BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Siklus 2
Siklus kedua terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap tahap diuraikan sebagai berikut:
a. Perencanaan
Siklus kedua dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Persiapan yang dilakukan peneliti pada siklus II ini tidak jauh berbeda dengan siklus I. Dalam tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ringkasan materi, Lembar Kerja Siswa (LKS), soal evaluasi, video cerita rakyat dan juga peralatan lain yang menjadi pendukung dalam penelitian. Perangkat pembelajaran tersebut kemudian divalidasi dosen, kepala sekolah, dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Minat belajar siswa pada siklus II diukur menggunakan lembar observasi minat dan angket minat yang dibuat pada pada siklus I.
Pada siklus II peneliti bersama guru membuat target capaian baru untuk menentukan variabel minat belajar dan variabel kemampuan menyimak, hal ini dilakukan karena variabel minat belajar dan kemampuan menyimak dalam siklus I telah mengalami peningkatan.
82
b. Pelaksanaan
Pertemuan pertama dilakukan pada hari Selasa, 8 April 2014, pukul 11.15 WIB. Pelaksanaan pembelajaran berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh tiga orang teman. Peneliti sebagai pengajar, satu teman peneliti sebagai dokumenter dan dua lainnya sebagai observer. Penelitian dilaksanakan dalam 2 JP (2 x 35 menit) atau setara dengan 70 menit. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan media audio visual pada pertemuan pertama ini adalah menyebutkan tokoh cerita rakyat, menjelaskan latar, dan menjelaskan tema cerita rakyat.
Kegiatan awal yang dilakukan guru meliputi salam pembuka, doa dan presensi, kemudian apersepsi dengan membimbing siswa untuk menceritakan pengalamannya dalam menyimak cerita rakyat pada pertemuan sebelumnya. Untuk memotivasi belajar siswa, guru mengajak
siswa menyanyikan lagu “Belajar Cerita Rakyat” ubahan lagu “Paman Datang” dan terakhir menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.
Pada kegiatan inti guru membahas kembali materi unsur cerita (tokoh, latar, dan tema) dengan menggunakan power point pada pertemuan sebelumnya kemudian melakukan tanya jawab tentang tokoh, tema, dan latar dari cerita rakyat yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya siswa dibagi dalam kelompok kecil. Guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
memutar video cerita rakyat “Legenda Selat Bali”. Siswa menuliskan
hal-hal penting mengenai tokoh, latar dan tema dari video yang diputar kemudian siswa diminta mengerjakan LKS sesuai dengan video yang telah diputar. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan LKS. Dalam kegiatan penutup guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari, guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran, aksi yang akan dilakukan setelah mempelajari materi, menyampaikan tindak lanjut, salam dan doa penutup. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 12.25 WIB.
Pertemuan kedua dilakukan pada hari Rabu, 9 April 2014 pukul 07.15 WIB sesudah jam pembiasaan keagamaan selesai. Pelaksanaan pembelajaran berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran lainnya yang sudah disiapkan oleh peneliti. Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh tiga orang teman. Peneliti sebagai pengajar, satu teman peneliti sebagai dokumenter dan dua lainnya sebagai observer. Penelitian dilaksanakan dalam 2 JP (2 x 35 menit) atau setara dengan 70 menit. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan media audio visual pada pertemuan kedua ini adalah menjelaskan watak dan amanat yang terdapat dalam cerita rakyat.
