HASIL DAN PEMBAHASAN
6. Sektor Usaha Industri
Pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Bogor adalah meningkatkan arus kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun manca negara melalui pengembangan dan peningkatan dari segi teknis dan non teknis. Pengembangan dari segi teknis adalah meningkatkan daya tarik objek wisata melalui peningkatan aksesibilitas, pengembangan kegiatan dengan ciri khas kawasan. Dari segi non teknis adalah meningkatkan ker-jasama dengan masyarakat, swasta maupun lembaga-lembaga.
Pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Bogor diprioritaskan pada : • Pengembangan yang didasarkan pada aspek kebudayaan secara luas;
• Meningkatkan sarana dan prasarana akomodasi wisata pada kawasan-kawasan pariwisata
• Meningkatkan sarana dan prasarana penunjang objek dan daya tarik yang sedang dan belum berkembang.
6. Sektor Usaha Industri
Upaya pengembangan kawasan industri di Kabupaten Bogor diarahkan pada kegiatan yang berskala regional, mengingat adanya potensi sumberdaya yang cukup banyak. Klaster Gunungsindur, Cibinong, Ciawi diarahkan pengembangannya untuk industri kecil dan sedang, seperti: industri kerajinan, home industry dan lain-lain. Sementara itu, Klaster Klapanunggal, Cariu dan Gunungputri lebih diarahkan pada pengembangan sektor industri berbasis teknologi/manufaktur, seperti: industri elektronika, industri transportasi, industri kimia, dan industri pengolahan hasil tambang seperti terlihat pada Tabel 19.
Di Kabupaten Bogor terdapat 3 kawasan yang digambarkan berpotensi untuk dijadikan lahan investasi di bidang Industri, meskipun di luar 3 kawasan ini masih banyak beberapa diantaranya yang juga mempunyai potensi untuk penanaman modal. Pertimbangan salah satunya adalah akses menuju lokasi, sarana penunjang – infrastruktur, dan daya dukung lingkungan.
Ketiga kawasan ini adalah:
1. Kawasan Industri Sentul (PT. Bogorindo Cemerlang)
2. Kawasan Industri CCIE (PT. Cibinong Center Industrial Estate) 3. Kawasan Industri Menara Permai (PT. Menara Permai)
Kawasan Industri Sentul (PT. Bogorindo Cemerlang)
Kawasan industri ini letaknya sangat strategis. Dengan luas lahan 100 Ha, berada 160 meter di atas permukaan laut, dengan iklim kondisi suhu antara 24,95 - 28,33 C. Kelembaban yang relatif 79% sampai 89% dan curah hujan rata-rata 0-240 mm. Selain itu akses pintu Tol Langsung yang memudahkan jarak untuk mencapai Kawasan ini antara lain:
1. 70 km dari Bandara Soekarno-Hatta Airport. 2. 50 km dari Tanjung Priok.
3. 45 km dari Jakarta Central Business District (Gatot Subroto- Sudirman) 4. 8 km dari Pusat sentra bisnis Bogor.
5. Dan 3 km dari area komersil Sentul.
Tabel 19 Potensi Sektor Industri di Kabupaten Bogor
Usaha Industri
Produksi Jenis Potensi Unggulan Lokasi Industri Besar 438.393.825 pcs/thn Komponen Kendaraan bermotor
Ciawi, Cibinong, Citeureup, Gunungputri, Sukaraja, Babakan Madang, Parungpanjang
198.241,0 buah/thn Peralatan Kantor & Logam Gunungputri, Cileungsi, Cibinong
165.709 buah/tahun Kemasan kaleng Cileungsi, Babakanmadang, Sukaraja, Gunungputri, Cibinong
169.719 buah/thn Karoseri Cileungsi, Babakanmadang, Sukaraja, Gunungputri, Cibinong
156.241 pcs/thn Mesin Industri Ciampea, Cibinong, Gunungputri, Citeureup, Cijeruk, Cileungsi, Klapanunggal
450.000 rim/thn Kertas Cibinong, Megamendung, Ciawi 540.000.000 ltr/thn Air Kemasan Caringin, Ciomas, Cijeruk 22.400.000 set/thn Furniture Sukaraja, Cileungsi, Gunung Putri,
Industri Kecil dan Menengah
16.800 kodi/thn Konveksi/ garmen Ciseeng, Ciampea, Parung, Kemang, Caringin, Sukamakmur, Tenjo
255 set/thn Meubel Bambu Cibinong, Bojonggede
16.712.000 kodi/thn Sepatu, sandal dan tas Ciomas, Tamansari, Dramaga, Kemang, Cijeruk, Caringin, Sukaraja, Cariu, Ciawi, Parung
63.798 buah/thn Anyaman Bambu Cibungbulang, Tenjo, Ciampea, Cileungsi,
1.625 buah/thn Bunga kering Leuwisadeng, Ciampea 4.000 buah/thn Miniatur pesawat Dramaga
Sumber : Profil Investasi Kabupaten Bogor, 2010
Infrastruktur dan lingkungan merupakan pendukung untuk kemajuan perkembangan di wilayah Kawasan Industri. Salah satu Infrastruktur di kawasan Industri Sentul Jalan hotmix dengan lebar 14 meter, dengan dinaungi pepohonan di setiap sisi jalannya menjadikan fasilitas ini dapat dilalui Kendaraan dengan kapasitas besar seperti truck 40 feet. Penanaman Tumbuhan dan Ruang terbuka
sebanding dengan bangunan yang ada dan berfungsi untuk penyeimbang . Listrik Kapasitasnya adalah 18 MW dengan pendistribusian standar tegangan 20 KV melalui bawah tanah yang ditanam diantara pagar dan daerah Drainase. Pengelola telah menyediakan sarana Drainase di sisi kiri dan kanan area jalan yang berfungsi sebagai aliran air hujan dan aliran air buangan dari setiap gedung menuju sungai.
