Pada dasar kehidupan manusia mempunyai aturan cakra dan aura sebagai pelambang kehidupan dalam manusia. Cakra dan aura sebagai identifikasi dalam tubuh manusia. Identifikasi dalam hal kesehatan, mood, sex, intelejensi dan emosional dari pribadi seseorang. Cakra disebut pula pusat energi, dimana
terdapat 7 buah cakra yang tiap cakra mengatur sebuah organ khusus lewat proses jasmaniah. Penyembuhan pada metode cakra ini memakai proses yin dan yang, dimana terdapat perlawanan dari karakter cakra yang ada. (Kaina, 2004, p. 2)
Gambar 2.36. Cakra (Troath Cakra)
(http://www.Aromatherapy Essences and Cakras_files)
Gambar 2.37. Titik-titik Cakra dalam Tubuh Manusia-Tangan-Kaki (http://www.Aromatherapy Essences and Cakras_files)
Sedangkan aura merupakan medan tenaga dan pemantulan tenaga yang hidup dalam tubuh manusia. Tenaga ini menjadi lebih baik atau sebaliknya disebabkan oleh lingkungan yang ada. Respon yang diberikan tergantung pada kesehatan, watak, aktivitas, mental, dan keadaan emosional. Aura pada manusia meningkatkan kekuatan gelombang elektrik yang dipancarkan dari pusat tenaga di dalam tubuh manusia yang disebut dengan cakra. Bentuknya seperti pelangi dengan lingkaran cahaya yang mengandung tenaga magnet, bio, dan energi.
Warna merupakan ukuran tenaga suatu gelombang. Oleh karena itu, warna aura
Aura berubah seiring emosi, kesehatan fisik, mental, dan tahap kerohanian seseorang. Aura utama melekat, membungkus badan seperti awan. Cahaya ini terpancar dari pusat fisik (cakra). Tenaga dasar memancar tegak dari tanah tempat kita berpijak, menelusuri kaki, memasuki cakra yang berada dalam badan. Tiap cakra berfungsi sebagai transformer atau janakusa biologi yang mentransformasikan tenaga dari berbagai jenis warna. Kekuatan, aktifitas, dan warna di tiap cakra tergantung watak, kepribadian, emosi, dan cara hidup seseorang.
Aura berdenyut dan selalu bergerak disekitar tubuh. Maka, aura dapat dirasakan dan bahkan disentuh. Ukuran aura manusia normal berdiameter 3-5 inci.
Konon ada tokoh spiritual dengan aura berdiameter 1-3 meter atau 10 kaki. Warna aura bukan gambaran kepribadian seseorang. Karena warna sendiri dapat berubah-ubah. Banyak cara menguatkan aura, misalnya dengan rajin bermeditasi dan paling tidak mengheningkan diri selama 10 menit. Bayangkan cahaya terang yang membungkus tubuh dan fokuskan pada satu titik, dengan catatan tidak diperbolehkan memaksa konsentrasi.
2.9.2. Penyembuhan dengan Warna dan Teknik-Tekniknya (Mengkonsumsi Warna)
Ketika penyembuhan dengan warna telah menjadi perhatian banyak orang dalam 2 dekade terakhir ini, hal itu sebenarnya merupakan sejarah yang panjang.
Di pertengahan pertama abad ke-20, Dr. Dinshah P. Ghadiale telah banyak mempromosikan warna secara medis, dengan penyembuhan melalui beberapa cahaya warna yang berbeda. Proses ini disebut spectro-chrome-metry, yang sekarang disebut chromotherapy. Beliau melaporkan bahwa kesembuhan terapi dengan menggunakan cahaya matahari dan cahaya ultraviolet buatan telah dialami lebih dari 20.000 pasien.
Penyakit bukan hanya diakibatkan oleh malfungsi dari tubuh secara fisik yang sering diperlakukan tidak lebih dari sebuah mesin organik. Tubuh manusia terbuat dari beberapa jalinan dan segi-segi yang berkaitan, beberapa diantaranya adalah jasmani, sedangkan yang lainnya murni penuh semangat. Ketika sakit, tubuh sering kehilangan hubungan dengan bagian penting dari diri, yang berfungsi
sebagai sebuah bagian yang utuh dari lingkungan yang alami atau natural.
