• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistematika Penulisan

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS PERIODE (Halaman 24-0)

Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Sistematika Perencanaan Strategis (Renstra) Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 - 2022 adalah sebagai berikut:

BAB I P E N D A H U L U A N

Pada bab ini berisi tentang: Latar Belakang yang Pengertian Renstra PD, Fungsi Renstra PD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, Proses penyusunan Renstra PD, Keterkaitan Renstra PD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra Kabupaten/Kota, dan dengan Renja PD,

Landasan Hukum memuat : Memuat penjelasan tentang Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK, kewenangan PD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran PD.

Maksud dan Tujuan Penyusunan Renstra berisi tentang: penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra PD.

Sistematika Renstra memuat tentang; pokok bahasan dalam penulisan Renstra PD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS DAGPERIND

Pada bab ini menguraikan tentang; informasi tentang peran (tugas dan fungsi) PD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki PD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra PD periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas PD yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra PD ini.

Bab ini juga memuat Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi PD. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi PD menguraikan secara singkat; Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan PD, struktur organisasi PD, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon di bawah Kepala PD. Uraian tentang struktur organisasi PD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana PD (proses, prosedur, mekanisme).

Sumberdaya memuat; penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki PD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional

Kinerja PD memuat; tingkat capaian kinerja PD berdasarkan sasaran/target Renstra PD periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan PD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh Pemerintah.

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan PD; Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra PD Kabupaten / Kota, hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan PD pada lima tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.

BAB III a.

b.

c.

d.

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Bab ini memuat:

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan PD;

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan PD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya

Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ; Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi PD yang terkait dengan visi, misi, serta program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan PD dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan PD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tersebut

Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis memuat; apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan PD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan PD ditinjau dari implikasi Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Penentuan Isu-isu Strategis ; Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan PD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan PD ditinjau dari: gambaran pelayanan PD,sasaran jangka menengah pada Renstra PD Kabupaten/Kota, dan implikasi RTRW bagi pelayanan PD.

e. Strategi Kebijakan memuat; rumusan pernyataan strategi dan kebijakan PD dalam lima tahun mendatang

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN

Bab ini menjelaskan pernyataan visi dimana visi ditetapkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Visi pada hakikatnya merupakan pernyataan kehendak tentang apa yang ingin dan mungkin dapat dicapai dalam kurun waktu lima tahun. Visi disusun mengacu pada visi RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin 2017-2022. Misi disusun untuk menjabarkan visi yang telah ditetapkan. Misi dijabarkan menjadi tujuan dan sasaran. Untuk mencapai tujuan dan sasaran ditetapkan strategi yaitu cara mencapai tujuan dan sasaran, yang terdiri atas kebijakan, program dan kegiatan.

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Bab ini menjelaskan rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan Dinas perdagangan dan perindustrian dalam 5 tahun mendatang.

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Bab ini menguraikan pengertian program yaitu instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Bab ini berisi rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif (Perumusan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif).

BAB VII INDIKATOR KINERJA DINAS DAGPERIND SESUAI TUJUAN DAN SASARAN RPJMD.

Penetapan indicator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran,Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja PD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai PD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

Indikator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD BAB VIII PENUTUP

Bab ini menguraikan tentang penutup yang meliputi kaidah pelaksanaan dan penutup.

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN

Untuk mengetahui Gambaran pelayanan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, dapat dilihat dari Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, Komposisi Personalia, Kondisi Lingkungan Strategis, dan Isu Strategis sbb:

2.1 Tugas, Fungsi Dan Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 74 Tahun 2016, tentang Susunan Organisasi,Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, maka Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin adalah :

Kepala Dinas

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, mempunyai tugas melaksanakan segala kebijakan, usaha dan kegiatan di urusan pilihan Perdagangan dan Perindustrian, sesuai dengan kewenangannya dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku;

