• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS PERIODE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA STRATEGIS PERIODE"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS PERIODE 2017 -2022

RENSTRA

DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN

KABUPATEN MUSI BANYUASIN

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat Allah SWT, maka Review Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017-2022 telah dapat diselesaikan dengan baik. Mencermati kondisi persaingan daerah yang semakin ketat dan disisi lain banyaknya permasalahan yang harus dihadapi, maka Dinas Perdagangan dan Perindustrian selaku fasilisator Pemerintah dalam menjembatani antara kepentingan Pemerintah dan masyarakat pelaku usaha telah menyusun suatu dokumen Rencana Strategis (Renstra) 5 (lima) tahun kedepan.

Rencana Strategis (Renstra) merupakan penjabaran visi, misi, dan program Kepala Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017-2022.

Renstra menjadi pedoman dalam menyusun rencana kerja lima tahunan Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan Rencana tahunan Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Selain itu, dengan telah disusunnya Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin ini, diharapkan pelaksanaan pembangunan dapat menjadi cermin pelaksanaan kebutuhan pelaku usaha dari berbagai sektor industri dan perdagangan yang mampu mendorong kegiatan perekonomian masyarakat di lingkungan Kabupaten Musi Banyuasin.

Kami menyadari bahwa Rencana Strategis (Renstra) ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan, untuk itu kami mohon kepada semua pihak dapat memberikan saran, kritik serta masukan yang berguna, agar rencana yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) ini dapat terimplementasi secara baik dan mencapai sasaran yang diinginkan.

Sekayu, 2017

Kepala Dinas

Perdagangan dan Perindustrian

Kabupaten Musi Banyuasin,

H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007

(3)

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN... i

KATA PENGANTAR ……….…………... ii

DAFTAR ISI ……….………... iii

SK RENCANA STRATEGIS... V SK PEMBENTUKAN TIM PENYUSUNAN RENSTRA... X BAB I PENDAHULUAN ……….………..………... 1

1.1 Latar Belakang ……..……….………... 1

1.2 Landasan Hukum...………..………... 3

1.3 Maksud dan Tujuan………... 8

1.4 Sistematika Penulisan ...………... 9

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PD... 12

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi... 12

2.2 Sumber Daya PD...………... 17

2.3 2.4 Kinerja Pelayanan PD... Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan PD... 23 31 BAB III ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 36 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan PD... 36

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ... 36

3.3 3.4 3.5 Telaahan Renstra Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan 2017-2022... Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis... Penentuan Isu – Isu Strategis... 39 41 42 BAB IV TUJUAN DAN SASARAN 46 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah PD... 46

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 48 5.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ... 48

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN ... 53

(4)

iv

BAB VII INDIKATOR KINERJA DINAS DAGPERIND SESUAI TUJUAN DAN SASARAN RPJMD...

62

7.1 7.2

Pengukuran Indikator Kinerja...

Indikator Kinerja Utama...

62 63 BAB VIII PENUTUP...………..……….………... 66

(5)

DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN

Jl. Merdeka Lk. I Kel. Serasan Jaya Sekayu Kode Pos : 30711 Telp. (0714) 321159 Fax. (0714) 321159 Email. [email protected]

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR : 502/KPTS/DAGPERIND/2017

TENTANG

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN TAHUN 2017 – 2022

Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi sebagaimana diamanatkan dalam Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1988 dan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN, dipandang perlu untuk menetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin tentang Rencana Strategis sebagai pedoman Program / kegiatan 5 tahun Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 – 2022 ;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembetukan Daerah- daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355 );

5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan

Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4400 );

(6)

2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 );

8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700 );

9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725 );

10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

11. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587 ), sebagaiamana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578 );

13. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonsia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 4664);

(7)

Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentangPembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

19. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

20. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015–2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 210);

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 32);

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, Tata cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD, yang telah diundangkan oleh KEMENKUM HAM pada tanggal 25 September 2017 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 No. 1213);

25. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2007 Nomor 17);

26. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 9 Tahun 2014

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013-2018;

(8)

tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2008 Nomor 40);

28. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2016 Nomor 9);

29. Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 74 tahun 2016 tentang uraian tugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin.

30. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 8 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2016-2036 (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2016 Nomor 8;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN TENTANG RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN TAHUN 2017 - 2022

Pasal 1

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :

1. Rencana Strategis Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin yang selanjutnya disebut dengan Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin adalah Dokumen Perencanaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin atas kewenangan yang diberikan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin.

2. Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin berlaku dari Tahun 2017 - 2022.

3. Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin

Tahun 2017 - 2022 memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program

serta Kegiatan.

(9)

Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin memuat pelayanan di bidang Perdagangan dan Perindustrian yang bersifat strategis.

Pasal 3

Keputusan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 - 2022.

Pasal 4

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Sekayu Pada Tanggal Juni 2017

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin,

H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007

(10)

DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN

Jl. Merdeka Lk. I Kel. Serasan Jaya Sekayu Kode Pos : 30711 Telp. (0714) 321159 Fax. (0714) 321159 Email. [email protected]

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN

NOMOR : 501/KPTS/DAGPERIND/2017 TENTANG

PEMBENTUKAN TIM PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN TAHUN 2017 – 2022

Menimbang : Bahwa untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi sebagaimana diamanatkan dalam Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1988 dan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN, dipandang perlu untuk menetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin tentang Rencana Strategis sebagai pedoman Program / kegiatan 5 tahun Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 – 2022 ;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembetukan Daerah- daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355 );

5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 );

6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004

Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

(11)

7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 );

8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700 );

9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725 );

10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234 );

11. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587 ), sebagaiamana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonsia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan

Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4614);

(12)

Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

19. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

20. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015–2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 210);

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 32);

25. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2007 Nomor 17);

26. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera SelatanTahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2008 Nomor 40);

27. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 13 Tahun 2006

tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten

Musi Banyuasin Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Musi

Banyuasin Tahun 2008 Nomor 40);

(13)

28. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2016 Nomor 9);

29. Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 74 tahun 2016 tentang uraian tugas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin.

30. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 8 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2016-2036 (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2016 Nomor 8);

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Keputusan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin tentang Pembentukan Tim Penyususnan Rencana Strategis Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2017 - 2022

Pasal 1

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :

1. Rencana Strategis Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin yang selanjutnya disebut dengan Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin adalah Dokumen Perencanaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin atas kewenangan yang diberikan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin.

2. Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin berlaku dari Tahun 2017 - 2022.

3. Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017-2022 memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program serta Kegiatan.

Pasal 2

Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin

memuat pelayanan di bidang Perdagangan dan Perindustrian yang bersifat

strategis.

(14)

Keputusan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017- 2022.

Pasal 4

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Sekayu Pada Tanggal Juni 2017

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin,

H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007

(15)

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN.

NOMOR : /KPTS/DAGPERIND/2017 TANGGAL : JUNI 2017

TENTANG : PEMBENTUKAN TIM PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN TAHUN 2017 – 2022

Penanggung Jawab : Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin.

K e t u a : Sekretaris.

Sekretaris : Kasubag Perencanaaan, Evaluasi dan Pelaporan Anggota : 1. Darmadi, SPd., M.Si (Ka. Bidang Bina Usaha dan

Pelaku Distribusi).

2. Tazar, SE., M.Si (Ka. Bidang Sarana Distribusi dan Logistik)

3. Rahmadi, S.T.,M.T (Ka. Bidang Penggunaan dan Pemasaran produk dalam Negeri).

4. H. Edwar., ST (Ka. Kabid Barang Kebutuhan Pokok dan Penting)

5. Rosihan Arpani, SH (Ka. Industri).

6. Titin Handayani, S.Sos (Kasubag TU. UPTD

Metrologi)

(16)

BAB I

P E N D A H U L U A N

1.1 Latar Belakang

Dalam upaya penyelenggaraan Pemerintahan yang bersih dan akuntable sebagaimana diamanatkan dalam Ketetapan MPR No. XI/MPR/1988 dan Undang-undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas KKN. Berkaitan dengan ketetapan tersebut dan sesuai dengan amanat Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional maka Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang sekaligus sebagai Perencanaan Strategis untuk masa lima tahun dari tahun 2017 s/d 2022. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin 2017 – 2022 tersebut kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor Tahun 2017.