Seseorang yang tidak menyatu secara keseluruhan dengan alam akan mudah sakit, baik secara fisik maupun mental. Warna adalah alat yang kuat untuk mengekspos aspek-aspek yang tidak harmonis dan membantu mengembalikan aspek-aspek tersebut menjadi harmonis.
Ada beberapa cara untuk memanfaatkan kekuatan dari warna untuk kesehatan dan kesejahteraan. Warna dapat dimakan, dipakai, diminum, diserap melalui mata atau kulit, atau dibayangkan. Kemungkinan lain, rumah dan tempat kerja dapat didekorasi dan khususnya menerangi menggunakan penyembuhan dengan warna (Bonds, 2000, p. 92). Ada pula yang menyebut dengan “Mengkonsumsi warna“.
Ada banyak cara ‘mengkonsumsi’ warna, diantaranya adalah :
• Menatap
Fokuskan semua indra pada warna yang dituju selama 10 menit atau lebih.
Lakukan dengan tenang dan santai. Pandangi warna hingga merasa jenuh.
Kemudian lanjutkan dengan menatap warna komplemennya selama sekitar 5 menit. Komplemen warna violet adalah kuning, indigo dan orange, biru dengan merah, hijau dengan magenta, dan pink dengan biru muda.
light silk warna kartu warna box
filter
Gambar 2.38. Cara mengkonsumsi warna (http://colourtherapy.com)
• Minum Air Solarisasi
Cara ini merupakan cara termudah sekaligus termurah dalam memanfaatkan
atau gelas bening yang dibungkus plastik filter berwarna, karet gelang, dan kain katun. Isi gelas kaca berwarna atau yang sudah dilapisi filter, dengan air.
Tutup bagian atasnya dengan kain. Letakkan gelas di tempat aman yang terpapar sinar matahari. Bila matahari bersinar terik, jemur air selama kurang lebih 2 jam, tetapi bila mendung, biarkan sampai 1 hari. Maksudnya, agar air hanya mempunyai satu frekuensi, yaitu dari warna yang dimaksud. ‘Air warna’ yang tetap bening ini, bisa disimpan selama 2 hari dalam lemari es.
Minumlah perlahan, jangan dengan sekali minum. Perhatikan pula waktu meminumnya (lihat kekuatan warna).
• Penyinaran
Di luar negeri, cara ini merupakan cara yang paling sering digunakan oleh para terapis. Penggunaannya pun sangat mudah, yaitu menggunakan lampu khusus terapi yang memiliki spektrum penuh/lengkap. Gelombang warna yang dibutuhkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk bagian tertentu saja untuk seluruh badan.
• Makan
Biasanya merupakan terapi tambahan setelah menggunakan teknik penyinaran (lampu) atau dengan air solarisasi. Makanan yang dianjurkan adalah yang berwarna sama dengan yang dilakukan pada terapi. Misalnya, untuk menghilangkan jerawat, terapi dilanjutkan dengan mengkonsumsi makanan alami berwarna violet/ungu seperti anggur dan plum, serta makanan berwarna hijau seperti sayur-sayuran untuk memperkuat daya tahan tubuh.
• Membalut Tubuh
Cara lain adalah dengan mengaplikasikan langsung warna pada tubuh, mengenakan atau menyelimuti tubuh dengan warna tertentu. Baju yang dikenakan saat terapi sebaiknya berwarna putih, warna kulit, atau tidak berbusana sama sekali (jika memungkinkan).
Agar hasilnya efektif, kain yang digunakan sebaiknya dari serat alami seperti sutra atau katun. Sistem pencelupannya pun sebaiknya dengan pewarna alami agar energi yang didapat lebih optimal.
