BAB IV GAMBARAN UMUM
A. Sejarah, Visi, Misi, dan Tujuan SMA Stella Duce 1
Pada bulan Mei 1945, para Suster Santo Carolus Borromeus serta para Suster Fransiskanes di Yogyakarta mendirikan Sekolah Menengah Katolik (SMK) di Bintaran dan Dagen Yogyakarta.
Pada tahun 1948 dibukalah SMA Katolik pada petang hari yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Katolik Republik Indonesia (AMKRI) yang sekarang menjadi SMA Santo Thomas. Tujuan dibukanya SMA Katolik oleh AMKRI adalah untuk menampung murid-murid lulusan SMK tersebut.
SMA Katolik tersebut berdiri dilakukan pemberian tugas, bagian putra dipimpin oleh romo-romo Jesuit, sedangkan bagian putri dipimpin oleh suster-suster Santo Carolus Borromeus.
Pada tanggal 19 Agustus 1948 dengan resmi dibukalah Sekolah Menengah Atas Kanisius Yogyakarta (SMA K) dengan disaksikan oleh Wakil Kementerian Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. SMA K ini terdiri atas bagian A (sekarang jurusan bahasa) dan bagian B (sekarang jurusan ilmu pengetahuan alam), dengan 65 orang murid putra-putri serta sebelas pamong, antara lain: Romo F. Partanto SJ,
Bapak H. J. Sumarto, Bapak Ir. D. Wakidi, Bapak B. Slamet Muljono, Ibu R. A.A. Supadmirin, Bapak Sastrosunarjo, Bapak Mr. F. Wijono, dan Bapak R. B. Margono Darmo. SMA K bagian putra pada awal berdirinya menumpang di ruang atas SMK Bruderan Kidul Loji dan dipimpin oleh Romo B. Dumarno SJ dengan Santo Johanes De Britto sebagai pelindung.
Pada tanggal 19 Desember 1948 sekolah terpaksa ditutup disebabkan karena adanya Agresi Militer Belanda II di Ibukota RI yang pada saat itu berada di Yogyakarta.
Pada tanggal 1 Maret 1949 di buka SGA K putra-putri di gedung Pastoran Kidul Loji dengan guru-guru SMA K. SGA K bagian putra dipimpin oleh Romo H. Loef SJ dan bagian putri dipimpin oleh Suster Catharina CB serta sejak tanggal 1 April 1948 menempati gedung Jalan Code 4.
Tanggal 30 Juni 1949, Belanda meninggalkan Yogyakarta. Suster Chatarina CB dan Suster Bernadia CB mengumpulkan murid-murid putri SMA K dan murid SGA K untuk di bawa ke Jalan Sumbing 1.
SMA K putri kelas satu dan dua, bagian A dan B, menempati lantai atas, sedangkan SGA K putri menempati lantai bawah. Nama pelindung SMA K dan SGA K putri ini adalah STELLA DUCE yang berarti Bintang Pembimbing, yaitu Bunda Maria.
Gedung di Jalan Sumbing ini sebelum zaman Jepang digunakan oleh HIS Santa Theresia milik Suster-suster Fransiskan, sesudah zaman Jepang
sampai agresi Belanda tanggal 19 Desember 1948 digunakan oleh SMP Putri Negeri.
Tanggal 5 Desember 1949 SMA K bagian putra yang sudah berada di Jalan Bintaran Kidul Nomor 5 menjadi sekolah bersubsidi dan Kepala Sekolah adalah Bapak Ir. D. Wakidi sedangkan Kepala SGA K adalah Suster Maria Joana CB. Tanggal 1 Maret 1950, Kepala SMA K Putra dipegang oleh Romo R. Van Thiel SJ sedangkan SMA K Putri dipegang oleh Suster Catharinia CB.
