkan panggung open space

untuk berfoto dengan keluarga dan teman.

4. Activity (Aktivitas)

Aktivitas adalah semua kegiatan yang dilakukan pengunjung selama berkunjung di Taman Balekambang. Aktivitas pengunjung di Taman Balekambang terdiri dari rekreasi, tugas, dan dan penelitian.