Contoh2.10 :
Sebuah investor ingin membangun sebuah proyek X. Permasalahannya adalah berapa besar proyek yang hendak dibangun. Ada dua altematif keputusan yaitu membangun proyek yang besar atau yang kecil tetapi dapat diperluas lagi. Pihak manajemen berada dalam situasi yang tidak pasti akan permintaan sehingga mengklasifikasikan tingkat permintaan menjadi tiga bagian yaitu tinggi, sedang dan rendah.
Jika proyek yang besar yang dibangun maka tidak diperiukan ekspansi lagi. Dari perhitungan manajemen jika proyek yang besar yang dibangun sementara itu tingkat permintaan adalah tinggi, sedang dan rendah, maka imbalan yang akan didapat adalah sebesar 20, 15 dan 10 juta sementara itu biaya pembuatannya adalah sebesar 10 juta sehingga keuntungannya adalah sebesar 10,5 dan 0 juta.
Pada altematif keputusan untuk membangun proyek yang kecil bila demand rendah maka tidak ada ekspansi proyek tetapi jika demand tinggi maka pihak manajemen dapat memilih apakah berekspansi dengan besar-besaran, kecil atau tidak berekspansi sementara itu jika demand sedang maka hanya ekspansi yang kecil atau tidak sama sekali yang akan
dipertimbangkan.
Biaya membangun sebuah proyek yang kecii adalah 6 juta. Jika mengadakan ekspansi besar-besaran maka dibutuhkan dana 5 juta sementara itu jika ekspansinya kecil maka dibutuhkan dana 3 juta. Jika tingkat demand tinggi maka imbalan yang diberikan pada ekspansi proyek besar, kecil dan tidak ada ekspansi adalah 19, 18 dan 10 juta. Jika tingkat permintaan adalah sedang maka pada ekspansi proyek yang kecil akan memberikan imbalan sebanyak 18 juta. Lihat gambar dibawah ini.
Decision Point Pertama
Decision Point Kedua
Analisa dari pohon keputusan dapat dilihat pada gambar 9. Dimulai dari sisi paling kanan dengan decision point kedua. Pada ujung cabang pabrik kecil-permintaan tinggi, pilihan terbaik adalah melakukan pengembangan yang kecil. Pengembangan yang kecil juga merupakan pilihan terbaik pada cabang proyek kecil-permiritaan sedang.
Perhitungan nilai yang diharapkan kemudian dibuat pada nodal eve^i^-nya. Altematif keputusan proyek besar temyata memberikan nilai yang diharapkan sebesar 6 juta sementara itu altematif membangun proyek kecil memberikan nilai yang diharapkan sebesar 8 juta sehingga altematif keputusan terbaik adalah membangun proyek yang kecil.
4.5. Analisis SW OT
SWOT adalah singkatan dari S {strength - kekuatan), W {yveakness - kelemahan), 0 (opportunity - kesempatan), dan T (threat - ancaman) yang terdapat pada perusahaan;
Analisa SWOT diukur dengan memperkirakan kekuatan dan kelemahan yang ada didalam perusahaan dan juga kesempatan dan ancaman yang datang dari luar perusahaan. Dengan menggunakan analisa SWOT, kita dapat dengan mudah menggambarkan situasi strategis perusahaan secara tepat. Analisa SWOT berdasarkan pada konsep kemampuan intern perusahaan [kekuatan (S) dan kelemahan (W)] terhadap situasi ekstem [terlihat pada kesempatan (0 ) dan ancaman (T)]. (Thompson, 1987:97)
SWOT Internal Faktor Ekstemal Faktor
(+) menguntungkan Strength Opportunity
(-) merugikan Weakness Threat
S = Strength - kekuatan kita W = Weakness - kelemahan kita
0 = Opportunity - kesempatan dimasa mendatang T = Threat - Ancaman dimasa mendatang
Tabel 4. SWOT
Sumher: diadaptasi dari Dasar Perencanaan, Paulus Nugraha (Surabaya:Penerbitan Universitas Kristen Petra, 1990), h a l 15.
