• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)

TRANSACTIONS a Saldo kas dan setara kas pihak berelasi adalah

34. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)

c. Pada tanggal 17 Desember 2015, HKI, Entitas Anak, menandatangani perjanjian pinjaman dengan Aquarius Plantations Pte.Ltd. dengan rincian sebagai berikut:

a. Pinjaman sebesar Rp258.827.400. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada saat disepakati berdasarkan suatu keputusan Para Pemegang Saham.

b. Pinjaman sehubungan dengan jumlah kontribusi konservasi Kendawangan sebesar Rp66.282.300. Jumlah pokok wajib dilunasi hanya dari hasil uang dari penjualan kredit lingkungan hidup sesuai ketentuan perjanjian.

Pinjaman ini dikenakan bunga dengan ketentuan sebagai berikut:

(i) untuk periode dari tanggal perjanjian ini sampai dengan 31 Desember 2016 dengan suku bunga sebesar 11%.

(ii) untuk setiap tahun kalender yang dimulai sejak tanggal 31 Desember 2016 dengan suku bunga yang diusulkan oleh Debitur dan disepakati secara tertulis oleh Para Pihak.

Bunga yang dihitung bertambah dan menjadi bunga yang dikapitalisasi ke jumlah pokok pinjaman pada setiap hari kerja terakhir di tahun kalendar atau setiap tanggal di mana jumlah tersebut dibayarkan.

c. On December 17, 2015, HKI, a Subsidiary, entered into loan agreement with Aquarius Plantations Pte. Ltd. with the following details: a. Loan amounting to Rp258,827,400. This

loan shall be due when agreed by a resolution of the Shareholders.

b. Loan in relation with Kendawangan conservation contribution amounting to Rp66,282,300. This principal amount shall be repayable only from money deriving from the sale of environmental credits pursuant to the agreement.

These loans bear interest determined as follows:

(i) for the period from the date of the agreement until December 31, 2016 with interest rate at 11%.

(ii) for any calendar year commencing after December 31, 2016 at the rate proposed by the Debtor and agreed in writing by the Parties.

Interest calculated accrue and become capitalised interest to principal loan amount on each of the last business day of calendar year or any other date on which such amount is paid.

d. Sehubungan dengan peristiwa kebakaran lahan di PT National Sago Prima (NSP), Entitas Anak, NSP didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis, dengan sengaja melakukan pembakaran di dalam areal konsesi sagu milik NSP dengan ancaman hukuman berupa pidana denda sebesar Rp5.000.000 dan pidana tambahan sebesar Rp1.046.018.923 untuk memulihkan lahan yang rusak akibat kebakaran lahan. Pada Januari 2015, Pengadilan Negeri Bengkalis dalam putusannya menyatakan bahwa NSP tidak terbukti bersalah atas tuduhan dengan sengaja membakar areal konsesi sagu miliknya, namun NSP dinyatakan telah lalai untuk memiliki peralatan kebakaran yang memadai dan oleh karenanya dikenakan denda sebesar Rp2.000.000.

b. d. In connection with the fire incident in National Sago Prima (NSP), a Subisidiary, Public Prosecutor of Bengkalis had accused NSP of having intentionally burning its sago concession areas, with a criminal lawsuit fine amounting to Rp5,000,000 and an additional criminal fine of Rp1,046,018,923 for the purpose of rehabilitating damaged areas caused by the fire. In January 2015, the District Court of Bengkalis found NSP not guilty for intentionally burning its area. However, NSP was declared guilty for negligence of having inadequate fire equipment and therefore imposed penalty amounting to Rp2,000,000.

Terhadap putusan tersebut, NSP dan JPU mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru. Pada Juni 2015, Pengadilan Tinggi Pekanbaru melalui putusannya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bengkalis. Atas putusan tersebut, NSP dan JPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan kasasi oleh Mahkamah Agung.

d. NSP and the Public Prosecutor then filed an appeal on this verdict to High Court of Pekanbaru. In June 2015, High Court of Pekanbaru, through its decision, reafirmed the decision of District Court of Bengkalis. Both NSP and the Public Prosecutor then had filed for cassation against the decision of High Court of Pekanbaru to Supreme Court. Up to the date of the consolidated financial statements completion, the cassation is still being examined by the Supreme Court.

