• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

C. Siklus Penelitian Tindakan Kelas

Penjabaran rencana penelitian tindakan kelas pada setiap siklus yaitu sebagai berikut :

1. Rencana Tindakan Siklus I a. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan, peneliti melakukan kegiatan merencanakan tindakan kelas berdasarkan pada permasalahan yang ditemui serta perencanaan yang dibuat juga berdasarkan pada analisis permasalahan yang ditemui sehingga perencanaan dianggap dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi peneliti. Peneliti merencanakan untuk mengimplementasikan model pembelajaran

problem based learning berbasis higher order thinking skills untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pelajaran ekonomi. Pada tahap penelitian ini juga peneliti melakukan observasi terhadap permasalahan kondisi kelas untuk membuat gambaran mengenai tindakan yang akan dilaksanakan.

Perencanaan yang dibuat oleh peneliti berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disertai dengan berbagai bentuk perangkat pembelajaran yang akan digunakan untuk proses pembelajaran, seperti media pembelajaran berupa power point, instrumen soal-soal berbasis higher order thinking skills, serta kumpulan berita-berita yang akan dianalisis sebagai proses pembelajaran.

b. Tahap Tindakan

Pada tahap tindakan, peneliti melaksanakan tindakan yang sesuai dengan yang direncanakan. Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilakukan dalam 2 pertemuan dengan alokasi waktu 3×30 menit setiap pertemuannya. Pada tahap tindakan ini peneliti melakukan perlakuan berdasarkan kajian teori yang relevan dengan kerangka berpikir yang telah dibuat. Tindakan yang direncanakan yaitu pengimplementasian model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kegiatan pembelajaran dengan implementasi model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills terdiri dari kegiatan-kegiatan

pembelajaran yang memancing timbulnya kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Kegiatan pembelajaran pada tindakan hari pertama yaitu peneliti melakukan video conference zoom dengan peserta didik untuk menyampaikan materi pelajaran mengenai konsep manajemen secara sangat singkat. Setelah peserta didik mengikuti video conference peneliti meminta peserta didik untuk mengerjakan pretest mengenai materi manajemen. Selanjutnya, peneliti mengimplementasikan model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Implementasi model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills yang dirancang dalam kegiatan pembelajaran yaitu terdiri dari:

1) Tahap orientasi siswa, di mana peserta didik diminta untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat yang berhubungan dengan konsep manajemen.

2) Tahap mengorganisir siswa, di mana peneliti memberikan contoh kasus/berita berupa artikel yang berkaitan dengan manajemen dan peserta didik diminta untuk menganalisis kasus tersebut serta mencari penyebab, solusi, dan kesimpulan dari kasus/berita tersebut.

3) Tahap membimbing penyelidikan, di mana peneliti mengajak peserta didik untuk membahas kasus tersebut secara umum 4) Tahap mengembangkan hasil karya, di mana peserta didik

mengumpulkan hasil analisis yang sudah dikerjakan berupa penyebab, solusi, serta kesimpulan dari kasus tersebut dalam bentuk microsoft word.

5) Tahap menganalisis dan mengevaluasi, di mana peneliti mengajak peserta didik untuk menganalisis secara lengkap dan jelas mengenai kasus tersebut serta membuat kesimpulan berdasarkan kasus tersebut.

c. Tahap Observasi

Observasi dilakukan pada saat tindakan kelas berlangsung, peneliti melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas dengan bantuan guru mata pelajaran ekonomi SMA K Sang Timur Yogyakarta. Tahap pengamatan yang dilakukan oleh guru ekonomi yaitu mengamati apakah proses pembelajaran yang berlangsung sudah sesuai dengan sintaks pada model pembelajaran problem based learning dan kegiatan pembelajaran sudah memancing kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis melalui item test berbasis higher order thinking skills. Pengamatan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran ekonomi berdasarkan pada lembar observasi yang sudah disusun dengan item-item pernyataan mengenai implementasi model pembelajaran problem based

learning berbasis higher order thinking skills sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis.

Kegiatan pengamatan ini juga berguna untuk melihat ketidakberhasilan proses pembelajaran pada tindakan siklus I, sehingga adanya bahan pertimbangan untuk memperbaiki tindakan kelas pada siklus tindakan berikutnya.

d. Tahap Refleksi

Pada tahap refleksi, peneliti melakukan refleksi terhadap tindakan kelas yang sudah dilakukan. Refleksi yang dilakukan peneliti dengan cara menganalisis kegiatan pembelajaran dengan pemberlakuan tindakan kelas yang sudah terjadi pada siklus I.

Analisis yang dilakukan oleh peneliti berupa yang pertama adalah peneliti menganalisis hasil tes peserta didik terhadap tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik. Analisis yang kedua yaitu peneliti menganalisis hasil kuesioner yang sudah disebarkan kepada peserta didik mengenai persepsi peserta didik terhadap pengimplementasian model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Serta analisis yang ketiga yaitu mengenai evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan meliputi kendala-kendala yang dihadapi dan peristiwa khusus yang terjadi selama siklus I.

Hasil refleksi pada siklus I ini akan dijadikan sebagai pedoman untuk perbaikan tindakan yang akan dilakukan pada siklus II.

