BAB II GAMBARAN PELAYANAN PD
2.2 Sumber Daya PD
Berdasarkan data Kepegawaian Disdagperin bulan Desember 2016 jumlah pegawai Disdagperin Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebanyak 35 orang dengan rincian sbb:
a. Pendidikan : S2. 10 orang, S1. 17 orang, Diploma 3 orang, SLTA 5 orang dan SMP 1 orang.
b. Jabatan : Struktural 23 orang (Eselon II : 1 orang, Eselon III.a : 1 orang, Eselon III.b : 4 orang, Eselon IV.a : 16 orang, Eselon IV.b : 1 orang dan Staf 12 orang
Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, berikut kompetensi sumber daya manusia aparatur Dinas perdagangan dan Perindustrian berdasarkan kualifikasi pendidikan formal terakhir serta pendidikan dan pelatihan yang telah diikuti :
SPAMEN/
19640910 198503 2 007 Ind. & non Industri
19890226 201101 2 006
31 Karimatulaili, SE NIP. 19811031 201101 2 004
III/b Staf S1 √
32 Fitria Andriansyah, SH NIP.
19850620 201001 1 001
III/a Staf S1 √ √
33 Eka Yuniarti NIP.
19860602 201001 2 002
II/b Staf S1 √ √
34 Irza NIP.
19820126 201408 1 001
II/a Staf SMA √
35 Lelawati NIP.
19740214 200701 2 007
I/c Staf SMP √
Sekayu, 2017
Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007
" Mengetahui "
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin
H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwasanya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dilihat dari sisi kualifikasi pendidikan formal terakhir dapat dikategorikan cukup. Namun jika dilihat dari kualifikasi kompetensi pendidikan dan pelatihan (diklat) yang relevan dengan tugas dan fungsi maka masih sangat jauh dari sumber daya manusia yang kompeten. Seperti aparatur yang membidangi industri sama sekali belum pernah mengikuti diklat sistem industri, aparatur yang membidangi perdagangan juga hanya satu yang pernah mengikuti diklat pengamat tera, dan tidak ada yang mengikuti diklat perlindungan konsumen. Serta aparatur yang melaksanakan fungsi teknis peneraan UTTP (Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya) di unit pelaksana teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal baru mengikuti diklat penera akan tetapi belum lulus uji kompetensi.
Selain dari pada sumber manusia, sumber daya lain yaitu aset atau modal yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebagai berikut :
KABUPATEN MUSI BANYUASIN REKAPITULASI BARANG KE NERACA
PER 31-Des-2016
Provinsi : SUMATERA SELATAN
Kab./Kota : KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Bidang : Bidang Perindustrian
Unit Organisasi : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sub Unit Organisasi : Dinas Perindustrian dan Perdagangan
KODE NAMA BARANG NILAI (Rp.)
ASET TETAP 58.435.383.672,88
01 Tanah 1.042.514.838,00
02 Peralatan dan Mesin 9.211.520.624,00
Alat-alat Besar
02 45.000.000,00
Alat-alat Angkutan
03 666.599.634,00
Alat Bengkel dan Alat Ukur
04 426.685.852,00
Alat Pertanian
05 856.097.455,00
Alat Kantor dan Rumah Tangga
06 5.743.341.418,00
Alat Studio dan Alat Komunikasi
07 105.871.742,00
03 Gedung dan Bangunan 46.381.228.844,88
Bangunan Gedung
11 46.309.341.644,88
Monumen
12 71.887.200,00
04 Jalan, Irigasi dan Jaringan 547.073.000,00
Jalan dan Jembatan
05 Aset Tetap Lainya 1.253.046.366,00
Buku dan Perpustakaan
17 650.150.000,00
Barang Bercorak Kebudayaan
18 602.896.366,00
Hewan dan Ternak serta Tanaman
19 0,00
Aset Renovasi
20 0,00
06 Konstruksi Dalam Pengerjaan 0,00
ASET LAINNYA 1.044.406.112,94
07 Aset Lainnya 1.044.406.112,94
Aset Kondisi Rusak Berat
21 20.171.112,94
Aset yang dimanfaatkan Pihak Lain
22 0,00
Aset Tidak Berwujud
24 1.024.235.000,00
REKAPITULASI BARANG KE NERACA Halaman 1 dari 1
Dari tabel Rekapitulasi Barang ke Neraca diatas, yang menunjukkan sumber daya aset yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian masih terdapat beberapa poin yang menghambat pelaksanaan Tupoksi antara lain :