4.5.1. Mengidentifikasi Kekuatan (S) dan Kelemahan (W).
Kekuatan [Strength (S)] adalah sesuatu yang dapat dilakukan perusahaan atau merupakan karakteristik perusahaan yang memberikan kemampuan pada perusahaan untuk bersaing. Kekuatan dapat berupa ketrampilan {skill) , kecakapan yang dimiliki oleh sumber daya organisasi, aset yang dapat bersaing atau sesuatu yang membuat perusahaan mendapatkan posisi yang menguntungkan di p asar, seperti:
4- mempunyai produk yang lebih baik . pengakuan merek yang lebih terkenal.
teknologi dan disain yang lebih canggih
^ pelayanan yang lebih baik dsb.
Kelemahan [Weakness (W)] adalah kekurangan perusahaan bila dibandingkan terhadap pesaing atau kondisi yang kurang menguntungkan bagi perusahaan. Kelemahan dapat dianggap penting atau tidak tergantung pada peranannya dalam strategi persaingan,.
Pada penentuan kekuatan [Strength (S)] dan kelemahan [Weakness (W)] harus dievaluasi secara hati-hati dan tepat. Sebab kekuatan (S) sangatlah penting dibandingkan yang lainnya karena perusahaan dapat mengevaluasi dan menentukan kemampuannya untuk mencapai sukses dalam persaingan serta dapat digunakan untuk membuat strategi yang tepat untuk menghadapi pesaing . Demikian pula kelemahan (W) dapat dianggap oleh perusahaan sebagai hal yang fatal ataukah hal yang dapat diperbaiki dengan mudah, bahkan adapula yang menganggap sebagai hal yang tidak berarti / tidak mempengaruhi perusahaan.
Dari sudut pandang pembuatan strategi, kekuatan (S) perusahaan sangatlah penting karena merupakan landasan untuk membangun persaingan yang menguntungkan perusahaan . Strategi harus berdasarkan pada kemampuan ketrampilan {skill) perusa
haan dan kekuatan pasamya. Bila perusahaan tidak mempunyai kemampuan dan sumber daya yang kuat maka perusahaan membutuhkan keahlian dalam membuat strategi yang
tepat, sehingga manajemen harus bergerak cepat untuk membangun kemampuan yang diperlukan perusahaan, pada saat yang bersamaan, strategi yang tepat sangat dibutuhkan untuk mengoreksi kelemahan perusahaan. Titik berat strate^ adalah strategi yang dijalankan perusahaan harus tepat dan sanggup dilaksanakan, untuk mencapai kondisi tersebut berarti perusahaan harus mengevaluasi kekuatan dan kelemahannya serta memutuskan strategi yang efektif dan cocok untuk perusahaan tersebut.
Strategi manajemen tingkat pertama yang harus dilakukan perusahaan ialah perusahaan harus meluncurkan inisiatif untuk merubah kekuatannya (S) menjadi
“kemampuan khusus perusahaan”. Kemampuan khusus perusahaan merupakan hal terbaik yang hanya dimiliki perusahaan dibandingkan para pesaingnya. Pada prakteknya, banyak tipe kemampuan khusus perusahaan, meliputi;
> pengeijaan yang baik.
> kontrol kualitas yang baik.
> pelayanan yang baik.
> pengetahuan akan pelaksanaan dengan biaya rendah.
> kemampuan disain lebih baik.
> lokasi yang strategis.
> inovasi pada pengembangan produk baru.
> perdagangan dan pameran yang lebih baik.
> pengetahuan akan kebutuhan,keinginan serta selera pembeli.
> pemasaran yang efektif.
> penjelasan mengenai penggunaan produk baru pada konsumen.