• Meditasi dan Latihan Pernapasan
Meditasi memerlukan konsentrasi yang tinggi. Perhatian difokuskan pada benda tertentu atau pada pernapasan. Caranya, duduk dengan kaki bersila, tangan di samping badan. Lemaskan bagian-bagian tubuh mulai dari kepala sampai kaki. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung, tahan sebentar kemudian lepaskan lewat mulut.
Selama pernapasan ini, bayangkan membuang rasa stres, penyakit, dan ‘racun-racun’ dari tubuh. Selanjutnya, bayangkan warna merah dari matahari yang sinarnya ‘menembus’ seluruh bagian tubuh. Biarkan energinya menyelimuti tubuh.
Ulangi pernapasan dengan membayangkan warna orange dan kuning, lanjutkan dengan warna hijau (dari rumput), biru (dari langit), indigo, dan violet. Bila dilakukan tiap hari, tubuh akan lebih seimbang. Idealnya, metode ini dilakukan di luar rumah dan sebaliknya di atas rumput, agar lebih dekat dengan energi warna dari alam.
• Chromopuncture
Teknik yang menggabungkan penggunaan warna dengan akupuntur, penemuan Peter Mandel asal Jerman di tahun ‘80-an ini bisa dibilang paling efektif dalam mendistribusikan warna ke seluruh tubuh. Alat seperti pulpen kristal digunakan oleh terapis agar dapat menghasilkan gelombang warna yang dibutuhkan dan menerapkannya langsung di titik-titik akupuntur manusia.
2.9.3. Jenis dan Khasiat Warna
Warna elektrik, terdiri dari warna ungu biru tua, dan biru. Ketiganya mempunyai frekuensi tinggi dan bersifat ‘dingin’ yang cocok untuk penyembuhan. Warna magnetik, terdiri dari warna merah, orange, dan kuning.
Karena memiliki frekuensi rendah dan bersifat ‘hangat’, warna ini cocok digunakan sebagai ‘pendongrak’ semangat.
Warna pertengahan/keseimbangan yang mempunyai sifat menenangkan.
Kelompok ini hanya terdiri dari satu warna, yaitu hijau. Selain ketujuh warna yang terangkum di atas, ada beberapa warna lain yang juga dipakai sebagai pelengkap terapi, misalnya warna magenta, pink, dan hijau toska. Sesuai dengan
sifatnya, penggunaan warna tetap harus diperhatikan. Warna elektrik sebaiknya diminum/dikonsumsi pada sore hari atau malam hari. Sedangkan warna magnetik bak diterapkan di pagi hari sebelum beraktivitas.
Tabel 2.10. Khasiat Warna dalam Kehidupan
WARNA KHASIAT
UNGU Mengurangi jerawat
Meningkatkan kinerja sel-sel kulit Mengobati kebotakan/kerontokan Menjernihkan dan menenangkan pikiran Mengurangi keluhan sakit kepala, migrain Meringankan gejala insomnia
BIRU TUA Menghilangkan ketombe
Membersihkan darah, terutama bagi penderita alergi Penghilang rasa sakit
Menyembuhkan luka
Menghilangkan rasa takut/khawatir/stress dan menenangkan pikiran
Mengurangi eksim, insomnia, campak, dan rematik
BIRU Mengurangi kemerahan di wajah akibat iritasi/kulit sensitif Anti peradangan dan antiseptik
Mengatasi sakit saat tumbuh gigi pada bayi, disengat serangga, dan gatal-gatal
Menurunkan demam
Mengurangi sakit tenggorokan HIJAU Mengobati kulit kering / dehidrasi
Menghilangkan stres, menurunkan tekanan darah yang tinggi Menguatkan sistem kekebalan tubuh
Pengobatan shock/kaget Menstabilkan emosi
KUNING Membersihkan kulit lebih dalam setelah pemakaian pembersih wajah
Membangkitkan suasana belajar, meningkatkan konsentrasi dan logika
Mengoreksi berat badan
Mengobati infeksi urin (anyang-anyangan)
ORANGE Memperbaiki sistem pencernaan, sakit datang bulan Mengurangi rasa sakit pada kejang otot
Membantu/mengurangi depresi
