BOGOR
2013
DAFTAR PUSTAKA
Astuti R, Marimin, Poerwanto R, Machfud, Arkeman Y. 2010. Kebutuhan Dan Struktur Kelembagaan Rantai Pasok Buah Manggis, Studi Kasus Rantai Pasok di Kabupaten Bogor. Jurnal Manajemen Bisnis. 3(1):99-115.
Bailey WC, Norina L, Cassavant K. 2002. The Use of Supply Chain. Management to Increase Exports of Agricultural Products. Proceeding of the 5th International Conference on Chain and Network in Agribusiness and The Food Industry (eds. J.H. Trienekens and S.W.F. Omta). 410-421. Wageningen, The Netherlands.
[BPS] Badan Pusat Statistik (ID). 2011. Statistik Indonesia. BPS. Jakarta.
[BPS]Badan Pusat Statistik (ID). 2012. Statistik Indonesia. Produksi Buah Manggis Tiap Provinsi di Indonesia 2011. [diunduh 2012 feb 5]. Tersedia pada: http:// www. bps.go.id/.
Boer L, Labro E, Morlacchi P. 2001. A Review of Method Supporting Supplier Selection. European Journal of Purchasing and Supply Management. 7:75- 89.
Copra S, Sodhi, MS. 2004. Managing Risk To Avoid Supply-Chain Breakdown. MIT Sloan Management Review. 46(1):53–61.
Deloach J. 2000. Enterprise-Wide Risk Management: Strategies for Linking Risk and Opportunity. Financial Times Management/ Prentice Hall
Djohanputro B. 2008. Manajemen Risiko Koorporat Terintegrasi. PPM, Jakarta. Graves SC, Tomlin BT. 2003. Process Flexibility in Supply Chain. Management
Science. 7:907–919.
Hadiguna RA. 2010. Perancangan Sistem Penunjang Keputusan Rantai Pasokan dan Penilaian Risiko Mutu pada Agroindustri Kelapa Sawit Kasar. Disertasi pada Sekolah Pasca Sarjana IPB, Bogor.
Hallikas JI, Karvonen U, Pulkkinen VM, Virolainen, Tuomine M. 2004. Risk management processes in supplier networks, Int J Production Economics. 90:47-58.
Heizer J, Render B. 2010. Manajemen Operasi. (Terjemahan, Buku 2) Salemba Empat, Jakarta.
Indrajit RE, Djokopranoto R. 2003. Konsep Manajemen Supply Chain, Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang. Grassindo. Jakarta.
Izik Z, Dikmen I, Birgonul MT. 2011. Using Analytic Network Process (ANP) for Performance Measurament in Construction.Turki. Civil Engineering Depertment, Faculty of Engineering Middle East Technical University. Jaffee S, Siegel P, Andrews C. 2008. Rapid Agricultural Supply Chain Risk
Assessment. Conceptual Framework and Guidelines for Application Commodity Risk Management Group Agriculture and Rural Development Department World Bank.
Kleindorfer PR, Partovi FY. 1990. Integrating Manufacturing Strategy And Technology Choice. European Journal of Operational Research. 47:214– 224.
Lavastre O, Gunasekaran A, Spalanzani A. 2012. Supply Chain Risk Management In French Companies. International Journal of Decision Support Systems. 52:828-838.
Manuj I, Mentzer JT. 2008. Global Supply Chain Risk Management. Journal of Business Logistics. 29(1):133-155.
Marimin. 2008. Country Report: Supply Chain for Perishable Horticulture Product in Indonesia. Tokyo: Asian Productivity Organization (APO) Research on Supply Chains in Agribusiness.
Marimin, Maghfiroh N. 2010. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Rantai Pasok. IPB Press, Bogor.
Mc Manus S, Erica S, Dave B, John V. 2007. Resilience Management – A Framework for Assessing and Improving the Resilience of Organisations. Research Report 2007/01, Resilient Organisations, New Zealand.
Mitchell VW. 1995. Organizational Risk Perception And Reduction: A Literature Review, British Journal of Management. 6(2):115–133.
Peck H, Christopher M. 2004. Assessing and Managing Risk in The Global Supply Chain. Logistics and Supply Forum.
Ray S, Li S, Song Y. 2005. Tailored supply chain decision making under price sensitive stochastic demand and delivery uncertainty. Management Science. 12:1873–1891.