Kemampuan khusus perusahaan yang sangat penting pada pembentukan strategis bersandarkan pada : (Thompson, 1987:98)
1. Kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk mencari kesempatan pasar.
2. Persaingan yang dapat diberikan perusahaan terhadap pasar (marketplace).
3. Kemampuan khusus yang potensial sebagai landasan strategis perusahaan.
Hal tersebut sangatlah mudah untuk meningkatkan persaingan yang menguntungkan perasahaan dalam memperebutkan pasar.
Ketika perusahaan telah mempunyai kemampuan khusus sebagai kunci yang diperlukan untuk pemasarannya , maka bila ada perusahaan pesaing yang belum mempunyai kemampuan khusus tersebut ingin mengimbanginya , maka perusahaan pesmng ini tidak dapat bersdng tanpa menghabiskan banyak waktu dan uang.
4.5.2. Checklist Lingkungan Intern Perusahaan.
Untuk mengetahui kekuatan (S) dan kelemahan (W) perusahaan dengan mudah maka dapat digunakan checklist lingkungan intern perusahaan yang terdui d a ri:
a. Faktor pemasaran dan distribusi 1. Pangsa pasar dan struktur persamgan.
2. Sistem riset pasar yang efisien dan efektif.
3. Keanekaragaman produk-jasa.
4. Lini produk-jasa.
5. Memunpin dalam jasa dan produk baru.
6. Proteksi terhadap hak paten.
7. Pandangan positif dari konsumen terhadap perusahaan dan produknya.
8. Strategi harga produk yang efisien dan efektif.
9. Tenaga penjual yang efisien dan efektif 10. Periklanan yang efektif
11. Promosi yang efisien dan efektif
12. Efisien dan efektif dalam pelayanan setelah pembelian.
13. Saluran distribusi dan geographic coverage yang efisien.
b. Faktor produksi dan operasL
1. Biaya total produksi yang lebih rendah dari pesmng.
2. Kapasitas untuk memenuhi permintaan pasar.
3. Fasilitas yang efisien dan efektif.
4. Biaya bahan baku.
5. Cukup tersedia bahan baku.
6. Peralatan dan mesin yang efisien dan efektif.
7. Kantor yang efisien dan efektif
8. Lokasi fasilitas dan kantor yang strategis.
9. Sistem pengawasan persediaan yang efisien dan efektif
10. Prosedur desain, skedul, dan pengawasan kwalitas yang efisien dan efektif 11. Kebijakan pemeliharaan yang efisien dan efektif
12. Integrasi vertikal yang efektif
c. Faktor keuangan dan akuntansl 1. Sumber pembelanjaan dan kekuatan.
2. Biaya modal yang lebih rendah dari pesaing.
3. Kondisi pajak yang menguntungkan.
4. Prosedur perencanaan keuangan, modal ketja, perencanaan keija yang efisien dan efektif
(L Faktorpenelitian dan pengcmhangan dan “Engineering”.
1. Keunggulan dalam desain produk.
2. Keunggulan dalam desain proses dan pengembangan.
3. Pengembangan dalam penggunaan bahan baku lama atau baru.
4. Kemampuan dalam memenuhi persyaratan konsumen dengan tujuan desain.
e Faktor sumber-sumber perusahaan dan personalia.
1. Prestise dan image perusahaan.
2. Ddim dan struktur organisasi yang efektif.
3. Ukuran perusahaan hubungannya dengan industri (hambatan masuknya perusahaan baru).
4. Rekor perusahaan dalam mencapai tujuan, konsistensinya, dan seberapa baiknya dibandingkan dengan perusahaan pesaing.
5. Pengaruh terhadap peraturan dan pemerintah.
6. Tenaga keija berkwalitas tinggi.
4.5.3. Mengidentiflkasi Kesempatan (O) dan Ancaman (T).
Kesempatan (0 ) pasar merupakan faktor yang besar dalam membentuk strategi perusahaan. Bagaimanapun juga terdapat perbedaan penting antara kesempatan produk dan kesempatan perusahaan. Tidak setiap perusahaan pada produk ini mempunyai posisi yang baik untuk memburu tiap kesempatan yang terdapat pada produk apartemen. Ada beberapa perusahaan yang sering lebih baik daripada yang lain dan adapula yang meleset dari yang diharapkan. Yang dapat memimpin dan memenangkan pers^ngan adalah perusahaan yang paling relevan, dimana perusahaan itu memiliki kemampuan bersaing dan mempunyai kesempatan untuk tumbuh.
