E. Unsur Penunjang Lain
2.1.2. Sistem Tata Pamong
Pelaksanaan Tata Pamong secara Kredibel
Pelaksanaan tata pamong secara kredibel tercermin dari sistem pemilihan unsur pimpinan fakultas, senat fakultas, dan unsur pelaksana akademik, yang seluruhnya dilaksanakan secara demokratis, mengacu pada peraturan terkait. Misalnya pada sistem pemilihan Dekan FTP yang mengacu pada Peraturan Senat Universitas Brawijaya nomor 351/PER/2010 tentang Tata Cara Penjaringan, Pertimbangan dan Pengangkatan Dekan di Universitas Brawijaya, yang secara umum bisa dideskripsikan bahwa pelaksanaan tata cara penjaringan, pertimbangan dan pengangkatan Dekan dilaksanakan dengan prinsip : jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia yang melibatkan semua unsur fakultas, yaitu dosen, perwakilan tenaga administrasi dan perwakilan mahasiswa, dengan mengikuti kaidah demokrasi permusyawaratan yang berlaku. Dimana peraturan-peraturan tersebut dapat langsung diakses secara online dari website FTP.
Kredibilitas pelaksanaan tata pamong FTP juga dapat ditinjau pada sistem perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan laporan yang dibuat oleh unsur-unsur pimpinan fakultas, senat fakultas, unsur pelaksana akademik, unsur pelaksana administrasi, dan unsur penunjang lain. Perencanaan prioritas kegiatan dan anggaran tahunan disusun bersama antara Pimpinan Fakultas, Jurusan dan Sub bagian, yang selanjutnya dituangkan dalam DIPA dan RBA (Rencana Bisnis Anggaran) untuk mendapat pertimbangan dalam Rapat Senat. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan rencana dan pendanaannya melalui mekanisme
dropping, termasuk penerapan Keppres No 80 th 2003 dalam pengadaan barang dan
jasa. Ada beberapa bentuk evaluasi pelaksanaan. Evaluasi insidental ditempuh melalui Rapat Pimpinan dan Rapat Koordinasi 2 mingguan. Evaluasi bulanan dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Evaluasi semesteran disampaikan dalam Rapat Dosen Lengkap yang sekaligus menjaring masukan untuk kegiatan semester berikutnya. Evaluasi tahunan dilakukan terhadap dan oleh seluruh komponen yang laporannya dituangkan dalam LAKIP Fakultas. Tiap akhir tahun anggaran, Dekan membuat laporan penyelenggaraan organisasi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kerja sama, kerumahtanggan, pengembangan dosen, tenaga administrasi, aliran kas (cash flow) dan kemahasiswaan. Laporan tahunan juga disampaikan dalam Rapat Senat Fakultas.
.
Dalam rangka meningkatkan kemapuan dan layanan Bahasa Inggris di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian Pada Tanggal 1 Mei 2013 didirikan Unit Layanan Bahasa Inggris. Unit layanan Bhasa inggris juga turut memfasilitasi mahasiswa dan staff untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris
Pilot Plan
Pilot Plan didirikan pada bulan April 2013 dengan tugas melayani pelaksanaan praktikum, penelitian, pelatihan, dan menghasilkan produk-produk yang memiliki potensi komersial.
Untuk menunjang pelaksanaan tata pamong secara kredibel, maka dilakukan pendekatan terhadap sistem pengambilan keputusan dan kebijakan secara demokratis, terkoordinasi, transparan dan sistemik. Hal ini dilakukan untuk dapat menciptakan suasana yang sehat serta menumbuhkan rasa memiliki dan keterlibatan dalam setiap kegiatan dan pengembangan yang dilakukan institusi. Namun demikian, dalam hal-hal mendesak dan memerlukan suatu pengambilan keputusan dalam situasi yang tidak bisa mencapai titik temu, pimpinan fakultas secara bertanggung jawab mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai masukan yang ada serta memperhatikan visi dan misi Fakultas.
