Bab ini menjelaskan rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan Dinas perdagangan dan perindustrian dalam 5 tahun mendatang.
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Bab ini menguraikan pengertian program yaitu instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Bab ini berisi rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif (Perumusan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif).
BAB VII INDIKATOR KINERJA DINAS DAGPERIND SESUAI TUJUAN DAN SASARAN RPJMD.
Penetapan indicator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran,Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja PD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai PD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.
Indikator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD BAB VIII PENUTUP
Bab ini menguraikan tentang penutup yang meliputi kaidah pelaksanaan dan penutup.
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Untuk mengetahui Gambaran pelayanan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, dapat dilihat dari Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, Komposisi Personalia, Kondisi Lingkungan Strategis, dan Isu Strategis sbb:
2.1 Tugas, Fungsi Dan Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 74 Tahun 2016, tentang Susunan Organisasi,Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, maka Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin adalah :
Kepala Dinas
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, mempunyai tugas melaksanakan segala kebijakan, usaha dan kegiatan di urusan pilihan Perdagangan dan Perindustrian, sesuai dengan kewenangannya dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku;
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Kepala Dinas mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan, keuanngan, kepegawaian pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian;
b. pelaksanaan koordinasi penyusunan program, pengolahan dan pengkajian data dan informasi;
c. penyiapan program dan bahan pelaksanaan dalam bidang industri, kerajinan dan perdagangan;
d. penyusunan rencana dan penjabaran kebijakan teknis, pemberian bimbingan teknis, penyuluhan dan pengawasan dibidang industri, kerajinan dan perdagangan;
e. perumusan dan penjabaran kebijakan teknis dan pengembangan dibidang industri, kerajinan dan perdagangan;
f. penyiapan serta menyelenggarakan kebijakan teknis sesuai dengan kewenangan dibidang perindutrian dan perdagangan;
g. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian penerapan teknologi dan perizinan dibidang industri kimia, agro industri, hasil hutan, logam, mesin elektronika, usaha industri kecil, kerajinan, perdagangan dan perlindungan konsumen, kemetrologian serta pengawasan dan pengendalian pencemaran Industri;
h. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis, memberikan bimbingan, penyuluhan, melakukan pengawasan, pengendalian arus barang dan jasa. Promosi, penyiapan pelaksanaan perizinan serta urusan kemetrologian dibidang perdagangan;
i. penyiapan bahan pengelolaan serta pembinaan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Perdagangan dan Perindustrian; dan
j. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja serta pemberian pelayanan administrasi dan hukum kepada semua unsur di lingkungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin;
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat mempunyai fungsi
a. pelaksanaan urusan umum dan kepegawaian;
b. pelaksanaan urusan keuangan dan Aset
c. pelaksanaan urusan perencanaan program dan pelaporan;
d. pengkoordinasian urusan industri dan perdagangan;
e. pemberian saran-saran dan pertimbangan-pertimbangan kepala dinas tentang langkah-langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan
f. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi
Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan daerah, sebagian program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi mempunyai fungsi :
a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;
b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;
c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;
d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;
e. pelaksanaan program kerja di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;
f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;
g. penyusunan laporan kinerja bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;
h. melakukan koordinasi, kerjasama dengan instansi terkait berkenaan bidang tugas;
i. membuat laporan kinerja di bidang bina usaha dan pelaku distribusi; dan j. melaksankan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
Bidang Sarana Distribusi dan Logistik
Bidang Sarana Distribusi dan Logistik mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Distribusi dan Logistik.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bidang Sarana Distribusi dan Logistik mempunyai fungsi :
a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;
b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;
c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;
d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;
e. pelaksanaan program kerja di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;
f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;
g. penyusunan laporan kinerja bidang Sarana Distribusi dan Logistik; dan h. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri
Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri mempunyai fungsi :
a. perencanaan dan penyusunan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;
b. pelaksanaan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;
c. penyusunan laporan kinerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;
d. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri; dan
e. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting
Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting mempunyai fungsi :
a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;
b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;
c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;
d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;
e. pelaksanaan program kerja di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;
f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;
g. penyusunan laporan kinerja bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting; dan h. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
Bidang Industri
Bidang Industri mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Industri.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bidang Industri mempunyai fungsi :
a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Industri;
b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Industri;
c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Industri;
d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Industri;
e. pelaksanaan program kerja di bidang Industri;
f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Industri;
g. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.
