• Tidak ada hasil yang ditemukan

HARI SUBAR

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2013

67

DAFTAR PUSTAKA

Agusniar A. 2006. Analisis Dampak Pemekaran Wilayah Terhadap Perekonomian Wilayah dan Kesejahteraan Masyarakat. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Amirin T.M. 2011. Pengertian sarana dan prasarana pendidikan. Jakarta (ID): Raja Grafindo Persada.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2008. Studi Evaluasi Dampak Pemekaran Daerah 2001-2007 kerjasama Bappenas dan United Nations Development Programme (UNDP). Jakarta (ID): BRIDGE (Building and Reinventing Decentralised Governance).

Bafadal I. 2004. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Manajemen Perlengkapan Sekolah, Teori dan Aplikasi, Jakarta (ID): Bumi Aksara.

[BPS Bangka]. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka. 2011. Kabupaten Bangka Dalam Angka 2011. Sungailiat (ID): Badan Pusat Statistik.

Chan S.M, Sam T.T. 2010. Analisis SWOT: Kebijakan Pendidikan Era Otonomi Daerah. Jakarta (ID): Raja Grafindo Persada.

Chusnah U. 2008. Evaluasi Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Sarana Prasarana Pendidikan di SMA Negeri 1 Surakarta [Tesis]. Semarang (ID): Univ Diponegoro.

Conyers D. 1994. Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga, Suatu Pengantar. Yogyakarta (ID): Univ Gadjah Mada.

[Depdagri] Departemen Dalam Negeri. 1999. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta (ID): Depdagri.

[Depdagri] Departemen Dalam Negeri. 2004. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta (ID): Depdagri.

[Depdiknas] Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta (ID): Depdiknas. [Depdiknas] Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan

Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses.

[DISDIK] Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka. 1999. Profil Pendidikan

Kabupaten Bangka Tahun 1999. Sungailiat (ID).

[DISDIK] Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka. 2000. Profil Pendidikan

Kabupaten Bangka Tahun 2000. Sungailiat (ID).

[DISDIK] Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka. 2003. Profil Pendidikan

Kabupaten Bangka Tahun 2003. Sungailiat (ID).

[DISDIK] Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka. 2009. Profil Pendidikan

Kabupaten Bangka Tahun 2009. Sungailiat (ID).

[DISDIK] Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka. 2010. Profil Pendidikan

Kabupaten Bangka Tahun 2010. Sungailiat (ID).

[DISDIK] Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka. 2011. Profil Pendidikan

Kabupaten Bangka Tahun 2011. Sungailiat (ID).

Effendy A.R. 2008. Input Paper Pemekaran Wilayah Kabupaten/Kota. Yogyakarta (ID): Univ Gadjah Mada.

Epstein J.L & Associates. 2009. School, Family, and Community Patrnerships, Your Handbook For Action. US: Corwin Pr.

68

Falatehan A.F. 2009. Teknik Pengambilan Keputusan Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Expert Choice 2000. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor Pr.

Freeman R.E. 1984. Strategic Management: A stakeholder Approach. Boston (US), MA: Pitman.

Gujarati D.N. 2004. Basic Econometrics, 4th edition. New York (US): McGraw- Hill Companies.

Hermani A. 2007. Dampak Desentralisasi Fiskal Terhadap Perekonomian di Kabupaten Brebes dan Kota Tegal [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Idi A. 2011. Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat dan Pendidikan. Jakarta (ID): Rajawali Pr.

Iwahashi R. 2004. A Theoretical Assessment of Regional Development Effects on The Demand for General Education Faculty of Law and Letters. Okinawa (JP): Ryukyus Univ.

Juanda B. 2007. Pemekaran Daerah serta Implikasinya Terhadap APBN. Jurnal Ekonomi. 25: 157-171.

[Kemdiknas] Kementerian Pendidikan Nasional. 2009. Pusat Statistik Pendidikan. Jakarta (ID): Kemdiknas.

Khadiyanto P. 2007. Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Unit Sekolah Baru. Semarang (ID): Univ Diponegoro.

Marimba A.D. 1981. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung (ID): Al Ma’arif. Mikkelsen B. 2003. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya

Pemberdayaan. Terjemahan Matheos Nalle. Jakarta (ID): Yayasan Obor Indonesia.

Nasution S. 2011. Sosiologi Pendidikan. Jakarta (ID): Bumi Aksara.

Ozdemir M.S, Saaty T.L. 2006. The unknown in decision making: What to do about it. European Journal of Operational Research. 174:349-359.

Pemerintah Kabupaten Bangka. 2001. Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pembentukan 9 (Sembilan) kecamatan.

Riyadi, Bratakusumah D.S. 2004. Perencanaan Pembangunan Daerah. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.