Pelaksanaan Tata Pamong secara Transparan
Transparansi pelaksanaan tata pamong di FTP mencakup 4 aspek : perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan laporan. Aplikasi transparansi pelaksanaan tata pamong tersebut, salah satunya adalah pelaksanaan Rapat Koordinasi 2 mingguan yang dilakukan untuk membicarakan berbagai aspek penyelenggaraan organisasi ditingkat Sub-Bagian, dan bulanan untuk tingkat fakultas. Selain itu, juga dilaksanakan Rapat Pimpinan setiap bulan sekali dan Rapat Senat setiap 4 bulan sekali, sebagai bagian dari transparansi database bidang pendidikan, keuangan, kepegawaian dan sarana-prasarana yang telah dibangun di FTP.
Pada evaluasi kegiatan akademik yang sudah berjalan dilakukan dengan didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah, universitas maupun kesepakatan yang telah dirumuskan bersama. Dalam pemberian nilai akhir pada mahasiswa, dosen juga menerapkan sistem yang transparan sehingga mahasiswa dapat menghitung nilai yang akan diperoleh sesuai dengan bobot masing masing komponen penilaian (tugas, UTS, UAS dan QUIS) sesuai dengan kisi-kisi perkuliahan.
Selain itu, evaluasi kualitas pelaksanaan tri dharma dilakukan secara periodik dengan melibatkan pimpinan jurusan serta staff administrasi pendukung. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk mendorong peningkatan kualitas yang berkelanjutan.Untuk mendukung hal tersebut, system informasi terus dikembangkan sebagai penguatan dalam aspek pencatatan dan untuk dukungan analisis. Salah satunya dengan penilaian DP3 dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek transparansi dalam penilaian. Dosen menyusun Evaluasi Waktu Mengajar Penuh (EWMP) dan Evaluasi Kinerja Dosen Bersertifikat (EKDB) (untuk dosen yang sudah tersertifikasi) atas tugas dan pekerjaan yang dilakukan pada semester yang berjalan. Capaian kinerja dosen dapat dimonitor melalui mekanisme sistem pencatatan aktif oleh dosen melalui website portofolio dosen.
Selanjutnya, dalam hal manajemen keuangan dilaksanakan secara transparan dengan melibatkan unsur-unsur dari jurusan dalam perencanaan anggaran dan implementasinya. Pada setiap agenda pembahasan rencana kerja dan anggaran, usulan disusun dari tingkat bawah dan selanjutnya dibahas dalam tingkat fakultas untuk dipergunakan sebagai ketetapan anggaran. Transparansi di bidang keuangan, dilakukan melalui rapat senat, rapat pimpinan, rapat dosen lengkap maupun mekanisme lain. Rapat dosen lengkap FTP dihadiri oleh seluruh dosen, pimpinan dan senat yang dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun yang didalamnya dilakukan pembahasan keuangan secara lebih rinci dan mendetail. Produk yang dihasilkan adalah Rencana anggaran dan Program Kerja FTP untuk tahun anggaran yang akan datang. Di samping itu dibahas pula hal-hal yang berkaitan dengan masalah keuangan untuk tahun anggaran berjalan. Hasil rapat kerja selanjutnya dipresentasikan di dalam rapat senat FTP untuk menyempurnakan rencana anggaran tersebut. Ketua jurusan dapat mengetahui secara langsung berbagai aspek keuangan fakultas. Besaran-besaran keuangan berupa arus dana masuk maupun penggunaannya disampaikan oleh pimpinan fakultas sebagai wujud dari transparansi penggunaan keuangan.