KABUPATEN MUSI BANYUASIN Tanggal
Tentang :
: 19 Desember 2016
Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin
SUB BAG. UMUM & KEPEGAWAIAN KATENEN, SH
NIP. 19630115 198503 1 005
SUB BAG. PERENCANAAN, EVALUASI &
PELAPORAN HUSDALINA, ST NIP. 19811017 201001 2 013
SUB BAG. KEUANGAN & ASET MUZHAR, S.Sos NIP. 19781127 201001 1 009
KABID PENGGUNAAN & PEMASARAN PRODUK DALAM NEGERI
RAHMADI, S.T., M.T NIP. 19641111 198503 1 004 SEKSI PROMOSI & KEMITRAAN
PEMASARAN
SEKSI PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL
M. YANI DUNGCIK, SH NIP. 19650715 198603 1 003 SEKSI SARANA DAN IKLIM USAHA
MARKONAH NIP. 19601212 198412 2 002 KABID BINA USAHA & PELAKU
DISTRIBUSI DARMADI, SPd., M.Si NIP. 19700421 199603 1 002
KABID SARANA DISTRIBUSI &
LOGISTIK TAZAR, SE., M.Si NIP. 19611215 198503 1 008 SEKSI SISTEM & PENGAWASAN
DISTRIBUSI & PELAKU DISTRIBUSI LANGSUNG
KOMARIA
NIP. 19640910 198503 2 007 SEKSI SISTEM & PENGAWASAN
DISTRIBUSI & PELAKU DISTRIBUSI TIDAK LANGSUNG
EMILIA, BSc
NIP. 19610426 198611 2 002 SEKSI INFORMASI,
KELEMBAGAAN &
PENDAFTARAN PERUSAHAAN UMAR RUSLAN, SH NIP. 19650311 198803 1 007
SEKSI PENGEMBANGAN &
PENGELOLAAN SARANA DISTRIBUSI GUPTA BURHANUDDIN, SH NIP. 19600229 198003 1 003 SEKSI KERJASAMA LOGISTIK &
PERDAGANGAN SITI ZAINAB JUNIATI, B.Sc NIP. 19600525 199003 2 001 SEKSI PENGAWASAN SARANA DISTRIBUSI & PERDAGANGAN
RATNA DEWI, SE NIP. 19591011 198503 2 002
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS
KABID BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING
H. EDWAR, ST NIP. 19601013 198503 1 007
SEKSI PENYEDIAAN BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING
SEKSI INFORMASI PASAR, HARGA & STOK
SYAMSUDIN NIP. 19630904 198503 1 001
SEKSI PENGAWASAN DAN PEMBINAAN BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING
MARTALIUS, S.Sos NIP. 19710622 198903 1 001
KABID INDUSTRI
NIP. 19610307 198510 2 001
SEKSI INDUSTRI KIMIA, SANDANG, ANEKA & KERAJINAN
ZAINI HASAN, S.Sos NIP. 19650510 198603 1 013
SEKSI INDUSTRI LOGAM, MESIN, BAHAN BANGUNAN DAN KULIT
Hopariha, SH., M.Si NIP. 19721001 199203 2 002 KEPALA DINAS
H. ZINAL ARIPIN, ST., MM
NIP. 19650510 199003 1 007 SEKRETARIS
BAHRUM RANGKUTI, S.STP., M.Si NIP. 19780510 199711 1 002 KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL
Sekayu, 2017
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin,
H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007
2.2 Sumber Daya PD
Berdasarkan data Kepegawaian Disdagperin bulan Desember 2016 jumlah pegawai Disdagperin Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebanyak 35 orang dengan rincian sbb:
a. Pendidikan : S2. 10 orang, S1. 17 orang, Diploma 3 orang, SLTA 5 orang dan SMP 1 orang.
b. Jabatan : Struktural 23 orang (Eselon II : 1 orang, Eselon III.a : 1 orang, Eselon III.b : 4 orang, Eselon IV.a : 16 orang, Eselon IV.b : 1 orang dan Staf 12 orang
Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, berikut kompetensi sumber daya manusia aparatur Dinas perdagangan dan Perindustrian berdasarkan kualifikasi pendidikan formal terakhir serta pendidikan dan pelatihan yang telah diikuti :