Untuk menampung para pelajar dari luar kota Yogyakarta didirikanlah asrama De Britto bagi pelajar putra di Jalan Bintaran Kidul Nomor 7-9 dan asrama Stella Duce bagi pelajar putri di Terban Taman. Tahun 1987, bangunan asrama dibongkar dan didirikan gedung provinsialat Suster-suster Santo Carolus Borromeus, sejak saat itu asrama putri dipindah ke Samirono.
Untuk menyelenggarakan sekolah-sekolah yang meliputi SMA, SGA, SMP, dan SD diperlukan suatu wadah, maka oleh suster-suster Santo Carolus Borromeus didirikan suatu yayasan yang diberi nama Tarakanita (dari bahasa Sansekerta yang berarti Bintang Pembimbing). Yayasan ini didirikan tanggal 29 April 1952 dan mendapat akte notaris tanggal 7 Juli 1952. Untuk pertama kali diketuai oleh Suster Ursulia CB. Pada bulan Agustus 1961 didirikan SPSA (Sekolah Pekerjaan Sosial) dan menempati gedung di Jalan Sumbing 3B.
Tahun 1954 Suster Dra.Bernadia CB mulai memimpin SMA K Stella Duce. Selesai menyelesaikan tugas belajar selama 5 tahun di Bandung, Suster Bernadia CB menjabat kepala sekolah sampai tahun 1973. Dalam masa jabatannya terjadi banyak perubahan. Tahun 1963 SGA dan SPSA pindah ke Treggono sehingga ruang kelas di Jalan Sabirin seluruhnya dapat digunakan SMAK.
Tahun 1967 dibuka kelas di Jalan Suryodiningratan Nomor 13 dari kelas satu tahun 1967/1968 sampai menjadi delapan kelas beberapa tahun kemudian. SMA K Stella Duce bukan lagi SMA Kanisius melainkan SMA Katolik yang memiliki 26 kelas, 8 kelas di Suryodiningratan dan 18 di Sabirin dengan jumlah siswa 1300 orang. Siswa yang tinggalnya di sebelah selatan Jalan KHA Dahlan-Jalan Senopati-Sentul mendapat kelas di Suryodiningrataan dan yang tinggal di sebelah utara jalan-jalan tersebut mendapat kelas di Sabirin.
Tahun 1970 Ir. A. Liem Tiong Hien, Guru SMA K Stella Duce yang menempati gedung Jalan Sabirin Nomor 3 pindah ke Jalan Supadi Nomor 5 dan gedung Jalan Sabirin Nomor 3 dipakai untuk asrama sampai tahun 1973 di bawah pimpinan langsung Suster Bernadia CB. Tahun 1973 asrama tersebut pindah ke Jalan Supadi Nomor 5 dan gedung Jalan Sabirin Nomor 3 dipakai untuk kantor tata usaha dan sekarang tempat itu menjadi aula.
Pada bulan Januari 1973 pimpinan sekolah diganti oleh Suster M. Xaverius CB. Suster M. Xaverius CB adalah lulusan SMA K Stella Duce
tahun 1952 dan sebelum menjadi kepala sekolah, beliau adalah guru bidang studi Biologi di SMA K Stella Duce sejak tahun 1956 dan juga direktur AKWA Tarakanita. Selama menjadi kepala sekolah banyak melakukan perubahan-perubahan antara lain merintis adanya laboratorium Biologi yang memadai. Beliau pula yang menambah koleksi buku untuk perpustakaan sekolah dengan jumlah yang besar.
Pada tahun 1974 bekas gedung tata usaha dan gedung tengah Jalan Sabirin 1 dibongkar dan dibangun gedung baru lantai 3 membujur ke arah utara selatan. Gedung-gedung ini terdiri dari 9 ruang kelas. 3 laboratorium IPA, serta 3 ruang kecil yang dipakai sebagai ruang rapat terbatas, ruang koperasi siswa, serta ruang keterampilan mengetik.