1. Gedung pelayanan Metrologi Legal 2. Kendaraan Operasional Metrologi Legal 3. Peralatan Tera / Tera Ulang
4. Laboratorium Metrologi Legal
5. Kendaraan Operasional pembinaan sentra industri 6. Kendaraan Operasional pengelolaan pasar.
2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin
Tingkat capaian kinerja Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin yang terukur melalui indikator kinerja utama pada periode renstra 2012-2017 mencerminkan rasio pencapaian, hal ini disebabkan karena pada periode renstra sebelumnya ditetapkan target kinerja tahunan. Capaian kinerja renstra pada periode 2012-2017 yang lalu mencakup 4 sasaran strategis yaitu :
1. Mendorong penyerapan tenaga kerja
2. Mendorong peningkatan nilai tambah industri kecil dan menengah 3. Meningkatnya perlindungan konsumen, pengamanan perdagangan 4. Meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat
4 sasaran strategis pada peeriode Renstra 2012-2017diukur melalui 7 (tujuh) indikator utama, yaitu :
1. Presentase peningkatan nilai investasi IKM 2. Presentase peningkatan kapasitas produksi IKM 3. Presentase pertumbuhan IKM
4. Tingkat penggunaan UTTP standar untuk transaksi perdagangan 5. Jumlah perusahaan berskala ekspor
6. Presentase usaha perdagangan yang membuat perijinan SIUP-TDP 7. Cakupan bina kelompok pedagang
Berikut tabel yang menggambarkan tingkat capaian kinerja pada periode renstra 2017-2022 :
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
1
Persentase Peningkatan Nilai Investasi Industri Kecil dan Menengah
- - - 3,25 3,5 3,8 4,12 4,40 3,8 9,6 4,91 4,87 4,90 1,17 2,74 1,29 1,18 1,11
2
Persentase Peningkatan Kapasitas Produksi Industri Kecil dan Menengah
- - - 3,50 3,68 4,35 4,97 5,10 11,88 90,22 4,33 3,02 3,94 3,39 24,52 1,00 0,61 0,77
3
Persentase
Pertumbuhan Industri
Kecil dan Menengah - - - 8,30 11,19 11,77 13,89 15,77 4,99 52,72 11,61 5,71 2,80 0,60 4,71 0,99 0,41 0,18
4
Tingkat penggunaan UTTP standar utk transaksi perdagangan
- - - 25 35 45 60 75 69,2 38,9 15,62 49 - 2,77 1,11 0,35 0,82
-5
Jumlah Perusahaan
yang Berskala Ekspor - - - 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
6
Persentase usaha perdagangan yang membuat perijinan SIUP-TDP
- - - 7 10 15 25 35 8,31 - - - - 1,19 - - -
-7
Cakupan Bina
Kelompok Pedagang - - - 9,87 12,84 18,20 25,79 44,26 9 16,27 17,36 4,41 5,36 0,91 1,27 0,95 0,17 0,12
Catatan:
Matrik ini digunakan untuk menunjukkan capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan Renstra periode sebelumnya.
No
Indikator Kinerja sesuai Tugas dan
Fungsi SKPD
Target SPM
Targe t IKK
Target Indikator Lainnya
Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun
ke-Secara umum capaian indikator kinerja periode 2012-2017 telah tercapai dengan baik walaupun belum secara keseluruhan indikator kinerja dapat terealisasi sesuai dengan target indikator yang ditetapkan. Berikut uraian capaian indikator kinerja periode 2012-2017 :
1. Capaian indikator persentase peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 92,87 % dengan realisasi indikator kinerja 4,09 %. Capaian ini dikategorikan baik sekali. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih nilai investasi (2016 : 38776264; 2015 : 37253989) dengan nilai investasi tahun sebelumnya 37253989 di kali 100 persen. Capaian Indikator persentase peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah sampai dengan tahun 2016 sebesar 8,72 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 4,40 % sudah tercapai.