SPAMEN/
19640910 198503 2 007 Ind. & non Industri
19890226 201101 2 006
31 Karimatulaili, SE NIP. 19811031 201101 2 004
III/b Staf S1 √
32 Fitria Andriansyah, SH NIP.
19850620 201001 1 001
III/a Staf S1 √ √
33 Eka Yuniarti NIP.
19860602 201001 2 002
II/b Staf S1 √ √
34 Irza NIP.
19820126 201408 1 001
II/a Staf SMA √
35 Lelawati NIP.
19740214 200701 2 007
I/c Staf SMP √
Sekayu, 2017
Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007
" Mengetahui "
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin
H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwasanya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dilihat dari sisi kualifikasi pendidikan formal terakhir dapat dikategorikan cukup. Namun jika dilihat dari kualifikasi kompetensi pendidikan dan pelatihan (diklat) yang relevan dengan tugas dan fungsi maka masih sangat jauh dari sumber daya manusia yang kompeten. Seperti aparatur yang membidangi industri sama sekali belum pernah mengikuti diklat sistem industri, aparatur yang membidangi perdagangan juga hanya satu yang pernah mengikuti diklat pengamat tera, dan tidak ada yang mengikuti diklat perlindungan konsumen. Serta aparatur yang melaksanakan fungsi teknis peneraan UTTP (Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya) di unit pelaksana teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal baru mengikuti diklat penera akan tetapi belum lulus uji kompetensi.
Selain dari pada sumber manusia, sumber daya lain yaitu aset atau modal yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebagai berikut :
KABUPATEN MUSI BANYUASIN REKAPITULASI BARANG KE NERACA
PER 31-Des-2016
Provinsi : SUMATERA SELATAN
Kab./Kota : KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Bidang : Bidang Perindustrian
Unit Organisasi : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sub Unit Organisasi : Dinas Perindustrian dan Perdagangan
KODE NAMA BARANG NILAI (Rp.)
ASET TETAP 58.435.383.672,88
01 Tanah 1.042.514.838,00
02 Peralatan dan Mesin 9.211.520.624,00
Alat-alat Besar
02 45.000.000,00
Alat-alat Angkutan
03 666.599.634,00
Alat Bengkel dan Alat Ukur
04 426.685.852,00
Alat Pertanian
05 856.097.455,00
Alat Kantor dan Rumah Tangga
06 5.743.341.418,00
Alat Studio dan Alat Komunikasi
07 105.871.742,00
03 Gedung dan Bangunan 46.381.228.844,88
Bangunan Gedung
11 46.309.341.644,88
Monumen
12 71.887.200,00
04 Jalan, Irigasi dan Jaringan 547.073.000,00
Jalan dan Jembatan
05 Aset Tetap Lainya 1.253.046.366,00
Buku dan Perpustakaan
17 650.150.000,00
Barang Bercorak Kebudayaan
18 602.896.366,00
Hewan dan Ternak serta Tanaman
19 0,00
Aset Renovasi
20 0,00
06 Konstruksi Dalam Pengerjaan 0,00
ASET LAINNYA 1.044.406.112,94
07 Aset Lainnya 1.044.406.112,94
Aset Kondisi Rusak Berat
21 20.171.112,94
Aset yang dimanfaatkan Pihak Lain
22 0,00
Aset Tidak Berwujud
24 1.024.235.000,00
REKAPITULASI BARANG KE NERACA Halaman 1 dari 1
Dari tabel Rekapitulasi Barang ke Neraca diatas, yang menunjukkan sumber daya aset yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian masih terdapat beberapa poin yang menghambat pelaksanaan Tupoksi antara lain :