Saaty TL. 1999. Fundamentals of The Analytic Network Process. Paper presented in ISAHP 1999, Kobe, Japan, August 12-14, 1999.
Saaty TL. 2004. Fundamental of The Analytic Network Process –Dependence and Feedback In Decision Making With A Single Network. Journal of System Science and System Enggineering. 13(2):29-157.
Saaty TL,Vargas LG. 2006, Decision Making with The Analytic Network Process. United State Of America : Springer.
Santoso I. 2005. Rekayasa Model Manajemen Risiko untuk Pengembangan Agroindustri Buah-buahan Secara Berkelanjutan (disertasi). Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.
Saptana, Agustian A, Mayrowani H, Sunarsih. 2006. Analisis Kelembagaan Kemitraan Rantai Pasok Komoditas Holtikultura. Jakarta: Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian
Sunarjono H. 1984. Pengantar Pengetahuan Dasar Hortikultura. Penerbit Sinar Baru. Bandung.
Tang CS. 2006. Perspectives In Supply Chain Risk Management. Int. J. Production Economics. 103:451–488.
Tang O, Musa SN. 2011. Identifying Risk Issues And Research Advancements In Supply Chain Risk Management. International Journal of Production Economics. 133:25-34.
Vorst JG, AJ van der. 2004. Supply Chain Management: Theory and Practice. The Emerging World of Chains & Networks. T. Camps, P. Diederen, G. J. Hofstede, B.Vos (Eds). Elsevier, Hoofdstuk.
Vorst JG, AJ van der. 2006. Views on Product Traceability and Rapid Methods in Food Supply Chain Networks. Rapid Methods for Food and Feed Quality Determination. A. van Amerongen, D. Barug, dan M. Lauwaars (Eds). Wageningen Academic Publishers, The Netherlands.
Xiaohui W, Zhong X, Song S, Wu C. 2006. Study on Risk Analysis of Supply Chain Enterprises. Journal of Systems Engineering and Electronics. 17(4):781-787.
Xia D, Chen B. 2011. A Comprehensive Decision-Making Model for Risk Management of Supply Chain. Journal Expert Systems with Applications. 38:4957–4966.
Yates JF, Stone ER. 1992. The risk construct, in: J. Yates (Ed.), Risk Taking Behavior, Wiley. New York :1–25.
Zsidisin GA, Panelli A, Upton R. 1999. Purchasing Organization Involvement In Risk Assessments, Contingency Plans And Risk Management: An Exploratory Study, Supply Chain Management; An International Journal. 5(4):187–197.
Zsidisin A. 2003. Grounded Definition of Supply Risk, Journal of Purchasing and Supply Management. 9(5/6):217–224.
Lampiran 1 Langkah menggunakan ANP
Berikut ini algoritma untuk menentukan prioritas sumber, jenis risiko dan faktor manajemen opresional untuk mengendalikan risiko dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP).
1) Tentukan kriteria yang berpengaruh
Lakukan studi literatur dan wawancara dengan para ahli/pakar. Pada penelitian ini terdapat tiga narasumber yaitu dua narasumber yang berasal dari praktisi (manajer PT AMS dan KBU AL-Ihsan) dan satu narasumber dari pihak akademisi (Kepala PKBT Bogor).
2) Cari hubungan saling ketergantungan antar kriteria Buat kuesioner kepada para ahli/pakar.
Langkah pertama adalah membuat model yang akan dievaluasi dan menentukan satu set lengkap jaringan kelompok (komponen) dan unsur-unsur yang relevan dengan tiap kriteria kontrol. Selanjutnya untuk masing-masing kriteria kontrol, tentukan semua unsur disetiap kelompok dan hubungkan mereka sesuai dengan pengaruh ketergantungan dari luar dan dari dalam kelompok. Hubungan tersebut menunjukkan adanya aliran pengaruh antar unsur. Untuk tahapan penelitian pengukuran risiko pada rantai pasok buah Manggis, hubungan saling ketergantungan antar kriteria dapat ditentukan dengan pertanyaan kriteria mana saja yang memiliki hubungan ketergantungan? Pilihan hubungan ketergantungan antar kriteria dapat dilihat dari check list pada Tabel 7.
