• Tidak ada hasil yang ditemukan

Selayang Pandang Sekolah Menengah Pertama

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Selayang Pandang Sekolah Menengah Pertama

Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar didirikan oleh pemerintah Daerah pada tahun 2001 dan mendapat perubahan pada tahun 2004 terletak di Desa Bontoharu kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar dengan kepala sekolah sekarang Amiruddin.

Adapun visi dan misi Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu:

a. Visi sekolah : unggul dalam mutu, berpijak pada iman dan taqwa serta berwawasan bahari

b. Misi sekolah : 1. Melaksanakan pembelajadan dan bimbingan serta efektif sehinga setiap siswa berkembang secara optimal,sesuai dengan potensi yang dimiliki.

2. Menumbuhkan semangat keunggulan serta intensif kepada seluruh warga sekolah

3. Menyediakan dan menfaatkan sarana dan prasarana secara maksimal sehingga tercipta pembelajaran yang cerdas dan menyenangkan

4. Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

5. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang diikuti dan budaya bangsa sehingga terbangun siswa yang kompeten berakhlak mulia 6. Mendorong lulusan yang berkualitas,

berprestasi, berakhlak tinggi dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.

a. Keadaan guru

Guru adalah merupakan salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kualitas para peserta didik, oleh karena itu profesionalisme guru sangatlah diperlukan oleh setiap sekolah terutama Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kemampuan guru dalam menguasai materi serta metode mengajar sangatlah penting untuk mewujudkan tercapainya tujuan. Dan untuk mengetahui keadaan guru SMP Negeri 2 Bontoharu Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3

Keadaan Guru SMP Negeri 2 Bontoharu Tahun Ajaran 2012 / 2013

No Nama Status / Jabatan Bidang studi yang

diajarkan 1 Amiruddin, S. Pd Kepala sekolah Matematika

2 Jalaluddin Guru IPS

3 H.Solihing, S. Pd Guru Bhs. Inggris

4 Abd. Rahman Guru IPA

5 A.Rukma, A. Md, Pd Guru Kertakes

6 Nurhayati Guru Kertakes

7 Julia Intang, S. Pd Guru IPA

8 Mei Asti Adam, S. Pd Guru PKN

9 Bunga Daeng, S. Pd Guru IPS

10 Kartia, S. Ag Guru IPA

11 A.Rusnawati, S.Pd Guru Mulok

12 Sucitrawati, S. Pd Guru Bhs.Indonesia

13 Ali Nur, S. Pd Guru TIK

14 Nur Huda, S. Pd Guru Pend.Al Quran

15 Karmila Guru Bhs. Indonsia

16 Abd.Haling Guru TIK

17 Roswanti Guru Pend.Al Quran

18 Ahmad Rifai, A. Ma Guru Mulok

19 Puspa Julia, S. Pd Guru Bhs.Inggris

20 Muhadi, A. Md.Pd. OR Guru Penjas

21 Andi Sulaeha, S. Pd.I Guru Pendais

22 Nur Fitriani Nasir, S. Pd Guru Bhs. Inggris Sumber Data: SMP Negeri 2 Kecamatan Bontoharu Kabupaten

Kepulauan Selayar 2012 / 2013

b. Keadaan Siswa.

Keadaan siswa yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah mengenai banyaknya siswa sebagai responden. Untuk lebih jelasnya keadaan siswa SMP Negeri 2 Bontoharu Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar tahun ajaran 2012 / 2013, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4

Keadaan Siswa SMP Negeri 2 Bontoharu Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Ajaran 2012 / 2013

No Kelas Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan

1 Kelas VII 25 30 55

2 Kelas VIII 29 29 58

3 Kelas IX 21 20 41

Jumlah 75 79 154

Sumber Data: SMP Negeri 1 Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar 2012 / 2013

Tabel di atas, menunjukkan bahwa jumlah siswa SMP Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar dalam tahun ajaran 2012 / 2013 sebanyak 154 orang.

c. Keadaan sarana dan fasilitas belajar.

Kelangsungan pendidikan formal tidak hanya didukung oleh tenaga pengajar dan siswa, tetapi harus didukung pula oleh sarana dan prasarana, misalnya fasilitas gedung sekolah dan alat-alat pengajaran yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar serta lingkungan yang dapat memberi suasana edukatif. Karena itu, masalah sarana dan fasilitas ini, tetap menjadi bagian dari objek penelitian dalam setiap kegiatan meneliti.

