BAB VI KEUNGGULAN DAN POTENSI EKONOMI SERTA TANTANGAN FISKAL REGIONAL
6.1. SEKTOR UNGGULAN DAERAH
6.2.1. Sektor Industri Pengolahan
Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau. Distribusi pertumbuhan industri
87
logam, computer, barang elektronika, optic dan peralatan listrik tahun 2020 sebesar 27,59 persen sesuai dengan Grafik 40.
Industri yang memproduksi komoditas hasil pemrosesan seperti besi baja, aluminium, tembaga, nikel, dan lain sebagainya ini merupakan industri yang sangat berpotensi untuk ditingkatkan nilai tambahnya mengingat Indonesia saat ini masih banyak mengekspor bahan mineral mentah untuk industri tersebut. Dengan mempertimbangkan keadaan sumber daya mineral di Indonesia yang berlimpah dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta pemanfaatannya yang selama ini masih dalam ekspor bahan mentah, letak Kepri di pintu gerbang perdagangan internasional dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pusat industri logam dasar. Selain itu, pemerintah juga dapat merancang PPP untuk membangun kawasan industri khusus. Industri yang memproduksi komoditas hasil pemrosesan seperti besi baja, aluminium, tembaga, nikel, dan lain sebagainya ini merupakan industri yang sangat berpotensi untuk ditingkatkan nilai tambahnya mengingat Indonesia saat ini masih banyak mengekspor bahan mineral mentah untuk industri tersebut.
Pemusatan industri logam dasar di Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional akan mempercepat proses ekspor sehingga biaya logistik dapat ditekan dan hasil produksi semakin kompetitif. Pemerintah dapat membantu pembentukan pusat industri logam dasar tersebut dengan memberikan fasilitas tax holiday khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang industri logam dasar. Selain itu, pemerintah juga dapat merancang PPP untuk membangun kawasan industri khusus. Alternatif lainnya, rencana pembentukan KEK Batam dengan bentuk enclave dapat dimanfaatkan untuk mendedikasikan salah satu
enclave menjadi pusat industri logam
dasar. 21,68 20,76 27,59 3,58 3,58 2,51 2,23 2,06 2,58 15,46 -0,01 23,47 -10,04 -10,04 -10,04 -45 -35 -25 -15 -5 5 15 25 35 0 5 10 15 20 25 30 2018 2019 2020
Distribusi Pertumbuhan Industri Logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik Distribusi Pertumbuhan Industri Logam Dasar Distribusi Pertumbuhan Industri mesin dan peralatan Pertumbuhan Industri Logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik
Pertumbuhan Industri Logam Dasar Pertumbuhan Industri mesin dan peralatan
Grafik 41 Distribusi Industri Pengolahan 2018-2020 (dalam persen)
88
Industri Pengolahan mengalami kenaikan dibandingkan dengan triwulan III 2020. Pertumbuhan pada kategori ini disebabkan naiknya Nilai Tambah Bruto pada subsektor Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik dan Peralatan Listrik yang mempunyai share terbesar pada kategori ini. Nilai ekspor Industri Pengolahan selama tahun 2020 meningkat sebesar 6,84 persen. Industri-industri unggulan yang potensial untuk dikembangkan di Provinsi Kepulauan Riau antara lain:
a. Industri Logam Dasar
Industri yang memproduksi komoditas hasil pemrosesan seperti besi baja, aluminium, tembaga, nikel, dan lain sebagainya ini merupakan industri yang sangat berpotensi untuk ditingkatkan nilai tambahnya mengingat Indonesia saat ini masih banyak mengekspor bahan mineral mentah untuk industri tersebut.
Dengan mempertimbangkan keadaan sumber daya mineral di Indonesia yang berlimpah dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta pemanfaatannya yang selama ini masih dalam ekspor bahan mentah, letak Kepri di pintu gerbang perdagangan internasional dapat dimanfaatkan untuk dijadikan pusat industri logam dasar.