2. Rencana Tindakan Siklus II a. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan siklus II ini yaitu peneliti merencanakan tindakan yang akan dilaksanakan guna untuk memperbaiki tindakan pada siklus I. Tahap perencanaan pada siklus II yang dilakukan oleh peneliti yaitu membuat perangkat pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills. Selain itu peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian yang akan digunakan selama tindakan berupa kuesioner untuk peserta didik dan lembar observasi untuk observator.

b. Tahap Tindakan

Pada tahap pelaksanaan tindakan siklus II ini, tindakan kelas dilaksanakan dengan melanjutkan materi pelajaran pada siklus I serta sebagai bentuk perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan pada siklus I. Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini juga berangkat dari hasil observasi dan hasil refleksi yang dilakukan oleh peneliti pada tindakan siklus I, sehingga harapannya tindakan pada siklus II dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan optimal. Pelaksanaan pada siklus II dilaksanakan dalam 3 pertemuan pembelajaran dengan alokasi waktu 3×30 menit pada setiap pertemuannya. Tindakan yang dilakukan pada siklus II ini yaitu peneliti melakukan proses belajar

dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills.

Tindakan yang dilakukan peneliti pada siklus II yaitu terdiri dari berbagai kegiatan di antaranya:

1) Tahap orientasi masalah, di mana peneliti menyampaikan materi yang sudah dipelajari sebelumnya, serta mengkonfirmasi materi yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Selain itu peneliti juga menyampaikan kepada peserta didik terkait permasalahan-permasalahan mengenai manajemen.

2) Tahap mengorganisir peserta didik, di mana peneliti membagi peserta didik menjadi 5 kelompok, peneliti menugaskan peserta didik berdasarkan kelompoknya untuk mencari artikel mengenai bidang-bidang manajemen. Setelah itu peserta didik diminta untuk membuat definisi dan kesimpulan berdasarkan kasus yang dicarinya, serta peserta didik diminta untuk mencari contoh dari adanya penerapan manajemen dalam kegiatan di sekolah berupa tulisan dan gambar.

3) Tahap membimbing penyelidikan, di mana peneliti dan peserta didik berdiskusi mengenai artikel/peristiwa di lingkungan sekitar/kasus yang sesuai dengan masing-masing kelompok.

4) Tahap mengembangkan hasil karya, di mana peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas tersebut sesuai dengan

kelompoknya serta mengumpulkan dalam media microsoft power point.

5) Tahap menganalisis dan mengevaluasi, di mana peneliti mengajak peserta didik untuk mengkonfirmasi kembali penugasan dari setiap kelompok. Selain itu pada tahap ini peneliti mengajak peserta didik untuk mengevaluasi secara bersama-sama dengan kasus dan berita yang baru untuk melihat proses peserta didik dalam menganalisis berita.

c. Tahap Observasi

Pada tahap ini, kegiatan observasi dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan dilakukan. Selama pelaksanaan tindakan dilakukan peneliti mengumpulkan data mengenai proses tindakan kelas yang sudah berjalan pada siklus II ini. Data yang dikumpulkan oleh peneliti berupa hasil test peserta didik untuk melihat tingkat kemampuan peserta didik selama proses pembelajaran. Selain itu peneliti juga melakukan pengamatan terhadap setiap kejadian-kejadian atau peristiwa penting yang terjadi selama proses tindakan siklus II berlangsung. Pada tahap observasi ini juga peneliti mengumpulkan data untuk dianalisis berupa kuesioner yang dibagikan kepada peserta didik untuk melihat persepsi peserta didik terhadap implementasi model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain hasil test dan hasil

kuesioner, peneliti juga melakukan observasi dengan bantuan guru mata pelajaran ekonomi untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang berlangsung dengan model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills.

d. Tahap Refleksi

Pada tahap refleksi, peneliti melakukan refleksi terhadap proses tindakan kelas siklus II yang sudah berjalan. Refleksi yang dilakukan peneliti berupa analisis tindakan siklus II yang dilihat melalui hasil tes peserta didik untuk melihat tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik selama tindakan siklus II. Setelah itu peneliti juga menganalisis hasil observasi mengenai proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dan peneliti juga menganalisis hasil kuesioner peserta didik mengenai persepsi peserta didik terhadap penggunaan model pembelajaran problem based learning berbasis higher order thinking skills. Hasil refleksi yang dihasilkan pada siklus II ini akan menjadi hasil akhir penelitian tindakan kelas yang mengacu pada hasil indikator keberhasilan yang peneliti harapkan. Jika pada tindakan siklus II ini sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan maka penelitian tindakan kelas akan dihentikan pada tindakan kelas siklus II ini.

D. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA K Sang Timur Yogyakarta yang berada di Jalan Batikan No.7, Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161. Penelitian dilakukan di SMA K Sang Timur Yogyakarta dengan pertimbangan bahwa masih kurangnya peserta didik dalam berlatih untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta guru yang masih belum menggunakan item test berbasis higher order thinking skills. Oleh karena itu peneliti berkeinginan melakukan penelitian tindakan kelas di SMA K Sang Timur Yogyakarta yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA K Sang Timur Yogyakarta pada bulan April – Juni 2021.