Perencanaan Strategis Kabupaten Musi Banyuasin 2017 s/d 2022 berfungsi sebagai perencanaan taktik stratejik Kabupaten Musi Banyuasin dan disusun sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah dengan menampung sebanyak-banyaknya aspirasi masyarakat. Sebagai bagian dari perangkat daerah, setiap pengelola pemerintahan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin utamanya Kepala Unit Kerja Mandiri dan Pejabat Eselon II keatas diwajibkan menyusun Rencanaan Stratejik (Renstra) untuk masa lima tahun, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin sebagai salah satu PD yang dipimpin oleh Eselon II wajib menyusun Renstra.

Dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntable serta sebagai wujud implementasi Inpres Nomor 7 Tahun 1999 dan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan memperhatikan PP 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, maka peranan Renstra sangat penting.

Untuk mewujudkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan dan Program dalam Renstra ini, maka setiap tahunnya akan dibuat Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagaimana yang diamanatkan UU No 25 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Anggaran (RKA) secara proposional dan terukur serta menentukan jenjang tanggungjawab terhadap keberhasilan maupun kegagalan antara lain staf dan eselon IV bertanggung jawab pada kegiatan, eselon III bertanggung jawab pada program, dan eselon II bertanggung jawab pada kebijakan.

Sebagaimana amanat UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Demikian juga halnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin juga wajib menyusunnya.

Dalam menyusun Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, ada beberapa hal yang menjadi acuan seperti : (a) Tugas pokok dan Fungsi, (b) Capaian kinerja tahun sebelumnya, (c) Permasalahan yang diprediksi muncul pada tahun mendatang dan (d) Indikasi alokasi dana

(17)

yang diperkirakan pada tahun-tahun mendatang.

Fungsi Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dalam pembangunan daerah khususnya Perdagangan dan Perindustrian adalah sebagai instrumen untuk memberikan arah dan acuan pembangunan dagperind sehingga terjadi peningkatan kinerja di tahun mendatang. Sebagaimana diungkapkan di atas, Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, Sebagai perencanaan strategis, maka proses penyusunannya harus melalui beberapa tahapan. ;

Pertama proses penjaringan visi dan misi organisasi.Penjaringan visi dan misi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin dilakukan dengan fokus group diskusi, dengan tujuan agar seluruh komponen organisasi tahu kearah mana organisasi di bawa agar tetap eksis. Untuk menjabarkan visi organisasi, maka diperlukan misi. Penyusunan visi dan misi organisasi didasarkan pada tugas pokok dan fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, serta memperhatikan visi dan misi kementerian terkait. ;

Kedua menetapkan tujuan. Untuk mewujudkan visi dan misi organisasi ditetapkan tujuan organisasi. Tujuan merupakan sesuatu kondisi yang ingin dicapai oleh organisasi selama lima tahun. Tujuan dijabarkan setiap tahunnya menjadi sasaran. Sasaran merupakan kondisi yang ingin dicapai dalam kurun waktu satu tahun.;

Ketiga menyusun strategi yaitu cara mencapai tujuan. Strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran ditempuh melalui ; kebijakan, program dan kegiatan. Kebijakan adalah otoritasnya kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, sedangkan program dan kegiatan telah diatur dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2006 sebagaimana diubah menjadi Permendagri Nomor 59 tahun 2007. Pemilihan strategi melalui prioritas program dan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan metode SWOT.

Dokumen Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin memiliki keterkaitan dengan berbagai dokumen perencanaan di tingkat nasional; Provinsi dan Kabupaten seperti : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 ( Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007),tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 (Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumatera Selatan 2013-2018 (Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 9 tahun 2014), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 9 Tahun 2008 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin 2017-2022.

Hal ini karena pembangunan Daerah merupakan sub sistem dari pembangunan nasional dan rencana strategis PD merupakan subsistem dari Perencanaan Pembangunan Daerah oleh karenanya

penyusunan Rencana strategis PD harus bersinergi dan singkron dengan dokumen perencanaan lainnya. Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin diharapkan :

 Dapat merumuskan tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang konsisten dengan visi, misi program Bupati serta memperhatikan program prioritas kementerian terkait.

(18)

 Dapat memberikan arah terhadap perkembangan daerah dan dapat dipahami oleh masyarakat sehingga dengan demikian akan tumbuh terbangun ‘sense of ownership’ dari rencana strategis tersebut.