34. PERJANJIAN, IKATAN DAN KEWAJIBAN KONTINJENSI PENTING (lanjutan)

34. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued)

e. Pada Oktober 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

(“Penggugat”) mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap NSP, Entitas Anak, sehubungan dengan peristiwa bencana kebakaran yang menimpa lahan konsesi IUPHHBK HTI dan tanaman milik NSP yang terjadi di akhir Januari 2014 sampai pertengahan Maret 2014 yang lalu. Kejadian yang menjadi obyek gugatan ini adalah sama dengan yang dipakai oleh JPU dalam perkara pidana. Dalam petitumnya, Penggugat meminta Pengadilan untuk menghukum NSP membayar ganti kerugian lingkungan hidup Rp319.168.423 dan biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp753.745.500. Pada tanggal 11 Agustus 2016, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membacakan Putusan dan mengabulkan permohonan Penggugat untuk meminta supaya NSP bertanggungjawab membayar ganti kerugian lingkungan hidup Rp319.168.423 dan biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp753.745.500. Atas putusan tersebut, NSP telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada tanggal 22 Agustus 2016. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, banding tersebut masih dalam proses.

e. e. In October 2015, Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia (“Plaintiff”) filed a civil lawsuit against NSP, a Subsidiary, regarding fire incident which occured in NSP’s IUPHHBK HTI concession area and NSP plantations occurred by the end of January 2014 until mid March 2014. The ground of this civil lawsuit is similar to that of the criminal case which was previously used by the Public Prosecutor. In their petitions, the plaintiff demanded court to punish NSP to pay Rp319,168,423 for cost of environmental damage and Rp753,745,500 for environmental rehabilitation. On August 11, 2016, South Jakarta District Court read their Decision and granted in favor of the Plaintff to order NSP to be responsible for paying the environemental compensation amounts to Rp319,168,423 and environmental recovery amounts Rp753,745,500. NSP then filed an appeal for this Decision on August 22, 2016 to the High Court of Jakarta. Up to the date of the consolidated financial statements completion, the appeal is still being processed.

Untuk kepentingan manajemen, Grup digolongkan menjadi unit usaha berdasarkan produk dan jasa dan memiliki dua segmen operasi yang dilaporkan sebagai berikut:

For management purposes, the Group is classified into business units based on their products and services and has two reportable operating segments as follows:

Segmen operasi Operating segments

Produk kelapa sawit/

Palm Lain-lain/ Total/ Eliminasi/ Konsolidasian/

30 September 2016 products Others Total Elimination Consolidated September 30, 2016

Penjualan 1.637.760.077 102.500.773 1.740.260.850 (251.938.472) 1.488.322.378 Sales

Beban pokok penjualan (1.492.588.520) (78.356.469) (1.570.944.989) 247.055.429 (1.323.889.560) Cost of sales

Hasil segmen 145.171.557 24.144.304 169.315.861 (4.883.043) 164.432.818 Segment result

Biaya yang belum dialokasikan: Unallocated expenses:

Beban penjualan dan pemasaran (41.361.959) Selling and marketing expenses

General and administrative

Beban umum dan administrasi (199.812.998) expenses

Pendapatan lainnya 31.424.668 Other income

Beban lainnya (7.543.419) Other expenses

Rugi usaha (52.860.890) Operating loss

Biaya keuangan (154.779.103) Finance costs

Pendapatan keuangan 25.620.639 Finance income

Beban pajak penghasilan 217.148.945 Income tax benefit

Laba periode berjalan 35.129.591 Profit for the period

Pos yang tidak akan Item that will not be reclassified

direklasifikasi ke laba rugi: to profit or loss:

Rugi pengukuran kembali Re-measurement loss on

atas liabilitas imbalan kerja (1.200.356) employee benefits liability

Pajak penghasilan terkait 300.089 Income tax effect

Penghasilan komprehensif lain Other comprehensive income

periode berjalan setelah pajak (900.267) for the period, net of tax

Total penghasilan Total comprehensive

komprehensif periode berjalan 34.229.324 income for the period

Aset segmen 10.959.857.567 2.888.669.294 13.848.526.861 (5.968.562.655) 7.879.964.206 Segment assets

Liabilitas segmen 5.500.575.026 1.532.507.491 7.033.082.517 (2.499.409.679) 4.533.672.838 Segment liabilities

Informasi lainnya: Other information:

Pengeluaran modal 340.568.718 186.872.037 527.440.755 - 527.440.755 Capital expenditure

35. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 35. SEGMENTS INFORMATION (continued)