• Tidak ada hasil yang ditemukan

Situs-situs yang Diharapkan Ada lebih Banyak di Internet Tabel 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

3) Situs-situs yang Diharapkan Ada lebih Banyak di Internet Tabel 4

Situs/Fitur Internet Yang diharapkan Responden Ada Lebih Banyak

Jenis Kelamin (Jumlah/%) Fitur/Situs Internet Laki-laki Perempuan Online game 23 (67,64%) 13 (50%) Jaringan Persahabatan 3 (8,8%) 3 (11,5%)

Situs-situs search engine 3

(8,8%) - Situs download 3 (8,8%) 7 (26,9%) Situs pendidikan/pengetahuan 2 (5,8%) 3 (11,5%) Situs video seperti Youtube 4

(11,7%)

2 (7,6%) Situs tentang hiburan anak-anak 2

(5,8%)

7 (26,9%)

Berdasarkan tabel diatas, sebagian besar responden laki-laki mengharapkan situs-situs game online ada lebih banyak diinternet dengan respondren sebanyak 23 orang (67,64%). Kedua terbanyak mengharapkan situs video seperti Youtube yang ada lebih banyak di internet demga responden sebesar 4 orang atau (11,7%). Selanjutnya, pada urutan ketiga, terdapat masing-masing 3 responden (8,8%) yang mengharapkan situs-situs jaringan persahabatan, situs search engine, dan situs-situs download ada lebih banyak di intrenet. Terakhir, pada urutan keempat dan kelima, situs-situs pendidikan dan situs hiburan anak- anak yang diharapkan ada lebih banyak dengan jumlah responden masing-masing sebanyak 2 orang (5,8%).

Untuk responden perempuan, sebagian besar mengharapkan situs-situs game online ada lebih banyak diinternet dengan responden sebanyak 13 orang (50%). Kedua terbanyak mengharapkan situs download dan situs hiburan anak- anak yang ada lebih banyak di internet dengan responden masing-masing sebesar 7 orang atau (26,9%). Selanjutnya, pada urutan ketiga, terdapat masing-masing 3 responden (11,5%) yang mengharapkan situs-situs jaringan persahabatan, dan situs pendidikan/pengetahuan ada lebih banyak di intrenet. Terakhir, pada urutan keempat situs video seperti Youtube diharapkan ada lebih banyak dengan jumlah responden 2 orang (7,6%).

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian pada data penggunaan internet siswa dan siswi SDI Al- Azhar 5 Kemandoran Jakarta ditemukan bahwa:

1. Untuk penggunaan internet siswa-siswi Al-Azhra 5 Kemandoran Jakarta, didapat hasil : mayoritas responden berlangganan internet di rumah yaitu sebanyak 51 responden (85%). Kemudian, mayoritas responden yaitu sebanyak 27 responden (45%), pertama kali diperkenalkan internet oleh orangtua mereka. Lalu, mayoritas responden laki-laki yaitu sebanyak 14 responden (23,4%) diajarkan internet secara mendalam oleh guru atau sekolah, sedangkan responden siswi yaitu sebanyak 17 responden (28,3%) diajarkan internet secara mendalam oleh anggota keluarga lainnya seperti kakak, om, dan tante. Untuk hasil frekuensi akses, mayoritas responden mengakses internet 2-3 kali dalam seminggu, yaitu sebanyak 25 responden (41,6%). Kemudian, mayoritas responden menggunakan waktu 1-2 jam untuk sekali mengakses internet, kemudian mayoritas responden siswa mengakses internet pada siang hari, yaitu sebanyak 18 responden (30%), sedangkan responden siswi mayoritas mengakses internet pada sore hari yaitu sebanyak 11 responden (18,3%) .

Lalu, mayoritas responden mengakses internet dari rumah, yaitu sebanyak 53 responden (88,3%) dan yang terakhir, mayoritas responden

sendiri saja ketika mengakses internet, yaitu sebanyak 45 responden (75%).

2. Untuk perbedaan motivasi dan kepuasan antara siswa dengan siswi dari hasil penghitungan SPSS dengan menggunakan analisis chi kuadrat, didapatkan hasil bahwa pada motif dan kepuasan, baik dimensi kognitif, afektif, integrasi sosial, dan diversi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, artinya jenis kelamin tidak mempengaruhi motif dan kepuasan penggunaan internet sisa siswi Sekolah Dasar Islam Al-Azhar 5 Kemandoran Jakarta.