Tabel 7 Check list Hubungan ketergantungan kriteria penilaian risiko rantai pasok
N 11 N 12 N 13 N 21 N 22 N 23 N 31 N 32 N 41 N 42 N 51 N 52 N 11 √ √ √ √ √ x √ √ x x √ N 12 √ √ √ √ √ x √ √ √ x √ N 13 √ x √ √ √ x √ √ √ x √ N 21 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N 22 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N 23 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N 31 x x x √ √ √ √ √ x √ √ N 32 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N 41 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ N 42 x √ √ √ √ √ x √ √ x √ N 51 x x x √ √ √ √ √ √ x √ N 52 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Tabel 8 Keterangan jenis risiko Keterangan Jenis Risiko
N11 : Ketidakpastian Cuaca
N12 : Ketidakpastian Mutu Produk N13 : Ketidakpastian Jumlah Produk N21 : Ketidakpastian Harga
N22 : Ketidakpastian Permintaan N23 : Ketidakpastian Pengiriman
N31 : Kebijakan Pemerintah
N32 : Hubungan Bisnis Antar Mitra N41 : Kesejahteraan Para Pelaku N42 : Keterampilan dan Pengetahuan
Personal yang Bervariasi N51 : Fluktuasi Nilai Tukar Uang
Lanjutan Lampiran 1
Untuk merancang solusi alternatif manajemen risiko rantai pasok buah Manggis, hubungan saling ketergantungan antar kriteria dengan tahapan tersebut dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9 Check list Hubungan saling ketergantungan antar faktor-faktor pendukung untuk meningkatkan kemampuan SCRM buah Manggis
OPC OKP OPF ROP
1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 OPC 1 √ √ √ x √ √ √ √ √ √ √ √ x x x x x 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ x √ x x 3 √ x √ x √ √ √ x √ √ x x x x x 4 √ √ √ √ √ √ x √ √ √ x √ x x 5 √ √ √ √ √ x √ √ √ x √ x x OKP 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ x √ 3 √ √ √ √ √ √ x x x √ 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ OPF 1 √ √ √ √ √ √ x √ 2 √ √ √ √ √ x √ 3 √ √ √ √ √ √ 4 √ √ √ x x ROP 1 √ x √ √ 2 x √ √ 3 x x 4 x 5
Tabel 10 Keterangan kode faktor risiko
Operational Process Cycle Risk Operational Practice OPC 1: Pengadaan OPC 2: Produksi OPC 3: Distribusi OPC 4: Logistik OPC 5: Pelayanan ROP 1: Pemisahan ROP 2: Transfer ROP 3: Asuransi ROP 4: Menghindar ROP 5: Melemahkan Organization Performance Factor Operational Key Process OPF 1: Jumlah
OPF 2: Mutu OPF 3: Biaya OPF 4: Waktu
OKP 1: Manajemen Pasokan OKP 2: Manajemen Permintaan OKP 3: Manajemen Produk OKP 4: Manajemen Informasi Hitung penilaian responden
- Jika Vij > Q (N/2), maka ada hubungan saling ketergantungan - Jika Vij < Q (N/2), maka tidak ada hubungan saling ketergantungan
Lanjutan Lampiran 1
Jika dilihat dari Tabel 7 dan 9 yang merupakan hasil wawancara pada semua narasumber dapat disimpulkan bahwa ada hubungan saling ketergantungan antar kriteria. Hal ini terlihat dari Vij > Q, artinya lebih besar jumlah narasumber yang memilih adanya hubungan saling ketergantungan (Vij = 3) dari pada nilai tengah jumlah narasumber yang memilih (Q = 1.5). Dari kesimpulan adanya hubungan saling ketergantungan antar kriteria tersebut, kemudian dapat digambarkan kerangka umum ANP pengukuran risiko rantai pasok buah Manggis dan pengukuran prioritas faktor-faktor manajemen risiko rantai pasok buah Manggis. Anak panah yang menghubungkan satu kelompok dengan kelompok yang lain menunjukkan pengaruh unsur suatu kelompok terhadap unsur kelompok yang lain. Selain itu, kelompok dari unsur memiliki loop di dalam dirinya sendiri, jika unsur-unsurnya saling bergantung satu sama lain.
