BERANI BERPENDAPAT DI DEPAN UMUM
B. SKENARIO PELAYANAN
d. Berdasarkan dinamika, siswa menyebutkan perasaan mereka setelah berpendapat dan hal-hal apa saja yang mereka butuhkan agar dapat berpendapat dengan baik (jawaban siswa dituliskan di papan tulis)
3 menit
4. Tebak Kata Motivasi
a. Guru menayangkan kata motivasi I kepada siswa, dan meminta siswa untuk berpendapat tentang kata motivasi itu
b. Siswa yang memberikan pendapat, menerima bombongan, dan siswa lain diminta untuk menebak siapa yang mengatakan kata motivasi itu 5 menit 3 menit 5. Video Pidato Bung Karno, Contoh Orator yang Luar Biasa
a. Jika sudah ada jawaban yang benar, maka siswa diajak untuk menonton video pidato Bung Karno
6 menit
b. Sebelum menonton, siswa diajak untuk membuat kesepakatan bahwa setelahnya masing-masing dari mereka akan memberikan sebuah pendapat tentang video tersebut
6. Ungkap Pendapat a. Masing-masing siswa memberikan pendapatnya secara bergantian 9 menit b. Siswa menerima bombongan atas pendapatnya 3 menit
7. Penyampaian Materi dalam
Powerpoint
c. Siswa yang secara sukarela diminta maju ke depan untuk membacakan pidato Bung Karno (diberikan
reward kepada yang berani)
5 menit
a. Siswa menyimak presentasi gurutentang berani berpendapat di depan umum
b. Siswa bertanya tentang materi powerpoint c. Siswa mendengarkan tanggapan guru 6 menit 8. Refleksi dan Bombongan
a. Siswa menuliskan refleksi 7 menit b. Beberapa siswa diminta
untuk membacakan hasil refleksi pribadi 7 menit 9. Rangkuman dan Pemberian Motivasi – Pesan Moral
a. Siswa menerima umpan balik maupun bombongan atas refleksinya
2 menit
b. Siswa menerima peneguhan berupa rangkuman singkat, kalimat motivasi IIdan pesan moral dari guru
2 menit
Total Durasi 80 enit
Ayo Bermain!
Ice breaking: Tebak Aku dengan Cepat
(sumber:
http://hiburan.kompasiana.com/humor/2012/06/18/ujilah-konsentrasi-otak-anda-471581.html)
Tujuan ice breaking: menghantarkan siswa untuk berani mengungkapkan pendapat dengan spontan.
Prosedur: Begitu guru selesai membacakan setiap pertanyaan, siswa harus langsung menjawab.
Tentang warna:
1.Kertas HVS, umumnya berwarna apa? 2.Awan, warnanya apa?
3.Kertas tisu, umumnya berwarna apa? 4.Kapas, warnanya apa?
5.Sapi, minumnya apa? Tes berikutnya:
1.Rambut anda, warnanya apa? 2.Alis, warnya apa?
3.Aspal, warnanya apa? 4.Arang, warnanya apa? 5.Kelelawar, tidurnya kapan?
Tes yang ketiga:
1.Cendol (dawet), warnanya apa? 2.Daun kelapa, warnanya apa? 3.Lumut, warnanya apa? 4.Rumput, warnanya apa? 5.Macan, makannya apa?
Dinamika kelompok: Aku Berpendapat
Tujuan: melatih siswa untuk berani berpendapat di depan kelas. Prosedur:
1. Guru membagi kelompok-kelompok menjadi dua kubu, pertama kubu pro dan kedua kubu kontra. Kubu pro akan memberikan pendapat yang mendukung mosi, sedangkan kubu kontra akan memberikan pendapat yang menentang mosi.
2. Selanjutnya, guru akan membacakan mosi. Mosi yang disediakan antara lain:
1) UN perlu tetap dilaksanakan sebagai standar kelulusan nasional. 2) Hukuman mati layak diberikan kepada koruptor.
3. Selanjutnya, guru mempersilakan masing-masing kelompok untuk memberikan pendapat, secara selang-seling bergantian. Mulai dari kelompok pro, kemudian kontra, kemudian pro, kontra lagi, hingga semua kelompok memberikan pendapat.
Lalu guru menutup debat dengan sebuah rangkuman dan bombongan.
Ayo menonton!Video Pidato Bung Karno
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=24kZy84VhsU)
Video ini berisi rekaman ketika Bung Karno sedang berpidato menjelang kemerdekaan. Setelah menonton video ini, siswa diharapkan terinspirasi untuk menjadi pembicara yang baik. Hal ini diharapkan juga tercermin melalui kemampuan mereka yang baik, dalam mengungkapkan pendapat mereka di depan kelas/umum.
Ayo Membaca!Naskah pidato Bung Karno
Saudara-saudara, soalnya adalah demikian: kita ini berani merdeka atau tidak? Inilah, saudara-saudara sekalian, Paduka tuan ketua yang mulia, ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal-hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka. Saya mendengar uraian P. T. Soetardjo beberapa hari yang lalu, tatkala menjawab apakah yang dinamakan merdeka, beliau mengatakan: kalau tiap-tiap orang di dalam hatinya telah merdeka, itulah kemerdekaan. Saudara-saudara, jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita dapat mencapai political independece, saya ulangi, sampai lebur kiamat kita belim dapat Indonesia merdeka! (Tepuk tangan riuh).
Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia Merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu persatu. Di dalam Soviet-Rusia Merdeka, Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet-Rusia satu persatu. Saudara-saudara! Sebagai juga salah seorang pembicara saya berkata: kita bangsa Indonesia tidak sehat badan, banyak penyakit malaria, banyak dysenterie, banyak penyakit hongerudeem, banyak ini banyak itu. sehatkan dulu bangsa kita, baru kemudian merdeka. Saya berkata, kalau
ini pun harus diselesaikan lenih dulu, 20 tahun lagi kita belum merdeka. Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita menyehatkan rakyat kita, walaupun misalnya tidak dengan kinine, tetapi kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau. Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita melatih pemuda kita agar supaya menjadi kuat, di dalam Indonesia Merdeka itulah kita menyehatkan rakyat sebaik-baiknya. Inilah maksud saya dengan perkataan, jembatan. Di seberang jembatan, jembatan emas. Inilah baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi.
Janganlah kita gentar, zwaarwichtig, lantas mau menyelesaikan lebih dulu 1001 soal yang bukan-bukan! Sekali lagi saya bertanya: Mau merdeka apa tidak? Mau merdeka atau tidak? (Jawab hadirin: Mau!) saudara-saudara! Sesudah saya bicaraka te ta g hal erdeka aka sekarang saya bicarakan tentang hal dasar. Paduka tuan Ketua yang mulia! Saya mengerti apakah yang paduka tuan Ketua kehendaki! Paduka tuan Ketua minta dasar, minta philosophischegrondslag, tuan Ketua yang mulia meminta suatu weltanschauung”, di atas mana kita mendirikan negara Indonesia itu.
(sumber:
http://kepustakaanpresiden.pnri.go.id/wise_word/?box=detail&id=31&from_b ox=list&hlm=1&search_ruas=&search_keyword=&activation_status=&presiden _id=1&presiden=sukarno)
Ayo Mendengarkan!Berani Berpendapat di Depan Umum
Sadarkah kawan bahwa kita seringkali mengungkapkan pendapat di depan umum? Ketika ada orang lain yang berpakaian aneh, kita biasanya spontan mengomentari. Ketika ada isu selebriti terbaru, biasanya kita mengungkapkan pendapat tentang itu. Ketika semalam ada pertandingan sepak bola yang seru, kita tak jarang juga
membicarakannya di kelas. Tetapi ketika di kelas kita diminta untuk mengungkapkan pendapat tentang topik bahasan, kita tidak berani.
Mengapa demikian? Padahal ada banyak manfaat jika kita berani mengungkapkan pendapat di depan umum, seperti:
1) Dapat mengungkapkan ide/gagasan di depan orang banyak 2) Meningkatkan kreativitas dan daya tanggung jawab untuk
mempertahankan pendapat
3) Dapat menggunakan kemampuan ini untuk membela HAM (menjalankan fungsi tanggung jawab sosial sebagai manusia) 4) Dapat membantu mengungkapkan kebenaran, dalam rangka
membentuk skill untuk mata pencaharian.
Kemudian, jika masih ada diantara kita yang belum berani mengungkapkan pendapat jangan khawatir. Berikut adalah cara-cara efektif agar kita percaya diri dan berani berpendapat di depan umum:
1) Penguasaan materi (paham apa yang harus dibicarakan) 2) Penguasaan diri, percaya diri (mengerti bahasa tubuh)
3) Penguasaan audiens (memiliki perasaan simpatik terhadap audiens)
4) Penguasaan medan (mengerti dan paham dengan kondisi ruangan)
Ayo Berpendapat!
Kalimat motivasi IPerjua ga ku le ih udah kare a e gusir pe jajah, tapi
perjuanganmu akan lebih sulit kare a ela a a gsa u se diri. – Bung Karno
(sumber: http://penakisemar.wordpress.com/2009/11/07/mutiara-kata-bung-karno/)
Kalimat motivasi II……….Ba gu lah suatu du ia di a a se ua a gsa hidup dala damai dan
persaudaraa …… Bu g Kar o (sumber:
http://penakisemar.wordpress.com/2009/11/07/mutiara-kata-bung-karno/)
Pertanyaan-pertanyaan Panduan Refleksi(Guru memilih pertanyaan-pertanyaan yang paling sesuai dengan dinamika yang terjadi di kelas)
1. Dala per ai a Aku Berpe dapat :
a. Adakah yang berinisiatif untuk berpendapat lebih dulu? b. Mengapa dia berinisiatif memimpin?
c. Apa perasaanmu ketika mengungkapkan pendapat di depan teman-teman?
d. Apa perasaanmu ketika mendengarkan pendapat temanmu? Apa yang kamu lakukan ketika temanmu memberikan pendapat?
2. Pelajaran berharga apa yang dapat kamu petik dari permainan tersebut?
3. Seperti apa tanggapan teman-teman terhadap pendapatmu? Ceritakanlah!
Pernyataan Hasil Belajar1. Setelah mengikuti bimbingan ini, aku menjadi tahu bahwa... 2. Setelah mengikuti bimbingan ini, aku merasa...sebab...
3. Setelah mengikuti bimbingan ini, aku berniat untuk...supaya...
Asesmen Tilik DiriNo. Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak
1. 1. Apakah kamu berani berbicara di depan umum? 2. 2. Pernah kah kamu mengungkapkan pendapat pada saat
(sumber: ifollowpics.com)
“Sebuah pendapat yang baik itu seperti pensil, yang hendaknya memiliki poin.” Anonim (sumber: www.pinterest.com)
pelajaran?
3. 3. Pernah kah kamu memberikan masukan dalam kelas? 4. 4. Pernah kah kamu mempertahankan pendapat yang
kamu utarakan?
5. 5. Pernahkah kamu memimpin sebuah anggota kelompok?