Seringkall , faktor lingkungan ekstem perusahaan memeperlihatkan ancaman yang dapat teijadi. Ancaman dapat muncul dari :(Thompson, 1987:99)
[S> penggunaan teknologi yang terlalu murah.
E> adanya pengenalan produk baru atau yang lebih baik oleh pesaing.
IS> masuknya pesaing dengan biaya murah ke dalam pasar yang dikuasai perusahaan.
E> peraturan baru yang dapat memberatkan perusahaan dibanding pesaingnya.
IE> naiknya suku bunga kredit.
IE> pengambil alihan perusahaan secara tidak bersahabat (hostile takeover).
IE> pergeseran demografi yang tidak menguntungkan.
(S> perubahan nilai tukar mata uang asing yang tidak menguntungkan.
IE> pergolakan politis dsb.
Pengidentifikasian kesempatan (0 ) dan ancaman (T) sangat penting, bukan hanya karena mempengaruhi situasi perusahaan tapi juga untuk menjalankan strategi pada tingkat bisnis (business level) yang mana. Supaya mampu untuk membandingkan situasi perusahaan, maka strategi h aru s:
1. memberikan arah untuk memburu rangkaian kesempatan berdasarkan kemampuan perusahaan.
2. mempersiapkan pertahanan terhadap ancaman pesaing.
Analisa SWOT lebih dari hanya sekedar pekeijaan membuat daftar isian pada empat pokok pembahasan (SWOT), tetapi juga penting untuk menarik gambaran mengenai situasi perusahaan dan pelaksanaannya.
4.5.4. Checklist Lingkungan Ekstern Perusahaan.
Untuk mengetahui kesempatan (0 ) dan ancaman (T) dari perusahaan sehingga dapat dengan mudah maka dapat digunakan checklist lingkungan ekstern perusahaan sebagai berikut:
a. Faktor ckonomL
1. Siklus bisnis (business cycle)', resesi , depresi, perbaikan (recovery), dan kemakmuran.
2. Inflasi dan deflasi.
3. Kebijakan moneter: tingkat bunga, devaluasi, revaluasi kaitannya dengan mata
uang asing.
4. Kebijakan fiskal; tingkat pajak perusahaan dan pajak individu.
b. Faktor sosial: perubahan nilai dan sikap
1. Pandangan nilai pemilik.
2. Kaum muda yang berpendidikan.
c. Faktor pemerintah.
1. Peraturan tentang upah dan gaji.
2. Peraturan tentang keselamatan keija.
3. Peraturan tentang lokasi pabrik, kaitannya dengan lingkungan sekitamya.
4. Peraturan tentang cara-cara periklanan.
5. Proteksi terhadap pengusaha asing.
d. Faktor demografi
1. Perubahan jumlah penduduk dan penyebarannya.
2. Distribusi pendapatan.
3. Pergeseran umur penduduk.
c. Faktor pesaing.
1. Pendatang baru potensial.
2. Tersedianya substitusi.
3. Perubahan strategi dari pesaing.
4. Persaingan antara sesama perusahaan saat sekarang.
5. Kekuatan tawar-menawar pembeli.
6. Pertumbuhan pasar.
f. Faktor teknologL
1. Tersedia dan biaya bahan baku.
2. Tersedia dan biaya tenaga keija.
3. Perubahan teknologi.
g. Faktor politik.
1. Kekuatan politik.
2. Kelompok minat (mterest group).
3. Stabilitas sosial {social stability).