• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III.............................................................................................................. 52

3.3 Prosedur Penelitian

3.3.1 Siklus I

Tahap perenanaan pada siklus I adalah sebagai berikut :

1) Peneliti menyusun silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA Ide pokok pikiran, kalimat pengembang dan alat gerak pada manusia dan hewan serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia untuk 2 pertemuan.

2) Peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan model pembelajaran SAVI

3) Peneliti menyusun media pembelajaran audio visual 4) Peneliti menyusun lembar kerja peserta didik 5) Peneliti menyusun soal evaluasi siklus I

6) Peneliti menyusun pedoman observasi aktivitas siswa.

2. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap pelaksanan tindakan peneliti menerapkan semua tahapan proses pembelajaran yang telah disusun dengan model SAVI didalamnya.

Pelakanaan tindakan pada siklus I terdiri dari 2 pertemuan. Materi yang akan diajarkan yaitu Bahasa Indonesia, IPA Ide pokok pikiran, kalimat pengembang dan alat gerak pada manusia dan hewan serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia

Berikut tabel 3.1 indikator dan pembagian materi yang akan dilaksanakan pada dua pertemuan di siklus I.

57

Tabel 3. 1 Indikator dan pembagian materi siklus I

Indikator Materi Pertemuan

 Bahasa Indonesia

3.1 Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis

 IPA

Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia

 Bahasa Indonesia Mampu

 Bahasa Indonesia

4.1 Menyajikan hasil identifikasi pokok pikiran dalam teks tulis dan lisan secara lisan, tulis, dan visual

 IPA

4.1 Membuat model sederhana alat gerak manusia dan hewan

 Bahasa Indonesia Mengidentifikasi pokok pikiran yang terdapat pada sebuah teks

Adapun langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut : Kegiatan Awal :

 Siswa dan Guru membaca doa sebelum pembelajaran

 Guru menyampaikan tujuan pemebelajaran

 Guru memberikan motivasi kepada siswa

 Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi ide pokok, kalimat utama dan kalimat pengembang dalam sebuah paragraf

Kegiatan Inti

 Siswa mendengarkan penjelasan dari guru materi ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan.

58

 Siswa bersama guru mengamati tayangan video pembelajaran materi ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan.

 Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 kelompok

 Siswa dibagikan LKPD untuk setiap kelompok

 Siswa berdiskusi dengan teman sekelompok untuk mendiskripsikan ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan.

 Guru memantau dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan saat berdiskusi.

 Siswa secara perwakilan kelompok bergantian maju kedepan kelas untuk mempersentasikan hasil diskusi kelompok.

 Kelompok lain memberikan tanggapan

 Siswa dan guru mengapresiasi kelompok yang telah mempersentasikan hasil diskusi.

 Siswa dan guru menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan.

Kegiatan Akhir

 Siswa dan guru melakukan refleksi akhir pembelajaran

 Siswa berdoa diakhir pembelajaran

 Siswa bersama guru menutup pembelajaran dan memberikan salam.

3. Observasi

Observasi dilakukan peneliti untuk mengamati aktivitas siswa kelas V pada saat pembelajaran di SDN 02 Bungu.

4. Refleksi

Refleksi dilakukan peneliti untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan pada siklus I. Evaluasi terdiri atas observasi aktivitas siswa, apabila ada yang belum sesuai dengan harapan peneliti maka akan diperbaiki dan dilaksanakn pada siklus II.

59 3.3.2 Siklus II

1. Perencanaan

Pada tahap perancaan siklus II hampir sama dengan tahap perencanaan siklus I. Tetapi,pada siklus II dipersiapkan kembali pada materi lanjutan dari siklus I. Adapun pembagian materi pada siklus II yang terdiri dari dua pertemuan dapat dilihat pada tabel 3.2 dibawah ini.

Tabel 3. 2 Indikator dan pembagian materi siklus II

Indikator Materi Pertemuan

 Bahasa Indonesia

3.1 Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis

 IPA

Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia

 Bahasa Indonesia Mampu

 Bahasa Indonesia

4.1 Menyajikan hasil identifikasi pokok pikiran dalam teks tulis dan lisan secara lisan, tulis, dan visual

 IPA

4.1 Membuat model sederhana alat gerak manusia dan hewan

 Bahasa Indonesia Mengidentifikasi pokok pikiran yang terdapat pada sebuah teks

Tahap perencanaan pada siklus II adalah sebagai berikut :

 Peneliti menyusun silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan untuk 2 pertemuan.