1. Gedung pelayanan Metrologi Legal 2. Kendaraan Operasional Metrologi Legal 3. Peralatan Tera / Tera Ulang
4. Laboratorium Metrologi Legal
5. Kendaraan Operasional pembinaan sentra industri 6. Kendaraan Operasional pengelolaan pasar.
2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin
Tingkat capaian kinerja Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin yang terukur melalui indikator kinerja utama pada periode renstra 2012-2017 mencerminkan rasio pencapaian, hal ini disebabkan karena pada periode renstra sebelumnya ditetapkan target kinerja tahunan. Capaian kinerja renstra pada periode 2012-2017 yang lalu mencakup 4 sasaran strategis yaitu :
1. Mendorong penyerapan tenaga kerja
2. Mendorong peningkatan nilai tambah industri kecil dan menengah 3. Meningkatnya perlindungan konsumen, pengamanan perdagangan 4. Meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat
4 sasaran strategis pada peeriode Renstra 2012-2017diukur melalui 7 (tujuh) indikator utama, yaitu :
1. Presentase peningkatan nilai investasi IKM 2. Presentase peningkatan kapasitas produksi IKM 3. Presentase pertumbuhan IKM
4. Tingkat penggunaan UTTP standar untuk transaksi perdagangan 5. Jumlah perusahaan berskala ekspor
6. Presentase usaha perdagangan yang membuat perijinan SIUP-TDP 7. Cakupan bina kelompok pedagang
Berikut tabel yang menggambarkan tingkat capaian kinerja pada periode renstra 2017-2022 :
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
1
Persentase Peningkatan Nilai Investasi Industri Kecil dan Menengah
- - - 3,25 3,5 3,8 4,12 4,40 3,8 9,6 4,91 4,87 4,90 1,17 2,74 1,29 1,18 1,11
2
Persentase Peningkatan Kapasitas Produksi Industri Kecil dan Menengah
- - - 3,50 3,68 4,35 4,97 5,10 11,88 90,22 4,33 3,02 3,94 3,39 24,52 1,00 0,61 0,77
3
Persentase
Pertumbuhan Industri
Kecil dan Menengah - - - 8,30 11,19 11,77 13,89 15,77 4,99 52,72 11,61 5,71 2,80 0,60 4,71 0,99 0,41 0,18
4
Tingkat penggunaan UTTP standar utk transaksi perdagangan
- - - 25 35 45 60 75 69,2 38,9 15,62 49 - 2,77 1,11 0,35 0,82
-5
Jumlah Perusahaan
yang Berskala Ekspor - - - 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
6
Persentase usaha perdagangan yang membuat perijinan SIUP-TDP
- - - 7 10 15 25 35 8,31 - - - - 1,19 - - -
-7
Cakupan Bina
Kelompok Pedagang - - - 9,87 12,84 18,20 25,79 44,26 9 16,27 17,36 4,41 5,36 0,91 1,27 0,95 0,17 0,12
Catatan:
Matrik ini digunakan untuk menunjukkan capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan Renstra periode sebelumnya.
No
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan
Fungsi SKPD
Target SPM
Targe t IKK
Target Indikator Lainnya
Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun
ke-Secara umum capaian indikator kinerja periode 2012-2017 telah tercapai dengan baik walaupun belum secara keseluruhan indikator kinerja dapat terealisasi sesuai dengan target indikator yang ditetapkan. Berikut uraian capaian indikator kinerja periode 2012-2017 :
1. Capaian indikator persentase peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 92,87 % dengan realisasi indikator kinerja 4,09 %. Capaian ini dikategorikan baik sekali. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih nilai investasi (2016 : 38776264; 2015 : 37253989) dengan nilai investasi tahun sebelumnya 37253989 di kali 100 persen. Capaian Indikator persentase peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah sampai dengan tahun 2016 sebesar 8,72 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 4,40 % sudah tercapai.
2. Capaian indikator persentase peningkatan kapasitas industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 77,3 % dengan realisasi indikator kinerja 3,94 %. Capaian ini dikategorikan baik. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih kapasitas produksi industri kecil menengah (2016 : 160.006.083; 2015 : 153.935.837) dengan kapasitas produksi industri kecil dan menengah tahun sebelumnya 153.935.837 di kali 100 persen. Capaian Indikator persentase peningkatan kapasitas produksi industri kecil dan menengah sampai dengan tahun 2016 sebesar 11,71 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 5,10 % sudah tercapai.
3. Capaian indikator persentase pertumbuhan industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 17,73 % dengan realisasi indikator kinerja 2,8 %. Capaian ini dikategorikan kurang. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih jumlah industri kecil menengah (2016 : 2684; 2015 : 2611) dengan nilai investasi tahun sebelumnya 2611 di kali 100 persen. Capaian Indikator persentase pertumbuhan industri kecil dan menengah sampai dengan tahun 2016 sebesar 21,28 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 15,77 % sudah tercapai.
4. Capaian indikator tingkat UTTP standar untuk transaksi perdagangan tidak dapat dibandingkan antara tahun 2016 dengan target akhir RPJMD karena tidak terukurnya data
tahun 2016. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pelayanan tera ulang UTTP dalam Kab.Muba. Hal ini dikarenakan Keputusan Bupati Musi Banyuasin Nomor : 243/KPTS-DPPKAD/2016 tentang Penetapan Penundaan Alokasi Belanja Tidak Langsung dan Pengeluaran Pembiayaan dalam APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2016.