Setiap jarak 50 meter terpasang Penerangan Umum sepanjang kawasan jalan dan tempat-tempat yang dibutuhkan. Terpasang pipa besar sebagai tempat aliran air untuk mencegah Kebakaran. Pipa ini terpasang antara pembatas pagar dan menyebar di area kawasan disetiap 200 meter di sepanjang daerah pinggir jalan. Air bersih diperoleh dengan membangun Artesian, dengan kedalaman 100 meter di bawah permukaan tanah, hasil survei PT. Indeco Prima persyaratan sesuai dengan standar Departemen Kesehatan dan hasil analisis uji sampling air minum dan dapat digunakan untuk kebutuhan produksi atau orang pada umunya.
Tabel 20 Nama Perusahaan di Kawasan Industri Sentul Tahun 2010
No. Nama Perusahaan Klasifikasi
1 Super Glossindo Indah Produsen lokal cat komponen motor 2 PT. Mitra Sinterindo Perusahaan Singapore, produsen shock
absorber
3 PT. Iwata Indonesia Perusahaan Jepang dibidang Kayu 4 PT. Aneka Djakarta Iron Steel Industri Pipa Baja
5 PT. Arwina Techno Dwima-nunggal
Mould Manufacturer
6 PT. Arwina Triguna Sejahtera Plastic Moulding and Injection 7 PT. Bondor Indonesia Perusahaan Australia, Insulate Panel
Pabrikasi
8 PT. Cahaya Buana Intitama Springbed dan barang rumah tangga 9 PT. Cahaya Buana Kemala Furniture
10 PT. Estu Karya Utama Grafika Offset Printing
11 PT. Frina Lestari Nusantara Automotive Spareparts dan Aksesoris
Sumber : Profil Potensi Investasi Kabupaten Bogor, 2010
Kawasan Industri CCIE (PT. Cibinong Center Industrial Estate)
Lokasi kawasan ini berada di Jl Mayor Oking Jaya Atmaja, Desa Bantarjati, Citeureup, Cibinong. Dengan luas area sebesar 103.30 hektar terletak
di Desa Bantarjati dan mendapatkan petetapan dari Presiden RI pada saat itu sebagai Kawasan Berikat ( Bonded Zone) sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 30 Tahun 1993 Perihal tentang Penunjukan dan Penetapan Sebagian Wilayah Usaha Kawasan Industri PT. Cibinong Central Industrial Estate sebagai kawasan berikat.
PT. Cibinong Center Industrial Estate
PT. Cibinong Center Industrial Estate (PT. CCIE) adalah pengelola kawasan Industri CCIE yang dibangun di lahan bekas Quarry Pabrik semen PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, di desa Bantarjati, Kecamatan Klapanung-gal, Kabupaten Bogor. PT. CCIE didirikan pada tanggal 10 Agustus 1989 dan memulai kegiatan usaha Komersialnya pada Tahun 1991.
Tabel 21 Daftar Perusahaan di Kawasan Industri PT. CCIE
No. Nama Perusahaan Jenis Industri
1 PT. Indo Nakaya Abadi Benang
2 PT. Amara Footwear Sepatu
3 PT. Indographica Ekakarsa Percetakan 4 PT. Daisen Wood Frame Bingkai Foto
5 PT. Coats Rejo Indonesia Gudang
6 PT. Yasulor Indonesia Gudang
7 PT. Indocement Tunggal P. Gudang
8 PT. Syngenta Indonesia Gudang
9 PT. Unixindo Ekatama Sentana Workshop
10 PT. Dimensi Duta Karya Workshop
11 PT. Budi Mandiri Cemerlang Workshop 12 PT. Mitrasukses Maju Bersama Workshop
13 PT. Nusa Sukses Jaya Workshop
14 PT. Cahaya Baja Workshop
15 PT. Bina Purna Tehnik Workshop
16 PT. Putera Bridgestone Eng. Workshop
17 PT. ASCO Workshop
18 PT. Makmur Jaya Sentosa Workshop
19 PT. Cucu Ponco Workshop
20 PT. Turima Rajasa Abadi Workshop
21 PT. Bangun Usaha Jaya Workshop
22 PT. Karya Prima Tatasetya Workshop
Ruang Lingkup kegiatan PT. CCIE terutama meliputi Pengembangan Kawasan Industri, pengadaan, penjualan serta penyewaan gedung, pabrik-pabrik dan tanah beserta sarana pendukungnya. Luas tanah keseluruhan yang dimiliki PT. CCIE adalah 103.30 Ha, dengan komposisi tanah kavling Industri sel-uas 47.32 Ha dan tanah yang berstatus sebagai Kawasan Berikat (Bonded Processing Zone) yaitu seluas 19.27 Ha. Dan di kawasan ini terdapat 24 (dua puluh empat) pe-rusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 8.998 orang. Saat ini bangunan Industri di kawasan terdiri dari 77 ban-gunan dengan 2 bangunan se-bagai sarana penunjang, 1 Office atau Service Center, dan memiliki 1 bangunan untuk Water Treatment. Sementara jarak dari Pelabuhan Tanjung Priok 60 km, jarak dari Airport Sukarno-Hatta 75 km, jarak menuju Pusat Kota Jakarta 40 km, dan jarak dari Pintu Tol Gunung Putri 4 km.