60

 Peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model pembelajaran SAVI

 Peneliti menyusun media pmebelajaran audio visual

 Peneliti menyusun lembar kerja peserta didik

 Peneliti menyusun soal evaluasi siklus II

 Peneliti menyusun pedoman observasi aktivitas siswa 2. Pelaksanaan Tindakan

Pada pelaksanaan tindakan siklus II hampir sama dengan pelaksanaan siklus I akan tetapi terdapat perbedaan pada materi yang akan disampaikan.

Adapun langkah pembelajaranya antara lain sebagai berikut : Kegiatan Awal

 Siswa dan Guru membaca doa sebelum pembelajaran

 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

 Guru memberikan motivasi kepada siswa

 Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi teks cerita narasi sejarah seblumnya dengan bertanya jawab.

Kegiatan Inti

 Siswa mendengarkan penjelasan dari guru materi ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan.

 Siswa bersama guru mengamati tayangan video pembelajaran materi ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan.

 Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 kelompok

 Siswa dibagikan LKPD untuk setiap kelompok

 Siswa berdiskusi dengan teman sekelompok untuk mendiskripsikan ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan.

61

 Guru memantau dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan saat berdiskusi.

 Siswa secara perwakilan kelompok bergantian maju kedepan kelas untuk mempersentasikan hasil diskusi kelompok.

 Kelompok lain memberikan tanggapan

 Siswa dan guru mengapresiasi kelompok yang telah mempersentasikan hasil diskusi.

 Siswa dan guru menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan.

Kegiatan Akhir

 Siswa dan guru melakukan refleksi akhir pembelajaran

 Siswa berdoa diakhir pembelajaran

 Siswa bersama guru menutup pembelajaran dan memberikan salam 3. Observasi

Observasi dilakukan peneliti untuk mengamati aktivitas siswa kelas V pada saat pembelajaran di SDN 02 Bungu. Pada lembar observasi di siklus II sama dengan lembar observasi pada siklus I.

4. Refleksi

Pada tahap refleksi siklus II digunakan sebagai pembanding refleksi siklus I, untuk mengetahui terjadinya peningkatan siswa setelah dilakukan tindakan.

Langkah pembelajaran siklus II sama dengan langkah pembelajaran siklus I, apabila belum terjadi peningkatan peneliti akan melanjutkan pada siklus III.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian yaitu melalui teknik observasi, teknik wawancara, teknik tes, dan teknik dokumentasu.

Teknik pengumpulan data yang digunakan diharapkan dapat diperoleh data dan informasi yang diharapkan oleh peneliti.

3.4.1 Teknik Observasi

Teknik observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian (Rahardjo, 2018).

62

Hasil observasi berupa aktivitas siswa, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Teknik observasi dalam penelitian ini berupa observasi aktvitas siswa dan keterampilan membaca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V.

3.4.2 Teknik Wawancara

Wawancara adalah suatu rangkaian proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan data dengan teknik Tanya jawab antara peneliti dan sumber atau subjek penelitian. Dengan kemajuan inovasi data seperti sekarang ini, wawancara dapat dilakukan tanpa tatap muka, khususnya: melalui media telekomunikasi.

Secara umum, wawancara adalah kegiatan untuk memperoleh data atau informasi tentang masalah atau subjek yang diangkat dalam penelitian. Atau merupakan proses pembuktian terhadap keterangan atau informasi yang diperoleh melalui teknik sebelumnya(M rahardjo, 2018). Teknik wawancara yang dilakukan oleh peneliti yaitu teknik wawancara kepada guru dan siswa, yang bertujuan untuk memperoleh data atau informasi dari narasumber sebagai acuan dasar dari peneliti.

