73
DAFTAR PUSTAKA
Adiningsih ES. 2005. Penyimpangan Iklim dan Resiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera. Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Albar. I. Komunikasi Pribadi. 20 Februari 2009.
Anderson IP, Bowen MR, Imanda ID, Muhnandar. 1999. Kebakaran Vegetasi di Indonesia. Sejarah Kebakaarn di Beberapa Provinsi di Sumatera 1996-1998 Sebagai perkiraan Daerah yang Beresiko di Masa Datang. Balai Inventarisasi dan Perpetaan Hutan Wilayah II dan Kanwil Kehutanan dan Perkebunan Palembang.
Arianti I. 2006. Pemodelan Tingkat dan Zona Kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Sub DAS Kapuas Tengah, Propinsi Kalimantan Barat. Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
[BPS Kalimantan Barat] Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. 2010. Kalimantan Barat Dalam Angka 2010. Pontianak : Artha Grafistama.
Brown AA, Davis KP. 1973. Forest Fire Control Land Use. New York : Mc. Graw-Hill Inc.
Dunn W. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadjahmada University Press
Gani GA, Roswintiarti O, Albar I. 2008. Advances in Operational Weather System For Fire Danger Rating. Laporan FDRS Project.
Hardjanto. 1998. Dampak Sosial Ekonomi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia. Integrated Forest Fire Management In Indonesia Phase I: National Guidelinesnon The Pprotection of Forest Againts fire. Bogor : Fakultas Kehutanan.
Hoten. 2010. Komunikasi Pribadi. 13 Februari 2010.
Kayoman L. 2010. Pemodelan Spasial Resiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Barat. Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Ketterings QM, Wibowo TT, Van Noordwijkc M, Penot E. 1998. Farmers' perspectives on slash-and-burn as a land clearing method for small-scale rubber producers in Sepunggur, Jambi Province, Sumatra, Indonesia. Elsevier : Forest Ecology and Management 120 (1999) 157-169
74 [KLH] Kementerian Lingkungan Hidup. 1998. Kebakaran Hutan dan Lahan di
Indonesia. Dampak, Faktor dan Evaluasi Jilid I. Jakarta : KLH.
Keputusan Dirjen PHKA Nomor : 21/Kpts/DJ-IV/2002 tentang Pedoman Pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaaran Hutan (Brigdalkarhut) di Indonesia
Keputusan Dirjen PHKA Nomor : 22/Kpts/DJ-IV/2002 tentang Pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan di Propinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Keputusan Dirjen PHKA Nomor : 30/Kpts/DJ-IV/2002 tentang Pemebentukan Pos Komando Pengendalian kebakaran Hutan Nasional.
Koesnadi. Komunikasi Pribadi. 10 Februari 2009.
Mangandar. 2000. Keterkaitan Sosial Masyarakat di Sekitar Hutan dengan Kebakaran Hutan (Studi Kasus di Propinsi Daerah Tingkat I Riau). Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat No. 6 Tahun 1998 Pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan
Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 103 Tahun 2009 Tentang protap Mobilisasi sumber Daya Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Barat.
Peraturan Menteri Kehutanan No. P.12/Menhut-II/2009 mengenai Pengendalian Kebakaran Hutan.
Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenagnan Propinsi sebagai Daerah Otononomi.
Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2001 Tentang Pengendalian kerusakan dan atau pencemaran Lingkungan Hidup yang Berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan atau Lahan.
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan.
Pratondo BJ. 2007. Kajian Pembangunan Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) untuk Pengendalian Kebakaran Hutan (Studi Kasus di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat). Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Samsuri. 2008. Model Spasial Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan (Studi Kasus di Wilayah Propinsi Kalimantan Tengah). Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
75 Subarsono AG. 2006. Analisis Kebijakan Publik : Konsep, Teori dan Aplikasi. Ed
ke-2. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Suharto E. 2008. Analisis Kebijakan Publik : Panduan praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial. Bandung : CV. Alfabeta.
Sukrismanto, E. 2009. Komunikasi Pribadi. 20 Februari 2009.
Sumantri. 2007. Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan, Sebuah Pemikiran, Teori, Hasil Praktek dan Pengalaman di Lapangan. Jakarta : Ditjen PHKA-JICA.
Suparto AS. 2010. Komunikasi Pribadi. 11 Februari 2010.
Suratmo FG, Jaya INS, Husaeni EA. 2003. Pengetahuan Dasar Pengendalian Kebakaran Hutan. Bogor : IPB Press.
Sunanto. 2008. Peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Lahan (Studi Kasus Kelompok Peduli Api di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat). Semarang : Program Magister Ilmu Lingkungan Program pasca sarjana Universitas diponegoro. Suwignyo M. 2010. Komunikasi Pribadi. 12 Februari 2010.
Syaufina L. 2008. Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesei : Perilakua Api, Penyebab dan Dampak Kebakaran. Malang : Bayumedia Publishing.
Stolle F. Chomitz KM, Lambin EF, Tomich TP. 2001. Land Use and Vegetation Fires in Jambi Provine Sumatra Indonesia. Elsevier BV: Forest Eology and Managment 179 (2003) : 277-292.
Taconi L. 2003. Kebakaran Hutan di Indonesia : Penyebab, Biaya dan Implikasi Kebijakan. CIFOR Occasional Paper No. 38.i. Bogor: CIFOR.
Taconi L, Vayda AP. 2005. Slash and Burn and Fires in Indonesia: A Comment. Elsevier BV: Ecological Economics 56 (2006) : 1-4.
AH. 2006. Penggunaan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Deteksi dan Prediksi Kebakaarn Gambut di Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Undang-undang Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Undang-undang Nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan.
Undang-undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
76 Young AR. Ronald CG. 1990. Introduction to Forest Science. Madison :
Wisconsin University
Yuadji. B. 1981. Pengaruh Pola Penggunaan Lahan Terhadap Daya Dukung Lingkungan. Gema Rimba. Surabaya: Perum Perhutani.
Yunus L. 2005. Metode Penilaian Ekonomi Kerusakan Lingkungan Akibat Kebaakaran Hutan dan Lahan (Studi Kasus di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat). Bogor : Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
77
78
79
80
81
Lampiran 5. Peta Sebaran Hospot di Provinsi Kalimantan Barat Berdasarkan Peta Penunjukan Kawasan Hutan dan Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2000
82
Lampiran 6. Peta Sebaran Hospot di Provinsi Kalimantan Barat Berdasarkan Peta Penunjukan Kawasan Hutan dan Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2003
83
Lampiran 7. Peta Sebaran Hospot di Provinsi Kalimantan Barat Berdasarkan Peta Penunjukan Kawasan Hutan dan Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2006
84
Lampiran 8. Peta Sebaran Hospot di Provinsi Kalimantan Barat Berdasarkan Peta Penunjukan Kawasan Hutan dan Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2009
85
86
87
88
89
Lampiran 13. Tabel Alokasi Perubahan Penutupan Lahan Tahun 2000-2003
Ket : Hutan = Hutan Sekunder dan Primer TRAN = Transmigrasi BAND = Bandara/Pelabuhan
HTI = Hutan Tanaman Industri PMK = Pemukiman TMBG = Pertambangan
KBN = Perkebunan SWH = Sawah RAWA = Rawa
SMK = Semak Belukar TMBK = Tambak AIR = Tubuh Air
PLK = Pertanian Lahan Kering TNH = Tanah Terbuka AWAN = Awan
Hutan HTI KBN S MK PLK TRAN PMK S WH TMBK TNH BAND TMBG RAWA AIR AWAN
Hutan 11.982.559,19 - 2.834,96 21.925,25 17.314,01 - 46,46 - 49,30 4.114,06 - 295,00 14,92 - - 12.029.153,15 HTI - 12.382,26 - - - - - - - - - - - - - 12.382,26 KBN - - 364.950,11 - - - - - 33,71 - - - - - - 364.983,82 S MK - - 4.294,20 1.200.027,56 - 473,35 - - - 8.625,21 - 3.917,88 - - - 1.217.338,19 PLK 4.594,54 - 8.843,16 - 5.284.948,43 - - - - 820,79 - 69,31 - - - 5.299.276,23 TRAN - - - - - 11.987,48 - - - - - - - - - 11.987,48 PMK - - - - - - 37.776,67 - - - - - - - - 37.776,67 S WH - - - - - - - 200.762,89 - - - - - - - 200.762,89 TMBK - - - - - - - - 4.702,51 - - - - - - 4.702,51 TNH 57,69 - - - - - - - - 274.931,79 - - - - - 274.989,49 BAND - - - - - - - - - - 64,30 - - - - 64,30 TMBG - - - - 25,62 - - - - - - 55.691,28 - - - 55.716,90 RAWA - - - - - - - - - - - - 123.859,01 - - 123.859,01 AIR - - - - - - - - - - - - - 140.265,61 - 140.265,61 AWAN 26,38 - - - - - - - - - - - - - - 26,38 JUMLAH 11.987.237,80 12.382,26 380.922,44 1.221.952,81 5.302.288,05 12.460,83 37.823,13 200.762,89 4.785,52 288.491,85 64,30 59.973,46 123.873,93 140.265,61 0,00 19.773.284,89 TUTUPAN LAHAN 2000 TUTUPAN LAHAN 2003 JUMLAH