Keadaan sarana pendidikan dan fasilitas belajar SMP Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar, dapat dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 5

Sarana Fasilitas Belajar SMP Negeri 1 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Ajaran 2012 / 2013

No. Sarana / Fasilitas Belajar BaikKeadaan fisikKurang baik Jumlah

1 Ruang Kepala Sekolah Baik - 1

2 Ruang Guru Baik - 1

3 Ruang Kelas Belajar Baik - 6

4 Ruang BP / BK Baik - 1

5 Perpustakaan Baik - 1

6 Sekretariat OSIS Baik - 1

7 Toilet Baik - 4

8 Komputer Baik - 1

9 Printer Baik - 2

10 Kursi Guru Baik - 24

11 Meja Guru Baik - 24

12 Kursi Siswa Baik - 154

13 Meja Siswa Baik - 154

14 Brankas Baik - 1

15 Filling Cabinet / Lemari Baik - 5

16 Lapangan basket Baik - 1

17 Lapangan voli Baik - 1

q Lapangan tenis meja Baik - 2

19 Musholla Baik - 1

Sumber Data : SMP Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar 2013

Berdasarkan data pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa keadaan sarana dan prasarana pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar sudah cukup menunjang dalam proses pembelajaran. Namun masih dirasakan berbagai kekurangan seperti alat dan media masih terbatas. Dengan keterbatasan media pembelajaran maka guru diharapkan dapat lebih profesional serta

terus meningkatkan kreatifitasnya dalam mengajar sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat

B. Efektivitas Metode Kerja Kelompok Dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar

Metode kerja kelompok adalah sebuah model pembelajaran yang mengharuskan siswa saling berinteraksi secara aktif dan pasif dalam kelompok saling tukar menukar ide dalam suasana tidak terencana untuk mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa, menumbuhkan aktivitas serta kreatifitas mereka. Dengan interaksi tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan motivasi belajarnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar sebagaimana diuraikan pada tabel berikut:

Tabel 6

Pendapat responden tentang efektif kerja kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu

Kabupaten Kepulauan Selayar

No Kategori Frekuensi Persentase

a. Sangat efektif 11 32%

b. efektif 17 56%

c. Kurang efektif 7 12%

Jumlah 35 100 %

Sumber data : angket no 1

Uraian tersebut diatas menunjukkan bahwa responden yang memilih “sangat efektif” sebanyak 11 responden atau 32%, responden yang memilih “efektif” sebanyak 17 responden atau 56%, responden yang memilih “kurang efektif” sebanyak 7 responden atau 12%.

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kerja kelompok efektif diterapkan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar sebagaimana terlihat dalam uraian diatas, dimana responden yang memilih berperan sebanyak 22 responden atau 88%. Peran kerja kelompok ini dikuatkan pula oleh Nuriati guru Biologi dalam wawancara pada dengan Nurhayati guru Kertakes berikut ini.

Kerja kelompok memberikan ruang kepada siswa untuk saling berinteraksi, tukar menukar ide dalam suasana yang nyaman, sehingga siswa bebas berkreatifitas dan termotivasi untuk belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. (wawancara, 29 Juni 2013 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari petikan wawancara tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya kerja kelompok berperan dalam mingkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar, sebab dengan adanya metode ini siswa dapat dengan bebas berkreatifitas dan termotivasi untuk belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Adapun peran metode kerja kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar adalah antara lain bahwa dengan adanya metode kerja kelompok ini siswa merasa terdorong untuk mengoptimalkan potensinya, sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 7

Pendapat responden tentang dorongan dalam dari siswa untuk mengoptimalkan potensi dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama

Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar

No Kategori Frekuensi Persentase

a. Sangat terdorong 10 28%

b. terdorong 19 60%

c. Kurang terdorong 6 12%

Jumlah 35 100%

Sumber data : Anket no 2

Uraian tersebut diatas menunjukkan bahwa responden yang memilih “sangat terdorong” sebanyak 10 responden atau 28%, responden yang memilih “terdorong” sebanyak 19 responden atau 60%, responden yang memilih “kurang terdorong” sebanyak 6 responden atau 12 %.

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kerja kelompok berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar sebagaimana terlihat dalam uraian diatas, dimana responden yang memilih terdorong sebanyak 19 responden atau 88%.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa peranan metode kerja kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah mendorong siswa untuk lebih mengoptimalkan potensinya dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dorongan yang muncul dari dalam dari siswa tersebut, dikuatkan pula oleh Abd. Rahman guru IPA berikut ini.

Dengan adanya metode kerja kelompok ini, pada umumnya siswa merasa sangat terdorong untuk meningkatkan motivasi belajar mereka di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. (wawancara, 29 Juni 2013 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari petikan wawancara tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya siswa merasa terdorong untuk mengoptimalkan potensinya dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Selain dari pada itu, dengan adanya metode kerja kelompok ini.