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Kepala Dinas mempunyai fungsi:

a. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan, keuanngan, kepegawaian pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian;

b. pelaksanaan koordinasi penyusunan program, pengolahan dan pengkajian data dan informasi;

c. penyiapan program dan bahan pelaksanaan dalam bidang industri, kerajinan dan perdagangan;

d. penyusunan rencana dan penjabaran kebijakan teknis, pemberian bimbingan teknis, penyuluhan dan pengawasan dibidang industri, kerajinan dan perdagangan;

e. perumusan dan penjabaran kebijakan teknis dan pengembangan dibidang industri, kerajinan dan perdagangan;

f. penyiapan serta menyelenggarakan kebijakan teknis sesuai dengan kewenangan dibidang perindutrian dan perdagangan;

g. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian penerapan teknologi dan perizinan dibidang industri kimia, agro industri, hasil hutan, logam, mesin elektronika, usaha industri kecil, kerajinan, perdagangan dan perlindungan konsumen, kemetrologian serta pengawasan dan pengendalian pencemaran Industri;

h. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis, memberikan bimbingan, penyuluhan, melakukan pengawasan, pengendalian arus barang dan jasa. Promosi, penyiapan pelaksanaan perizinan serta urusan kemetrologian dibidang perdagangan;

i. penyiapan bahan pengelolaan serta pembinaan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Perdagangan dan Perindustrian; dan

j. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja serta pemberian pelayanan administrasi dan hukum kepada semua unsur di lingkungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin;

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat mempunyai fungsi

a. pelaksanaan urusan umum dan kepegawaian;

b. pelaksanaan urusan keuangan dan Aset

c. pelaksanaan urusan perencanaan program dan pelaporan;

d. pengkoordinasian urusan industri dan perdagangan;

e. pemberian saran-saran dan pertimbangan-pertimbangan kepala dinas tentang langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan

f. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi

Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan daerah, sebagian program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi mempunyai fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

e. pelaksanaan program kerja di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

g. penyusunan laporan kinerja bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

h. melakukan koordinasi, kerjasama dengan instansi terkait berkenaan bidang tugas;

i. membuat laporan kinerja di bidang bina usaha dan pelaku distribusi; dan j. melaksankan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Sarana Distribusi dan Logistik

Bidang Sarana Distribusi dan Logistik mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Distribusi dan Logistik.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bidang Sarana Distribusi dan Logistik mempunyai fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

e. pelaksanaan program kerja di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

g. penyusunan laporan kinerja bidang Sarana Distribusi dan Logistik; dan h. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri

Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri mempunyai fungsi :

a. perencanaan dan penyusunan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;

b. pelaksanaan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;

c. penyusunan laporan kinerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;

d. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri; dan

e. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting

Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting mempunyai fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

e. pelaksanaan program kerja di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

g. penyusunan laporan kinerja bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting; dan h. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Industri

Bidang Industri mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Industri.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bidang Industri mempunyai fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Industri;

b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Industri;

c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Industri;

d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Industri;

e. pelaksanaan program kerja di bidang Industri;

f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Industri;

g. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

KABUPATEN MUSI BANYUASIN Tanggal

Tentang :