3.4.3 Teknik Tes

Teknik tes adalah alat ukur yang memiliki norma objektif,dengan tujuan agar dapat digunakan secara meluas dan membandingkan keadaan psikis atauperilaku individu(Barlian, 2016). Dengan demikian, tes adalah strategi yang tepat untuk memperhatikan suatu prosedur yang sistematik mengamati satu atau lebih karakteristik seseorang dengan menggunakan standar nemerik atau kategori.Secara umum, seseorang menguraikan tes sebagai perangkat yang digunakan untuk mengukur informasi, keterampilan atau kemampuan motorik, karakter, intelegensi dan bakat. Teknik tes dalam penelitian ini adalah tes akhir siklus I dan tes akhir siklus II, yang digunakan untuk mengukur keterampilan membaca siswa.

63 3.4.4 Teknik Dokumentasi

Dokumentasi adalah catatan tertulis atau dicetak yang dapat di dokumentasikan sebagai catatan dan bukti peneliti (Mu'alimin, 2014: 34). Teknik dokumentasi dapat berupa semua catatan dari siswa, guru, kepala sekolah, yang langsung berhubungan dengan penelitian. Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan sebagai pembuktian dari informasi yang telah dikumpulkan dan kemudian dianalisis oleh peneliti.

3.5 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian tindakan kelas adalah alat yang digunakan oleh peneliti atau guru untuk mengumpulkan informasi atau data yang akan digunakan untuk mengukur pencapaian dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilakukan selanjutnya. Instrumen penelitian yang akan digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar observasi keterampilan siswa, pedoman wawancara, dan tes keterampilan membaca siswa.

3.5.1 Lembar Observasi

Lembar observasi merupakan instrument yang digunakan untuk mengamati dan mengumpulkan informasi yang telah terjadi. Instrumen lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pedoman check list yang harus dipersiapkan peneliti sebelum pembelajaran. Pada penelitian ini lembar pedoman yang digunakan untuk penelitian yaitu lembar pedoman observasi aktivitas siswa,dan lembar observasi keterampilan membaca siswa.

3.5.1.1 Lembar Observasi Keterampilan Guru

Pada lembar observasi keterampilan guru beberapa keterampilan yang harus diamati yaitu keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, Keterampilan membuka tutup pelajaran, keterampilan diskusi kelompok kecil, dan keterampilan mengelola kelas (Lestari, 2018).

64 3.5.1.2 Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Lembar observasi aktivitas siswa dilakukan pengamatan terhadap perilaku siswa dalam mengungkapkan sesuatu yang menarik, setiap siswa dapat diamati sebelum dan setelah berkelompok, saat berlangsungnya pembelajaran dan setelah pembelajaran. Kemudian perubahan pada setiap siswa dari sebelum dilakukan tindakan, waktu melakukanya tindakan dan setelah dilakukan tindakan.

3.5.2 Pedoman Wawancara

Pedoman wawancara digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih rinci untuk melengkapi hasil observasi. Peneliti dapat melakukan pada guru, kepala sekolah, dan siswa. Wawancara digunakan untuk mengungkapkan pendapat, sikap, dan wawasan setiap individu. Pada instrument ini peneliti berhadapan langsung dengan subjek yang akan diteliti dan guru kelas sebagai pendidik, dan menanyakan secara langsung apa yang telah direncanakan, kemudian hasil akan dicatat oleh peneliti pada lembar pedoman wawancara yang telah disusun.

3.5.3 Tes Keterampilan membaca Siswa

Tes yaitu suatu alat yang digunakan oleh pengajar atau peneliti untuk memperoleh informasi tentang keberhasilan peserta didik dalam memahami suatu materi yang telah diberikan oleh pengajar (Dadang dkk, 2016:180). Tes membaca pemahaman ditinjau dari segi soal terbagi menjadi 2 tipe, yaitu tes obyektif (objective test) dan tes hasil belajar berbagai uraian (subjective test). tes obyektif (objective test)berupa tes jawaban singkat, tes pilihan ganda, tes benar salah, dan tes menjodohkan, sedangkan tes subjective berupa tes yang skornya dipengaruhi oleh respon siswa.Kemudian tes yang dikerjakan dalam proses pembelajaran digunakan sebagai evaluasi hasil akhir untuk mendapatkan data keterampilan membaca siswa.