B. Saran

Berdasarkan temuan dari hasil analisa data dapatlah disarankan beberapa hal sebagai berikut:

1. Bagi pihak sekolah :

 Diharapkan agar meningkatkan materi tentang penggunaan internet sesuai dengan usia anak-anak sekolah dasar.

 Diharapkan agar meningkatkan pengawasan terhadap murid- murid ketika menggunakan internet di sekolah.

2. Bagi orangtua siswa dan siswi :

 Diharapkan agar lebih meningkatkan pengawasan dan bimbingan terhadap anak-anak mereka ketika menggunakan internet di rumah.

 Tidak membiarkan anak-anak mengakses internet seorang diri.  Memantau situs-situs yang mereka kunjungi di Internet.

 Memperkenalkan situs-situs yang bermanfaat sesuai dengan hobi dan minat anak-anak.

3. Bagi pengguna internet secara umum:

 Agar lebih memanfaatkan internet untuk hal-hal yang bersifat positif seperti untuk shodaqoh ilmu pengetahuan, untuk media silaturahmi, dan untuk marketing serta sosialisasi diri.

98

Azwar, Saifuddin.Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 1997.

Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

_____________. Sosiologi Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Effendy, Onong Uchjana. Ilmu, Teori, dan filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003.

Hanson, Ralph E. Mass Communication Living In A Media World. New York: Mc Graw-Hill, 2005.

Hill, David T. dan Sen, Krishna. The Internet in Indonesia’s New Democracy. New York: Routledge, 2005.

Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1980.

John, Stephen W. Little dan Foss, Karen A. Theories of Human Communication, Ninth Edition. Belmont: Thomson Wadsworth, 2008.

Kriyantono, Rachmat. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.

McQuail, Dennis. Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar, Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga, 1987.

Morrissan, dkk. Teori Komunikasi Massa. Bandung: Penerbit Ghalia Indonesia, 2010.

Prasetyo, Bambang dan Jannah, Lina Miftahul. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005.

Rakhmat, Jalaluddin. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007.

____________.Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998.

Rosengren, Karl Erik, Lawrence A. Wenner and Philip Palmgreen. Media Gratification Research, Current Perspectives. London: Sage Publication, 1985.

Sarjono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Grafindo Persada. 1997.

Satiawardana, Tri Hardian dan El-Qudsy, Zuhaidi. Exploring The Cyber World. Jawa Timur: MAsmedia Buana Pustaka, 2008.

Sendjaja, Sasa Djuarsa. Teori Komunikasi. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2002.

__________________. Pengantar Komunikasi. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2005.

Severin , Werner J. dan Tankard Jr, James W. Teori Komunikasi Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media Massa Edisi Kelima. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.

Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofia. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES. 1989.

West, Richard dan Turner, Lynn H. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi, Jakarta: Penerbit Salemba Humanika, 2007.

Yusuf, Ahmad Muhammad, Lc. Himpunan Dalil Dalam Al-Qur’an dan Hadist Jilid 2. Jakarta: Segoro Madu Pustaka, 2008.

Internet :

http://www.apjii.or.id/dokumentasi/statistik.php. Diakses pada tanggal 1 Maret 2011.

http//www.ictwatch.com/cyberwise/usia.htm. Tahap Pengenalan Internet Berdasarkan Usia Artikel diakses pada 2 maret 2011.

Sejarah Internet dan Perkembangan Internet”. Diakses pada 20 Juni 2011 dari http://www.sejarah-internet.com/sejarah -internet/.

Kompas Online, Kompas Female.com, Jangan Biarkan Anak Mencari Perhatian di Facebook (Jumat, 19/2/2010 | 13:55 WIB). Diakses pada tanggal 25 Februari 2011.

Kompas Online, Kompas Female.com, Mencegah Si Kecil Kecanduan Internet (Sabtu, 9/1/2010 | 15:04 WIB). Diakses pada tanggal 25 Februari 2011. Prayitno, “Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia.” Artikel diakses pada 1

April 2011 dari http://www.goechi.com/newsletter.html

Rully Nasrullah, “Cyber as a Cultural Artefact”, diakses pada 1 April 2011 dari http://kangarul.wordpress.com/

Correlations motiv kepuasan Pearson Correlation 1 .792** Sig. (2-tailed) .000 motiv N 60 60 Pearson Correlation .792** 1 Sig. (2-tailed) .000 kepuasan N 60 60

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dokumen terkait