3) Buat model ANP
Jika model sesuai, maka lakukan perbandingan berpasangan Jika model tidak sesuai, maka perbaiki model
Model ANP dari penelitian ini adalah: a. Konstruksi model untuk sumber risiko
Lanjutan Lampiran 1
b. Konstruksi model untuk faktor risiko
4) Buat matriks perbandingan berpasangan antar kriteria dan kelompok Buat kuesioner kepada para ahli/pakar
Setelah dilakukan penentuan model perbandingan yang sesuai dapat dijadikan sebagai pedoman untuk membuat kuesioner bagi para narasumber. Sangat penting untuk memperhatiak jika terdapat loop pada model perbandingan, maka dalam kuesioner perlu dibuat perbandingan unsur dalam klaster atau sering disebut inner depedence. Keseluruhan kuesioner penelitian ini selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 2.
Buat matriks perbandingan berpasangan a. Matriks antar kelompok sumber risiko
Lanjutan Lampiran 1
b. Matriks antar kelompok faktor risiko
Hitung nilai prioritas kriteria Hitung nilai Consistency Index (CI)
- Jika CI < 0,1 maka penilaian responden konsisten - Jika CI > 0,1 maka penilaian responden tidak konsisten
a. Hasil prioritas perbandingan (faktor risiko) antar klaster dengan OPC sebagai faktor kontrol.
Setelah dilakukan perbandingan perlu untuk dilihat inconsistency index dari hasil perbandingan untuk melihat suatu penilaian tersebut konsisten atau tidak. Nilai inconsistency index pada perbandingan faktor risiko untuk OPC dengan klaster yang lain bernilai 0,0030, lebih kecil dari 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan yang dilakukan oleh narasumber dapat dikatakan konsisten.
Lanjutan Lampiran 1
b. Perbandingan (pada faktor risiko) M. Produk pada klaster Alternatif (ROP)
5) Buat matriks kelompok
Lanjutan Lampiran 1
6) Buat supermatriks tidak tertimbang
Masukkan nilai prioritas sub kriteria ke dalam matriks 7) Buat supermatriks tertimbang
Kalikan matriks kelompok dengan supermatriks tidak tertimbang a. unweighted super matrix
Lanjutan Lampiran 1 8) Buat supermatriks limit
Kalikan supermatriks limit dengan dirinya sendiri - Jika nilai prioritas tiap kolom sama, maka selesai
- Jika nilai prioritas tiap kolom belum sama, maka kalikan lagi a. Supermatriks limit untuk sumber risiko
Lanjutan Lampiran 1 9) Tentukan prioritas akhir
Ambil data dari supermatriks limit a. Prioritas akhir pada sumber risiko
b. Prioritas akhir pada faktor risiko
10) Tentukan peringkat kriteria 11) Pilih alternatif terbaik
Lampiran 2 Kuesioner pengendalian risiko rantai pasok buah Manggis
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK
BUAH MANGGIS DENGAN METODE ANALYSIS NETWORK
PROCESS DI PT AGUNG MUSTIKA SELARAS,
JAWA BARAT
SUNGGUL JANSIHAR SIMANJUNTAK
H251100031
SEKOLAH PASCA SARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2013
Lanjutan Lampiran 2
PENGANTAR
Dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada Program Studi Ilmu Manajemen (PS MAN), Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, dengan ini saya :
Nama : Sunggul Jansihar Simanjuntak
NIM : H251100031
Program Studi : Ilmu Manajemen
melakukan penelitian tugas akhir (tesis) dengan judul ANALISIS MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK BUAH MANGGIS DENGAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS DI PT AGUNG MUSTIKA SELARAS, JAWA BARAT
Berkenaan dengan tugas akhir tersebut, saya menyusun kuesioner untuk perumusan arah manajemen risiko rantai pasok buah Manggis pada PT Agung Mustika Selaras. Untuk itu, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjawab pertanyaan yang ada dalam kuesioner ini dengan jawaban yang akurat, agar data tersebut dapat dianalisis dan menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu serta kesediaan dalam meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini, saya ucapkan terima kasih.