Tabel 2.10. Khasiat Warna dalam Kehidupan (sambungan)
WARNA KHASIAT
MERAH Menghilangkan rasa lelah dan kantuk Menghangatkan tubuh di udara dingin Menaikkan tekanan darah rendah MAGENTA Baik untuk kulit
Menyingkirkan lelah/tak bertenaga (kombinasikan dengan warna violet dan merah untuk membangkitkan energi)
TOSKA Meningkatkan kekebalan tubuh
PINK Sama fungsinya dengan merah, sebaiknya diterapkan untuk bayi, anak-anak, atau penderita hipertensi
Sumber: Kaina, 2004, p. 20-25
2.9.4. Warna Bagi Ibu Hamil dan Melahirkan
Setiap wanita mempunyai pengalaman emosi sebelum dan sesudah memiliki bayi. Ada perasaan senang dan bahagia yang disebabkan oleh perubahan hormon. Seperti yang sudah diketahui warna dapat menciptakan sebuah atmosfer dalam ruangan yang ada. Bahkan warna pun dapat dijadikan suatu penyembuhan seperti terapi warna. Bila berbicara pada konteks warm- cold color maka warm (hangat) lebih memiliki gelombang yang lebih panjang dari pada cold (dingin).
Dari hal tersebut diatas ada beberapa konteks warna yang dapat membantu emosional ibu dalam hal hamil dan melahirkan bahkan pada masa nifas.
Mengindentifikasi ketenangan seorang wanita dapat dilkukan dengan terapi atau berupa menggambar warna dominan yang berada pada objek.
• Kuning
Warna ini mempunyai kekhasan dalam hal spiritual, bahkan sebagai bahasa warna. Tetapi bagi seorang wanita yang hamil dan melahirkan warna warna kuning merupakan penyelesaian atas semua masalah yang ada.
• Merah
Warna ini identik dengan darah, energi, kuat dan bertenaga. Namun, warna ini jangan dilawan tetapi merasa dibuat tenang dan dinikmati.
• Orange
Merupakan kombinasi dari kuning dan merah. Warna ini termasuk hangat dan membuat seseorang bergerak dan aktif. Bagi ibu hamil warna ini membut
• Biru
Melambangkan kebebasan, mengasihi, dan biasanya diartikan dengan persamaan udara. Banyak sebagaian wanita yang merasa nyaman dengan warna tersebut. lembut dan feminim seperti warna merah muda.
• Indigo/biru gelap (dongker)
Dark blue atau indigo tidak sepenuhnya menjabarkan warna merah. Dark blue memberi ketenangan, keseimbangan, dan melakukan segala sesuatu tanpa ada kerusuhan/ kerusakan.
• Violet
Warna ini memberi persepsi malam dan misteri. Bila menyukai warna ini berarti termasuk bagian dari seseorang yang down dalam artian sedang dilanda kesedihan, tidak bergairah, dan tidak merasa bahagia. Oleh karena itu perlu seseorang yang penting untuk mendukung dan memberi semangat kembali.
• Blue-green
Diidentikkan dengan air, dingin, dan rendah. Warna ini menjadi indikator dari nervous system’s state seseorang. Karakter dari seseorang yang menyukai warna ini merupakan orang yang takut salah, kehilangan, dan kritikan.
• Hijau
Warna ini sangat direkomendasi sebagai tatanan warna yang memberi ketenangan dan kenyamanan. Rasa aman dan nyaman terwujud pada warna tersebut.
• Hitam
Warna ini mengindentifikasikan bahwa tingkat kesetresan seorang wanita sudah tinggi. Dimana permasalahan yang ada digambarkan sangat serius, dan dramatis.
• Abu-abu
Warna abu-abu ini menimbulkan indikasi yang kontras sepertinya wanita tersebut seperti terisolasi. Warna abu-abu ini dapat dijadikan acuan bahwa adanya kecapaian fisik dan emosional dalam wanita.
• Coklat
Warna ini hampir serupa dengan warna hitam. Warna ini lebih dapat dikatakan menyehatkan, tertutup, dan dunia terasa kecil.