: 19 Desember 2016

Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin

SUB BAG. UMUM & KEPEGAWAIAN KATENEN, SH

NIP. 19630115 198503 1 005

SUB BAG. PERENCANAAN, EVALUASI &

PELAPORAN HUSDALINA, ST NIP. 19811017 201001 2 013

SUB BAG. KEUANGAN & ASET MUZHAR, S.Sos NIP. 19781127 201001 1 009

KABID PENGGUNAAN & PEMASARAN PRODUK DALAM NEGERI

RAHMADI, S.T., M.T NIP. 19641111 198503 1 004 SEKSI PROMOSI & KEMITRAAN

PEMASARAN

SEKSI PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL

M. YANI DUNGCIK, SH NIP. 19650715 198603 1 003 SEKSI SARANA DAN IKLIM USAHA

MARKONAH NIP. 19601212 198412 2 002 KABID BINA USAHA & PELAKU

DISTRIBUSI DARMADI, SPd., M.Si NIP. 19700421 199603 1 002

KABID SARANA DISTRIBUSI &

LOGISTIK TAZAR, SE., M.Si NIP. 19611215 198503 1 008 SEKSI SISTEM & PENGAWASAN

DISTRIBUSI & PELAKU DISTRIBUSI LANGSUNG

KOMARIA

NIP. 19640910 198503 2 007 SEKSI SISTEM & PENGAWASAN

DISTRIBUSI & PELAKU DISTRIBUSI TIDAK LANGSUNG

EMILIA, BSc

NIP. 19610426 198611 2 002 SEKSI INFORMASI,

KELEMBAGAAN &

PENDAFTARAN PERUSAHAAN UMAR RUSLAN, SH NIP. 19650311 198803 1 007

SEKSI PENGEMBANGAN &

PENGELOLAAN SARANA DISTRIBUSI GUPTA BURHANUDDIN, SH NIP. 19600229 198003 1 003 SEKSI KERJASAMA LOGISTIK &

PERDAGANGAN SITI ZAINAB JUNIATI, B.Sc NIP. 19600525 199003 2 001 SEKSI PENGAWASAN SARANA DISTRIBUSI & PERDAGANGAN

RATNA DEWI, SE NIP. 19591011 198503 2 002

UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS

KABID BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING

H. EDWAR, ST NIP. 19601013 198503 1 007

SEKSI PENYEDIAAN BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING

SEKSI INFORMASI PASAR, HARGA & STOK

SYAMSUDIN NIP. 19630904 198503 1 001

SEKSI PENGAWASAN DAN PEMBINAAN BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING

MARTALIUS, S.Sos NIP. 19710622 198903 1 001

KABID INDUSTRI

NIP. 19610307 198510 2 001

SEKSI INDUSTRI KIMIA, SANDANG, ANEKA & KERAJINAN

ZAINI HASAN, S.Sos NIP. 19650510 198603 1 013

SEKSI INDUSTRI LOGAM, MESIN, BAHAN BANGUNAN DAN KULIT

Hopariha, SH., M.Si NIP. 19721001 199203 2 002 KEPALA DINAS

H. ZINAL ARIPIN, ST., MM

NIP. 19650510 199003 1 007 SEKRETARIS

BAHRUM RANGKUTI, S.STP., M.Si NIP. 19780510 199711 1 002 KELOMPOK JABATAN

FUNGSIONAL

Sekayu, 2017

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin,

H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007

2.2 Sumber Daya PD

Berdasarkan data Kepegawaian Disdagperin bulan Desember 2016 jumlah pegawai Disdagperin Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebanyak 35 orang dengan rincian sbb:

a. Pendidikan : S2. 10 orang, S1. 17 orang, Diploma 3 orang, SLTA 5 orang dan SMP 1 orang.

b. Jabatan : Struktural 23 orang (Eselon II : 1 orang, Eselon III.a : 1 orang, Eselon III.b : 4 orang, Eselon IV.a : 16 orang, Eselon IV.b : 1 orang dan Staf 12 orang

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, berikut kompetensi sumber daya manusia aparatur Dinas perdagangan dan Perindustrian berdasarkan kualifikasi pendidikan formal terakhir serta pendidikan dan pelatihan yang telah diikuti :

SPAMEN/

19640910 198503 2 007 Ind. & non Industri

19890226 201101 2 006

31 Karimatulaili, SE NIP. 19811031 201101 2 004

III/b Staf S1

32 Fitria Andriansyah, SH NIP.

19850620 201001 1 001

III/a Staf S1

33 Eka Yuniarti NIP.

19860602 201001 2 002

II/b Staf S1

34 Irza NIP.

19820126 201408 1 001

II/a Staf SMA

35 Lelawati NIP.

19740214 200701 2 007

I/c Staf SMP

Sekayu, 2017

Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007

" Mengetahui "