Salah satu contoh aplikasi penggunaan anggaran adalah pengadaan barang/sarana prasarana/fasilitas dilakukan secara transparan dan dilaksanakan oleh panitia pengadaan dengan memperhatikan kebutuhan yang didasarkan permintaan jurusan dan atau atas inisiatif pimpinan fakultas. Pengadaan barang/sarana prasarana/fasilitas disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
Pelaksanaan Tata Pamong secara Akuntabel
Untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan tata pamong bidang akademik, maka setiap penyelesaian, pengambilan keputusan ataupun kebijakan yang terkait dengan masalah akademik dilakukan secara musyawarah dengan ketua jurusan dan atau ketua program studi. Dekan, melalui Pembantu Dekan Bidang Akademik, bertanggung jawab dalam keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan berperan aktif dalam melakukan proses monitoring pada pelaksanaan ketetapan. Koordinasi dengan ketua jurusan dan atau ketua program studi selalu diadakan secara rutin. Kegiatan kordinasi di bidang akademik ini diantaranya terkait dengan penyusunan kalender akademik (jadwal kuliah, praktikum dan ujian) pelaksanaan Tugas Akhir, evaluasi studi mahasiswa, penetapan daya tampung, penetapan besar dana DPP/SPP untuk penelitian dan pengabdian tiap jurusan. Selain itu, pada penentuan penelitian dan pengabdian yang terpilih untuk dibiayai dengan dana DPP/SPP, dilakukan dengan melibatkan unsur reviewer diluar FTP untuk menjamin akuntabilitas serta kredibilitas proses dan produk penentuan, yang kemudian diumumkan oleh tim BP3M.
Selain itu, dalam hal pengembangan kompetensi keilmuan diwujudkan dalam hal penyusunan roadmap, yang tanggung jawab pelaksanaannya diserahkan secara penuh pada masing jurusan dengan memperhatikan analisis SWOT dari masing-masing jurusan. Selanjutnya roadmap yang telah disusun di masing-masing-masing-masing jurusan dipresentasikan ditingkat fakultas dalam pertemuan umum sehingga secara akuntabel dapat diketahui oleh civitas akademika.
Begitu juga pada aspek keuangan, penyusunan Rencana Anggaran dan Program Kerja FTP yang melibatkan semua unsur dengan menggunakan aspek-aspek proporsionalitas dan kualitas sebagai acuan penyusunan, menghasilkan suatu produk Rencana Anggaran dan Program Kerja FTP yang akuntabel.
Pelaksanaan Tata Pamong yang Bertanggung Jawab
Untuk memperlancar setiap aktivitas yang dilakukan serta menjaga pelaksanaan tata pamong yang bertanggung jawab maka, setiap aktivitas harus selalu mengacu pada peraturan peraturan yang berlaku secara nasional maupun peraturan peraturan yang telah disusun dan ditetapkan oleh universitas maupun fakultas. Peraturan peraturan yang telah ditetapkan atau produk fakultas meliputi peraturan pendukung di bidang keuangan, peraturan pendukung di bidang sarana prasarana dan peraturan pendukung di bidang akademik. Peraturan yang ada dapat berlaku pada seluruh civitas akademika maupun sebagian diantaranya. Peraturan pendukung di bidang keuangan yang telah diberlakukan adalah: peraturan tentang besaran insentif dan peraturan tentang besaran honorarium untuk Ketua & Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi, Ketua Laboratorium, peraturan tentang pengajuan dana (droping), peraturan penyampaian pertanggung jawaban, peraturan pemotongan insentif, peraturan honorarium dan lain-lain.
Pelaksanaan tata pamong bidang akademik disesuaikan dengan tanggung jawab pelaksanaan terhadap peraturan yang berlaku. Peraturan pendukung di bidang akademik antara lain peraturan penilaian kemampuan akademik, sanksi akademik, peraturan terminal, peraturan ujian, pendaftaran wisuda, regrestrasi, pengajuan penundaan SPP, dll. Peraturan tersebut tertuang dalam bentuk buku pedoman. Sedangkan Peraturan pendukung di bidang akademik lainnya adalah penyusunan jadwal kuliah, perkuliahan,
penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, peninjauan kembali kurikulum, kuliah kerja nyata–profesi, kuliah kerja nyata–Tematik, kuliah kerja nyata-mahasiswa berprestasi dll. Peraturan-peraturan tersebut tertuang dalam bentuk buku pedoman, manual prosedur sampai saat ini telah disusun sebanyak 21 MP yang tersebar di berbagai bidang.