Gambar 2.39. Warna pada Ibu Hamil dan Melahirkan (http://www.Active Birth Centre - pregnancy and birth_files)
2.9.5. Terapi Warna Untuk Desain Interior
Warna merupakan elemen penting dalam interior yang dimanfaatkan untuk menciptakan kesan tertentu. Penggunaan warna yang tepat untuk memberikan keseimbangan dan vitalitas pada ruangan. Penerapannya secara tepat dapat membantu menciptakan rasa seimbang dan harmonis dengan lingkungan sekitar.
Warna berpengaruh pada kesehatan mental, fisik dan emosi. Permainan warna dapat membuat suasana ruang ceria. Warna juga berpengaruh pada kesehatan mental, fisik dan emosi. Maka permainan warna dapat meningkatkan energi dan suasana hati. Warna tak hanya bisa diterapkan pada cat dinding, namun diaplikasikan pada perabot, bedcover, bantal, vas sampai pernak-pernik kecil lainnya. Bahkan kekuatan warna dapat mengubah mood seseorang menjadi lebih baik.
Warna memiliki sifat masing-masing, yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Warna ruang sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas yang dilakukan dalam ruangan tersebut agar energi atau pengaruh yang ditimbulkan tidak saling berbenturan. Hal ini dapat berakibat fatal, karena tidak saling menunjang. Seperti contohnya pada ruang tidur yang penghuninya seharusnya dalam keadaan tenang dan tenteram, justru giat berpikir dan berkreasi karena ruangan tidur tersebut berwarna jingga, yang bersifat penuh vitalitas dan energi.
Selain dapat menimbulkan energi penghuninya, warna pada ruangan juga dapat memberi ketenangan yang menyejukkan. Dalam hal inilah terapi warna berperan didalamnya, terapi warna secara umum menurut Kaina dalam bukunya colour therapy memiliki arti penyembuhan sebuah penyakit dengan mengaplikasikan warna-warna yang tepat untuk penyembuhan dalam bentuk yang lebih terpusat
Menurut Kaina tubuh mesti mendapatkan sinar matahari tanpa disaring, yang lansung diserap kulit atau mata minimal 2 jam per hari, sedangkan pendapat Dr. Rocchelle jasad manusi sendiri mempunyai 7 cakra (pusat energi) utama yang mengalirkan sebuah warna khusus. (Kaina, 2004, p. 2)
Beberapa warna yang dapat dibawa dalam kehidupan dalam interior ruangan yang ada:
• Jingga
Warna yang cocok untuk meningkatkan komunikasi, karena membawa keceriaan, kegembiraan, kreativitas, ambisi dan rasa humor. Memberikan kesan hangat dan menciptakan atmosfer yang akrab pada ruangan.
Penerapan:
- Dapat digunakan pada ruang keluarga atau gang dalam rumah untuk memberikan kesan hangat dan akrab.
- Warna jingga juga baik untuk diterapkan pada dapur atau ruang makan karena membangkitkan selera.
- Untuk meningkatkan kreativitas dan ambisi, terapkan pada ruang kerja.
- Jingga juga sesuai untuk ruang belajar yang menderita gangguan pemusatan perhatian (ADD) karena merupakan warna yang menyimbolkan konsentrasi dan intelektual.
Efek pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan perilaku yang kurang bertanggungjawab, keresahan dan kegelisahan. Warna ini dapat diergunakan sebagai terapi warna dimana dapat mengatasi masalah seperti asma, kedinginan, gangguan pencernaan, dan gangguan tiroid. Warna ini juga baik bagi ibu yang menyusui karena meningkatkan produksi air susu.
• Cokelat
Dikaitkan dengan warna-warna tanah, cokelat adalah warna yang kesannya paling ‘membumi; sehingga membuat seseorang merasa dekat dengan alam. Cokelat bisa menjadi sumber energi yang konstan, serta merasa kuat. Warna ini mewakili rasa aman, komitmen, dan kepercayaan. Cokelat memberikan kesan hangat dan nyaman.