Siswa juga dapat belajar dan meningkatkan motivasi mereka secara optimal sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 8

Pendapat responden tentang optimalisasi peningkatan motivasi siswa dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu

Kabupaten Kepulauan Selayar

No Kategori Frekuensi Persentase

a. Sangat optimal 11 37%

b. Optimal 15 48%

c. Kurang optimal 7 16%

Jumlah 35 100%

Sumber data : angket no 3

Uraian tersebut diatas menunjukkan bahwa responden yang memilih “sangat optimal” sebanyak 11 responden atau 37%, responden yang memilih “optimal” sebanyak 15 responden atau 48%, responden yang memilih “kurang optimal” sebanyak 7 responden atau 16%.

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya peningkatan motivasi belajar siswa dapat terlaksana secara

optimal dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar sebagaimana dapat dilihat dalam uraian diatas dimana responden yang memilih “optimal” sebanyak 15 responden atau 84%.

Optimalisasi peran dan peningkatan motivasi belajar siswa tersebut dikuatkan pula oleh Andi Sulaeha guru Pendidikan Agama Islam berikut ini.

Pembelajaran dengan kerja kelompok ini, telah mengoptimalkan peran dan motivasi siswa dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar karena dengan metode ini siswa lebih bebas mengedepankan ide-idenya dalam konteks belajar bersama di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. (wawancara, 29 Juni 2013 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari petikan wawancara tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya peran kerja kelompok dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar dapat terlaksana secara optimal utamanya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kemudian, dalam hal keaktifan siswa dalam mengemukakan pendapat juga metode ini, tampak memperlihatkan perannya sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 9

Pendapat responden tentang peran metode kerja kelompok pada aspek keaktifan siswa dalam konteks peningkatan motivasi belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar

No Kategori Frekuensi Persentase

a. Sangat aktif 13 40%

b. Aktif 16 48%

c. Kurang aktif 6 12%

Jumlah 35 100%

Sumber data : Anket no 4

Uraian tersebut diatas menunjukkan bahwa responden yang memilih “sangat aktif” sebanyak 13 responden atau 40%, responden yang memilih “aktif” sebanyak 16 responden atau 48%, responden yang memilih “kurang aktif” sebanyak 6 responden atau 12%

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya metode kerja kelompok ini berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada aspek keaktifan mereka dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar sebagaimana terlihat dalam uraian diatas, dimana responden yang memilih “aktif” sebanyak 16 responden atau 48%.

Peran metode kerja kelompok yang dapat mengaktifkan siswa dalam konteks ini, dikuatkan pada oleh Jalaluddin guru Sejarah berikut ini.

Dengan metode kerja kelompok yang diterapkan guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar pada umumnya siswa aktif belajar sungguh-sungguh dan bersemangat terutama pada aspek kehadiran mereka untuk belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. (wawancara, 29 Juni 2013 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya metode kerja kelompok berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada aspek keaktifan mereka dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar tampak mereka lebih sungguh-sungguh hadir di sekolah rajin dan tekun dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Lebih jauh tentang peran metode kerja kelompok di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar dalam hal ini juga terlihat pada aspek partisipasi siswa dalam belajar, sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 10

Pendapat responden tentang peran metode kerja kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada aspek partisipasi siswa belajar

No Kategori Frekuensi Persentase

a. Sangat berpartisipasi 11 32%

b. Berpartisipasi 19 60%

c. Kurang berpartisipasi 5 8%

Jumlah 35 100%

Sumber data : Angket no. 5

Uraian tersebut diatas menunjukkan bahwa responden yang memilih “sangat berpartisipasi” sebanyak 11 responden atau 32%, responden yang memilih “berpartisipasi” sebanyak 19 responden atau 60%, responden yang memilih “kurang berpartisipasi” sebanyak 5 responden atau 8%.

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada

kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar sebagaimana terlihat dalam uraian dimana responden yang memilih “berpartisipasi”

sebanyak 19 responden atau 60%.

Adanya partisipasi siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar ini dikuatkan pula oleh Abd.

Rahman guru IPA dalam wawancara berikut ini.

Metode kerja kelompok berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada aspek partisipasi dalam belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. (wawancara, 29 Juni 2013 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar)

Dari petikan wawancara tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa metode kerja kelompok berperan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada aspek partisipasi mereka belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari keseluruhan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pada umumnya metode kerja kelompok berperan dalam peningkatan motivasi belajar siswa pada beberapa aspek yaitu adanya dorongan dalam diri siswa untuk mengoptimalkan potensi belajarnya, adanya optimalisasi peningkatan motivasi siswa dalam belajar, adanya keaktifan siswa dalam belajar serta adanya partisipasi siswa belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar.

C. Faktor-faktor Yang Menjadi Kendala Peningkatan Motivasi Belajar

Dokumen terkait