2. Capaian indikator persentase peningkatan kapasitas industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 77,3 % dengan realisasi indikator kinerja 3,94 %. Capaian ini dikategorikan baik. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih kapasitas produksi industri kecil menengah (2016 : 160.006.083; 2015 : 153.935.837) dengan kapasitas produksi industri kecil dan menengah tahun sebelumnya 153.935.837 di kali 100 persen. Capaian Indikator persentase peningkatan kapasitas produksi industri kecil dan menengah sampai dengan tahun 2016 sebesar 11,71 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 5,10 % sudah tercapai.
3. Capaian indikator persentase pertumbuhan industri kecil dan menengah tahun 2016 sebesar 17,73 % dengan realisasi indikator kinerja 2,8 %. Capaian ini dikategorikan kurang. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan selisih jumlah industri kecil menengah (2016 : 2684; 2015 : 2611) dengan nilai investasi tahun sebelumnya 2611 di kali 100 persen. Capaian Indikator persentase pertumbuhan industri kecil dan menengah sampai dengan tahun 2016 sebesar 21,28 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 15,77 % sudah tercapai.
4. Capaian indikator tingkat UTTP standar untuk transaksi perdagangan tidak dapat dibandingkan antara tahun 2016 dengan target akhir RPJMD karena tidak terukurnya data
tahun 2016. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pelayanan tera ulang UTTP dalam Kab.Muba. Hal ini dikarenakan Keputusan Bupati Musi Banyuasin Nomor : 243/KPTS-DPPKAD/2016 tentang Penetapan Penundaan Alokasi Belanja Tidak Langsung dan Pengeluaran Pembiayaan dalam APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2016.
5. Capaian indikator jumlah perusahaan yang berskala ekspor tahun 2016 sebesar 100 persen. Capaian ini dikategorikan sangat baik. Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dari jumlah perusahaan produk ekspor dan atau yang berpotensi ekspor dalam Kabupaten Musi Banyuasin.
6. Capaian indikator persentase usaha perdagangan yang membuat perijinan SIUP-TDP tidak lagi diukur di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab.Muba sejak tahun 2013 dikarenakan adanya perubahan tupoksi pendaftaran surat ijin usaha perdagangan dan tanda daftar perusahaan ke Badan Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal Kab.Muba.
7. Capaian indikator cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal tahun 2016 sebesar 12,14 % dengan realisasi indikator kinerja 5,37 %. Capaian ini dikategorikan kurang.
Angka realisasi capaian tersebut diperoleh dengan membandingkan jumlah pedagang informal yang mendapat binaan tahun 2016 yanitu sebanyak 281 pedagang dengan jumlah seluruh pedagang informal dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin 5241.
Capaian Indikator cakupan bina kelompok pedagang sampai dengan tahun 2016 sebesar 51,78 % dan jika dibandingkan dengan target RPJMD yang ditetapkan pada awal periode sebesar 44,26 % sudah tercapai
Berikut capaian kinerja dari sisi pengelolaan anggaran selama periode 2012-2017 adalah sebagai berikut :
Pendapatan
Selama periode 2012-2017 hanya ditahun 2016 terdapat pendapatan sebesar Rp 551.206.261 yang terdiri dari Retribusi jasa umum (Retribusi pelayanan pasar) sebesar Rp 252.283.500 dan Retribusi jasa usaha (Retribusi pasar grosir/pertokoan) sebesar Rp 298.822.761.