Interviewer/Pemohon, Sunggul Jansihar Simanjuntak
Lanjutan Lampiran 2 BAGIAN I IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : ….………. 2. Alamat : …….………. 3. Pekerjaan/Jabatan : ……….………. 4. Pendidikan Terakhir : ……….………. 5. No. Telp/HP : ……….………. BAGIAN II PEMBOBOTAN Cara Menjawab Kuesioner : Responden hanya menentukan nilai antara 1 – 9 dengan memberi tanda silang (X) pada nilai yang dipilih. Ketentuan pembobotan masing-masing nilai seperti pada tabel di bawah ini : Nilai Penjelasan 1 Kedua unsur sama pentingnya 3 Unsur yang satu sedikit lebih penting dari unsur yang lain 5 Unsur yang satu lebih penting dari unsur yang lain 7 Unsur yang satu jelas lebih penting dari unsur yang lain 9 Unsur yang satu mutlak lebih penting dari unsur yang lain 2,4,6,8 Nilai-nilai antara dua nilai pertimbangan yang berdekatan dengan nilai sebelum dan setelahnya Contoh Pemberian Pembobotan: Jika Faktor A mutlak lebih penting dari Faktor B, maka diisi Faktor A 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Faktor B atau, Jika Faktor B lebih penting dari Faktor A, maka diisi : Faktor A 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Faktor B Sebelum melakukan pembobotan, Responden akan diminta mengurutkan tiap-tiap faktor berdasarkan tingkat kepentingannya. Semakin kecil nomor urutan, semakin besar tingkat kepentingan faktor tersebut. Sebagaimana contoh berikut: Faktor Urutan A 2 B 3 C 1 ... ... N N Responden, ____________________ ...
Lanjutan Lampiran 2
DAFTAR PERTANYAAN
1. Penentuan bobot sumber risiko yang paling berpengaruh/penting pada rantai pasok buah Manggis
Kerangka ANP pada Penentuan Sumber dan Jenis Risiko Rantai Pasok Manggis
Menurut Bapak/Ibu, berdasarkan pertimbangan dan pemahaman selama ini, bila ditinjau dari tingkat kepentingannya maka urutannya adalah:
Faktor Urutan
A. Ketidakpastian Cuaca
B. Ketidakpastian Mutu Produk
C. Ketidakpastian Jumlah Produk
D. Ketidakpastian Harga
E. Ketidakpastian Permintaan
F. Ketidakpastian Pengiriman
G. Kebijakan Pemerintah
H. Hubungan Bisnis Antar Mitra
I. Kesejahteraan Para Pelaku
J. Keterampilan dan Pengetahuan Personal yang Bervariasi
K. Fluktuasi Nilai Tukar Uang
L. Ketidakpastian Pengembalian modal
Selanjutnya bagaimana pembobotan perbandingan berpasangan dari masing masing faktor tersebut ?
Penentuan Sumber dan Jenis Risiko Rantai Pasok Manggis Control Layer
Lanjutan Lampiran 2
2. Penentuan bobot faktor yang paling berpengaruh/penting dalam meningkatkan kemampuan manajemen risiko pada rantai pasok buah Manggis dan penentuan alternatif pengendalian risiko
Menurut Bapak/Ibu, berdasarkan pertimbangan dan pemahaman selama ini, bila ditinjau dari tingkat kepentingannya, maka urutannya adalah:
Faktor Urutan A. Pengadaan B. Produksi C. Logistik D. Distribusi E. Pelayanan F. Manajemen Pasokan G. Manajemen Permintaan H. Manajemen Produk I. Manajemen Informasi J. Jumlah K. Mutu L. Biaya M. Waktu N. Pemisahan O. Transfer P. Asuransi Q. Menghindar R. Melemahkan
Selanjutnya bagaimana pembobotan perbandingan berpasangan dari masing masing faktor tersebut?
Meningkatkan Kemampuan Manajemen Risiko Rantai Pasok Control Layer
Lanjutan Lampiran 2
Berilah tanda check list (√) pada kolom skor yang paling sesuai terhadap penilaian tingkat kepentingan masing-masing Jenis Risiko pada tabel berikut (setiap baris hanya ada satu tanda check list (√)).