Kegiatan awal yang dilakukan guru meliputi salam pembuka, doa dan presensi dilanjutkan apersepsi dengan mengingat materi tokoh, tema, latar dalam cerita. Kemudian untuk memotivasi belajar siswa, guru
84
mengajak siswa melakukan “Tepuk Semangat”. Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Pada kegiatan inti guru membahas materi unsur cerita watak tokoh dan amanat dengan menggunakan power point pada pertemuan sebelumnya. Melakukan tanya jawab tentang watak tokoh dan amanat dari cerita rakyat yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Siswa masuk ke dalam kelompok. Guru memutar video cerita rakyat
“Legenda Selat Bali”. Siswa menuliskan hal-hal penting mengenai watak dan amanat dari video cerita yang diputar. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS). Guru membimbing siswa dalam mengerjakan LKS. Guru membagikan Lembar Evaluasi. Setelah selesai mengerjakan siswa mengumpulkannya pada guru. Dalam kegiatan penutup guru dan siswa membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari, guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran, aksi yang akan dilakukan setelah mempelajari materi, menyampaikan tindak lanjut, meminta siswa mengisi angket minat belajar, salam dan doa penutup. Kegiatan pembelajaran diakhiri pada pukul 08.25 WIB.
c. Pengamatan
Pengamatan yang dilakukan pada siklus I merupakan pengamatan proses pembelajaran dan hasil belajar. Pengamatan hasil belajar meliputi pengamatan minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. Minat belajar siswa diukur menggunakan angket minat dan lembar observasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
minat sedangkan kemampuan menyimak siswa diukur dengan tes essay. Berikut data pengamatan pada siklus II.
1) Pengamatan Proses Pembelajaran
Secara umum kegiatan pembelajaran menggunakan media audio visual pada siklus II sudah sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan pengamatan dilakukan oleh dua orang observer. Setiap observer melakukan pengamatan terhadap jalannya proses pembelajaran serta melakukan penilaian minat belajar siswa pada lembar observasi yang telah disediakan peneliti. Penilaian minat belajar siswa dilakukan dengan menggunakan rubrik. Observer memberikan skor apabila aktifitas siswa sesuai dengan kriteria yang ada pada rubrik. Kendala yang dihadapi pada siklus I sudah mampu diatasi hanya saja pada pertemuan pertama siklus II siswa sulit dibagi dalam kelompok kecil sehingga waktu pembelajaran tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya.
2) Hasil Belajar
a) Minat Belajar Siswa Siklus II
Minat belajar siswa diukur menggunakan lembar observasi minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, sedangkan lembar angket minat belajar siswa diberikan pada akhir siklus II. Data minat belajar siswa siklus II dapat dilihat pada lampiran 40 halaman 219.
86
Berdasarkan tabel minat belajar siswa, siklus II terdapat 33 siswa (100%) termasuk dalam kategori sangat tinggi. Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas V adalah 74,09 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan minat siswa memenuhi target di akhir siklus II yaitu 70. Peningkatan terjadi disebabkan pada kegiatan pembelajaran siklus II telah menggunakan media audio visual berupa video cerita rakyat dan peneliti berusaha menyelesaikan kendala-kendala pada siklus I. Pada siklus II hasil minat belajar siswa semakin meningkat.
b) Kemampuan Menyimak Siswa Siklus II
Kemampuan menyimak siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi berupa 10 soal essay yang diberikan pada akhir siklus II. Penilaian dari masing-masing aspek diberikan bobot yang berbeda sesuai dengan rubrik penilaian tes kemampuan menyimak. Data kemampuan menyimak siklus II dapat dilihat pada lampiran 41 halaman 220.
Berdasarkan tabel kemampuan menyimak, siklus II terdapat 31 siswa (93,94%) mendapatkan nilai di atas KKM dan terdapat 2 siswa (6,06%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Dari perhitungan di atas, didapatkan nilai rata-rata kemampuan menyimak siswa kelas V adalah 86,21. Peningkatan terjadi disebabkan pada kegiatan pembelajaran siklus II telah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
menggunakan media audio visual berupa video cerita rakyat dan peneliti berusaha menyelesaikan kendala-kendala pada siklus I. Pada siklus II hasil kemampuan menyimak siswa semakin meningkat.
d. Refleksi
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, peneliti melakukan refleksi berkaitan dengan proses pembelajaran dan refleksi hasil belajar yang terjadi pada siklus II. Berikut ini adalah hasil refleksi siklus II: 1) Refleksi Proses Pembelajaran
Pada pertemuan pertama guru melakukan apersepsi bernyanyi lagu “Belajar Cerita Rakyat” ubahan lagu “Paman Datang”, kegiatan
bernyanyi ini cukup membantu membangkitkan semangat siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada pertemuan ini semakin banyak siswa yang menanggapi tanya jawab tanpa harus ditunjuk. Saat pembagian kelompok untuk mengerjakan LKS, ada dua siswa yang tidak mendapat kelompok sehingga guru meminta dua siswa ini untuk masuk ke dalam kelompok lain.