Belanja
Tahun 2012, target belanja sebesar Rp 16.322.024.000 terealisasi sebesar Rp 15.455.767.021 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 13.974.850.000 terealisasi Rp
13.210.002.396 dan belanja modal sebesar Rp 2.347.174.000 terealisasi sebesar Rp 2.245.764.625
Tahun 2013, target belanja sebesar Rp 28.466.136.000 terealisasi sebesar Rp 27.151.584.609 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 23.029.101.000 terealisasi Rp 21.847.849.609 dan belanja modal sebesar Rp 5.437.035.000 terealisasi sebesar Rp 5.303.735.000
Tahun 2014, target belanja sebesar Rp 23.954.713.582 terealisasi sebesar Rp 22.016.830.523 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 22.810.724.582 terealisasi Rp 21.044.101.935 dan belanja modal sebesar Rp 1.143.989.000 terealisasi sebesar Rp 972.728.588
Tahun 2015, target belanja sebesar Rp 12.980.301.300 terealisasi sebesar Rp 12.067.561.146 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 9.686.156.300 terealisasi Rp 9.137.703.946 dan belanja modal sebesar Rp 3.294.145.000 terealisasi sebesar Rp 2.929.857.200
Tahun 2016, target belanja sebesar Rp 13.042.990.959,65 terealisasi sebesar Rp 12.363.013.605 dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 9.168.632.459,65 terealisasi Rp 8.769.275.005 dan belanja modal sebesar Rp 3.874.358.500 terealisasi sebesar Rp 3.593.738.600
2012 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi
(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
1.1 Pendapatan Asli
Daerah 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
1.1.2 Pendapatan Retribusi
Daerah 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
16.322.024.000,00 28.466.136.000,00 23.954.713.582,00 12.980.301.300,00 13.042.990.959,65 15.455.767.021,00 27.151.584.609,00 22.016.830.523,00 12.067.561.146,00 12.363.013.605,00 94,69 95,38 91,91 92,97 94,79 18.953.233.168 17.810.951.381
2.1
Belanja Operasi
13.974.850.000,00 23.029.101.000,00 22.810.724.582,00 9.686.156.300,00 9.168.632.459,65 13.210.002.396,00 21.847.849.609,00 21.044.101.935,00 9.137.703.946,00 8.769.275.005,00 94,53 94,87 92,26 94,34 95,64 15.733.892.868 14.801.786.578
2.1.1
Belanja Pegawai
3.948.593.000,00 4.080.146.000,00 4.428.124.082,00 3.905.551.300,00 4.075.753.959,65 3.674.722.214,00 3.581.357.230,00 3.830.383.635,00 3.575.017.426,00 3.833.513.955,00 93,06 87,78 86,50 91,54 94,06 4.087.633.668 3.698.998.892
2.1.2
Belanja Barang
10.026.257.000,00 18.948.955.000,00 18.382.600.500,00 5.780.605.000,00 5.092.878.500,00 9.535.280.182,00 18.266.492.379,00 17.213.718.300,00 5.562.686.520,00 4.935.761.050,00 95,10 96,40 93,64 96,23 96,91 11.646.259.200 11.102.787.686
2.1.5
Belanja Hibah
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
2.2
Belanja Modal
2.347.174.000,00 5.437.035.000,00 1.143.989.000,00 3.294.145.000,00 3.874.358.500,00 2.245.764.625,00 5.303.735.000,00 972.728.588,00 2.929.857.200,00 3.593.738.600,00 95,68 97,55 85,03 88,94 92,76 3.219.340.300 3.009.164.803
2.2.1
Belanja Tanah
0,00 0,00 526.919.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 370.614.838,00 0,00 0,00 0,00 0,00 70,34 0,00 0,00 105.383.800 74.122.968
2.2.2
Belanja Peralatan
dan mesin 1.056.504.000,00 1.047.715.000,00 537.370.000,00 725.000.000,00 266.276.000,00 1.002.090.650,00 994.135.000,00 526.207.750,00 434.124.000,00 265.016.000,00 94,85 94,89 97,92 59,88 99,53 726.573.000 644.314.680 2.2.3
belanja Bangunan
dan Gedung 763.920.000,00 4.255.520.000,00 0,00 2.535.470.000,00 3.408.082.500,00 728.386.000,00 4.176.175.000,00 0,00 2.463.833.200,00 3.131.450.600,00 95,35 98,14 0,00 0,00 0,00 2.192.598.500 2.099.968.960 2.2.4
Belanja Jalan,Irigasi
dan Jaringan 50.000.000,00 100.000.000,00 10.000.000,00 25.000.000,00 200.000.000,00 49.550.000,00 99.625.000,00 7.906.000,00 23.225.000,00 197.272.000,00 99,10 99,63 79,06 92,90 98,64 77.000.000 75.515.600 2.2.5
Belanja Aset Tetap
Lainnya 476.750.000,00 33.800.000,00 69.700.000,00 8.675.000,00 0,00 465.737.975,00 33.800.000,00 68.000.000,00 8.675.000,00 0,00 97,69 100,00 97,56 100,00 0,00 117.785.000 115.242.595
Catatan:
Matrik ini digunakan untuk menunjukkan pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD melalui pelaksanaan Renstra periode sebelumnya.
