• Tidak ada hasil yang ditemukan

Soal Cerita

Dalam dokumen Oleh: Teresia Martina Dewi (Halaman 31-35)

Menurut Sweden et al (dalam Endang Setyo Winarni, 2012:122) soal cerita adalah soal yang diungkapkan dalam bentuk cerita yang diambil dari pengalaman siswa yang berkaitan dengan konsep matematika. Menurut Abidia dalam (Marsudi Raharjo, 2009: 2) soal cerita adalah soal yang disajikan dalam bentuk cerita pendek. Sedangkan menurut pendapat Haji (1994:13), soal yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam bidang matematika dapat berbentuk cerita dan soal bukan cerita/ hitungan. Dilanjutkannya, soal cerita merupakan modifikasi dari soal-soal hitungan yang berkaitan dengan kenyataan yang ada dilingkungan siswa. Berdasarkan beberapa pengertian soal cerita dari beberapa alhi diatas, dapat disimpulkan bahwa soal cerita adalah soal yang disajikan dalam bentuk cerita dalam kehidupan sehari-hari siswa, dimana soal tersebut memuat masalah matematika yang harus diselesaikan oleh siswa. Dalam matematika, soal cerita banyak terdapat dalam aspek pemecahan masalah, dimana dalam menyelesaikannya siswa harus mampu memahami maksud dari permasalahan yang akan diselesaikan, dapat menyusun model matematikanya serta mampu mengaitkan permasalahan tersebut dengan materi pembelajaran yang telah dipelajari sehingga dapat menyelesaikannya dengan menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki. Menurut Hartini (2008:10) dalam menyelesaikan suatu soal cerita, siswa harus memiliki beberapa kompetensi yaitu 1) kemampuan verbal yaitu kemampuan dalam memahami soal dan menginterpretasikannya sehingga dapat mengubahnya ke dalam model matematika dan 2) kemampuan algoritma yaitu kemampuan siswa untuk menentukan algoritma yang tepat dalam menyelesaikan soal, ketelitian perhitungan serta kemampuan siswa untuk menarik kesimpulan dari hasil perhitungan yang siswa lakukan dan mengaitkannya dengan soal awal

yang akan diselesaikan.

Menurut Hudojo (2003:198) langkah - langkah dalam menyelesaikan soal cerita sebagai berikut.

1. Membaca soal cerita.

Sedapat mungkin siswa membaca soal cerita itu sendiri-sendiri (dalam batin). Kemudian seorang siswa membaca soal cerita itu dengan suara keras sedang yang lain mendengarkan.

2. Tanyakan kepada siswa beberapa pertanyaan untuk mengetahui apakah soal cerita itu sudah benar-benar dimengerti. Pertanyaan-pertanyaan itu misalnya:

(a)“Apa yang kau ketahui dari soal itu?”

(b)“Apa saja dari soal itu yang dapat kau peroleh?” (c)“Apa yang hendak kau cari?”

(d)“Bagaimana kamu akan menyelesaikan soal itu?”

3. Rencana metode penyelesaian. Mintalah kepada siswa untuk memilih operasi dan jelaskan mengapa operasi itu dapat dipergunakan untuk menyelesaikan soal yang dimaksud.

4. Menyelesaikan soal cerita. Bila ketiga langkah di atas sudah dilaksanakan, akan memudahkan penyelesaian soal. Setiap siswa dapat bekerja sendiri secara bebas.

5. Bila suatu penyelesaian sudah diperoleh, coba diskusikan, apakah jawaban itu sudah benar, interprestasikan hasil tersebut dalam konteks soal cerita itu.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah berdasarkan prosedur Newman. Metode analisis kesalahan Newman diperkenalkan pertama kali pada tahun 1977 oleh Anne Newman, seorang guru bidang studi matematika di Australia. Dalam kajiannya White (2010:133) menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah berdasarkan prosedur Newman bahwa:

NEA (Newman’s Error Analysis) was designed as a simple diagnosticprocedure. Newman (1977, 1983) maintained that when a

person attempted toanswer a standard, written, mathematics word problem then that person had to beable to pass over a number of successive hurdles:

Level 1 Reading (or Decoding),2 Comprehension, 3 Transformation, 4 Process Skills, and 5 Encoding.

Menurut Newman sebagaimana dikutip White (2010:134) ketika peserta didik ingin mendapatkan solusi yang tepat dari suatu masalah matematika dalam bentuk soal uraian, maka peserta didik diminta untuk melakukan lima kegiatan berikut.

