• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. SPIRITUALITAS IGNASIAN DAN SEMANGAT PELAYANAN

C. Semangat Pelayanan sebagai Warisan St. Ignatius Loyola …

3. Semangat Pelayanan Para Mahasiswa Prodi PAK

Universitas Sanata Dharma merupakan sebuah lembaga yang memiliki karakter oleh pendidikan Jesuit. Karakter yang dimaksud adalah competence (kompetensi), conscience (suara hati), dan compassion (hasrat berbela rasa). Disingkat 3C. Dari situ orang dapat mengetahui apa yang dimaksud competence, conscience, dan compassion. 3C ini dimaksudkan untuk melahirkan pribadi-pribadi dan pemimpin yang berjiwa Ignasian yang merupakan implementasi dari Pedagogi Ignasian. Dan itulah yang dipilih Universitas Sanata Dharma secara konsisten sebagai Universitas Jesuit di Indonesia dalam membentuk karakter mahasiswa.

Pedagogi Ignasian itu bersumber pada kharisma St. Ignatius itu sendiri, pendiri Serikat Jesus, dimana ini diwujudkan dalam ranah pendidikan. Dan Pedagogi Ignasian menekankan langkah-langkah beruntun yang terdiri: konteks, pengalaman, refleksi, evaluasi, tindakan. Konteks disini bertujuan untuk memahami akan situasi masyarakat zaman sekarang serta bagi pendidikan perlu bagi para mahasiswa untuk mengenal pribadi dan juga lingkungan yang mendukung pembelajaran dalam keterlibatan pada nilai-nilai. Unsur yang kedua yaitu pengalaman. Pengalaman merupakan unsur kunci dalam pendidikan. Pengalaman bertujuan untuk mengembangkan kemampuan belajar yang semakin kompleks. Refleksi merupakan kunci dalam paradigma Pedagogi Ignasian. Refleksi merupakan proses dimana para mahasiswa membuat pengalaman belajar menjadi miliknya, memperoleh makna dan arti dari pengalaman pembelajaran untuk dirinya sendiri dan orang lain. Tindakan memuat sikap, prioritas, komitmen,

kebiasaan dari manusia sehingga dia bertindak bagi orang lain. Seperti St. Ignatius, terlibat untuk pelayanan yang lebih baik bagi Tuhan dan sesama. Sedangkan, evaluasi adalah pertumbuhan manusia dalam sikap, prioritas, dan tindakan-tindakan konsisten dengan pribadi bagi yang lain dan lainnya.

Dari ini semua Sanata Dharma meringkasnya dalam kalimat “cerdas

humanis’. Maksudnya adalah gabungan dari 3C, dimana itu merupakan bagian

dari spiritualitas Ignasian yang terwujud dalam arah pendidikan Serikat Yesus seperti menjadi manusia bagi sesama (man and woman for and with others), perhatian pribadi (cura personalis), semangat keunggulan (magis), dan dialogis. Jadi, cerdas humanis merupakan segala upaya daya manusia untuk mengolah dan menerapkan segala kemampuan yang dimiliki untuk mengembangkan kehidupan manusia (Tim INSADHA, 2011:85-86).

Para mahasiswa Prodi PAK adalah mahasiswa yang secara khusus belajar tentang pendidikan agama Katolik yang dididik dan menjadi wadah bagi pengembangan iman untuk nantinya menjadi seorang katekis atau guru agama. Para mahasiswa Prodi PAK perlu memahami, mengerti, menyadari visi dan misi dari lembaga tersebut. Selama menempuh pendidikan di prodi PAK mahasiswa diajarkan oleh banyak hal dan mendapatkan pendampingan diantaranya pendampingan akademik, pendampingan spiritualitas, dan juga pendampingan kepribadian. Semua pendampingan ini dimaksudkan dengan tujuan untuk membentuk karakter masing-masing mahasiswa agar mampu menemukan jati diri dan menyadari panggilannya sebagai seorang katekis. Sesuai dengan sasaran prodi PAK itu sendiri yakni semakin mantapnya jati diri PAK. Sasaran ini diarahkan