Pelaksanaan Tata Pamong secara Adil
Pelaksanaan tata pamong untuk mencapai standar mutu yang diharapkan, dilakukan dengan memberikan dorongan dan pengarahan untuk pencapaian kinerja yang optimal. Pemberian reward dan punishment serta penerapan aturan dilakukan secara bijak dan adil. Setiap pelanggaran aturan akan dikenakan teguran atau sangsi sesuai aturan kepegawaian dengan mempertimbangkan berat ringannya pelanggaran serta dilanjutkan dengan pembinaan kepada yang bersangkutan. Teguran dan sangsi tersebut dibangun dalam konteks pengembangan tanggung jawab dan kompetensi. Reward yang diberikan kepada dosen atas kegiatan PBM diharapkan dapat memberi motivasi yang lebih baik kepadanya untuk berkarya lebih baik. Dengan adanya reward ini akan sekaligus dapat digunakan sebagai sarana pemantauan kegiatan dosen dalam PBM. Adapun contoh
reward yang diberikan adalah reward pembuatan buku/text book, powerpoint, dosen
berprestasi dan CIVA-Award (pemilihan dosen dengan berbagai kategori penilaian seperti dosen terkomunikatif, terdisiplin, terfavorit) yang merupakan kerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP UB.
2.2 Kepemimpinan
Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.
Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistis, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi. Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dikenal kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik. Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan visi, misi ke dalam kegiatan operasional program studi. Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam organisasi perguruan tinggi. Kepemimpinan publik berkaitan dengan kemampuan menjalin kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik.
Jelaskan pola kepemimpinan dalam program studi, mencakup informasi tentang kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik.
Pola Kepemimpinan
Sistem kepemimpinan struktural di Fakultas Teknologi Pertanian, terdiri dari kepemimpinan di tingkat Fakultas, tingkat Jurusan dan tingkat Program Studi. Di tingkat Fakultas, tanggung jawab kepemimpinan lebih ditekankan pada aspek perencanaan, pengembangan dan aplikasi sistem pendidikan dan penjaminan mutu, administrasi kepegawaian dan keuangan. Sedangkan di tingkat Jurusan dan program studi lebih ditekankan pada aspek kompetensi keilmuan dan kepakaran masing-masing dosen.
a. Kepemimpinan di Tingkat Fakultas
Pengelolaan Fakultas dipimpin oleh seorang Dekan. Dalam menjalankan fungsinya dekan dibantu 3 orang Pembantu Dekan (I, II, dan III). Kepemimpinan di Fakultas Teknologi Pertanian cenderung bersifat kolektif dengan pembagian kerja sesuai bidang diantara para PD (I, II dan III) dengan Dekan sebagai koordinator. Setiap PD secara fungsional dibantu oleh jajaran pegawai administrasi sesuai bidangnya. PD I dibantu oleh pegawai administrasi sub-bag akademik, PD II secara fungsional membawahi jajaran pegawai administrasi pada sub-bagian umum dan perlengkapan serta keuangan dan kepegawaian, sedangkan pegawai administrasi sub-bagian kemahasiswaan membantu tugas PD III.
Koordinasi antar bidang di bawah ketiga PD serta koordinasi dengan Dekan berjalan dengan baik dan dijalin melalui pertemuan formal maupun informal. Tugas-tugas yang bersifat lintas bidang dilaksanakan secara bersama dengan melibatkan unsur pelaksana dari bidang yang terkait setelah melalui pembicaraan dan pengambilan keputusan bersama. Dalam menjalankan tugas dan wewenang, Dekanat lebih menekankan pada pendekatan persuasif dan pembinaan, baik kepada dosen maupun pegawai administrasi.
b. Kepemimpinan di Tingkat Jurusan
Jurusan dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu seorang Sekretaris. Ketua jurusan bersama-sama dengan KPS (Ketua Program Studi) dan Ketua Laboratorium (KALAB) mengembangkan keilmuan sesuai dengan kompetensi program studi. Tugas Jurusan lebih bersifat teknis dan lebih ditekankan pada bidang akademik. Untuk saat ini karena jurusan hanya mengelola satu PS-S1, maka Ketua Jurusan secara ex-officio merangkap sebagai Ketua PS-S1 dan membawahi Ketua Program Magister (S2). Sedangkan dalam perkembangannya mulai tahun 2011, setiap jurusan memiliki lebih dari 1 PS sehingga tugas dari ketua jurusan di bantú oleh ketua program studi. Khusus untuk Minat Studi Program Doktoral (S3) saat ini masih berada di PS Ilmu Tanaman di bawah Fakultas Pertanian, sedangkan koordinasi di tingkat fakultas dilakukan oleh Pembantu Dekan I.