5. Capaian indikator jumlah perusahaan yang berskala ekspor tahun 2016 sebesar 100 persen. Capaian ini dikategorikan sangat baik. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dari jumlah perusahaan produk ekspor dan atau yang berpotensi ekspor dalam Kabupaten Musi Banyuasin.
6. Capaian indikator persentase usaha perdagangan yang membuat perijinan SIUP-TDP tidak lagi diukur di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab.Muba sejak tahun 2013 dikarenakan adanya perubahan tupoksi pendaftaran surat ijin usaha perdagangan dan tanda daftar perusahaan ke Badan Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal Kab.Muba.
7. Capaian indikator cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal tahun 2016 sebesar 12,14 % dengan realisasi indikator kinerja 5,37 %. Capaian ini dikategorikan kurang.
Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan jumlah pedagang informal yang mendapat binaan tahun 2016 yanitu sebanyak 281 pedagang dengan jumlah seluruh pedagang informal dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin 5241.
Capaian Indikator cakupan bina kelompok pedagang sampai dengan tahun 2016 sebesar 51,78 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 44,26 % sudah tercapai
Berikut capaian kinerja dari sisi pengelolaan anggaran selama periode 2012-2017 adalah sebagai berikut :
Pendapatan
Selama periode 2012-2017 hanya ditahun 2016 terdapat pendapatan sebesar Rp 551.206.261 yang terdiri dari Retribusi jasa umum (Retribusi pelayanan pasar) sebesar Rp 252.283.500 dan Retribusi jasa usaha (Retribusi pasar grosir/pertokoan) sebesar Rp 298.822.761.
Belanja
Tahun 2012, target belanja sebesar Rp 16.322.024.000 terealisasi sebesar Rp 15.455.767.021 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 13.974.850.000 terealisasi Rp
13.210.002.396 dan belanja modal sebesar Rp 2.347.174.000 terealisasi sebesar Rp 2.245.764.625
Tahun 2013, target belanja sebesar Rp 28.466.136.000 terealisasi sebesar Rp 27.151.584.609 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 23.029.101.000 terealisasi Rp 21.847.849.609 dan belanja modal sebesar Rp 5.437.035.000 terealisasi sebesar Rp 5.303.735.000
Tahun 2014, target belanja sebesar Rp 23.954.713.582 terealisasi sebesar Rp 22.016.830.523 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 22.810.724.582 terealisasi Rp 21.044.101.935 dan belanja modal sebesar Rp 1.143.989.000 terealisasi sebesar Rp 972.728.588
Tahun 2015, target belanja sebesar Rp 12.980.301.300 terealisasi sebesar Rp 12.067.561.146 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 9.686.156.300 terealisasi Rp 9.137.703.946 dan belanja modal sebesar Rp 3.294.145.000 terealisasi sebesar Rp 2.929.857.200
Tahun 2016, target belanja sebesar Rp 13.042.990.959,65 terealisasi sebesar Rp 12.363.013.605 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 9.168.632.459,65 terealisasi Rp 8.769.275.005 dan belanja modal sebesar Rp 3.874.358.500 terealisasi sebesar Rp 3.593.738.600
2012 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi
(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
1.1 Pendapatan Asli
Daerah 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
1.1.2 Pendapatan Retribusi
Daerah 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
16.322.024.000,00 28.466.136.000,00 23.954.713.582,00 12.980.301.300,00 13.042.990.959,65 15.455.767.021,00 27.151.584.609,00 22.016.830.523,00 12.067.561.146,00 12.363.013.605,00 94,69 95,38 91,91 92,97 94,79 18.953.233.168 17.810.951.381
2.1
Belanja Operasi
13.974.850.000,00 23.029.101.000,00 22.810.724.582,00 9.686.156.300,00 9.168.632.459,65 13.210.002.396,00 21.847.849.609,00 21.044.101.935,00 9.137.703.946,00 8.769.275.005,00 94,53 94,87 92,26 94,34 95,64 15.733.892.868 14.801.786.578
2.1.1
Belanja Pegawai
