Karakteristik pasien ganguan emosional Baby blues adalah sebagai berikut:
Baby blues adalah bentuk depresi yang paling ringan. Biasanya, timbul antara 2 hari sampai 2 minggu setelah melahirkan. Lamanya depresi juga tidak terlalu berlarut-larut, sekitar 2 minggu saja. Namun, dari sumber yang berbeda menyatakan bahwa puncak Baby blues pada hari ketiga hingga hari ke sepuluh setelah melahirkan. Baby blues dialami hingga 80% ibu yang baru melahirkan.
(Maulana, p. 64). Namun, ada pula pendapat dari M. Cristian dan Narulita Yusron pada halaman 144 mengatakan bahwa puncak Baby blues adalah hari ke-3 hingga 5 hari setelah melahirkan. Biasanya kondisi emosi ini akan kembali normal setelah melewati hari ke-10.
Munculnya Baby blues ditandai oleh berbagai gejala. Misalnya, anda terlalu sedih, sering menangis, dan sensitif. Biasanya, gejala depresi ini tidak ekan memburuk dan tidak perlu terapi khusus. Dukungan dari keluarga mendukung pemulihan emosional ibu.
Pengobatan dalam psikiatri terhadap pasien gangguan jiwa dan emosional, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. Somatoterapi, dengan tujuan untuk memberikan pengaruh-pengaruh langsung yang berkaitan dengan badan, misalnya melalui pembedahan, farmakologi, fisioterapi.
b. Psikoterapi, dengan maksud untuk secara langsung memberikan pengaruh-pengaruh yang berhubungan dengan kejiwaan.
c. Manipulasi lingkungan dengan maksud untuk memberikan pengaruh langsung pada lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosialnya apabila dalam ruangan dapat dibentuknya atmosfer tertentu.
2.13.2. Teori Warna Bagi Ibu Hamil dan Melahirkan
Warna pada ibu hanil dan melahirkan dapat membantu mempercepat proses penyebuhan baik secara emosional maupun secara fisik. Emosional yang belum menentu kadang menggoncang ketenangan yang ada. Oleh karena itu dalam penentuan warna disesuaikan pada mood orang tersebut.
2.13.3. Teori Warna secara Psikologis
Warna pendukung yang memiliki efek pikologis:
• Yang sejuk dan segar
Merah muda (Sutton dan Whellan, 2003, p.169), hijau (Eiseman, 1998, p.89), (Bonds, 2000, p.36), (Pile, 1997, p.144).
• berpikir positif
Kuning (Bonds, 2000, p.30)
• Merefleksikan diri Perak (Bonds, 2000:48)
• Me-review pikiran
Indigo (Bonds,m 2000, p. 42).
• Menenangkan
Ungu (Krisnawati, 2005, p.94), merah muda (Sutton dan Whelan, 2003, p.169), biru (Krisnawati, 2005, p.97), putih (Bonds, 2000, p.20), coklat (Krisnawati, 2005, p.93), hijau (Eiseman, 1998, p.89), (Bonds, 2000, p.36), (Pile, 1997, p. 144)
• Merasa diterima
Hijau (Krisnawati, 2005, p.96).
• Yang meningkatkan kemampuan untuk menyampaikan pendapat Biru (Bonds, 2000, p.40)
• Berkomunikasi
Biru (Kristina, 2005, p.97) dan oranye (Krisnawati, 2005, p.92)
• meningkatkan konsentrasi Merah (Krisnawati, 2005, p.98)
• Membersihkan pikiran dari ikatan emosional Indigo (Bonds, 2000, p.43).
• Merefleksikan diri
• Membuat seseorang berpikir positif Kuning (Bonds, 2000, p.30).
• Menghargai diri
Kuning (Bonds, 2000, p.30) dan merah (Krisnawati, 2005, p.97).
• Memberikan dukungan
Coklat (Bonds, 2000, p.29) dan torquise (Bonds, 2000, p. 29
• Meningkatkan kepercayaan diri Turquoise (Bonds, 2000, p.29)
• Yang sejuk dan segar
Merah muda (Sutton dan Whellan, 2003, p.169), hijau (Eiseman, 1998, p.89), (Bonds, 2000, p.36), Pile, 1997, p.144).
• Memunculkan jiwa kepemimpinan Ungu (Bonds, 2000, p.50)
• Memberikan rasa aman
Coklat (Krisnawati, 2005, p.93-94), (Bonds, 2000, p.28-29).
• Yang akrab
Oranye (Krisnawati, 2005, p.92)
• Meningkatkan antusiasme Merah (Bonds, 2000, p.20)
2.13.4. Teori Warna dalam Interior Kamar Nifas Rumah Bersalin
Berikut ini adalah warna yang sesuai untuk digunakan dalam interior kamar nifas rumah bersalin karena memiliki efek psikologis yang membantu mengurangi emosional Baby blues pasien pascanatal:
1. Menurut W. A. Sulasmi Darmaprawira dalam buku warna teori dan penggunaannya pada hal halaman 135-137 menyatakan, bahwa untuk pasien sendiri warna hijau kebiruan dapat menyebabkan kenyamanan pada matanya, yang merupakan prasyarat yang diutamakan sebelum kebutuhan faktor emosional lainnya dipenuhi. Syarat-syarat lainnya adalah tempat tidur pasien perlu diletakkan dekat jendela walaupun harus ada jarak; langit-langit diberi warna cerah (tints), karena posisi pasien yang banyak terlentang.