 Memastikan bahwa sumber daya dan dana daerah diarahkan untuk menangani isu strategis dan permasalahan prioritas di sektor Dagperind;

 Menyediakan basis untuk mengukur sejauh mana kemajuan untuk mencapai tujuan dan mengembangkan mekanisme untuk menginformasikan perubahan apabila diperlukan

 Dapat merumuskan fokus dan langkah-langkah yang lebih jelas untuk mencapai tujuan pengembangan.

 Dapat menghasilkan acuan pengembangan daerah yang lebih produktif, efisien dan efektif.

Gambar I.1

Hubungan Renstra dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

1.2 Landasan Hukum

Dalam masa lima tahun, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin sebagai PD yang dipimpin oleh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga diwajibkan menyusun Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kinerja

RPJM-Nasional (5 Tahun)

RPJP-Nasional (20 Tahun)

RPJP-Daerah Propinsi (20 Tahun)

RPJP-Daerah Kab/Kota (20 Tahun) RPJM- Daerah Propinsi/

Renstrada-Propinsi dan Standar Pelayanan

Minimal

RPJM-Daerah Kab/Kota (5 Tahun)

Rancangan Renstra-PD Renstra-PD

(5 Tahun) RKPD Kab/Kota

(1 Tahun)

Renja-PD (1 Tahun)

RAPBD Kab/Kota (1 Tahun) RKP Pedoman

Memperhatikan Acuan

Acuan

Acuan

Pedoman

Pedoman Input Pedoman

Memperhatikan

Penjabaran

Acuan Acuan

(19)

Tahunan yang dilengkapi dengan indikator kinerja dan target kinerja sebagai alat ukur keberhasilan pencapaian sasaran dan kegiatan. Rencana Kinerja Tahunan tersebut berfungsi sebagai perencanaan operasional yang menjadi dasar pengajuan anggaran berbasis kinerja.

Dengan terbitnya Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 74 Tahun 2016 tentang susunan organisasi, uraian tugas dan fungsi dinas perdagangan dan perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, maka penyusunan Renstra dan Rencana Kinerja Tahunan, didasarkan pada beberapa landasan sebagai berikut :

A. Landasan Idiil yaitu Pancasila

B. Landasan Konstitusional yaitu UUD 1945, C. Landasan Operasional :

1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821);

2. Undang-undang nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal;

3. Undang-undang nomor 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaaan;

4. Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen;

5. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

6. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomr 47 ; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286 );

7. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355 );

8. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66;

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 );

9. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 );

10. Undang-undang nomor 9 tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang;

11. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

12. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

(20)

13. Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

14. Undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;

15. Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

16. Undang-undang nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian;

17. Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagaangan;

18. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587 ); sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang – Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679 );

19. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen.

20. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578 );

21. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585 );

22. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663 );

23. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664 );

24. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25;

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614 );

25. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82;

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737 );

26. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba;

27. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2007 tentang Kemitraan;

(21)

28. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817 );

29. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833 );

30. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 107 Tahun 2015 Tentang Izin Usaha Industri;

31. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industri;

32. Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035;

33. Perpres Nomor 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern;

34. Perpres Nomor 74 tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol;

35. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

36. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 210);

37. Permendag Nomor 37/M-DAG/PER/9/2007 tentang penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan beserta perubahannya;

38. Permendag Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penyelenggaran Pendaftaraan Perusahaan;

39. Permendag Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern;

40. Permendag Nomor 07/M-DAG/PER/2/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 12/M-DAG/PER/6/2008 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian;

41. Permendag Nomor 20/M-DAG/PER/5/2009 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan barang dan/atau Jasa;

42. Permendag Nomor 28/M-DAG/PER/6/2009 tentang Ketentuan Pelayanan Perijinan Ekspor dan Impor dengan Sistem, Elektronik melalui inatrade dalam kerangka Indonesia National Single Windows;

(22)

43. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 69/M-Ind/Per/7/2009 tentang Pemberlakuan Standar Nasional indonesia (SNI) Air Minum dalam Kemasan (Amdk) Secara Wajib;

44. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 86/M-Ind/Per/9/2009 tentang standar Nasional Indonesia Bidang Industri;

45. Permendag Nomor 45/M-DAG/PER/9/2009 tentang Angka Pengenal Importir (API);

46. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, Tata cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD, yang telah diundangkan oleh KEMENKUM HAM pada tanggal 25 September 2017 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 No. 1213);

47. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 69/M-Ind/Per/7/2011 tentang Perubahan Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 19/M- Ind/Per/2/2010 tentang Daftar Mesin, Barang, dan Bahan Produksi dalam Negeri untuk Pembangunan atau Pengembangan Industri dalam Rangka Penanaman Modal;

48. Permendag Nomor 53/M-DAG/PER/8/2012 tentang Penyelenggaraan Waralaba;

49. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 96/M-Ind/Per/12/2011 tentang Persyaratan Teknis Industri Air Minum dalam kemasan;

50. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);

51. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 32);

52. Permendag Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan penjualan Minuman Beralkohol;

53. Permendag Nomor 90/M-DAG/PER/12/2014 tentang Penataan dan Pembinaan Gudang;

54. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 51/M-Ind/Per/6/2015 tentang Pedoman Penyusunan Standar industri Hijau;

55. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 110/M-Ind/Per/12/2015 tentang Penyusunan Rencana Industri Provinsi dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten atau Kota.

56. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

57. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 18/M-Ind/Per/3/2016 tentang Penghargaan industri Hijau;

58. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 20/M-Ind/Per/3/2016 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor : 11/M-

(23)

Ind/Per/3/2014 tentang Pedoman Restrukturasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Kecil dan Menengah.

59. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 39/M-Ind/Per/6/2015 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan industri dan Izin Perluasan Kawasan industri;

60. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 40/M-Ind/Per/6/2016 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri;

61. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor : 64/M-Ind/Per/7/2016 tentang Besaran Jumlah Tenaga Kerja dan Nilai Investasi untuk Klasifikasi Usaha Industri;

62. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 9 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sumatera Selatan.

63. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 9 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013-2018;

64. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2005 – 2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2008 Nomor 40),

65. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2016 Nomor 9);

66. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 8 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2012-2032 (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2012 Nomor 27, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 27);

67. Peraturan Daerah Kabupaten Musi banyuasin Nomor Tahun tentang rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017-2022.

68. Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 74 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin.

1.3 Maksud dan Tujuan

Sebagaimana diuraikan pada latar belakang, bahwa Renstra Dinas Dagperind Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 - 2022 merupakan Rencana Pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin dalam urusan Dinas Dagperind dalam kurun waktu 5 tahun. Sebagai penjabaran RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 - 2022, maka Renstra Dinas Dagperind Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 – 2022 ditetapkan dengan maksud untuk memberikan arah kebijakan pembangunan pada sektor Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Musi

(24)

Banyuasin sesuai Visi dan Misi Bupati sehingga setiap stakeholders dan komponen masyarakat dapat berpartisipasi sejak perencanaan, pelaksanaan maupun kontrol sosial guna mewujudkan pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin yang berdaya guna dan berhasil guna.

Tujuan Penyusunan Renstra Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 – 2022 adalah menyediakan dokumen perencanaan komprehensif dalam urusan pembangunan Dagperind lima tahunan, yang akan digunakan sebagai acuan dalam:

1. Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT),

2. Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas Dagperind

3. Sebagai sumber hukum dalam pelaksanaan pembangunan bidang Perdagangan, Perindustrian dan Pengelolaan Pasar selama lima tahun.

4. Sebagai acuan dalam penilaian kinerja pembangunan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

1.4 Sistematika Penulisan

Sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Sistematika Perencanaan Strategis (Renstra) Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2017 - 2022 adalah sebagai berikut:

BAB I P E N D A H U L U A N

Pada bab ini berisi tentang: Latar Belakang yang Pengertian Renstra PD, Fungsi Renstra PD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, Proses penyusunan Renstra PD, Keterkaitan Renstra PD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra Kabupaten/Kota, dan dengan Renja PD,

Landasan Hukum memuat : Memuat penjelasan tentang Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK, kewenangan PD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran PD.

Maksud dan Tujuan Penyusunan Renstra berisi tentang: penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra PD.

Sistematika Renstra memuat tentang; pokok bahasan dalam penulisan Renstra PD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS DAGPERIND

Pada bab ini menguraikan tentang; informasi tentang peran (tugas dan fungsi) PD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki PD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra PD periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas PD yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra PD ini.

(25)

Bab ini juga memuat Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi PD. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi PD menguraikan secara singkat; Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan PD, struktur organisasi PD, serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon di bawah Kepala PD. Uraian tentang struktur organisasi PD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil, dan tata laksana PD (proses, prosedur, mekanisme).