(1) Pendapatan
Belanja
Pembiayaan Uraian
Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi Anggaran pada
Tahun ke- Rata-rata Pertumbuhan
Jumlah Rencana Pengeluaran Belanja Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin yang tercantum dalam Perubahan Anggaran Tahun 2016 dan menjadi dasar penyusunan perhitungan anggaran ini adalah sebesar Rp. 13.042.990.959,- dengan realisasi sebesar Rp. 12.363.013.605,- . Anggaran dan realisasi belanja pada Tahun 2015 dikaitkan dengan pencapaian sasaran yang telah diukur melalui indikator kinerja adalah sebagai berikut:
Realisasi Anggaran Program/Kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tahun 2016
No Sasaran Program /Kegiatan Anggaran (Rp) Realisasi Capaian
1 2 3 4 5 6
Program peningkatan sarana aparatur Rp563.056.500 Rp545.196.900 96,83%
6 Meningkatnya
Secara umum Belanja Langsung Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin untuk Tahun 2016 secara fisik tercapai 100% namun secara Keuangan terealisir 95,03% dari anggaran yang ditetapkan untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dengan jumlah realisasi anggaran Belanja operasi yang terdiri dari belanja pegawai Rp. 3.467.859.955,- Balanja Barang Rp. 4.935.761.050,- Sedangkan Belanja Modal untuk Anggaran tahun 2016 sebesar Rp. 3.593.738.600,- Dengan demikian Total Realisasi Anggaran baik belanja langsung maupun tidak langsung senilai Rp.
8.895.153.650,- (secara total terealisir 95,03%).
Berdasarkan uraian capaian indikator kinerja periode 2012-2017 yang telah ditetapkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dalam pencapaiannya terdapat penyebab keberhasilan maupun kegagalan berikut uraiannya :
1. Capaian indikator peningkatan nilai investasi, kapasitas produksi dan pertumbuhan industri kecil dan menengah didukung oleh;
Salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian adalah
peran tenaga penyuluh lapangan dalam membina langsung industri kecil dan menegah se Kabupaten Musi Banyuasin.
Berbagai program dan kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang bersifat
mengembangkan industri kecil dan menengah maupun menstimulasi tumbuhnya industri kecil baru seperti bimbingan teknis yang melibatkan peserta generasi muda sebagai calon calon wirausaha baru.
Capaian ini juga tidak lepas peran dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi
Sumatera Selatan serta Kementerian Perindustrian RI yang ikut membina dan menfasilitasi industri kecil menengah dalam Kabupaten Muba melalui berbagai pelatihan dan fasilitasi sarana produksi melalui dana alokasi khusus (DAK) maupun APBN.
2. Capaian indikator cakupan bina kelompok pedagang didukung oleh;
Berbagai program dan kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang bersifat
membina kelompok pedagang seperti penataan pedagang kaki lima/asongan
Capaian ini juga tidak lepas dari peran Kementerian Perdagangan RI yang ikut membina
dan menfasilitasi pedagang dalam Kabupaten Muba dengan program revitalisasi pasar rakyat melalui dana alokasi khusus (DAK) maupun APBN.