untuk mengembangkan prodi PAK agar lebih berperan dalam pewartaan Gereja Indonesia sesuai visi dan misinya. Melalui peningkatan kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, prodi PAK semakin berkembang sebagai lembaga pendidikan katekis dan pengembang karya katekese di Indonesia. Semangat melayani bagi para mahasiswa Prodi PAK sendiri secara konkret dapat dilihat dari setiap pendampingan dan juga dinamika dalam menempuh studi di lembaga ini, di antaranya dalam setiap pembinaan spiritualitas bagaimana mahasiswa bisa melayani sesama secara sosial dan juga memupuk persaudaraan sebagai satu angkatan, di mata kuliah Pendampingan Iman Anak bagaimana mahasiswa mampu melayani anak-anak dengan penuh sukacita dan juga belajar mencintai anak-anak sebagai anugerah Tuhan. Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk melayani umat secara langsung baik di paroki maupun lingkungan melalui kegiatan SCP (Shared Christian Praxis) atau pendalaman iman. Disini mahasiswa bisa melihat langsung situasi umat dan permasalahan-permasalahannya. Sebagai puncaknya, mahasiswa akan lebih dalam lagi melihat situasi umat melalui Karya Bakti Paroki (KBP) yang sungguh dinanti-nanti oleh para mahasiswa. Semua itu adalah dinamika yang dijalani oleh mahasiswa Prodi PAK yang sungguh memberi kekuatan dan motivasi untuk terus berjalan di jalan Tuhan. Selain itu, masih banyak sekali dinamika yang akan dijalani oleh para mahasiswa yang mampu memberikan nilai-nilai kehidupan yang bermakna.

Di Prodi PAK secara khusus diselenggarakan program pembinaan spiritualitas yang dikoordinasi oleh Koordinator Bidang Spiritualitas. Spiritualitas

dimengerti sebagai semangat hidup dan perjuangan yang menjadi cara pandang atau pendekatan dalam pengelolaan hidup. Spiritualitas yang hendak ditumbuhkembangkan di Prodi PAK, sebagaimana di Universitas Sanata Dharma dan universitas Yesuit lainnya, adalah Spiritualitas Ignasian, semangat hidup dan perjuangan sebagaimana diwariskan oleh Santo Ignatius Loyola.

Pola penumbuhkembangan Spiritualitas Ignasian di Prodi PAK mengacu pada dinamika Latihan Rohani yang telah disesuaikan dengan kebutuhan khusus mahasiswa Prodi PAK dan kebutuhan Universitas Sanata Dharma pada umumnya, yakni:

a. Membangun kekaguman kepada realitas dunia yang secara hakiki mengungkapkan keagungan Penciptanya (kosmologi Kristiani – asas dan dasar Latihan Rohani, khususnya pembedaan tujuan dan sarana)

b. Membangun kesadaran akan penyimpangan yang terus terjadi akibat kedosaan (misteri kedosaan- pembedaan Roh, Latihan Rohani, khususnya etos kerja)

c. Mendorong untuk terlibat khususnya di dalam proses penebusan yang terus berlangsung melalui disiplin ilmu yang ada (misteri penebusan- Panggilan Raja, Latihan Rohani, khususnya Etika Profesi)

d. Serta mendorong pengembangan diri yang selaras dengan realitas penciptaan tersebut, ialah semakin menjadi “men and women for/ with others”

(anthropologi kristiani/ alter Christi contemplativus ad amorem/ Kontemplasi untuk mendapatkan cinta, Latihan Rohani, khususnya pemaknaan hidup) (Staf Dosen Prodi PAK, 2010: 29).

Para mahasiswa Prodi PAK dalam menanggapi panggilan Allah sebagai seorang katekis tentu menjalani sebuah proses, bukan sekali jadi. Terkadang para mahasiswa pun masih bingung apakah benar ini jalannya menanggapi panggilan Allah atau tidak. Sebagai mahasiswa Prodi PAK haruslah perlu disadari bahwa panggilan itu berasal dari Allah. Sebelum dan selama mencari kebenaran akan panggilannya tersebut mahasiswa diajak untuk mengenal Kristus, karena pada dasarnya menjadi seorang katekis nantinya adalah mewartakan Kerajaan Allah di tengah umat. Belajar dari teladan Santo Ignatius, para mahasiswa nanti tentu diharapkan semoga juga menjadi pemimpin di tengah umat. Pemimpin yang diharapkan adalah mampu hidup di tengah-tengah umat, berjalan bersama umat demi kebersamaan dan kemuliaan Allah yang besar, dan juga bersemangat kristiani. Para mahasiswa pun juga perlu belajar dan meneladani Santo Ignasius dari Loyola yang bertobat menjadi pengikut Kristus setelah melawan Kristus.

E. Para Mahasiswa Prodi PAK Universitas Sanata Dharma