Pada pertemuan kedua guru melakukan apersepsi “Tepuk Semangat”, tepuk ini membantu dalam mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Pada pertemuan ini semakin banyak siswa yang menanggapi tanya jawab tanpa harus ditunjuk, pembagian kelompok sudah berjalan dengan baik karena menggunakan kelompok pada pertemuan sebelumnya.
88
2) Refleksi Hasil Belajar
Refleksi hasil belajar dibagi menjadi dua yaitu refleksi minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. Berikut refleksi hasil belajar:
a) Minat Belajar Siswa
Minat belajar siswa sudah mengalami peningkatan di akhir siklus II dan berhasil mencapai target keberhasilan siklus II.
b) Kemampuan Menyimak Siswa
Prestasi kemampuan menyimak mengalami peningkatan di akhir siklus II. Skor rata-rata kelas mencapai target keberhasilan siklus II dan persentase jumlah siswa siswa yang mencapai KKM (75) sudah mencapai target keberhasilan siklus II.
Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada proses pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sudah dapat diperbaiki pada siklus II. Dengan adanya perbaikan dari kekurangan tersebut, tujuan untuk mengupayakan proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang lebih baik sudah tercapai.
Hasil kegiatan pembelajaran siklus II yang terdapat minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa akan dibandingkan dengan siklus I dan kriteria target keberhasilan siklus II. Perbandingan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 14. Perbandingan Hasil Siklus II, Siklus I dan Target keberhasilan Siklus II
No. Peubah Indikator Siklus
I Target Akhir Siklus II Hasil Siklus II
1 Minat Skor rata-rata minat siswa (observasi dan angket) 62,03 70 74,09 2 Kemampuan Menyimak - Rata-rata skor kemampuan menyimak siswa 73,82 85 86,21 - Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM 66,67% 80% 93,94%
Berdasarkan tabel perbandingan hasil siklus II dengan siklus I dan target keberhasilan siklus II terjadi peningkatan dari siklus I dan telah mencapai target keberhasilan siklus II. Hasil minat belajar siswa dengan indikator skor rata-rata minat siswa (observasi dan angket) pada siklus I yaitu 62,03. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II menggunakan media audio visual diharapkan dapat mencapai target yaitu 70 . Hasil Skor rata-rata minat siswa (observasi dan angket) yang diperoleh pada siklus II yaitu 74,09. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan minat siswa memenuhi target di akhir siklus II.
Hasil kemampuan menyimak siswa siklus II mengalami peningkatan dari siklus I dan mencapai target keberhasilan siklus II. Hasil kemampuan menyimak siswa dengan indikator rata-rata skor kemampuan menyimak siswa pada siklus I yaitu 73,82. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II dengan menggunakan media audio visual diharapkan mencapai target keberhasilan yang
90
ditetapkan yaitu 85. Hasil rata-rata nilai kemampuan menyimak siswa yang diperoleh pada siklus II yaitu 86,21. Sedangkan untuk hasil kemampuan menyimak dengan indikator persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus I yaitu 66,67%. Melalui kegiatan pembelajaran siklus II dengan menggunakan media audio visual diharapkan mencapai target keberhasilan yang ditetapkan yaitu 80%. Hasil persentase jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus II yaitu 93,94%. Hasil kemampuan menyimak siswa pada siklus II telah mencapai target keberhasilan siklus II maka penelitian dihentikan sampai siklus II.