Penerapan:
- Warna ini bisa mewakili dengan pemakaian kayu pada ruangan, seperti pada ruang keluarga. Agar tidak berkesan gelap, dapat dikombinasikan dengan benda pelengkap yang berwarna terang.
- Sebaiknya diterapkan pada daerah pintu masuk dan Foyer, karena kesannya hangat dan welcoming.
- Karena memberikan rasa komitmen dan kepercayaan, cocok untuk ruang kerja.
Efek pemakaian yang berlebihan dapat menimbulkan perasaan bersemangat yang berlebihan. Warna ini dapat dipergunakan sebagai terapi warna dengan memberikan efek aman dan kuat, warna cokelat dapat menenangkan suasana hati.
• Ungu
Efeknya tenang dan menyejukkan. Seringkali dikaitkan dengan kesan yang berhubungan dengan wawasan yang luas, martabat, kehormatan dan intuisi (violet), damai dan sejahtera (lavender) bahkan kesan agung (ungu tua).
Pengaruh warna ini adalah dapat menginspirasikan pikiran dan membuat hati lebih tenang.
Penerapan:
- Sangat baik untuk ruang dan kamar tidur.
- Sebaiknya jangan digunakan untuk ruangan yang memiliki banyak aktivitas.
Efek pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan stagnasi, rasa letih, muak dan perasaan ingin ‘meledak’. Warna ini dapat digunakan sebagai terapi warna biasanya digunakan untuk mengurangi rasa lapar, dan membantu dalam program diet, gunakan piranti makan dalam warna ini. Selain itu, warna ini bermanfaat untuk mengontrol rasa lekas marah dan meringankan suasana hati.
Ungu atau violet memberi energi pada kelenjar pituitari. Warna ini merangsang otak bagian atas dan sistem saraf, dan kreativitas, ilham, estetika (keindahan), kemampuan artistik, dan cita-cita luhur.
Bila ingin membawa lebih banyak ungu ke dalam hidup Anda:
- bernapas di dalam ungu atau violet; visualisasi ungu atau violet; meditasi pada warna ungu, bunga, pegunungan, batu mulia, dan mineral ungu;
mengenakan pakaian ungu dan violet; berjalan-jalan di pegunungan;
menempatkan di lingkungan dan menggunakan batu mulia kecubung, alexandrit, sagalit, fluorit ungu, selenit, berlian, quartz bening, dan aragonit; menggunakan minyak suling Lavender, Elemi, dan Kemenyan untuk dibakar, dihirup, pijat, dan berendam; akan buah dan sayuran berkulit ungu seperti terong, anggur, asparagus, dan kol merah.
Gunakan bila ingin mengilhami aktivitas artistik, kreatif, estetik, imajinatif, dan spiritualitas, memfasilitasi pemuasan perhatian yang jelas, kesadaran dan meditasi; di teater, ruang kelas anak; bila membutuhkan ilham;
bila kekurangan imajinasi; bila membutuhkan kejelasan pikiran dan tujuan;
bila ingin bermeditasi; bila ingin melakukan visualisasi; bila ingin mengembangkan spiritualitas; bila kekurangan iman pada diri sendiri, orang lain dan Yang Ilahi; bila kehilangan iman; bila mengejar arti dan tujuan dalam hidup; bila tertekan; bila menderita kelumpuhan atau kondisi yang melumpuhkan misalnya multipel sklerosis.
Jangan gunakan di ruangan yang digunakan untuk hiburan atau dimana menginginkan adanya percakapan, atau di ruangan dan bangunan yang ditinggali oleh orang yang memiliki gangguan mental, terutama mereka yang menderita delusi atau depersonalisasi atau kecenderungan untuk mengundurkan diri; bila memiliki masalah psikologis yang serius; bila memiliki masalah dengan alkohol atau obat-obatan; bila merasa terasing.
(Graham, 1998, p. 179-195)
• Biru
Warna ini sering diasosiasikan sebagai warna yang melambangkan kejujuran, kesetiaan, harapan dan harmoni, selain menyimbolkan cinta spiritual, proteksi dan kecantikan.