65 3.6 Uji Validitas

3.6.1 Uji Validitas

Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian (Winarni, 2021). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji validitas isi expert judgement (pendapat para ahli).

Validitas isi merupakan validitas yang terfokus pada elemen-elemen yang ada pada alat ukur dan diukur secara rasional (Sugiyono, 2015). Validitas ini digunakan sebagai alat untuk mengetahui seberapa tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan pada saat pembelajaran berlangsung. Pengujian validitas isi dilakukan dengan didasarkan pada pertimbangan para ahli dibidangnya (expert judgment), tahapan validitas isi meliputi: (1) peneliti mempersiapkan soal-soal tes yang akan digunakan berdasarkan kisi-kisi yang telah disingkronkan dengan indikator keterampilan membaca, (2) peneliti menyerahkan lembar validasi dan instrument tes kepada validator, (3) validator melakukan validasi isi terhadap instrument tes, (4) validator menyatakan instrument valid, maka instrument memenuhi validasi isi. Instrumen dikatakan valid jika indikator penelian memenuhi nilai minimal cukup valid.

Validitas isi instrument tes keterampilan membaca mendiskripsikan ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan yang dilakukan oleh dua validator yaitu, Bapak Muhammad Noor Ahsin, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Khamdun, M.Pd. sebagai pratikis ahli dalam bidang bahasa Indonesia dan IPA.

Tabel 3. 3 Kategori Penilaian Tingkat Kevalidan Instrumen

No Skor Kategori

1 16-18 Sangat valid

2 13-15 Valid

3 10-12 Cukup valid

4 7-9 Kurang valid

66 3.7 Analisis Data

3.7.1 Analisis Data Kuantitatif

a. Menganalisis Nilai Keterampilan Membaca Siswa Secara Individu

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif deskripsi. (Dien, 2021) dalam penelitiannya analis data kuantitatif deskripsi digunakan untuk menganalisis keterampilan membaca siswa.

Untuk mengetahui keterampilan membaca siswa pada kelas V materi Bahasa Indonesia, dan IPA menggunakan model pembelajaran SAVI berbantuan media udio visual dapat dihitung dengan :

Ρ =∑𝑆𝑘𝑜𝑟𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎

𝑆𝑘𝑜𝑟𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100

Keterangan : P = Nilai akhir

Kategori keterampilan membaca dapat dilihat pada tabel 3.3 dibawah ini:

Tabel 3. 4 kategori keterampilan membaca

Persentase Interval Rentang Kategori

90 < A ≤ 100 26-28 ( A )Sangat baik

80 <B ≤ 90 23-25 ( B )Baik

70 < C ≤ 80 20-22 ( C ) Cukup

D < 70 0-19 ( D) Perlu Bimbingan

(Sumber : Kemendikbud: 2016)

Untuk menghitung nilai yang diperoleh siswa dapat dihitung menggunakan rumus:

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 =𝑆𝑘𝑜𝑟𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎

𝑆𝑘𝑜𝑟𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100

67

Hasil perhitungan akan dibandingkan dengan criteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh SDN 02 Bungu, jika dikatakan tuntas apabila nilai tes yang diperoleh akhir siklus lebih dari atau sama dengan kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan yaitu 75 dan tidak tuntas apabila nilai yang diperoleh urang dari 75.

b. Menganalisis Nilai Keterampilan Membaca Siswa Secara Klasikal

Menurut (Dien, 2021) untuk menghitung nilai ketuntasan klasikal menggunakan rumus sebagai berikut :

𝐾𝐾 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 × 100

Keterangan:

KK = Ketuntasan Klasikal

Tabel 3. 5 Presentase ketuntasan klasikal Presentase Interval Kategori

≥80% Sangat tinggi

60-79% Tinggi

40-59% Sedang

20-39% Rendah

>20% Sangat Rendah

(Sumber dari kemendikbud : 2016) c. Menghitung Nilai Keterampilan Guru

Untuk mengetahui nilai keterampilan pada guru dengan penerapan model SAVI berbantuan media audio visual dapat dihitung dengan:

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100%

68 d. Menganalisis Nilai Aktivitas Siswa

Untuk mengetahui aktivitas siswa dnegan penerapan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual dapat dihitung dengan :

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑠𝑘𝑜𝑟𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛

𝑆𝑘𝑜𝑟𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100 Tabel 3. 6 Kategori aktivitas siswa

Persentase Interval Rentang Kategori

90 < A ≤ 100 26-28 ( A )Sangat baik

80 <B ≤ 90 23-25 ( B )Baik

70 < C ≤ 80 20-22 ( C ) Cukup

D < 70 0-19 ( D) Perlu Bimbingan

(Sumber : Kemendikbud : 2016) 3.7.2 Analisis Data Kualitatif

Pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif itu sendiri Menurut Bogdan dalam (Barlin, 2016 :66) proses mencari dan mengatur melalui 3 tahapan yaitu pengumpulan data atau informasi, penarikan kesimpulan. Pada tahap pengumpulan data, peneliti mengumpulkan data yang telah didapatkan sewaktu pembelajaran di kelas, pada tahap pengolahan data peneliti memilah data yang relavan dan yang tidak relavan, pada pengolahan data peneliti melakukan analisis nilai keterampilan membaca siswa secara individu dan menganalisis nilai keterampilan membaca siswa secara klasikal minimal mencapai ketuntasan KKM yang telah ditetapkan yaitu 75, dan ketuntasan klasikal mencapai ≥ 75 % dari seluruh peserta didik.

Untuk mengetahui keterampilan membaca siswa dengan penerapan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual dapat dihitung dengan :

𝑝 =∑𝑠𝑘𝑜𝑟𝑦𝑎𝑛𝑔𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎

𝑆𝑘𝑜𝑟𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100

69

Untuk menghitung nilai ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut :

𝐾𝐾 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 × 100%

Untuk mengetahui nilai aktivitas siswa dengan penerapan model SAVI berbantuan media audio visual dapat dihitung dengan:

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 =𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑠𝑘𝑜𝑟𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛

𝑆𝑘𝑜𝑟𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 × 100%

Kemudian pada tahap penarikan kesimpulann peneliti menyimpulkan data yang diperoleh selama hasil pengamatan dalam proses pembelajaran terutama pada keterampilan membaca siswa dengan cara membandingkan nilai ketuntasan secara individu dan klasikal.

3.8 Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan merupakan suatu acuan tanda untuk menentukan sebuah teori yang dapat berlaku atau tidaknya pada keadaan sebenarnya. Indikator dalam penelitian ini dengan menerapkan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia,IPA mendiskripsikan ide pokok pikiran, kalimat utama, kalimat pengembang pada sebuah paragraf, dan organ gerak pada manusia dan hewan pada siswa kelas V SDN 02 Bungu.

Keterampilan membaca siswa dengan diterapkannya model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual pada siswa kelas V SDN 02 Bungu mencapai ketuntasan KKM yang telah ditetapkan yaitu 75, dan ketuntasan klasikal mencapai ≥75% dari seluruh peserta didik.

1.Keterampilan membca siswa kelas V SDN 02 Bungu dalam mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual dapat dikatakan baik minimal hasil presentase yang didapatkan ≥75% dengan kategori cukup.

70

2.Keterampilan mengajar guru dapat dikatakan baik apabila berhasilnya proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual memperoleh hasil ≥ 75% dengan kategori tinggi.

3.Aktivitas siswa dapat dikatakan baik apabila berhasilnya proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajara SAVI berbantuan media audio visual memperoleh hasil ≥75 dengan kategori cukup.

71 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas menurut Rahardjo (2018) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru, dapat secara individu maupun kelompok, yang dilaksanakan di dalam kelas ataupun di luar kelas dengan tujuan untuk mengatasi masalah pembelajaran atau guna untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Prosedur dalam penelitian ini sesuai dengan prosedur penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam proses berdaur/siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Berdasarkan permasalahan yang ada, penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan 2 siklus yang terdiri dari siklus I dan siklus II, setiap siklus akan dilakukan 2 pertemuan dengan 4 fase yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan pada setiap siklus. Penelitian tindakan kelas ini menerapkan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa pada kelas V SDN 02 Bungu. Peneliti akan mengamati atau mengobservasi setiap tindakan yang dilakukan yaitu aktivitas siswa, keterampilan membaca siswa,dan keterampilan mengajar guru. Dilanjutkan diakhir siklus peneliti melakukan tes akhir siklus kepada siwa.