1. Produksi—Pasar, Produksi—Kelembagaan, Produksi—SDM, Produksi—Finansial
Kolom Kiri Diisi jika Risiko di kolom sebelah kiri lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kanan
Diisi bila sama penting
Diisi jika Risiko di kolom sebelah kanan lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kiri
Kolom Kanan
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Produksi—Pasar
Ketidakpastian Cuaca sebagai Kontrol Ketidakpastian Harga Ketidakpastian Permintaan Buah Manggis Ketidakpastian Harga Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Permintaan Manggis Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Mutu Buah Manggis sebagai Kontrol
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian Permintaan Buah Manggis Ketidakpastian Harga Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Permintaan Manggis Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Kuantitas Buah Manggis sebagai Kontrol
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian Permintaan Buah Manggis Ketidakpastian Harga Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Permintaan Manggis Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis Produksi—Kelembagaan
Ketidakpastian Cuaca sebagai Kontrol Kebijakan
Pemerintah
Hubungan Bisnis Antar Mitra Ketidakpastian Mutu Buah Manggis sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah
Hubungan Bisnis Antar Mitra Ketidakpastian Kuantitas Buah Manggis sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah
Hubungan Bisnis Antar Mitra
Produksi—SDM
Ketidakpastian Cuaca sebagai Kontrol Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal Kesejahteraan Para Pelaku
Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal Kesejahteraan Para Pelaku
Ketidakpastian Kuantitas Buah Manggis sebagai Kontrol Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal Kesejahteraan Para Pelaku Produksi—Finansial
Ketidakpastian Cuaca sebagai Kontrol Fluktuasi Nilai
Tukar Uang
Ketidakpastian Pengembalian Modal Ketidakpastian Mutu Manggis sebagai Kontrol
Fluktuasi Nilai Tukar Uang
Ketidakpastian Pengembalian Modal Ketidakpastian Kuantitas Manggis sebagai Kontrol
Fluktuasi Nilai Tukar Uang
Ketidakpastian Pengembalian Modal
2. Pasar—Kelembagaan, Pasar—SDM, Pasar—Finansial Kolom Kiri Diisi jika Risiko di kolom
sebelah kiri lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kanan
Diisi bila sama penting
Diisi jika Risiko di kolom sebelah kanan lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kiri
Kolom Kanan
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Pasar—Kelembagaan
Ketidakpastian Harga sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah Hubungan Bisnis
Antar Mitra Ketidakpastian Permintaan Manggis sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah Hubungan Bisnis
Antar Mitra Ketidakpastian Pengiriman Manggis sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah Hubungan Bisnis
Antar Mitra
Pasar—SDM
Ketidakpastian Harga sebagai Kontrol Variasi Keterampilan
dan Pengetahuan Personal
Kesejahteraan Para Pelaku
Ketidakpastian Permintaan Manggis sebagai Kontrol Variasi Keterampilan
dan Pengetahuan Personal
Kesejahteraan Para Pelaku
Ketidakpastian Pengiriman Manggis sebagai Kontrol Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal Kesejahteraan Para Pelaku Pasar—Finansial
Ketidakpastian Harga sebagai Kontrol Fluktuasi Nilai Tukar
Uang
Ketidakpastian Pengembalian Modal Ketidakpastian Permintaan Manggis sebagai Kontrol
Fluktuasi Nilai Tukar Uang
Ketidakpastian Pengembalian Modal Ketidakpastian Pengiriman Manggis sebagai Kontrol
Fluktuasi Nilai Tukar Uang
Ketidakpastian Pengembalian Modal
Lanjutan Lampiran 2
3. Kelembagaan—SDM, Kelembagaan—Finansial
Kolom Kiri Diisi jika Risiko di kolom sebelah kiri lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kanan Diisi bila sama penting
Diisi jika Risiko di kolom sebelah kanan lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kiri Kolom Kanan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelembagaan —SDM
Kebijakan Pemerintah sebagai Kontrol Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal Kesejahteraan Para Pelaku
Hubungan Bisnis Antar Mitra sebagai Kontrol Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal Kesejahteraan Para Pelaku Kelembagaan —Finansial
Kebijakan Pemerintah sebagai Kontrol Fluktuasi Nilai
Tukar Uang
Ketidakpastian Pengembalian Modal Hubungan Bisnis Antar Mitra sebagai Kontrol
Fluktuasi Nilai Tukar Uang Ketidakpastian Pengembalian Modal 4. SDM—Finansial
Kolom Kiri Diisi jika Risiko di kolom sebelah kiri lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kanan Diisi bila sama penting