5.1.2. Analisis Potensi Investasi
Dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ), diketahui bahwa di Kabupaten Bogor selama periode 2007-2009 terdapat dua sektor ekonomi yang bisa dijadikan sebagai sektor ekonomi basis atau potensial, hal ini dapat dilihat dari angka rasio masing-masing sektor ekonomi yang menunjukan nilai lebih dari satu, lihat Tabel 22 sektor basis tersebut terdiri atas :
1. Sektor industri pengolahan 2. Sektor listrik, gas dan air bersih
Untuk nilai indeks LQ yang sama dengan satu atau lebih mengandung pengertian bahwa, penduduk suatu daerah dapat memenuhi kebutuhannya akan suatu barang dengan hasil industri sendiri, atau daerah tersebut mampu mengekpor hasil industrinya ke luar daerah. Misalnya sektor industri pengolahan dengan rata-rata LQ sebesar 1,394 artinya (0,394/1,394) 28 persen secara teoritis perdagangannya dapat diekspor sedangkan sisanya 72 % dapat dikonsumsi sendiri.
Dari tabel di bawah ini terlihat bahwa sektor tradisional/primer (sektor pertanian) bukan lagi menjadi sektor potensial, hal ini seiring dengan perkembangan dan kemajuan ekonomi daerah bahwa salah satu ciri kemajuan ekonomi tersebut indikatornya adanya pergeseran struktur kegiatan ekonomi
masyarakat dari sektor primer menuju ke arah sektor modern (tersier). Indikasi ini terlihat jelas di Kabupaten Bogor bahwa sektor sekunder dan sektor tersier memiliki potensi yang relatif meningkat pada analisis LQ seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran, transportasi dan komunikasi, serta sektor jasa-jasa, sedangkan sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian (sektor primer) memperlihatkan penurunan dalam analisis LQ.
Tabel 22 Sektor Potensial (Analisis LQ) di Kabupaten Bogor tahun 2007 - 2009
No. Sektor LQ
Rata-Rata 2007 2008 2009 1 Pertanian 0,390 0,397 0,367 0,385 2 Pertambangan dan Penggalian
0,470 0,471 0,449 0,463 3 Industri Pengolahan 1,404 1,357 1,421 1,394 4 Listrik, Gas dan Air bersih
1,772 1,788 1,559 1,706 5 Bangunan dan Konstruksi
0,933 0,911 0,939 0,928 6 Perdagangan, hotel, dan restoran
0,783 0,816 0,801 0,800 7 Transportasi dan Komunikasi
0,621 0,662 0,669 0,651 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan
0,542 0,554 0,556 0,550 9 Jasa-Jasa 0,595 0,616 0,625 0,612 Sumber : Kabupaten Bogor dalam Angka 2010, BPS
Dilihat PDRB per wilayah di Kabupaten Bogor (Tabel 23) memperlihatkan bahwa Wilayah Timur mempunyai PDRB yang sangat besar hal ini diakibatkan Wilayah Timur merupakan tempat konsentrasi dari pertumbuhan industri di Kabupaten Bogor.
Tabel 23 PDRB Berdasarkan Harga Konstan per Wilayah
Tahun Wilayah
Barat Tengah Timur
2002 1.702.191 5.157.911 13.124.411
2003 1.697.895 5.242.464 12.819.697
2004 1.689.731 5.248.344 13.270.965
2005 1.634.461 5.399.108 13.573.937
5.1.3. Analisis Perkembangan Investasi
Kegiatan investasi di Kabupaten Bogor diharapkan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Melalui kegiatan investasi akan terjadi penyerapan tenaga kerja, alih teknologi dan terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan berimplikasi pula pada dinamika perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi suatu negara yang baik biasanya ditunjang dengan masuknya investasi secara reguler di negara tersebut. Pertumbuhan ini akan lebih baik lagi jika negara tersebut dapat bersaing dengan negara lain dalam memasarkan hasil produksinya dari investasi yang masuk tersebut.