3.948.593.000,00 4.080.146.000,00 4.428.124.082,00 3.905.551.300,00 4.075.753.959,65 3.674.722.214,00 3.581.357.230,00 3.830.383.635,00 3.575.017.426,00 3.833.513.955,00 93,06 87,78 86,50 91,54 94,06 4.087.633.668 3.698.998.892
2.1.2
Belanja Barang
10.026.257.000,00 18.948.955.000,00 18.382.600.500,00 5.780.605.000,00 5.092.878.500,00 9.535.280.182,00 18.266.492.379,00 17.213.718.300,00 5.562.686.520,00 4.935.761.050,00 95,10 96,40 93,64 96,23 96,91 11.646.259.200 11.102.787.686
2.1.5
Belanja Hibah
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
2.2
Belanja Modal
2.347.174.000,00 5.437.035.000,00 1.143.989.000,00 3.294.145.000,00 3.874.358.500,00 2.245.764.625,00 5.303.735.000,00 972.728.588,00 2.929.857.200,00 3.593.738.600,00 95,68 97,55 85,03 88,94 92,76 3.219.340.300 3.009.164.803
2.2.1
Belanja Tanah
0,00 0,00 526.919.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 370.614.838,00 0,00 0,00 0,00 0,00 70,34 0,00 0,00 105.383.800 74.122.968
2.2.2
Belanja Peralatan
dan mesin 1.056.504.000,00 1.047.715.000,00 537.370.000,00 725.000.000,00 266.276.000,00 1.002.090.650,00 994.135.000,00 526.207.750,00 434.124.000,00 265.016.000,00 94,85 94,89 97,92 59,88 99,53 726.573.000 644.314.680 2.2.3
belanja Bangunan
dan Gedung 763.920.000,00 4.255.520.000,00 0,00 2.535.470.000,00 3.408.082.500,00 728.386.000,00 4.176.175.000,00 0,00 2.463.833.200,00 3.131.450.600,00 95,35 98,14 0,00 0,00 0,00 2.192.598.500 2.099.968.960 2.2.4
Belanja Jalan,Irigasi
dan Jaringan 50.000.000,00 100.000.000,00 10.000.000,00 25.000.000,00 200.000.000,00 49.550.000,00 99.625.000,00 7.906.000,00 23.225.000,00 197.272.000,00 99,10 99,63 79,06 92,90 98,64 77.000.000 75.515.600 2.2.5
Belanja Aset Tetap
Lainnya 476.750.000,00 33.800.000,00 69.700.000,00 8.675.000,00 0,00 465.737.975,00 33.800.000,00 68.000.000,00 8.675.000,00 0,00 97,69 100,00 97,56 100,00 0,00 117.785.000 115.242.595
Catatan:
Matrik ini digunakan untuk menunjukkan pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD melalui pelaksanaan Renstra periode sebelumnya.
(1) Pendapatan
Belanja
Pembiayaan Uraian
Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi Anggaran pada
Tahun ke- Rata-rata Pertumbuhan
Jumlah Rencana Pengeluaran Belanja Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin yang tercantum dalam Perubahan Anggaran Tahun 2016 dan menjadi dasar penyusunan perhitungan anggaran ini adalah sebesar Rp. 13.042.990.959,- dengan realisasi sebesar Rp. 12.363.013.605,- . Anggaran dan realisasi belanja pada Tahun 2015 dikaitkan dengan pencapaian sasaran yang telah diukur melalui indikator kinerja adalah sebagai berikut:
Realisasi Anggaran Program/Kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tahun 2016
No Sasaran Program /Kegiatan Anggaran (Rp) Realisasi Capaian
1 2 3 4 5 6
Program peningkatan sarana aparatur Rp563.056.500 Rp545.196.900 96,83%
6 Meningkatnya
Secara umum Belanja Langsung Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin untuk Tahun 2016 secara fisik tercapai 100% namun secara Keuangan terealisir 95,03% dari anggaran yang ditetapkan untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dengan jumlah realisasi anggaran Belanja operasi yang terdiri dari belanja pegawai Rp. 3.467.859.955,- Balanja Barang Rp. 4.935.761.050,- Sedangkan Belanja Modal untuk Anggaran tahun 2016 sebesar Rp. 3.593.738.600,- Dengan demikian Total Realisasi Anggaran baik belanja langsung maupun tidak langsung senilai Rp.
8.895.153.650,- (secara total terealisir 95,03%).
Berdasarkan uraian capaian indikator kinerja periode 2012-2017 yang telah ditetapkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dalam pencapaiannya terdapat penyebab keberhasilan maupun kegagalan berikut uraiannya :
1. Capaian indikator peningkatan nilai investasi, kapasitas produksi dan pertumbuhan industri kecil dan menengah didukung oleh;
Salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian adalah
Salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian adalah