Sumberdaya memuat; penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki PD dalam menjalankan tugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha yang masih operasional

Kinerja PD memuat; tingkat capaian kinerja PD berdasarkan sasaran/target Renstra PD periode sebelumnya, menurut SPM untuk urusan wajib, dan/atau indikator kinerja pelayanan PD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh Pemerintah.

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan PD; Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra PD Kabupaten / Kota, hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan PD pada lima tahun mendatang. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.

BAB III a.

b.

c.

d.

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Bab ini memuat:

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan PD;

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan PD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya

Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ; Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi PD yang terkait dengan visi, misi, serta program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan PD dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan PD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tersebut

Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis memuat; apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan PD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan PD ditinjau dari implikasi Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Penentuan Isu-isu Strategis ; Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan PD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan PD ditinjau dari: gambaran pelayanan PD,sasaran jangka menengah pada Renstra PD Kabupaten/Kota, dan implikasi RTRW bagi pelayanan PD.

(26)

e. Strategi Kebijakan memuat; rumusan pernyataan strategi dan kebijakan PD dalam lima tahun mendatang

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN

Bab ini menjelaskan pernyataan visi dimana visi ditetapkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Visi pada hakikatnya merupakan pernyataan kehendak tentang apa yang ingin dan mungkin dapat dicapai dalam kurun waktu lima tahun. Visi disusun mengacu pada visi RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin 2017-2022. Misi disusun untuk menjabarkan visi yang telah ditetapkan. Misi dijabarkan menjadi tujuan dan sasaran. Untuk mencapai tujuan dan sasaran ditetapkan strategi yaitu cara mencapai tujuan dan sasaran, yang terdiri atas kebijakan, program dan kegiatan.

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Bab ini menjelaskan rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan Dinas perdagangan dan perindustrian dalam 5 tahun mendatang.

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Bab ini menguraikan pengertian program yaitu instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Bab ini berisi rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif (Perumusan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif).

BAB VII INDIKATOR KINERJA DINAS DAGPERIND SESUAI TUJUAN DAN SASARAN RPJMD.

Penetapan indicator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran,Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja PD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai PD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

Indikator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD BAB VIII PENUTUP

Bab ini menguraikan tentang penutup yang meliputi kaidah pelaksanaan dan penutup.

(27)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN

Untuk mengetahui Gambaran pelayanan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, dapat dilihat dari Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, Komposisi Personalia, Kondisi Lingkungan Strategis, dan Isu Strategis sbb:

2.1 Tugas, Fungsi Dan Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 74 Tahun 2016, tentang Susunan Organisasi,Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, maka Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin adalah :

Kepala Dinas

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, mempunyai tugas melaksanakan segala kebijakan, usaha dan kegiatan di urusan pilihan Perdagangan dan Perindustrian, sesuai dengan kewenangannya dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku;

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Kepala Dinas mempunyai fungsi:

a. penyiapan bahan pelaksanaan urusan ketatausahaan, keuanngan, kepegawaian pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian;

b. pelaksanaan koordinasi penyusunan program, pengolahan dan pengkajian data dan informasi;

c. penyiapan program dan bahan pelaksanaan dalam bidang industri, kerajinan dan perdagangan;

d. penyusunan rencana dan penjabaran kebijakan teknis, pemberian bimbingan teknis, penyuluhan dan pengawasan dibidang industri, kerajinan dan perdagangan;

e. perumusan dan penjabaran kebijakan teknis dan pengembangan dibidang industri, kerajinan dan perdagangan;

f. penyiapan serta menyelenggarakan kebijakan teknis sesuai dengan kewenangan dibidang perindutrian dan perdagangan;

g. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian penerapan teknologi dan perizinan dibidang industri kimia, agro industri, hasil hutan, logam, mesin elektronika, usaha industri kecil, kerajinan, perdagangan dan perlindungan konsumen, kemetrologian serta pengawasan dan pengendalian pencemaran Industri;

