campur, Bahasa daerah, Imamah
GOAL: RUKUN DAN
1.8. Sistematika Penulisan
Disertasi ini terdiri atas tujuh bab. Masing-masing bab terdiri atas sub-sub bab yang menjawab pokok persoalan dalam setiap pembahasan bab. Setiap bab membahas persoalan yang berbeda, tetapi secara umum masih memiliki ke-terkaitan antara bab yang satu dengan yang lain. Terdapat tiga bab yang merupakan penjabaran dari pertanyaan penelitian yang diajukan. Bab-bab tersebut merupakan media untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Di antara
tujuh bab tersebut, terdapat dua bab yang berisi tentang setting penelitian, baik isu maupun lokasi. Selain yang dijelaskan tersebut, terdapat satu bab yang merupakan bab penghubung antara kedua setting tadi.
Bab pertama berisi tentang alasan yang melatarbelakangi mengapa me-milih topik pengelolaan keragaman kelompok etnis termasuk peme-milihan Jama‟ah Muslimin di Kota singkawang sebagai objek penelitian. Selanjutnya, diuraikan permasalahan dan beberapa pertanyaan yang mendasari setiap bab yang ada dalam disertasi ini. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dijabarkan dalam bab-bab pembahasan. Selain itu, diuraikan pula kerangka konseptual yang digunakan, metode pengumpulan data, serta tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. Bab ini merupakan bab pengantar yang memberikan gambaran secara umum mengenai disertasi ini.
Bab kedua merupakan setting lokasi penelitian yang berisi tentang sejarah pemerintahan Kota Singkawang, kondisi/letak geografis daerah penelitian, kondisi penduduk termasuk sosial budaya politik dan ekonomi masyarakatnya.
Bab ketiga disertasi ini berisi tentang pembahasan secara singkat seputar sejarah, keberadaan dan hal-hal lain yang terkait dengan Jama‟ah Muslimin di Kota Singkawang. Pada bab ini, asal-usul keberadaan Jama‟ah Muslimin diuraikan untuk memberikan pemahaman tentang seluk-beluk Jama‟ah Muslimin ini. Kemudian, aspek ajaran, sistem kepemimpinan, simbol, dan latarbelakang Jama‟ah Muslimin juga diuraikan meskipun tidak secara detail mengingat persoalan tersebut bukan merupakan fokus utama disertasi ini. Dengan demikian, pemahaman tentang Jama‟ah Muslimin khususnya yang bersifat fundamental
dapat diketahui melalui bahasan dalam bab ini.
Bab keempat dijelaskan tentang strategi pengelolaan keragaman etnis yang dilakukan oleh Jama‟ah Muslimin. secara umum berisi tentang strategi pengelolaan keragaman kelompok etnis berisi tentang proses yang dilakukan oleh Jama‟ah Muslimin dalam mengelola keragaman etnis kelompok etnis. Dalam hal ini, bagaimana sikap Jama‟ah Muslimin di lingkungan pergaulan sosial mereka. Demikian pula, dipaparkan tentang kondisi dan perkembangan Jama‟ah Muslimin baik dari segi doktrin agama maupun pengikut yang selama ini terus mengalami perubahan. Ajaran-ajaran yang masih dianut oleh Jama‟ah Muslimin menjadi bagian penting pembahasan bab ini. Dalam tema besar tersebut, penulis mengemukakan beberapa uraian mengenai strategi dan kebijakan Jama‟ah Muslimin dalam memainkan perannya di daerah Kota Singkawang. Di samping itu, pada bab ini dijelaskan pula mengenai pola relasi yang terbangun antara anggota Jama‟ah Muslimin dengan masyarakat di luar Jama‟ah Muslimin dan pemahaman tentang bait yang selama ini sering dipertentangkan. Peranan Jama‟ah Muslimin dalam mengelola keragaman etnis dan menyelesaikan konflik juga tidak luput dari uraian bab ini.
Bab Kelima memberikan identifikasi analitis tentang faktor-faktor yang menentukan keberhasilan Jama‟ah Muslimin dalam mengelola keragaman etnis baik secara internal dalam komunitas mereka maupun faktor-faktor eksternal yang membuat pengelolaan keragaman etnis di Singkawang berhasil. Pada bab ini diungkapkan rahasia dibalik keberhasilan Jama‟ah Muslimin mengelola keragaman etnis kelompok etnis di Kota Singkawang. Faktor faktor komitmen,
program kerja Jama‟ah Muslimin yang mendukung keberhasilan termasuk faktor relasi sosial dan kearifan lokal memberi warna keberhasilan Jama‟ah Muslimin. Bagaimana kondisi keseharian Jama‟ah Muslimin yang hidup berdampingan dengan masyarakat muslim lainnya. Di samping itu, juga faktor internal dan ekternal yang mendorong keberhasilan Jama‟ah Muslimin berperan dalam mengiringi dinamika pergaulan mereka dan relasi mereka dengan pemerintah dan lembaga etnis lainnya.
Bab keenam, berisi pemaparan tentang akomodasi kekuatan lokal dalam pengelolaan keragaman etnis di Singkawang. Dijelaskan pula pada bab ini Kota Singkawang sebagai daerah tempat bertemunya tiga budaya dan tiga kelompok etnis. Masing masing; pertama, etnis Melayu dari Kabupaten Sambas; kedua Etnis Dayak dari Kabupaten Bengkayang; dan ketiga merupakan campuran antara budaya masyarakat Cina dengan masyarakat imigran. Hubungan masyarakat etnis Cina dengan masyarakat pribumi diurai dalam bab ini. Dibahas juga pada bab keempat ini heterogenitas dan dinamika masyarakat Kota Singkawang. Bab ini, juga menggambarkan bagaimana upaya Jama‟ah Muslimin secara cerdas menetapkan kota Singkawang sebagai homebase dalam proses menyatukan kembali kelompok etnis yang pernah bertikai di KalBar melalui berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai elemen termasuk Pemerintah daerah. Di sisi lain, dikemukakan pula pihak pihak yang terlibat dalam pengelolaan keragaman kelompok etnis. Dijelaskan juga pada bab ini tentang Singkawang sebagai kota multietnis. Kota Singkawang juga dikenal sebagai kota paling aman, tidak pernah ada konflik. Oleh sebab itu, kota ini selalu dijadikan bunker (penampungan)
korban kerusuhan dari daerah konflik etnis yang pernah terjadi di KalBar. Dibahas juga pada bab ini dinamika keberagaman etnis di kota Singkawang namun tidak pernah ada terjadi gesekan sosial. Secara umum ditampilkan gambaran mengenai kondisi sosial kemasyarakatan di daerah penelitian ini. Pada bab ini tergambar dengan jelas kondisi sosial yang sedang terjadi saat ini termasuk hubungan-hubungan sosial antara Jama‟ah Muslimin dengan masyarakat diluar jamaah dan Jama‟ah Muslimin dengan pemerintah daerah.
Bab ketujuh disertasi ini merupakan bab terakhir, disertasi ini ditutup dengan bab kesimpulan berupa poin-poin penting yang terdiri dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan. Kesimpulan ini memuat uraian singkat yang menunjukkan adanya berbagai upaya Jama‟ah Muslimin melakukan pengelolaan terhadap keragaman agama. Demikian pula, uraian bab ini memberikan gambaran mengenai aktualisasi Jama‟ah Muslimin dalam kapasitasnya sebagai masyarakat dan warga negara yang juga memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan orang lain.