Dinding dan lantai sebaiknya bernada lembut dengan daya pantul sekitar 40-60%. Kelengkapan kamar lainnya sebaiknya jangan warna yang terlalu murni atau terlalu ‘berbicara’. Warna yang cemerlang, biru atau kuning mungkin akan indah bagi orang yang sehat, tetapi mungkin bagi pasien akan terasa sakit atau pening.
Berikut adalah warna-warna yang disarankan untuk perancangan rumah sakit: untuk warna hangatnya adalah nada koral, nada warna buah persik, kuning;
warna yang sejuknya adalah rentangan warna antara hijau terang dan aqua.
Ruangan-ruangan yang sifatnya pribadi bisa diberi warna merah muda (M.7/4), hijau kolonial (H.7/2), dan ruang untuk perawatan bisa menggunakan warna koral. Ruang untuk ruang perawatan bisa digunakan warna putih oyster (N.8), warna pasir, kuning lembut (K.9/4) atau beige, untuk ketiga dindingnya dan salah satu dindingnya diberi aksen terra cotta atau hijau emerald, turquoise, biru safir (B.6/6) atau warna cerah seperti flamingo (M.7/8) atau merah labu (J.7/8).
2. Menurut John F. Pile dalam buku ”Color in Interior Design” hal 175-178, tahun 1997, mengenai fasilitas-fasilitas perawatan kesehatan menyatakan, kamar-kamar pemeriksaan dan perawatan dapat menggunakan warna-warna yang agak sejuk, terkecuali dalam area-area dermatologi dan kebidanan, dan semua warna seharusnya ditumpulkan untuk menghindari kemungkinan warna yang memantul mengganggu diagnosa pasien. Kamar-kamar pasien persalinan dapat menggunakan warna-warna hangat yang menunjukkan sebuah suasana tempat kediaman, tetapi kamar anak-anak seharusnya menghindari warna-warna bercorak lebih kuat yang dapat mengubah warna kulit bayi.
Plafont dan dinding yang berhadapan dengan bagian kaki tempat tidur yang membuat penglihatan pasien tertuju dalam waktu lama. Coklat pudar, putih dan hijau tidaklah baik untuk area-area ini. Walaupun warna-warna sejuk dipandang menyenangkan, kecenderungannya yang berkemungkinan menunjukkan bahwa corak-corak warna hangat lebih diutamakan. Warna-warna biru dan hijau yang lebih kuat, jika digunakan, paling baik dibatasi pada penekanan-penekanan yang lebih kecil dalam skema-skema yang pada umumnya hangat.
Kamar mandi seharusnya menggunakan corak-corak warna yang hangat, barangkali lebih kuat daripada corak-corak warna pada kamar-kamar yang berdekatan dan dipilih yang nampak sangat sesuai dengan warna kulit. Pada umumnya, warna yang akan terasa nyaman bagi pasien akan didapati menyenangkan oleh para pengunjung dan akan praktis bagi staf medis ketika bekerja dalam ruang-ruang pasien. Dalam unit-unit perawatan intensif, warna-warna yang lebih sejuk diketahui memberikan sebuah suasana yang menyenangkan. Finishing dan permukaan-permukaan mengkilap yang memantulkan nampak mengganggu bagi sebagian pasien dan juga seharusnya dihindari.
2.13.5. Teori Komposisi Warna dalam Interior Kamar Nifas Rumah Bersalin Dalam penerapannya di dalam lingkungan, maka komposisi warna yang digunakan adalah komposisi warna yang lembut, menenangkan, segar, refreshing, lembut dan bersahabat.
2.13.5. Kesimpulan Secara Keseluruhan
Kesimpulan keseluruhan yang didapat dari semua teori yang ada adalah:
Tabel 2.11. Kebutuhan ruang dan rasa pada pasien Baby blues
Karakter Pasien Baby blues
Kebutuhan ruang
akan rasa Suasana ruang Karakter Warna
- capai dan lelah
Tenang, tidak ramai - tidak menyilaukan, sehingga tidak menyebabkan :
- terlalu sedih Menyenangkan - mata cepat lelah
- serin menangis Tidak
menegangkan - sakit keala
- sensitif Seperti saat
melahirkan
- tegang
- dibutuhkan warna-warna pastel (warna yang dicampur dengan putih sehingga nilai dan intensitas warna lemah sampai sedang). (Sriti M., vol. 2:32) - warna yang tidak memicu
adrenalin, seperti warna merah darah dapat
meningkatkan pendarahan - merasa tidak
diperhatikan Rasa dicintai,
dibutuhkan Kekeluargaan,
bersahabat, hangat - komposisi warna-warna hangat dengan intensitas rendah tetapi tidak bersifat sendu
- Merasa takut disisihkan karena kehadiran bayi yang baru
Rasa diperhatikan, bersahabat, rasa hangat
- Komposisi warna dapat monokrom maupun onras tetapi warna kontras hanya sebagai aksen
- Merasa sendiri
Sumber: Dokumen rangkuman pribadi
2.13.6 Metode Tolok Ukur
Gambar 2.53. Tolok Ukur
warna y
PASIEN PASCANATAL BABY BLUES
2 – 7 hari, puncak pada 3 -5 hari sumber lain 3-10 hari
Pengobatan:
- Obat-obatan
- Suasana Atmosfer
ruang - Jenis Kelahiran - Tingkatan sosial, baik
dari segi keuangan, pendidikan, dll - Anak ke….
- Budaya/kultur - Latar Belakang lain
(Jenis kamar yang dipergunakan, siapa yang menunggu saat itu)