4.1.1 Analisis Data Pra Siklus

Data hasil pemebelajaran Bahasa Indonesia dan IPA saat dilakukan pra siklus terdapat siswa yan tidak tuntas dalam belajar dan belum memenuhi keriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 75 yang telah ditetapkan. Dari 23 siswa yang tidak tuntas sebanyak 17 siswa atau 74% dan siswa yang tuntas sebanyak 6 siswa atau 26%. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 78 sedangkan nilai terendah yang diperoleh adalah 50. Nilai rata-rata kelas yaitu 66,66.

Distribusi tabel frekuensi hasil belajar pra siklus adalah sebagai berikut:

72

Tabel 4. 1 Tingkat Ketuntasan Belajar Pra Siklus

No Nama Nilai

1 AIS 70

2 AKN 68

3 ARR 50

4 AKA 75

5 ACL 72

6 ARF 74

7 AUA 65

8 AAS 75

9 AAS 65

10 DDP 57,5

11 EA 70

12 FOP 76

13 GWK 62

14 IMA 65

15 MAR 72

16 MFAFR 75

17 MFZ 65

18 MRF 74

19 MTA 78

20 NFN 70

21 RKN 72

22 VNM 75

23 ZN 65

Jumlah 1.590,5

KKM 75

Tuntas 6

Tidak Tuntas 17

Rata-rata 69

Presentase ketuntasan 69%

(Sumber : Nilai Hasil Tes Pra Siklus SDN 02 Bungu)

Dari tabel 4.1 dapat ditemukan siswa yang mencapai ketuntasan KKM 75 sebanyak 6 siswa dan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar kurang dari nilai KKM 75 sebanyak 17 siswa dari 23 siswa

Rendahnya skor rata-rata kelas yang hanya 69 dan tingkat tidak ketuntasan belajar yang mencapai 74% tersebut maka peneliti akan melakukan penelitian

73

tindakan kelas (PTK) sesuai dengan rancangan peneliti pada uraian bab sebelumnya melalui 2 siklus dan 4 fase yaitu mulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi tindakan dengan menerapkan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual pada materi bahasa Indonesia dan yaitu Ide pokok dan organ gerak hewan dan manusia, untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa pada kelas V SDN 02 Bungu.

4.2 Pelaksanaan Siklus I

Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti yang telah bekerja sama dengan pihak SDN 02 Bungu yang berfokus pada kelas V mata pelajaran bahasa Indonesia dan IPA. Dengan pelaksanaan siklus I terdapat 2 pertemuan, pertemuan pertama yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dengan mengerjakan LKPD secara berkelompok, dan kegiatan akhir. Sedangkan pada pertemuan ke dua yaitu terdapat kegiatan awal, kegiatan inti dengan mengerjakan tes akhir siklus secara individu dan kegiatan akhir.

Selain itu pada pelaksanaan siklus I juga terdapat observasi berupa observasi aktivitas belajar siswa, hasil observasi keterampilan membaca siswa, dan observasi keterampilan mengajar guru. Untuk lebih rinci kegiatan pada siklus I antara lain sebagai berikut:

4.2.1 Perencanaan Siklus I

Pada tahap ini peneliti merencanakan tindakan yang akan dilakukan peneliti dalam mengatasi permasalahan yang dialami oleh siswa mengenai rendahnya keterampilan membaca pemahaman siswa pada materi bahasa Indonesia dan IPA dengan menerapkan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual. Sehubungan dengan hasil pra siklus peneliti melakukan tindakan dengan mempersiapkan beberapa persiapam atau hal yang akan dilakukan peneliti saat penelitian, yaitu antara lain:

1. Menetapkan tempat yang akan digunakan dalam penelitian, yaitu pada kelas V SDN 02 Bungu, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

2. Peneliti mengidentifikasi data dari observasi dan wawancara siswa, dan guru kelas V.

74

3. Menentukan titik fokus penelitian dengan menggunakan model SAVI berbantuan media audio visual pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan

3. Menentukan titik fokus penelitian dengan menggunakan model SAVI berbantuan media audio visual pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan