BAB II ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
2. Sistem Akuntansi Pemberian Kredit
a. Sistem akuntansi pemberian kredit adalah cara atau prosedur dalam
pemberian kredit yang mencakup tahapan permohonan kredit sampai
dengan pencairan kredit yang membentuk suatu sistem yang berurutan
commit to user
25
b. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi sistem akuntansi
pemberian kredit perusahaan sebagai berikut:
1) Unit organisasi yang terkait
a) Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab
fungsional secara tegas
b) Sistem wewenang dan otorisasi
c) Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap
unit organisasi
d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya
2) Dokumen yang digunakan
a) Pencatatan nomor urut tercetak pada dokumen sehingga
pemakaiannya dapat dipertanggungjawabkan
b) Dokumen yang digunakan tersebut harus sudah cukup
memadai dan cukup merekam data-data kegiatan pemberian
kredit
c) Dokumen yang digunakan dibuat rangkap agar tidak terjadi
penyelewengan
3) Catatan akuntansi yang digunakan
a) Catatan akuntansi harus berdasarkan dokumen sumber dan
dokumen pendukung
b) Catatan akuntansi harus mencatat semua transaksi yang benar-
commit to user
26
c) Catatan akuntansi harus mencatat transaksi dalam periode
akuntansi yang sebenarnya
4) Jaringan prosedur yang membentuk sistem
a) Jaringan prosedur yang membentuk suatu sistem akuntansi
harus dapat membentuk sistem pemberian kredit yang
sebenarnya
b) Jaringan prosedur yang membentuk suatu sistem akuntansi
harus dapat dilaksanakan sesuai dengan sistem tersebut
5) Bagan Alir yang digunakan
a) Kesesuaian yang mengkomunikasikan hasil analisis sistem dan
rancangan sistem kepada pemakai informasi
b) Bagan alir telah mencerminkan aliran data dan dokumen dalam
sistem digunakan simbol-simbol standar
c) Antara prosedur sistem yang telah dirinci dengan yang
digambarkan saling berkesesuaian
3. Kredit
a. Pengertian Kredit
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tentang Perbankan
Tahun 1992 yang telah diperbaharui dalam Undang-undang
Perbankan Nomor 10 tahun 1998, kredit adalah merupakan dasar
perikatan dimana seseorang berhak untuk mendapatkan sesuatu dari
orang lain. Kredit merupakan pinjaman dimana seseorang
commit to user
27
kembali. Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat
disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan pinjam meminjam
antara Bank dengan lain pihak dalam hal mana pihak peminjam
berkewajiban melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu
dengan jumlah bunga yang telah ditentukan (Muljono, 1993: 10).
Kredit adalah suatu hak untuk menerima pembayaran atau
kewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu diminta, atau
pada waktu yang akan datang karena penyerahan barang-barang
sekarang (Suyatno, 1992: 13).
Pemberian kredit atau pencairan fasilitas kredit adalah setiap
transaksi yang telah disetujui oleh bank. Dalam praktiknya, pencairan
kredit ini berupa pembayaran dan atau pemindahbukuan atas beban
rekening pinjaman atau fasilitas lainnya (Suyatno, 1992: 84).
b. Unsur-unsur Kredit
Menurut Suyatno (1992: 14), unsur-unsur yang terdapat dalam kredit
adalah sebagai berikut:
1. Kepercayaan, yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi
yang diberikannya baik dalam bentuk uang, barang, atau jasa akan
benar-benar diterimanya kembali dalam jangka waktu tertentu di
masa yang akan datang
2. Waktu, yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian
prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang
commit to user
28
3. Degree of Risk, yaitu suatu tingkat risiko yang akan dihadapi
sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara
pemberian prestasi dan kontraprestasi yang akan diterima
kemudian hari
4. Prestasi, atau obyek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk
uang, tetapi juga dapat bentuk barang atau jasa. Namun karena
kehidupan modern sekarang ini didasarkan pada uang, maka
transaksi-transaksi kredit yang menyangkut uang yang sering
dijumpai dalam praktik perkreditan
c. Manfaat Kredit 1. Bagi Debitur
a) Dapat mencukupi kebutuhan usaha
b) Dapat memperlancar dan mengembangkan usaha.
c) Rahasia keuangan debitur terjamin
2. Bagi bank
a) Dapat memperoleh keuntungan
b) Menjaga kestabilan rasio likuiditas bank
c) Dapat memperlancar dan mengembangkan operasional bank
3. Bagi Pemerintah
a) Sebagai alat untuk memacu pertumbuhan ekonomi
b) Sebagai alat peningkatan dan pemerataan pendapatan
masyarakat
commit to user
29
d. Jenis-jenis Kredit
Menurut Suyatno (1992:25), jenis-jenis kredit perbankan kepada
masyarakat dapat dilihat dari berbagai sudut, yaitu sebagai berikut:
1. Dilihat dari sudut tujuannya
a) Kredit konsumtif
Kredit konsumtif adalah kredit yang diberikan dengan tujuan
untuk memperlancar jalannya proses konsumtif (memenuhi
kebutuhan sehari-hari) atau kredit yang dipakai untuk satu
siklus habis
b) Kredit Produktif
Kredit Produktif adalah kredit yang diberikan dengan tujuan
untuk memperlancar jalannya proses produksi (memenuhi
kegiatan usahanya) atau kredit yang dipakai tidak untuk satu
siklus habis
2. Dilihat dari sudut jangka waktunya
a) Kredit Jangka Pendek (Short Term Loan)
Kredit Jangka Pendek adalah kredit yang berjangka waktu
maksimal 1 tahun
b) Kredit Jangka Menengah (Medium Term Loan)
Kredit Jangka Menengah adalah kredit yang berjangka waktu
commit to user
30
c) Kredit Jangka Panjang (Long Term Loan)
Kredit Jangka Panjang adalah kredit yang berjangka waktu
lebih dari 3 tahun
3. Dilihat dari sudut jaminannya
a) Kredit tanpa jaminan (Unsecured Loan)
Kredit tanpa jaminan adalah kredit yang diberikan kepada
debitur tanpa adanya jaminan.dari debitur, contoh: Kredit
Usaha Tani
b) Kredit dengan jaminan (Secured Loan)
Kredit dengan jaminan adalah kredit yang diberikan bank
kepada debitur dengan adanya jaminan dari debitur.
4. Dilihat dari sudut penggunannya
a) Kredit Eksploitasi
Kredit Eksploitasi adalah kredit berjangka waktu pendek yang
diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan untuk membiayai
kebutuhan modal kerja perusahaan sehingga dapat berjalan
dengan lancar
b) Kredit Investasi
Kredit Investasi adalah kredit jangka menengah atau jangka
panjang yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan
commit to user
31
5. Dilihat dari sumber dananya
a) Kredit dari Dalam Negeri
Kredit dari Dalam Negeri adalah kredit yang sumber dananya
berasal dari bank-bank di dalam negeri dalam valuta rupiah.
b) Kredit dari Luar Negeri
Kredit dari Luar Negeri adalah kredit yang sumber dananya
berasal dari luar negeri baik dalam valuta asing maupun rupiah.
e. Jaminan kredit
Jaminan atau agunan adalah penyerahan kekayaan dari debitur
kepada kreditur sebagi pernyataan kesanggupan seseorang untuk
menanggung pembayaran kembali suatu hutang (Suyatno 1995: 81).
Kegunaan dari barang jaminan atau agunan adalah untuk
memberikan hak dan kekuasaan kepada bank guna memperoleh
pelunasan kredit dari hasil penjualan barang jaminan apabila debitur
melakukan ingkar janji dan mendorong kepada debitur untuk
memenuhi perjanjian kredit. Secara umum, jaminan perkreditan dapat
dilihat dari berbagai sudut, yaitu:
1. Dari pemilik barang jaminan itu sendiri, yaitu:
a) Dapat berupa kekayaan si debitur yang bersangkutan, dan
b) Dapat berupa kekayaan dari pihak ketiga lainnya yang
commit to user
32
2. Dari fungsi dalam kegiatan perkreditan, sebagai berikut:
a) Jaminan utama, yaitu barang yang diperoleh dari kredit yang
dijaminkan, dan
b) Jaminan tambahan, yaitu barang jaminan lainnya dengan
maksud sebagai tambahan alat pengaman
3. Dari jumlah kreditur, dibedakan menjadi jaminan tunggal dan
jaminan gabungan, antara lain:
a) Jaminan tunggal, yaitu suatu kekayaan hanya ada pengikatan
jaminan dengan satu bank saja, dan
b) Jaminan gabungan, yaitu diikat sebagai barang jaminan oleh
beberapa kreditur secara bersama-sama atau sendiri oleh
masing-masing kreditur yang bersangkutan.
4. Dari sudut yuridis, dapat dibedakan menjadi jaminan kebendaan
dan jaminan bukan kebendaan
a) Jaminan kebendaan, dapat dibedakan menjadi:
1) Benda bergerak, yaitu mempunyai ciri-ciri sifatnya tidak
bergabung dengan tanah, contoh: kendaraan bermotor.
2) Benda tidak bergerak, yaitu mempunyai ciri-ciri yang
sifatnya tidak bergerak, (misalnya tanah,bangunan) dan
ditentukan oleh undang-undang (misalnya hak guna
bangunan)
b) Jaminan bukan kebendaan, yaitu suatu perjanjian dimana pihak
commit to user
33
menyanggupi pembayaran suatu hutang apabila orang yang
berhutang tidak menepati janjinya
f. Prinsip-prinsip
Menurut Muljono (1993: 11), prinsip-prinsip perkreditan yang
sering disebut dengan 5C atau 6C adalah sebagai berikut:
a. Character
Character adalah keyakinan dari pihak bank bahwa si peminjam
mempunyai moral, watak, ataupun sifat-sifat pribadi yang positif
dan kooperatif dan juga mempunyai rasa tanggung jawab baik
dalam kehidupan pribadi sebagai manusia, sebagai anggota
masyarakat ataupun dalam menjalankan kegiatan usahanya
b. Capacity
Capacity adalah suatu penilaian kepada calon debitur mengenai
kemampuan melunasi kewajiban-kewajibannya dari kegiatan usaha
yang dilakukannya yang akan dibiayai dengan kredit dari bank
c. Capital
Capital adalah jumlah dana atau modal sendiri yang dimiliki oleh
calon debitur
d. Collateral
Collateral adalah barang-barang jaminan yang diserahkan oleh
peminjam atau debitur sebagai jaminan atas kredit yang
commit to user
34
e. Condition of economy
Condition of economy adalah situasi dan kondisi politik, sosial,
ekonomi, budaya, dan lain-lain yang mempengaruhi keadaan
perekonomian pada saat maupun untuk kurun waktu tertentu yang
kemungkinannya akan dapat mempengaruhi kelancaran usaha dari
perusahaan yang memperoleh kredit
f. Constraint
Constraint adalah batasan-batasan atau hambatan-hambatan yang
tidak memungkinkan seseorang melakukan bisnis di suatu tempat
g. Fungsi kredit
Fungsi kredit menurut Suyatno (1992: 16) adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang
b. Meningkatkan daya guna dan peredaran barang
c. Sebagai salah satu alat stabilitas ekonomi
d. Meningkatkan kegairahan usaha
e. Meningkatkan pemerataan pendapatan
f. Sebagai alat untuk meningkatkan hubungan internasional
h. Plafon Kredit
Plafon merupakan alat dalam perencanaan kredit terutama
untuk menjamin flexibilitas suatu planning. Plafon atau pagu kredit
juga merupakan alat dalam mengendalikan likuiditas serta untuk
tujuan-tujuan rentabilitas. Untuk memperbesar rentabilitas, maka
commit to user
35
seluruhnya ditempatkan dalam kredit dan fasilitas-fasilitas lainnya.
Sedangkan untuk keperluan menjaga posisi likuiditas, kantor pusat
dapat menahan sejumlah tertentu untuk menjaga kestabilan posisi
keuangan bank sewaktu-waktu.
4. Tinjauan Mengenai Suku Bunga