Sedangkan penyebab kegagalan terutama untuk indikator tingkat alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP) standar untuk transaksi perdagangan adalah belum optimalnya pelayanan tera/tera ulang UTTP yang dikarenakan belum beroperasionalnya Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) kemetrologian yang berperan melayani tugas pokok dan fungsi pelayanan tera/tera ulang. Untuk hal ini maka Dinas Perdagangan dan Perindustrian perlu mendapat dukungan anggaran yang memadai agar segera beroperasionalnya Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) kemetrologian dan mengoptimalkan peran melayani tugas pokok dan fungsi pelayanan tera/tera ulang dalam rangka mencapai daerah Kabupaten dengan rasio tertib ukur yang tinggi sebagai upaya perlindungan konsumen dalam transaksi perdagangan.
2.4. Tantangan Dan Peluang Pengembangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin
Tantangan yang paling nyata dihadapi kedepan terkait dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian adalah bahwa dinamika pembangunan daerah harus bergerak cepat yang diakibatkan oleh adanya perkembangan global diberbagai sektor kehidupan masyarakat yang tidak dapat dihindari seiring dengan perkembangan global tersebut telah diantisipasi dengan berbagai macam kebijakan yang harus dikeluarkan oleh pemerintah dan pemerintah provinsi. Hal ini tentu berimplikasi pula terhadap kebijakan yang harus dikeluarkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Musi Banyuasin agar adanya sinergi dan kesesuaian dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan. Untuk melihat tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin pada 5 (lima) tahun mendatang berikut hasil analisis Renstra Kementerian, Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, hasil analisis terhadap RTRW dan hasil analisis KLHS :
Tabel 2.1
Komparasi Capaian Sasaran Renstra PD Kabupaten/Kota Terhadap Sasaran Renstra PD Provinsi dan Renstra K/L No Indikator Kinerja Capaian Sasaran
Renstra Dinas dan pengawasan barang dan jasa
3. Cakupan bina
Tabel 2.2
Hasil Telaah Struktur Ruang Wilayah No Rencana
Hasil Telaahan Pola Ruang Wilayah No Rencana Pola
Program pengendalian
Hasil Telaahan Pola Ruang Wilayah
No Aspek Kajian Ringkasan
KLHS
Implikasi terhadap Program RPJMD
Catatan bagi Perumusan Program RPJMD 1. Kapasitas daya dukung dan daya
tampung lingkungan hidup untuk pembangunan mematikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan
2. Perkiraan mengenai dampak resiko lingkungan hidup dan resiko lingkungan hidup
3. Kinerja layanan/jasa ekosistem Cukup Program terkait : pendidikan,
4. Efisiensi pemanfaatan sumber daya alam
daya alam 5. Tingkat kerentanan dan kapasitas
adaptasi terhadap perubahan iklim
Cukup Program-program pembangunan
Dalam perumusan
program RPJM,
Perangkat Daerah memperhatikan tingkat
kerentanan dan
kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim 6. Tingkat ketahanan danpotensi
keanekaragaman hayati
Cukup Program-program pembangunan
Dalam perumusan
program RPJM,
Perangkat Daerah memperhatikan tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati 7. Ketersediaan tenaga listrik Cukup Pembangunan
jaringan sutet dan gardu induk
Dalam perumusan
program RPJM,
Perangkat Daerah memperhatikan
ketersediaan tenaga listrik
Berdasarkan tabel diatas hasil analisis Renstra Kementerian, Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, hasil analisis terhadap RTRW dan hasil analisis KLHS Berikut tantangan yang dihadapi :
A URUSAN PERINDUSTRIAN : a. Tantangan :
- Terbukanya pasar global (AFTA, NAFTA, ICFTA ,MEA).
- Perkembangan isu kerusakan lingkungan dari limbah Industri.