Rosyada D. 2004. Paradigma Pendidikan Demokratis. Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelengaraan Pendidikan. Jakarta (ID): Kencana. Rustiadi E, Saefulhakim S, Panuju DR. 2009. Perencanaan dan Pengembangan

Wilayah. Jakarta (ID): Yayasan Obor Indonesia.

Saaty T.L. 1980. The Analytical Hierarchy Process: Planning, Priority Setting, Resource Allocation. New York (US): McGraw-Hill.

Saaty T.L. 2008. Making decisions in hierarchic and network systems. Int. J. Applied Decision Sciences. 1 (1): 24-79.

Saaty T.L, Niemira M.P. 2006. A Framework for Making a Better Decision: How to Make More Effective Site Selection, Store Closing and Other Real Estate Decisions. Research Review. 13: 1-4.

Sahertian P.A. 2008. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta (ID): Rineka Cipta.

Sarana J. 2009. Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Implikasi Pemekaran Daerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Joko Suryanto [penyunting]. Jakarta (ID): LIPI.

69 Sastropoetro S. 1988. Partisipasi, Komunikasi, Persuasi dan Disiplin dalam

Pembangunan Nasional. Bandung (ID): Alumni.

Schubeler P. 1996. Participation and Partnership in Urban Infrastructure Management. Washington DC (US): World Bank.

Shochrul R, Ajija. 2011. Cara cerdas menguasai Eviews. Jakarta (ID): Salemba Empat.

Soetrisno L. 1995. Menuju Masyarakat Partisipatif. Yogyakarta (ID): Kanisius. Todaro M.P. 1998. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. [terjemahan]. Jakarta (ID): Erlangga.

Walpole R.E. 1992. Pengantar Statistika, Bambang S. [penerjemah]. Jakarta (ID): Gramedia.

Wiharna O. 2007. Perencanaan Kebutuhan Guru Sekolah Dasar Berdasarkan Pendekatan Kewilayahan. Jakarta (ID): Univ Pendidikan Indonesia.

Lampiran 1 Rekapitulasi jawaban kuesioner ORID Kecamatan Pemali

No. Nama Pekerjaan

Bentuk

partisipasi Tingkat partisipasi

Nomor Nomor

1 2 3 7 8

1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Moh. Nursi, S.IP PNS / Camat d a e h d e a c b b a b 2 Daryanus Gultom PNS/Ka. UPTD Pendidikan e a c f b d b b b a a b 3 Zuri Aprizal PNS/Ka. PGRI Kecamatan e a e f f e a a a a a a 4 H. Sutarman Wiraswasta/ Kepala Desa d a g f h f a a a a a a 5 Ahmad Zarkoni Swasta/Ketua

Komite d a h f h f a a a a a a 6 Syaiful Anwar Swasta d a c d c d c a c b a a

Lampiran 2 Rekapitulasi jawaban kuesioner ORID Kecamatan Mendo Barat

No. Nama Pekerjaan

Bentuk

partisipasi Tingkat partisipasi

Nomor Nomor 1 2 3 7 8 1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 H. Zulfakar PNS / Camat d a g g g g a a a a a b 2 Hadi Sukamta PNS/Ka. UPTD Pendidikan d a g g f f a a a a a a 3 Buyung Topan PNS/Ka. PGRI Kecamatan d a e e e e b b b a a b 4 Rudi Karmidi Wiraswasta/ Kepala Desa Petaling d a e e e g a a c a a a 5 Gumanto Iswandi Swasta/Ketua BPD e f f f f f a c c b a a 6 Kurniawan Saputra Swasta d a e e e c a a a b a a

Lampiran 3 Rekapitulasi jawaban wawancara mendalam kepada stakeholder sektor pendidikan tingkat Kabupaten Bangka

No. Nama

responden Instansi

Rekapitulasi nilai Nilai total

Rata- rata Perenc Pelaks Evaluasi Manfaat

1 Drs. Yunan Helmi, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka 7 7 6 8 20 0,78 2 Drs. H. Usnen, M.Si Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangka 5 6 8 9 19 0,78

3 Arizal, A.Md Swasta 5 4 3 6 12 0,50

4 Rusli H.S., S.H Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bangka 9 9 9 9 27 1,00 5 Fadillah Sabri,

M.Eng Tokoh masyarakat 2 2 2 4 6 0,28

6 Iwan Kusumah, S.Pd

Ketua MKKS Kabupaten

72

Lampiran 4 Hasil regresi data panel menggunakan software eviews 6.0

Dependent Variable: Y

Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 11/20/12 Time: 08:12

Sample: 2001 2006 Periods included: 6 Cross-sections included: 4

Total panel (balanced) observations: 24

Linear estimation after one-step weighting matrix

White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected) WARNING: estimated coefficient covariance matrix is of reduced rank

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

X2 -1.99 294.1739 -6.782704 0.0000 X3 2.03 2636.726 7.716496 0.0000 X4 0.039 0.009126 4.300408 0.0004 X5 0.504 0.047431 10.63199 0.0000 DUMMY -49.537 11.80534 -4.196152 0.0005 C 103.698 19.07382 5.436673 0.0000 Weighted Statistics

R-squared 0.9431 Mean dependent var 69.59489 Adjusted R-squared 0.9274 S.D. dependent var 42.29938 S.E. of regression 8.4805 Sum squared resid 1294.551 F-statistic 59.7544 Durbin-Watson stat 1.649909 Prob(F-statistic) 0.000000

Unweighted Statistics

R-squared 0.924517 Mean dependent var 58.69321 Sum squared resid 1697.031 Durbin-Watson stat 1.744681

RINGKASAN

HARI SUBARI. Strategi Pengembangan Pendidikan Menengah dan Partisipasi

Stakeholder di Kabupaten Bangka Pasca Pemekaran Wilayah. Dibimbing oleh ERNAN RUSTIADI dan FREDIAN TONNY NASDIAN.

Kabupaten Bangka adalah salah satu wilayah administratif yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dimekarkan pada tahun 2003 menjadi empat kabupaten terdiri dari satu kabupaten induk dan tiga kabupaten baru. Saat ini Kabupaten Bangka sedang dalam tahap untuk meningkatkan akses pendidikan yang luas di jenjang pendidikan menengah karena saat ini nilai Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah adalah sebesar 82.29 persen, sedangkan target nilai Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah secara nasional pada tahun 2020 adalah sebesar 97 persen.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pendidikan menengah dan partisipasi stakeholder di Kabupaten Bangka setelah pemekaran wilayah. Metode analisis yang digunakan yaitu: 1) Analisis Regresi Data Panel untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai angka partisipasi kasar (APK), 2) AnalisisDeskriptif (Metode Diskusi Objektif, Reflektif, Interpretatif dan Decision atau ORID) untuk menganalisis tingkat partisipasi

stakeholder, dan 3) Analisis Proses Hirarki (AHP) untuk menentukan skala prioritas pengembangan pendidikan menengah di Kabupaten Bangka.

Hasil penelitian menunjukkan nilai Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah dipengaruhi oleh jumlah penduduk usia pendidikan menengah, jumlah ruang kelas pendidikan menengah, dan luas wilayah kecamatan. Berdasarkan pada delapan tangga Arstein, secara keseluruhan tingkat partisipasi

stakeholder termasuk dalam tingkat partnership (kemitraan). Hal ini berarti bahwa terdapat kesepakatan bersama untuk saling membagi tanggung jawab dalam perencanaan dan pembuatan keputusan serta adanya kesamaan pandangan antara stakeholder dalam perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan. Pandangan stakeholder dalam upaya pengembangan pendidikan menengah di Kabupaten Bangka menilai penyediaan dana jauh lebih penting dibandingkan peningkatan partisipasi stakeholder dan partisipasi masyarakat. Selanjutnya, pengembangan tenaga pendidik serta sarana dan prasarana dinilai jauh lebih penting dari pengembangan aparatur negara.

(Kata kunci: pengembangan pendidikan, pendidikan menengah, angka partisipasi kasar, partisipasi stakeholder, Kabupaten Bangka dan pemekaran wilayah).

SUMMARY

HARI SUBARI. The Strategy of Secondary Educational Development and Stakeholder Participation in Bangka Regency after Regional Proliferation. Supervised by ERNAN RUSTIADI and FREDIAN TONNY NASDIAN.

Bangka regency is one of the administratif areas in the Province of Bangka Belitung island and becomes four regency with one old district and three new districts after the regional proliferation process in 2003. Now, Bangka regency is in processing to increase the secondary education because gross enrollment rate is 82.29 percent and the national target of gross enrollment rate for secondary education in 2020 is 97 percent.

This research was aimed to study secondary educational development and stakeholder participation aftermath regional proliferation in Bangka regency: 1) to analyze the factors that will affect the gross enrollment rate of secondary education, 2) to analyze the participation rate of stakeholder in the developmental of secondary education, and 3) to formulate the strategy for development of secondary education. The analysis methods used in this study were: regression analysis of panel data, descriptive analysis such as objective discussion, reflective, interpretative and decisions, analytical hierarchy process (AHP).

The results showed that the gross enrollment rate was influenced by the the number of secondary education age population, the number of the classrooms secondary education, and the land area of district. Based on eight stars Arstein, the overall participation rate of stakeholders was included in the partnership level. This meant that there was a mutual agreement for sharing the responsibility and the same perception between the stakeholders in the planning and decision- making for the development of education. The views of stakeholders in the development of secondary education in Bangka regency assess the provision of funds is much more important than the increased participation of stakeholder and public participation. Furthermore, the development of teaching staff and facilities assessed far more important than the development of the state apparatus.

(Keywords: educational development, secondary education, gross enrollment rate, stakeholder participation, Bangka regency and regional proliferation).