Diisi jika Risiko di kolom sebelah kanan lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kiri Kolom Kanan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 SDM —Finansial
Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal sebagai Kontrol Fluktuasi Nilai
Tukar Uang
Ketidakpastian Pengembalian Modal Kesejahteraan Para Pelaku sebagai Kontrol
Fluktuasi Nilai Tukar Uang Ketidakpastian Pengembalian Modal
FEEDBACK
Lanjutan Lampiran 2
5. Finansial-SDM, Finansial-Kelembagaan, Finansial-Pasar, Finansial- Produksi
Kolom Kiri Diisi jika Risiko di kolom sebelah kiri lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kanan
Diisi bila sama penting
Diisi jika Risiko di kolom sebelah kanan lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kiri
Kolom Kanan
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Finansial —SDM
Fluktuasi Nilai Tukar Uang sebagai Kontrol Variasi Keterampilan dan
Pengetahuan Personal
Kesejahteraan Para Pelaku
Ketidakpastian Pengembalian Modal sebagai Kontrol Variasi Keterampilan dan
Pengetahuan Personal
Kesejahteraan Para Pelaku
Finansial —Kelembagaan
Fluktuasi Nilai Tukar Uang sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah Hubungan Bisnis
Antar Mitra Ketidakpastian Pengembalian Modal sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah Hubungan Bisnis
Antar Mitra
Finansial —Pasar
Fluktuasi Nilai Tukar Uang sebagai Kontrol
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Permintaan Buah Manggis
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Permintaan Manggis Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Pengembalian Modal sebagai Kontrol
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Permintaan Buah Manggis
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Permintaan Manggis Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis Finansial—Produksi
Fluktuasi Nilai Tukar Uang sebagai Kontrol
Ketidakpastian Cuaca Ketidakpastian Mutu
Buah Manggis
Ketidakpastian Cuaca Ketidakpastian
Kuantitas Buah Manggis Ketidakpastian Mutu Buah Manggis Ketidakpastian Kuantitas Buah Manggis Ketidakpastian Pengembalian Modal sebagai Kontrol
Ketidakpastian Cuaca Ketidakpastian Mutu
Buah Manggis
Ketidakpastian Cuaca Ketidakpastian
Kuantitas Manggis Ketidakpastian Mutu Buah Manggis Ketidakpastian Kuantitas Buah Manggis
Lanjutan Lampiran 2
6. SDM—Kelembagaan, SDM—Pasar, SDM—Produksi
Kolom Kiri Diisi jika Risiko di kolom sebelah kiri lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kanan Diisi bila sama penting
Diisi jika Risiko di kolom sebelah kanan lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kiri
Kolom Kanan
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
SDM — Kelembagaan
Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah Hubungan Bisnis
Antar Mitra Kesejahteraan Para Pelaku sebagai Kontrol
Kebijakan Pemerintah Hubungan Bisnis
Antar Mitra
SDM — Pasar
Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal sebagai Kontrol
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Permintaan Buah Manggis
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Permintaan Manggis Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis
Kesejahteraan Para Pelaku sebagai Kontrol
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Permintaan Buah Manggis
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Permintaan Manggis Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis SDM — Produksi
Variasi Keterampilan dan Pengetahuan Personal sebagai Kontrol
Ketidakpastian Cuaca Ketidakpastian
Mutu Buah Manggis
Ketidakpastian Cuaca Ketidakpastian
Kuantitas Buah Manggis Ketidakpastian Mutu Buah Manggis Ketidakpastian Kuantitas Buah Manggis Kesejahteraan Para Pelaku sebagai Kontrol
Ketidakpastian Cuaca Ketidakpastian
Mutu Buah Manggis
Ketidakpastian Cuaca Ketidakpastian
Kuantitas Buah Manggis Ketidakpastian Mutu Buah Manggis Ketidakpastian Kuantitas Buah Manggis
Lanjutan Lampiran 2
7. Kelembagaan—Pasar, Kelembagaan—Produksi
Kolom Kiri Diisi jika Risiko di kolom sebelah kiri lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kanan Diisi bila sama penting
Diisi jika Risiko di kolom sebelah kanan lebih penting dibandingkan di kolom sebelah kiri Kolom Kanan 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelembagaan — Pasar
Kebijakan Pemerintah sebagai Kontrol
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Permintaan Buah Manggis
Ketidakpastian Harga Ketidakpastian
Pengiriman Buah Manggis Ketidakpastian Permintaan Manggis Ketidakpastian Pengiriman Buah Manggis
Hubungan Bisnis Antar Mitra sebagai Kontrol