(28)

h. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis, memberikan bimbingan, penyuluhan, melakukan pengawasan, pengendalian arus barang dan jasa. Promosi, penyiapan pelaksanaan perizinan serta urusan kemetrologian dibidang perdagangan;

i. penyiapan bahan pengelolaan serta pembinaan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Perdagangan dan Perindustrian; dan

j. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana dan program kerja serta pemberian pelayanan administrasi dan hukum kepada semua unsur di lingkungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin;

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat mempunyai fungsi

a. pelaksanaan urusan umum dan kepegawaian;

b. pelaksanaan urusan keuangan dan Aset

c. pelaksanaan urusan perencanaan program dan pelaporan;

d. pengkoordinasian urusan industri dan perdagangan;

e. pemberian saran-saran dan pertimbangan-pertimbangan kepala dinas tentang langkah- langkah yang perlu diambil dalam bidang tugasnya; dan

f. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi

Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan daerah, sebagian program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi mempunyai fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

e. pelaksanaan program kerja di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

g. penyusunan laporan kinerja bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi;

h. melakukan koordinasi, kerjasama dengan instansi terkait berkenaan bidang tugas;

(29)

i. membuat laporan kinerja di bidang bina usaha dan pelaku distribusi; dan j. melaksankan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Sarana Distribusi dan Logistik

Bidang Sarana Distribusi dan Logistik mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Distribusi dan Logistik.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bidang Sarana Distribusi dan Logistik mempunyai fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

e. pelaksanaan program kerja di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Sarana Distribusi dan Logistik;

g. penyusunan laporan kinerja bidang Sarana Distribusi dan Logistik; dan h. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri

Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri mempunyai fungsi :

a. perencanaan dan penyusunan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;

b. pelaksanaan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;

c. penyusunan laporan kinerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri;

d. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja di bidang Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri; dan

e. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

(30)

Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting

Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting mempunyai fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

e. pelaksanaan program kerja di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting;

g. penyusunan laporan kinerja bidang Barang Kebutuhan Pokok dan Penting; dan h. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

Bidang Industri

Bidang Industri mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan daerah, pelaksanaan program kerja sesuai pedoman, standar dan prosedur, pemberian binaan dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Industri.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bidang Industri mempunyai fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan daerah di bidang Industri;

b. penyiapan rencana dan program kerja di bidang Industri;

c. penyusunan petunjuk bimbingan teknis dan pedoman pembinaan serta supervisi berkelanjutan di bidang Industri;

d. penyiapan bahan pembinaan, evaluasi dan pelaporan di bidang Industri;

e. pelaksanaan program kerja di bidang Industri;

f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kerja teknis di bidang Industri;

g. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

(31)

KABUPATEN MUSI BANYUASIN Tanggal

Tentang :

