BOGOR
2009
Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Formulasi Strategi Pengelolaan Sungai Batanghari di Kota Jambi adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.
Bogor, Agustus 2009
ESTI SUSILAWATI S. Formulation Management Strategy of Batanghari River in the City of Jambi. Under supervision of SUPRIHATIN and NASTITI SISWI INDRASTI
The objectives of this research were to identify the water quality of the Batanghari River dues to the activity of crumb rubber industry and to formulate the water management strategy that is environmentally sound. This research was conducted in August, September and October 2008 in 6 observation stations along the Batanghari River that may be effected the activities of crumb rubber industry. The measured parameters includ: temperature, conductivity, turbidity, total suspended solids, total dissolved solids, dissolved oxygen, BOD (biochemical oxygen demand), COD (chemical oxygen demand), nitrate, phosphate, weak oil, E. coli, benthos, community social economic condition and the regional economy. Analysis using STORET method shows that Batanghari River, in each observation stations and months has been polluted heavily with STORET value ranged from -34 to -50. This condition indicates that the crumb rubber industry is not the main cause of the decrease of water quality in the Batanghari River. This is also caused by the Batanghari downstream sub-watershed that also has been damaged and people activities that are less environmentally friendly. The existence of the crumb rubber industry itself is still expected by the people in the surrounding areas as a labor intensive economic sector. Based on SWOT Analysis water management strategies of Batanghari River that should be done are: 1) The city government should improve the implementation of the management and regulation of Batanghari River resources with the support from the high quality human resources so that the water utilization of Batanghari River considers the sustainability of its environmental ecosystem with funding support from the central government; 2) The city government should improve the coordination between sector and region (BP DAS Batanghari) in efforts to strengthen the institution and regulation for water management so that it is more easier to implement monitoring and policy determination on the water condition of Batanghari River that has been decreased in its water quality caused by the occurred pollution; 3) The city government should make the Batanghari River as a water tourism area by restructuring the flood-plains area through the people empowerment and participation in efforts to encourage the people welfare and high-quality human resource support with the application of “water front city” so that it will be no more development that violates the land use; 4) The improvement of human resource quality and elimination of inter-sectoral ego between agencies/institutions in efforts to prevent the waste pollution in the Batanghari River.
Keywords: Batanghari River, water quality, water management strategy, crumb rubber industry.
ESTI SUSILAWATI S. Formulasi Strategi Pengelolaan Sungai Batanghari di Kota Jambi. Dibimbing oleh SUPRIHATIN dan NASTITI SISWI INDRASTI.
Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat tetap bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Namun demikian, saat ini masalah air di Indonesia merupakan permasalahan yang kronik dan pelik, mulai dari peristiwa banjir sampai kekeringan. Kegiatan manusia yang mengunakan sumber daya air akan berpotensi menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran yang dapat mengancam ketersediaan air, daya guna, daya dukung, daya tampung dan produktivitasnya. Tekanan terhadap sumber daya perairan darat dapat terjadi pada badan air itu sendiri atau terhadap lingkungannya (daerah aliran sungai). Tekanan ini dalam bentuk limbah yang masuk ke dalam badan air baik yang berasal dari domestik, industri, maupun pertanian. Sedangkan tekanan yang terjadi pada daerah aliran sungai berupa sedimen yang merupakan hasil erosi pada daerah pertanian. Selain itu, perubahan penggunaan lahan dapat mengakibatkan terganggunya siklus air (banjir dan kekeringan). Sungai Batanghari merupakan sungai utama dan sumber air bersih bagi masyarakat di Kota Jambi. Pencemaran yang terjadi di perairan Sungai Batanghari akibat aktivitas industri karet remah telah meresahkan masyarakat Kota Jambi akan kondisi kualitas perairannya. Untuk itu perlu dilakukan pengelolaan perairan Sungai Batanghari yang memperhatikan keberlanjutan ekosistem lingkunganya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (a) Menganalisis kualitas perairan Sungai Batanghari akibat aktivitas industri karet remah (crumb rubber); (b) Menganalisis perubahan kualitas perairan Sungai Batanghari terhadap komunitas biologi perairannya; (c) Menganalisis kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat dan daerah terhadap kualitas perairan Sungai Batanghari; (d) Memformulasikan strategi pengelolaan perairan yang berwawasan lingkungan. Manfaat penelitian ini adalah : (1) Memberikan gambaran dampak dari aktivitas industri karet remah (crumb rubber) terhadap ekosistem Sungai Batanghari; (2) Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Jambi, pengusaha karet remah (crumb rubber) dan masyarakat guna penataan pengelolaan lingkungan hidup.
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga Oktober 2008, dengan melakukan dua objek pengamatan. Pengamatan pertama, dilakukan terhadap beberapa parameter kualitas air dari sampel air di sepanjang Sungai Batanghari. Pengamatan kedua, dilakukan terhadap masyarakat yang menggunakan air sungai untuk keperluan rumah tangganya disepanjang daerah aliran Sungai Batanghari. Kualitas perairan yang diamati adalah parameter fisik- kimia, bakteriologi dan biologi yang perubahan parameternya menjadi indikator terjadinya pencemaran atau tidak bila dibandingkan dengan baku mutu yang ada sesuai dengan peruntukannya (Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001).