Pemusatan industri logam dasar di Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional akan mempercepat proses ekspor sehingga biaya logistik dapat ditekan dan hasil produksi semakin kompetitif. Pemerintah dapat membantu pembentukan pusat industri logam dasar tersebut dengan memberikan fasilitas tax holiday khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang industri logam dasar. Selain itu, pemerintah juga dapat merancang PPP untuk membangun kawasan industri khusus. Alternatif lainnya, rencana pembentukan KEK Batam dengan bentuk enclave dapat dimanfaatkan untuk mendedikasikan salah satu enclave menjadi pusat industri logam dasar
b. Industri Komputer, Barang Elektronik, dan Optik
Subsektor dengan tingkat teknologi menengah-tinggi ini berpotensi untuk menciptakan nilai tambah yang besar dan transfer knowledge apabila pemrosesan dari hulu ke hilir dapat dilakukan di Indonesia. Adanya kawasan-kawasan yang ditetapkan sebagai Free Trade Zone atau KEK nantinya dapat dicanangkan untuk pusat industri IT tersebut untuk menciptakan skala ekonomi yang besar, mobilisasi tenaga kerja yang efisien, dan kompetisi yang sehat, sehingga industri IT dapat berkembang pesat.
Adanya kawasan-kawasan yang ditetapkan sebagai Free Trade Zone atau KEK nantinya dapat dicanangkan untuk pusat industri IT tersebut. Untuk merealisasikannya, hal-hal yang dapat dilakukan pemerintah antara lain:
1. Kementerian Keuangan memberikan tax holiday bagi perusahaan IT yang bersedia berinvestasi dalam skala besar di Kawasan Ekonomi Khusus IT.
89
2. Pemerintah Daerah membentuk Technology Center seperti Bandung Techno Park di Kawasan Ekonomi Khusus IT.
3. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau universitas setempat mengarahkan akademisi, mahasiswa, maupun lulusan universitas dengan basis keilmuan di bidang IT untuk menjalankan risetnya di Technology Center.
4. Kementerian Ketenagakerjaan atau Dinas Tenaga Kerja setempat mengembangkan pelatihan-pelatihan yang bertema IT.
Prioritas fokus untuk industri di Kawasan perdagangan bebas dan Pelabuhan bebas Batam, Bintan, Karimun dan Tanjung Pinang diarahkan untuk peningkatan kapasitas industri pengolahan di Provinsi Kepulauan Riau, antara lain:
1. KPBB Batam
antara lain manufaktur dan industri berbasis teknologi tinggi, industri kreatif dan digital, petrokimia oli dan gas, industri logistic HUB, serta perawatan medis dan Kesehatan
2. KPBPB Bintan dan Tanjung Pinang
antara lain industri maritime dan pengolahan logam mulia dan alumina, industri dirgantara, dan perawatan medis dan Kesehatan.
3. KPBPB Karimun
antara lain industri galangan, industri berat, serta industri pertanian dan industri air. Selain industri-industri dalam Kawasan Pelabuhan bebas dan perdagangan bebas, potensi industri yang ada di Provinsi Kepulauan Riau antara lain terkait dengan Kawasan FTZ yang ada di Batam, Bintan dan Tanjung Pinang dan Karimun, dengan potensi pengembangan industri sebagai berikut:
Tabel 72 Potensi Pengembangan Industri di Kawasan FTZ
INDIKATOR BATAM BINTAN DAN TANJUNG PINANG KARIMUN
Luas FTZ 71.500 ha 61.006 ha 9.666 ha
Jenis Industri Industri manufaktur, galangan kapal
Industri pengolahan bauksit, industri maritim, industri pariwisata, perikanan, dirgantara
Industri galangan kapal dan pariwisata.
Sumber: BPS Kepri (diolah)
Industri pengolahan di Provinsi Kepulauan Riau diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau dengan mendorong kegiatan ekspor impor. Kelancaran aktivitas ekspor impor berkontribusi terhadap terjaganya kinerja perekonomian Prov. Kepri. Langkah-langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap sektor industri antara lain:
90
1. Perbaikan iklim investasi yang meliputi kemudahan perizinan dengan mengoptimalkan implementasi investasi dengan optimalisasi online single
submission (OSS) yang terintegrasi antara pusat dan daerah.
2. Mengusahakan tetap mengutamakan perbaikan infrastruktur pendukung industri di Kepri untuk meningkatkan minat berinvestasi di Kepri.
3. Meningkatkan promosi industri untuk menjaring investasi baru terutama ke negara yang terdampak dengan perang dagang AS-Tiongkok.
4. Identifikasi kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia dan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
5. Penguatan kerja sama antara dunia industri dengan lembaga pendidikan untuk menyediakan pelatihan di lokasi industri disertai perbaikan fasilitas pembelajaran dan penyusunan kurikulum pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan industri prioritas nasional serta kebutuhan pasar tenaga kerja. 6. Mendorong kegiatan Research & Development khususnya untuk industri unggulan
berbasis ekspor agar dihasilkan produk bernilai tambah tinggi (bekerja sama dengan universitas local)