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin

H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwasanya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dilihat dari sisi kualifikasi pendidikan formal terakhir dapat dikategorikan cukup. Namun jika dilihat dari kualifikasi kompetensi pendidikan dan pelatihan (diklat) yang relevan dengan tugas dan fungsi maka masih sangat jauh dari sumber daya manusia yang kompeten. Seperti aparatur yang membidangi industri sama sekali belum pernah mengikuti diklat sistem industri, aparatur yang membidangi perdagangan juga hanya satu yang pernah mengikuti diklat pengamat tera, dan tidak ada yang mengikuti diklat perlindungan konsumen. Serta aparatur yang melaksanakan fungsi teknis peneraan UTTP (Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya) di unit pelaksana teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal baru mengikuti diklat penera akan tetapi belum lulus uji kompetensi.

Selain dari pada sumber manusia, sumber daya lain yaitu aset atau modal yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebagai berikut :

KABUPATEN MUSI BANYUASIN REKAPITULASI BARANG KE NERACA

PER 31-Des-2016

Provinsi : SUMATERA SELATAN

Kab./Kota : KABUPATEN MUSI BANYUASIN

Bidang : Bidang Perindustrian

Unit Organisasi : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sub Unit Organisasi : Dinas Perindustrian dan Perdagangan

KODE NAMA BARANG NILAI (Rp.)

ASET TETAP 58.435.383.672,88

01 Tanah 1.042.514.838,00

02 Peralatan dan Mesin 9.211.520.624,00

Alat-alat Besar

02 45.000.000,00

Alat-alat Angkutan

03 666.599.634,00

Alat Bengkel dan Alat Ukur

04 426.685.852,00

Alat Pertanian

05 856.097.455,00

Alat Kantor dan Rumah Tangga

06 5.743.341.418,00

Alat Studio dan Alat Komunikasi

07 105.871.742,00

03 Gedung dan Bangunan 46.381.228.844,88

Bangunan Gedung

11 46.309.341.644,88

Monumen

12 71.887.200,00

04 Jalan, Irigasi dan Jaringan 547.073.000,00

Jalan dan Jembatan

05 Aset Tetap Lainya 1.253.046.366,00

Buku dan Perpustakaan

17 650.150.000,00

Barang Bercorak Kebudayaan

18 602.896.366,00

Hewan dan Ternak serta Tanaman

19 0,00

Aset Renovasi

20 0,00

06 Konstruksi Dalam Pengerjaan 0,00

ASET LAINNYA 1.044.406.112,94

07 Aset Lainnya 1.044.406.112,94

Aset Kondisi Rusak Berat

21 20.171.112,94

Aset yang dimanfaatkan Pihak Lain

22 0,00

Aset Tidak Berwujud

24 1.024.235.000,00

REKAPITULASI BARANG KE NERACA Halaman 1 dari 1

Dari tabel Rekapitulasi Barang ke Neraca diatas, yang menunjukkan sumber daya aset yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian masih terdapat beberapa poin yang menghambat pelaksanaan Tupoksi antara lain :

1. Gedung pelayanan Metrologi Legal 2. Kendaraan Operasional Metrologi Legal 3. Peralatan Tera / Tera Ulang

4. Laboratorium Metrologi Legal

5. Kendaraan Operasional pembinaan sentra industri 6. Kendaraan Operasional pengelolaan pasar.

2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin

Tingkat capaian kinerja Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin yang terukur melalui indikator kinerja utama pada periode renstra 2012-2017 mencerminkan rasio pencapaian, hal ini disebabkan karena pada periode renstra sebelumnya ditetapkan target kinerja tahunan. Capaian kinerja renstra pada periode 2012-2017 yang lalu mencakup 4 sasaran strategis yaitu :

1. Mendorong penyerapan tenaga kerja

2. Mendorong peningkatan nilai tambah industri kecil dan menengah 3. Meningkatnya perlindungan konsumen, pengamanan perdagangan 4. Meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat

4 sasaran strategis pada peeriode Renstra 2012-2017diukur melalui 7 (tujuh) indikator utama, yaitu :