Jurusan mengelola sejumlah laboratorium sehingga para KALAB bertanggungjawab pada Ketua Jurusan. Seluruh kegiatan yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan laboratorium, pengaturan dosen pengampu matakuliah, pembagian tugas dosen pembimbing akademik, praktek kerja lapang dan tugas akhir mahasiswa dan lain-lain menjadi wewenang dan tanggungjawab pihak jurusan. Untuk keperluan administrasi yang menunjang pelaksanaan tugasnya, dalam penyelenggaraan kegiatan jurusan dibantu oleh seorang koordinator administrasi.
Pihak Ketua Jurusan juga dilibatkan dalam urusan promosi jabatan dan pangkat dosen maupun pegawai administrasi yang dibawahinya. Pertimbangan dari Jurusan sangat diperhatikan dalam hal mutasi dan pemberian sanksi pegawai, dan secara umum dengan memberikan penilaian kinerja Dosen dan Pegawai administrasi melalui Daftar Penilaian Prestasi Pegawai (DP3).
Secara fungsional, Tiap-tiap Pimpinan Jurusan juga melakukan pembinaan profesi Mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Terdapat 3 HMJ, yaitu Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista), Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (Himateta), Himpunan Mahasiswa Teknolgi Industri Pertanian (Himatitan).
c. Kepemimpinan di Tingkat Program Studi
Program Studi S1
Program Studi S1 atau biasa disebut dengan Program Studi Sarjana, dipimpin oleh seorang Ketua Program Studi (PS), yang berada di bawah koordinasi masing-masing Ketua Jurusan. Pada Fakultas Teknologi Pertanian terdapat tiga PS Sarjana, yaitu : PS Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), PS Keteknikan Pertanian (TEP) dan PS Teknologi Industri Pertanian (TIP). Untuk jabatan Ketua PS-S1 sekaligus dirangkap oleh Ketua Jurusan, karena masing-masing Jurusan hanya terdapat satu PS-S1. Akan tetapi mulai tahun 2011 dilakukan pemisahan antara ketua jurusan dan ketua PS-S1 dalam rangka untuk meningkatkan efesiensi dan profesionalitas kinerja.
Program Studi S2
Pada Fakultas Teknologi Pertanian terdapat dua Program Studi (PS) S2 atau biasa disebut dengan Program Studi Magister, yaitu : PS Teknologi Hasil Pertanian (THP) dan PS Teknologi Industri Pertanian (TIP). Program Studi Magister, dipimpin oleh seorang Ketua Program Studi, yang bertanggungjawab dalam hal penyelenggaraan kegiatan akademik S2, meliputi kegiatan penetapan mata kuliah yang ditawarkan tiap semester, pemilihan dosen pengampu dan pembimbing, serta monitor dan evaluasi (monev) proses belajar mengajar (PBM). Ketua PS dipilih
berdasarkan
rapat di tingkat Jurusan masing-masing, dengan memperhatikan persyaratan pendidikan (minimal S3), jejak rekam kinerja dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memperhatikan aspirasi semua dosen yang ada di tingkat jurusan.Secara periodik KPS S2 melakukan evaluasi kurikulum bersama-sama dengan pihak jurusan dan fakultas sebagai bahan dalam rekonstruksi kurikulum setiap 4 tahun sekali. Ketua PS tersebut bertanggungjawab terhadap Ketua Jurusan masing-masing, dan dalam pelaksanaan tugas Ketua PS Magister dibantu oleh tenaga administrasi yang berkantor khusus di Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Pertanian.
Program Studi S3
Fakultas Teknologi Pertanian memiliki satu PS program doktor yaitu PS Teknologi Industri Pertanian (TIP). Ketua Program Studi, yang bertanggungjawab dalam hal penyelenggaraan kegiatan akademik S3, meliputi kegiatan penetapan mata kuliah yang ditawarkan tiap semester, pemilihan promotor dan co. promotor, serta monitor dan evaluasi (monev) proses belajar mengajar (PBM).