(1)Silahkan bacakan pertanyaan tersebut. Jika kamu tidak mengetahui suatu kata tinggalkan saja.

(2)Katakan apa pertanyaan yang diminta untuk kamu kerjakan. (3)Katakan bagaimana kamu akan menemukan jawaban.

(4)Tunjukkan apa yang akan kamu kerjakan untuk memperoleh jawaban tersebut. Katakan dengan keras sehingga dapat dimengerti bagaimana kamu berpikir.

(5)Tuliskan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Dalam proses penyelesaian masalah, ada banyak faktor yang mendukung peserta didik untuk mendapatkan jawaban yang benar. Jha (2012:17) menyatakan bahwa dalam menyelesaikan masalah menggunakan prosedur Newman terdapat dua jenis rintangan yang menghambat peserta didik untuk mencapai jawaban yang benar, yaitu 1) permasalahan dalam membaca dan memahami konsep yang dinyatakan dalam tahap membaca dan memahami masalah, dan 2) permasalahan dalam proses perhitungan yang terdiri atas transformasi, keterampilan memproses, dan penulisan jawaban. Berikut adalah indikator dari kelima langkah pemecahan masalah berdasarkan Prosedur Newman menurut Jha (2012) dan Singh (2010).

1. Reading

Indikator langkah pertama prosedur Newman yaitu reading adalah sebagai berikut.

1) Siswa dapat membaca atau mengenal simbol-simbol dalam soal. 2) Siswa memaknai arti setiap kata, istilah atau simbol dalam soal.

2. Comprehension

Indikator langkah kedua prosedur Newman yaitu comprehension adalah sebagai berikut.

1) Siswa memahami apa saja yang diketahui dalam soal. 2) Siswa memahami apa saja yang ditanyakan dalam soal. 3. Transformation

Indikator langkah ketiga prosedur Newman yaitu transformation adalah sebagai berikut.

1) Siswa dapat mengubah informasi dalam soal ke model matematika. 2) Siswa mengetahui apa saja rumus yang akan digunakan untuk

menyelesaikan soal.

3) Siswa mengetahui operasi hitung yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal.

4. Process Skill

Indikator langkah keempat prosedur Newman yaitu process skill adalah sebagai berikut.

1) Siswa mengetahui langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan soal.

2) Siswa dapat melakukan langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan soal dengan tepat.

5. Encoding

Indikator langkah kelima dalam prosedur Newman yaitu encoding adalah sebagai berikut.

1) Siswa dapat menunjukan jawaban akhir dari penyelesaian soal dengan benar.

2) Siswa dapat menuliskan jawaban akhir sesuai dengan kesimpulan yang dimaksud dalam soal.

Menurut Praktipong & Nakamura (2006:113), prosedur Newman adalah sebuah metode untuk menganalisis kesalahan dalam soal uraian. Kesalahan-kesalahan menurut Newman ialah sebagai berikut.

Kesalahan membaca menurut Singh (2010:266) terjadi ketika siswa tidak mampu membaca kata-kata maupun simbol yang terdapat dalam soal. Kesalahan reading dapat diketahui dengan cara wawancara langsung terhadap subjek.

2. Kesalahan Memahami (Comprehension Error)

Kesalahan memahami menurut Singh (2010:266) terjadi ketika siswa mampu membaca soal namun gagal memahami apa yang dimaksudkan/diperlukan sehingga siswa tersebut gagal dalam menyelesaikan permasalahannya.

3. Kesalahan Transformasi (Transformation Error)

Kesalahan transformation menurut Singh (2010:266) terjadi ketika siswa sudah mampu memahami apa yang diketahui dan dibutuhkan dalam penyelesaian masalah namun tidak mampu mengindentifikasikan operasi matematika yang tepat untuk menyelesaikan permasalahannya.

4. Kesalahan Ketrampilan Proses (process skill)

Kesalahan process skill menurut Singh (2010:266) terjadi ketika siswa telah mampu menentukan operasi matematika yang tepat namun siswa salah dalam mengemukakan prosedur pengerjaan yang benar.

5. Kesalahan Penulisan (Encoding Error)

Kesalahan encoding menurut Singh (2010:267) bisa terjadi walaupun siswa telah mampu mengerjakan dengan benar masalah matematika namun dengan kecerobohannya siswa tersebut menulis jawaban akhir yang salah.

Dalam dokumen Oleh: Teresia Martina Dewi (Halaman 31-35)

Dokumen terkait