- Persaingan kualitas dan harga di pasar global.
- Ketergantungan mata pencaharian sektor pertanian dan perkebunan.
- Tingginya biaya produksi.
- Rendahnya jiwa enterpreneurship masyarakat.
b. Peluang :
- Adanya dukungan dari Pemerintah Daerah bagi perkembangan Industri sebagaimana.
tertuang pada Misi dan Visi Kabupaten Musi Banyuasin.
- Kondusifitas keamanan Daerah.
- Kemudahan akses perijinan usaha.
- Adanya produk unggulan lokal yang mendukung daya saing Industri.
- Tingginya bahan baku untuk pengembangan hilirisasi industri.
- Diversifikasi dan hilirisasi industri.
- Dukungan kebijakan pemerintah pusat tentang penyebaran industri keluar pulau jawa.
B URUSAN PERDAGANGAN a. Tantangan
1. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurus perijinan untuk tempat usahanya.
2. Banyaknya isu strategis nasional di bidang perdagangan yang harus ditindaklanjuti.
3. Fluktuasi harga bahan kebutuhan pokok di waktu waktu tertentu.
4. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya promosi produk yang mereka hasilkan.
5. Belum optimalnya tata kelolah pasar rakyat.
6. Masih rendahnya tingkat kesadaran konsumen serta belum optimalnya pengawasan barang dan jasa.
7. Pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat yang tidak disertai dukungan pendanaan.
b. Peluang
1. Masih banyaknya sektor perdagangan yang belum mengurus kelengkapan perijinan.
2. Banyaknya tingkat kebutuhan pasar baik tingkat lokal, nasional , maupun internasional akan produk Musi Banyuasin (khususnya untuk produk handicraft).
3. Memiliki produk unggulan daerah ( gambir ) yang memiliki daya saing sangat tinggi dan jika dikelola dengan baik potensial untuk ekspor.
4. Sebagian wilayah dilalui jalur transportasi nasional sehingga berpotensi untuk kawasan perdagangan.
5. Besarnya dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan pasar rakyat.
BAB III
ISU – ISU STRATEGIS BEDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tupoksi 3.1.1. Urusan Perindustrian
Pada prinsipnya permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan urusan perindustrian terdiri dari 2 (dua) aspek yaitu Internal (aparatur) dan Eksternal (Lingkungan Global).
Permasalahan dari aspek Internal antara lain :
- Kurang memadainya Sumber daya Manusia dari segi kualitas maupun kuantitas.
- Kurang memadainya sarana operasional pembinaan.
- Kurangnya peluang pelatihan untuk SDM dalam meningkatkan kompetensi.
Sedangkan dari aspek eksternal, permasalahan yang dihadapi adalah : - Persaingan kualitas dan harga di pasar global.
- Tingginya biaya produksi.
- Maraknya Black Market.
- Rendahnya jiwa kewirausahaan (enterpreneurship) - Sulitnya mendapatkan bantuan permodalan - Kurang kondusifnya iklim usaha.
- Minimnya ide ide kreativitas dan diversifikasi produk - Persaingan yang negatif diantara para pelaku industri.
3.1.2. Urusan Perdagangan
Disamping adanya faktor sebagaimana telah diuraikan di atas. dalam usaha pencapaian sasaran juga ditemui beberapa permasalahan antara lain :
- Kurangnya kesadaran pelaku usaha akan pentingnya Legalitas Usaha .
- Kurangnya kuantitas dan kualifikasi SDM aparat pembina dan pengusaha industri dan perdagangan.
- Kurangnya SDM bidang Metrologi Legal dalam Pembinaan dan Pengawasaan UTTP - Masih rendahnya pelaporan pelaku usaha khsusnya yang memiliki Gudang untuk
melaporkan realisasi usahanya.
- Rendahnya wawasan pelaku usaha UKM terhadap promosi.
- Terbatasnya prasarana dan sarana operasional aparat pembina.
- Terbatasnya sarana dan prasarana kemetrologian serta tenaga tekhnis kemetrologian yang tersedia.