1. Presentase peningkatan nilai investasi IKM 2. Presentase peningkatan kapasitas produksi IKM 3. Presentase pertumbuhan IKM

4. Tingkat penggunaan UTTP standar untuk transaksi perdagangan 5. Jumlah perusahaan berskala ekspor

6. Presentase usaha perdagangan yang membuat perijinan SIUP-TDP 7. Cakupan bina kelompok pedagang

Berikut tabel yang menggambarkan tingkat capaian kinerja pada periode renstra 2017-2022 :

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)

1

Persentase Peningkatan Nilai Investasi Industri Kecil dan Menengah

- - - 3,25 3,5 3,8 4,12 4,40 3,8 9,6 4,91 4,87 4,90 1,17 2,74 1,29 1,18 1,11

2

Persentase Peningkatan Kapasitas Produksi Industri Kecil dan Menengah

- - - 3,50 3,68 4,35 4,97 5,10 11,88 90,22 4,33 3,02 3,94 3,39 24,52 1,00 0,61 0,77

3

Persentase

Pertumbuhan Industri

Kecil dan Menengah - - - 8,30 11,19 11,77 13,89 15,77 4,99 52,72 11,61 5,71 2,80 0,60 4,71 0,99 0,41 0,18

4

Tingkat penggunaan UTTP standar utk transaksi perdagangan

- - - 25 35 45 60 75 69,2 38,9 15,62 49 - 2,77 1,11 0,35 0,82

-5

Jumlah Perusahaan

yang Berskala Ekspor - - - 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00

6

Persentase usaha perdagangan yang membuat perijinan SIUP-TDP

- - - 7 10 15 25 35 8,31 - - - - 1,19 - - -

-7

Cakupan Bina

Kelompok Pedagang - - - 9,87 12,84 18,20 25,79 44,26 9 16,27 17,36 4,41 5,36 0,91 1,27 0,95 0,17 0,12

Catatan:

Matrik ini digunakan untuk menunjukkan capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan Renstra periode sebelumnya.

No

Indikator Kinerja sesuai Tugas dan

Fungsi SKPD

Target SPM

Targe t IKK

Target Indikator Lainnya

Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun

ke-Secara umum capaian indikator kinerja periode 2012-2017 telah tercapai dengan baik walaupun belum secara keseluruhan indikator kinerja dapat terealisasi sesuai dengan target indikator yang ditetapkan. Berikut uraian capaian indikator kinerja periode 2012-2017 :

1. Capaian indikator persentase peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 92,87 % dengan realisasi indikator kinerja 4,09 %. Capaian ini dikategorikan baik sekali. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih nilai investasi (2016 : 38776264; 2015 : 37253989) dengan nilai investasi tahun sebelumnya 37253989 di kali 100 persen. Capaian Indikator persentase peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah sampai dengan tahun 2016 sebesar 8,72 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 4,40 % sudah tercapai.

2. Capaian indikator persentase peningkatan kapasitas industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 77,3 % dengan realisasi indikator kinerja 3,94 %. Capaian ini dikategorikan baik. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih kapasitas produksi industri kecil menengah (2016 : 160.006.083; 2015 : 153.935.837) dengan kapasitas produksi industri kecil dan menengah tahun sebelumnya 153.935.837 di kali 100 persen. Capaian Indikator persentase peningkatan kapasitas produksi industri kecil dan menengah sampai dengan tahun 2016 sebesar 11,71 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 5,10 % sudah tercapai.

3. Capaian indikator persentase pertumbuhan industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 17,73 % dengan realisasi indikator kinerja 2,8 %. Capaian ini dikategorikan kurang. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih jumlah

3. Capaian indikator persentase pertumbuhan industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 17,73 % dengan realisasi indikator kinerja 2,8 %. Capaian ini dikategorikan kurang. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih jumlah

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS PERIODE (Halaman 24-0)

Dokumen terkait