Tahun 1976 gedung baru selesai dibangun dan diresmikan pemakainnya tanggal 24 Agustus 1976 oleh Bapak Drs. Soesanto Martodihardjo, Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidika dan Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tahun 1976 kegiatan belajar mengajar di SMA K Stella Duce seluruhnya diadakan di Sabirin 1-3, hal ini disebabkan karena ada peraturan bahwa suatu sekolah tidak dibenarkan mempunyai sekolah jauh dan banyaknya ruang kompleks Sabirin sudah cukup. Bangunan yang terletak di Jalan Suryodiningratan Nomoe 13 yang sudah selesai dibangun seluruhnya dipakai SMP Stella Duce Yayasan Carolus Borromeus yang didirikan tahun 1971 oleh Suster Dra. Bernadia CB.
Pada tanggal 1 Januari 1976 kepa sekolah diganti oleh Ibu C. Hartini yang juga lulusan SMA K Stella Duce tahun 1952 dan pernah mengajar sejak tahun 1976. Dengan penambahan peralatan laboratorium IPA, siswa kelas 3 IPA yang semula harus praktikum di SMA Negeri mulai praktikum di laboratorium milik sendiri. Pada tahun 1981 dibangun laboratorium bahasa yang terutama untuk mengembangkan kemampuan bahasa para siswa jurusan bahasa. Pada tahun 1987 Ibu C. Hartini pensiun. Kepala sekolah digantikan oleh Suster Rosalima CB lulusan SMA K Stella Duce tahun 1956. Tahun 1989 semua SPG dihapus dan beralih fungsi menjadi SMA. SPGS Stella Duce juga menjadi SMA sehingga nama Stella Duce 1 menjadi SMA Stella Duce 1.
Pada tahun itu pula Suster Rosalima CB diangkat menjadi wakil Provinsialat CB sehingga tugas sebagai kepala sekolah sering ditinggalkan. Bahkan tahun 1995 beliau diangkat menjadi pimpinan Provinsialat Tarekat CB. Tanggal 1 April 1996 kedudukan Kepala SMA Stella Duce 1 diganti oleh Suster Dra. Floriana CB lulusan SMA Stella Duce tahun 1961.
Pada akhirnya SMA Stella Duce 1 mengalami beberapa pergantian kepala sekolah setelah Suster Rosalima CB yaitu A. Ganjar Raharjo, Sr. Petra CB dan sampai saat ini dipimpin oleh Sr. Imelda CB, M.Pd.
Tabel 4.1
Periode Kepemimpinan Kepala SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
2. Visi dan Misi SMA Stella Duce 1 Yogyakarta a. Visi
Berkepribadian utuh, berbelarasa, cerdas, dan berwawasan global. b. Misi
1) Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki, khususnya perempuan yang beriman, jujur, adil, disiplin, berbelarasa, santun, dan tangguh.
2) Melaksanakan proses pendidikan yang kontekstual, kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab berasaskan iman Katolik.
3) Membangun keunggulan akademik berbasis teknologi. 4) Menanamkan wawasan kebangsaan.
5) Menanamkan wawasan global.
No. Nama Periode
1. Sr. Chatarina CB 1949-1954 2. Dra. Sr. Bernadia CB 1954-1973 3. Sr. M. Xaverius CB 1973-1976 4. C. Hartini 1976-1987 5. Sr. Rosalima CB 1987-1996 6. Dra. Sr. Floriana CB 1996-2003
7. A. Ganjar Raharjo, M.A. 2003-2006
8. Sr. Petra CB, S.Pd. 2006-2012
3. Tujuan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta
SMA Stella Duce 1 Yogyakarta mendidik putri-putri remaja lulusan SMP menjadi.
a. Manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki, khususnya perempuan yang beriman, jujur, adil, disiplin, berbela rasa, santun dan tangguh.
b. Pembelajar yang kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab berasaskan iman Katolik.
c. Manusia unggul di bidang akademik dan menguasai teknologi;
d. Manusia yang berwawasan kebangsaan, menghargai dan menghormati keberagaman dalam masyarakat.
e. Manusia yang berwawasan global.