3.2. Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih
Visi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin mencerminkan apa yang ingin dicapai, arah dan fokus strategi yang akan ditempuh, serta menjadi perekat bagi setiap komponen dalam jajaran organisasi untuk mengemban tugas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat secara sinkron dan sinergis.
Oleh karena itu visi dan misi diharapkan mampu menangkap peluang dan mengantisipasi era globalisasi yang ditandai oleh persaingan yang semakinketat baik secara nasional maupun global dan krisis yang berkepanjangan.
Dalam perumusannya Visi Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengacu pada Visi yang ditetapkan Kabupaten, sehingga dalam implementasinya terjadi sinkronisasi dan kesamaan arah atau merupakan bagian dari Visi Kabupaten sesuai dengan bidang tugas yang diemban berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Adapun Visi dan Misi Kabupaten Musi Banyuasin adalah : Visi :
“MUBA MAJU BERJAYA 2022”
Misi :
1. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintah yang baik Melalui Peningkatan Kualitas Birokrasi yang Bersih Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat.
2. Memacuh Pembangunan Infrastruktur Secara Masif
3. Melakukan Berbagai Inovasi, Dan Jiwa Enterpreneur Masyarakat Berbasis Reseach Dengan Pemanfaatan Kemajuan Iptek.
4. Menyediakan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan yang Berkualitas serta Terjangkau Bagi Semua Lapisan Masyarakat Demi Terciptanya Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Unggul dan Kompetitif.
5. Menciptakan Generasi Muda Musi Banyuasin yang Religius, Berprestasi, serta Anti Narkoba.
6. Mengelola Sumber Daya Alam secara Optimal dan Bertanggungjawab dengan Memperhatikan Aspek Kelestarian Lingkungan (green growth governance).
7. Memberdayakan Perempuan dan Melindungi Anak serta Penyandang Disabilitas.
Terkait visi dan misi Kepala Daerah terpilih Kabupaten Musi Banyuasin 2017-2022 tersebut diatas Dinas Perdagangan dan Perindustrian dilimpahkan tugas untuk pencapaian misi ketiga dan keenam. Dalam misi ketiga yaitu :
“Meningkatkan Kemandirian Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan”
Diharapkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin mampu :
Memfasilitasi dan mengakomodir pelatihan keterampilan di tiap-tiap kecamatan memberdayakaan unit-unit sektor usaha kecil yang berbasis Home Industri, sehingga nanti Musi Banyuasin Bisa menjadi daerah maju berbasis Ekonomi Kerakyatan dengan Pemberdayaan UMKM.
Pemberdayaan potensi ekonomi kerakyatan dan pembangunan zona-zona industri yang berdasarkan zona atau kluster ekonomi, one village one product.
Dalam misi keenam yaitu :
“Mengelolah sumber daya alam secara optimal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan”
Diharapkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin mampu :
Membangun industri pengolahan hasil bumi dan industri hilir perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah produksi perkebunan contoh pabrik industri hilir produk kelapa sawit (minyak goreng, margarin, dan lain-lain), pabrik pengolahan industri karet (pabrik sarung tangan karet, pabrik selang karet dan pabrik ban).
Sedangkan terkait tujuan pembangunan kabupaten Musi Banyuasin selama lima tahun, Dinas Perdagangan dan Perindustrian diharapkan mampu mendukung pencapaian tujuan ke 6 (enam) dan 7 (tujuh) yaitu :
6. Mengoptimalkan peran dunia usaha, industri dan perdagangan guna meningkatkaan PAD (Pendapatan Asli Daerah
7. Meningkatkan pemberdayaan ekonomi berbasis kemasyarakatan.
Berdasarkan telaahan visi, misi dan program kepala daerah, terdapat beberapa faktor penghambat dan pendorong pelayanan perangkat daerah seperti pada tabel berikut :
Tabel 3.1
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan PD
Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Visi : MUBA MAJU BERJAYA 2022
No Misi dan Program KDH dan
No Misi dan Program KDH dan