: 19 Desember 2016

Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin

SUB BAG. UMUM & KEPEGAWAIAN KATENEN, SH

NIP. 19630115 198503 1 005

SUB BAG. PERENCANAAN, EVALUASI &

PELAPORAN HUSDALINA, ST NIP. 19811017 201001 2 013

SUB BAG. KEUANGAN & ASET MUZHAR, S.Sos NIP. 19781127 201001 1 009

KABID PENGGUNAAN & PEMASARAN PRODUK DALAM NEGERI

RAHMADI, S.T., M.T NIP. 19641111 198503 1 004 SEKSI PROMOSI & KEMITRAAN

PEMASARAN

SEKSI PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL

M. YANI DUNGCIK, SH NIP. 19650715 198603 1 003 SEKSI SARANA DAN IKLIM USAHA

MARKONAH NIP. 19601212 198412 2 002 KABID BINA USAHA & PELAKU

DISTRIBUSI DARMADI, SPd., M.Si NIP. 19700421 199603 1 002

KABID SARANA DISTRIBUSI &

LOGISTIK TAZAR, SE., M.Si NIP. 19611215 198503 1 008 SEKSI SISTEM & PENGAWASAN

DISTRIBUSI & PELAKU DISTRIBUSI LANGSUNG

KOMARIA

NIP. 19640910 198503 2 007 SEKSI SISTEM & PENGAWASAN

DISTRIBUSI & PELAKU DISTRIBUSI TIDAK LANGSUNG

EMILIA, BSc

NIP. 19610426 198611 2 002 SEKSI INFORMASI,

KELEMBAGAAN &

PENDAFTARAN PERUSAHAAN UMAR RUSLAN, SH NIP. 19650311 198803 1 007

SEKSI PENGEMBANGAN &

PENGELOLAAN SARANA DISTRIBUSI GUPTA BURHANUDDIN, SH NIP. 19600229 198003 1 003 SEKSI KERJASAMA LOGISTIK &

PERDAGANGAN SITI ZAINAB JUNIATI, B.Sc NIP. 19600525 199003 2 001 SEKSI PENGAWASAN SARANA DISTRIBUSI & PERDAGANGAN

RATNA DEWI, SE NIP. 19591011 198503 2 002

UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS

KABID BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING

H. EDWAR, ST NIP. 19601013 198503 1 007

SEKSI PENYEDIAAN BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING

SEKSI INFORMASI PASAR, HARGA & STOK

SYAMSUDIN NIP. 19630904 198503 1 001

SEKSI PENGAWASAN DAN PEMBINAAN BARANG KEBUTUHAN POKOK & PENTING

MARTALIUS, S.Sos NIP. 19710622 198903 1 001

KABID INDUSTRI ROSIHAN ARPANI, SH NIP. 19620607 198408 1 001

SEKSI INDUSTRI PANGAN, BARANG DARI KAYU & FURNITURE

MORDILAH

NIP. 19610307 198510 2 001

SEKSI INDUSTRI KIMIA, SANDANG, ANEKA & KERAJINAN

ZAINI HASAN, S.Sos NIP. 19650510 198603 1 013

SEKSI INDUSTRI LOGAM, MESIN, BAHAN BANGUNAN DAN KULIT

Hopariha, SH., M.Si NIP. 19721001 199203 2 002 KEPALA DINAS

H. ZINAL ARIPIN, ST., MM

NIP. 19650510 199003 1 007 SEKRETARIS

BAHRUM RANGKUTI, S.STP., M.Si NIP. 19780510 199711 1 002 KELOMPOK JABATAN

FUNGSIONAL

Sekayu, 2017

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin,

H. ZAINAL ARIPIN, ST.,MM Pembina Tingkat I NIP. 19650510 199003 1 007

(32)

2.2 Sumber Daya PD

Berdasarkan data Kepegawaian Disdagperin bulan Desember 2016 jumlah pegawai Disdagperin Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebanyak 35 orang dengan rincian sbb:

a. Pendidikan : S2. 10 orang, S1. 17 orang, Diploma 3 orang, SLTA 5 orang dan SMP 1 orang.

b. Jabatan : Struktural 23 orang (Eselon II : 1 orang, Eselon III.a : 1 orang, Eselon III.b : 4 orang, Eselon IV.a : 16 orang, Eselon IV.b : 1 orang dan Staf 12 orang

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin, berikut kompetensi sumber daya manusia aparatur Dinas perdagangan dan Perindustrian berdasarkan kualifikasi pendidikan formal terakhir serta pendidikan dan pelatihan yang telah diikuti :

Gambar

Tabel 3.4 Penetapan Skala Kriteria Isu Strategis
Tabel 3.5 Rata-rata skor isu strategis

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu munculnya para kolektor kaset dan CD, vinyl (sebutan bagi piringan hitam) mendorong beberapa industry musik untuk mengembalikan format digital pada

Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2018 disusun

Jumlah pasar dan toko modern serta mal yang semakin menjamur sehingga pasar rakyat tidak lagi menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja.. nilai, sikap dan perilaku untuk

Prediksi Pobabilitas hujan memiliki nilai akumulasi anomali negatif yang penjalaran nilai negatifnya akan berada pada w ilayah Jakarta bagian Utara sampai Banten Bagian

TAHAP TAHUN ANGGARAN 2016 PEMERINTAH DESA KECAMATAN KABUPATEN KARANGASEM KODE REKENING URAIAN NOMOR DAN TANGGAL BUKTI PENYALURAN (SP2D*) JUMLAH PENERIMAAN (DEBET) JUMLAH

Berdasarkan lebar karapas, rajungan yang layak tangkap di perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah rajungan yang berada pada jarak minimal 3.7 mil laut dari pantai ke

Kinerja merupakan pencapaian atas apa yang direncanakan baik oleh pribadi maupun organisasi. Apabila pencapaian sesuai dengan apa yang direncanakan, maka dapat

Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Lada di Desa Kunduran Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.. Fakultas Pertanian Universitas