E. Coli, bentos, sosial ekonomi masyarakat dan perekonomian daerah. Untuk memperoleh informasi tentang keadaan sosial-ekonomi dan kesehatan masyarakat di lokasi penelitian, maka dikumpulkan data primer dan sekunder. Status kualitas air Sungai Batanghari ditetapkan dengan menggunakan metode STORET. Atribut biologi (metrik) yang digunakan untuk mendeteksi tingkat gangguan pada komunitas bentik makroavertebrata yang disebabkan oleh kontaminasi zat pencemar diprediksi dengan tiga macam metrik yaitu: Dominansi 3 (Bode et al. 1996), indek diversitas Shannon-Wiener (Krebs 1989), dan kekayaan taxa (Bode et al., 1996). Analisis Catch Per Unit Effort (CPUE) digunakan untuk menduga populasi ikan konsumsi yang dihasilkan selama waktu tertentu. Dalam penelitian ini satuan unit hasil tangkapan yang digunakan yaitu tangkapan selama beberapa tahun terakhir yang diperoleh dari Subdinas Perikanan Kota Jambi. Persepsi dan kesehatan masyarakat disekitar lokasi industri crumb rubber dianalisis secara deskriptif berdasarkan informasi dan wawancara. Dampak keberadaan industri crumb rubber terhadap perekonomian dianalisis dengan menggunakan Tabel Input – Output (IO) Kota Jambi Tahun 2007. Untuk analisis strategi pengelolaan perairan digunakan analisis SWOT [Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), Treaths (ancaman)].
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Sungai Batanghari pada masing-masing stasiun dan bulan pengamatan telah menunjukkan terjadinya pencemaran berat dengan nilai STORET yang berkisar antara -34 sampai dengan -50 pada peruntukan kelas I. Pada peruntukan kelas II nilai STORET berkisar antara -10 sampai dengan -34 yang menunjukkan bahwa telah terjadi pencemaran berat hingga ringan. Guna peruntukan kelas III, kategori pencemaran berada pada tingkat pencemaran sedang hingga ringan dengan nilai STORET -2 sampai dengan -20. Peruntukan kelas IV menunjukkan pencemaran yang terjadi sedang hingga memenuhi baku mutu dengan nilai STORET 0 sampai dengan -12. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Batanghari berada pada kelas peruntukan IV berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
Penurunan kualitas air Sungai Batanghari juga dapat di lihat dari kondisi makrozoobenthosnya yang memiliki indeks keanekaragaman (H) yang berkisar antara 0,37 – 1,521, keseragaman (E) yang berkisar antara 0,111 – 0,454 dan dominasi (D) yang berkisar antara 0,914 – 0,455 mengindikasikan bahwa perairan Sungai Batanghari berada pada tingkat pencemaran sedang hingga berat. Industri karet remah bukan penyebab utama turunnya kualitas perairan Sungai Batanghari. Hal ini disebabkan juga oleh kondisi Sub DAS Batanghari hilir yang juga telah mengalami kerusakan dan aktivitas masyarakat yang kurang ramah lingkungan. Keberadaan industri karet remah itu sendiri masih diharapkan oleh masyarakat sekitarnya dan perekonomian daerah sebagai sektor yang padat tenaga kerja.
dan penataan sumber daya Sungai Batanghari agar pemanfaatan perairan sungai Batanghari memperhatikan keberlanjutan ekosistem lingkungannya; 2) Meningkatkan koordinasi antara sektor dan wilayah (BP DAS Batanghari) dalam upaya penguatan kelembagaan dan hukum guna pengelolaan perairan sehingga lebih mudah dalam melaksanakan monitoring dan penentuan kebijakan terhadap kondisi perairan Sungai Batanghari yang mengalami penurunan kualitas airnya akibat pencemaran yang terjadi; 3) Pemerintah kota menjadikan Sungai Batanghari sebagai kawasan wisata perairan dengan menata kembali kawasan bantaran sungai melalui pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat serta dukungan SDM yang berkualitas dengan penerapan “water front city” untuk mengurangi kebiasaan masyarakat yang membuang sampah/limbah ke sungai; 4) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan koordinasi antar dinas/instansi dalam upaya pencegahan pencemaran limbah di perairan Sungai Batanghari.
© Hak cipta milik IPB, tahun 2009 Hak cipta dilindungi
Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari Institut Pertanian Bogor, sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apa pun, baik cetak, fotocopy, mikrofilm, dan sebagainya
ESTI SUSILAWATI S
Tesis
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
Pada Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR 2009
Nama : Esti Susilawati S
NRP : P051060111
Disetujui : Komisi Pembimbing
Dr. Ir. Suprihatin, Dipl-Ing Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti
Ketua Anggota
Diketahui :
Ketua Program Studi Dekan Sekolah Pascasarjana Pengelolaan Sumber Daya Alam
dan Lingkungan
Prof. Dr. Ir. Surjono Hadi Sutjahjo Prof. Dr. Ir. Khairil A. Notodiputro, MS