Kesan yang didapat dari penerapan warna biru adalah ketenangan, ketentraman dan kenyamanan. Sehingga efeknya dapat memperlambat denyut jantung, menurunkan tekanan darah, menghapus stres, dan membuat seseorang
dapat bernafas lebih dalam. Selain itu, warna ini juga memperluas imajinasi dan melancarkan komunikasi.
Penerapan:
- Karena sifatnya nyaman dan bisa melancarkan komunikasi, biru sangat sesuai diterapkan di ruang keluarga dan kamar tidur. Selain tidur akan terasa lebih nyenyak, perbincangan dengan pasangan pun akan terasa lebih lancar dan tenang. Namun bila berlebihan dapat menimbulkan kesulitan bangun di pagi hari.
- Memberi efek yang menyejukkan pada kamar mandi.
- Sesuai untuk diterapkan pada ruang belajar dan kamar anak yang mengalami kesulitan belajar.
Efek pemakaian yang berlebihan dapat menimbulkan perasaan malas dan terisolasi. Malahan, seseorang terkadang menjadi terlalu tenang, sehingga motivasi menurun dan menyebabkan depresi. Namun, warna ini bila dipergunakan sebagai terapi warna selain untuk menghapus stres dan menenangkan suasana hati, biru bisa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit.
Biru langit memberi energi pada kelenjar tiroid sehingga memberi energi pada metabolisme, pengendalian suhu tubuh. Warna ini merangsang suara, ungkapan diri, komunikasi, tanggung jawab pribadi, dan pendengaran.
Untuk membawa lebih banyak biru ke dalam hidup sehari-hari:
bernapas di dalam biru; visualisasi biru; meditasi pada warna biru, langit, laut, air, bunga, batu mulia, dan mineral biru; mengenakan pakaian biru;
menyelubungi diri dengan biru; menempatkan di lingkungan atau memakai batu mulia turquoisem chrysocolla, ropaz biru, sodalit, aquamarin, azurit dan kyanit dan mineral-mineral; menggunakan minyak suling Lavender, Camomile, dan Geranium untuk dibakar, dihirup, pijat, dan berendam; makan ikan, buah berkulit biru seperti plum dan beri biru dan asparagus.
Gambar 2.40. Batu Mulia (http://www.Colour Therapy Central Coast, Natural Therapy Pages - Practitioener and Clinic Directory_files)
Gunakan di kamar tidur, ruang istirahat, klinik, setiap ruangan atau bangunan yang digunakan untuk prosedur klinik, menyimpan produk susu, penyimpanan dingin; bila butuh menenangkan pikiran dan saraf; bila ingin rileks; bila ingin “mendinginkan” diri baik secara fisik, mental, atau emosional; dalam kasus-kasus demam; bila menderita insomnia (gangguan tidur); dalam kasus-kasus syok; bila mengalami pendarahan; bila mempunyai bisul, wasir, luka yang meradang atau infeksi, luka bakar, atau terbakar sinar matahari; bila mengalami pembengkakan kelenjar; bila mengalami psoriasis (sariawan), gangguan atau iritasi pada kulit; bila tergigit atau tersengat serangga; bila memiliki masalah telinga, hidung, atau tenggorok; bila suara
Gunakan di kamar tidur, ruang istirahat, klinik, setiap ruangan atau bangunan yang digunakan untuk prosedur klinik, menyimpan produk susu, penyimpanan dingin; bila butuh menenangkan pikiran dan saraf; bila ingin rileks; bila ingin “mendinginkan” diri baik secara fisik, mental, atau emosional; dalam kasus-kasus demam; bila menderita insomnia (gangguan tidur); dalam kasus-kasus syok; bila mengalami pendarahan; bila mempunyai bisul, wasir, luka yang meradang atau infeksi, luka bakar, atau terbakar sinar matahari; bila mengalami pembengkakan kelenjar; bila mengalami psoriasis (sariawan), gangguan atau iritasi pada kulit; bila tergigit atau tersengat serangga; bila memiliki masalah telinga, hidung, atau tenggorok; bila suara