• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOLO RAYA

Dalam dokumen Green Architecture (Halaman 42-46)

BAB III TINJAUAN WILAYAH SOLO RAYA

J. SOLO RAYA

1. Kewilayahan Solo Raya

Solo Raya adalah suatu wilayah yang meliputi kota Surakarta dan se-eks Karesidenan Surakarta yang terletak di propinsi Jawa Tengah. Wilayah Solo Raya memiliki lokasi yang strategis, yaitu di Jawa Tengah, dan merupakan bagian dari area pengembangan wilayah

Joglosemar yang menggabungkan Yogyakarta, Solo dan Semarang.

Solo terletak tidak jauh dari pusat–pusat perdagangan utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Solo terletak 102 km dari Semarang, 60 km dari Yogyakarta dan sekitar 210 km dari Surabaya.38

Solo Raya terdiri dari daerah–daerah terkenal dan berbudaya tinggi yang dahulu termasuk wilayah Surakarta, antara lain: kota Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Secara administratif, Solo Raya terbagi atas 124 kecamatan dan 1.431 desa. Secara umum, wilayah ini menawarkan keseimbangan lingkungan, tata kota yang rapi, area hunian dan industri yang teratur dengan baik. Keseluruhan wilayah tersebut menempati area seluas 5.722,38 km2 dengan batas fisik wilayah sebagai berikut:

o Batas sebelah utara yaitu Kabupaten Purwodadi & Kabupaten Ngawi.

o Batas sebelah selatan yaitu Kabupaten Wonosari (DI Yogyakarta), Samudera Hindia, Kabupaten Pacitan.

o Batas sebelah barat yaitu Kabupaten Salatiga.

o Batas sebelah timur yaitu Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan. 2. Infrastruktur Solo Raya

Solo Raya terletak secara strategis di tengah-tengah Pulau Jawa yang didukung oleh infrastruktur memadai. Secara umum, infrastruktur di Solo Raya39 diuraikan sebagai berikut :

a. Sumber Air, berasal darisungai Bengawan Solo yang membelah wilayah Solo Raya.

Sarana air dengan banyak fungsi sebagai tadah hujan, pencegah banjir, irigasi pertanian, dan air bersih dari waduk/ bendungan.

b. Pembangkit Listrik, terutama dengan tenaga air yang dihasilkan oleh PLTA Waduk

Kedungombo, PLN cabang Wonogiri dan suplai penunjang dari wilayah Semarang serta Jatisrono. Total pemakaian 2.441.088.997 kW per jam dengan jumlah pelanggan sebanyak 179.118 rumah.

c. Jalan Raya, dengan total panjang jalan 5.506 km, telah diaspal85,43% dan sebagian besar dalam kondisi baik. Menghubungkan setiap regionnya dan memudahkan intensitas akses antar daerah dalam rangka saling memenuhi kebutuhan.

d. Transportasi, meliputi jaringan KA yang dapat diakses melalui Stasiun Balapan

(Surakarta) atau Stasiun Tugu (Yogyakarta), terhubung dengan Jakarta, Bandung dan Surabaya. Maskapai penerbangan nasional dan internasional dari Singapura dan Malaysia dapat diakses bandara Adi Sucipto dan bandara Adi Sumarmo (Boyolali). e. Telekomunikasi, berkembang seiring berkembangnya stasiun televisi daerah,

stasiun radio dan akses internet. Jaringan telepon di Solo Raya disediakan PT. Telkom secara meluas. Terdapat beberapa penyedia jaringan telepon selular swasta, diantaranya Excelcomindo, Komselindo, Indosat, Mobisel, Lippo Telecom, PSN, Satelindo dan Telkomsel.

3. Kondisi Demografis Penduduk di Surakarta dan Eks Karesidenannya a. Demografis secara Umum

Penduduk di kota Surakarta hampir sebagian besar bekerja di sektor perdagangan dan industri. Sedangkan di eks-Karesidenannya sebagian besar bekerja di sektor pertanian. Corak masyarakatnya menunjukkan suatu perbedaan antara kehidupan masyarakat kota yang modern dan masyarakat desa yang tradisional. Kondisi penduduk secara demografis ditunjukkan dalam tabel berikut ini :

Tabel III.1

Luas wilayah, jumlah dan kepadatan penduduk tingkat kecamatan di Surakarta dan kecamatan yang bersentuhan di dalam wilayah Solo Raya

Kecamatan di

Surakarta wilayah Luas (km²) Jumlah penduduk (jiwa) Kepadatan penduduk (jiwa/km²) Laweyan 8,63 91.131 10.559 Serengan 3,19 48.112 15.082 Pasarkliwon 4,82 78.120 16.207 Jebres 12,58 134.716 10.708 Banjarsari 14,81 158.632 10.711 Ngemplak 38,52 69.686 1.809 Baki 21,97 51.513 2.344 Grogol 30,00 99.989 3.332 Kartosuro 19,23 88.348 4.594 Mojolaban 35,54 77.269 2.147 Gondangrejo 56,80 60.251 1.061 Jaten 25,55 63.393 2.481 Colomadu 15,64 49.472 3.163

Sumber : BPS Surakarta, BPS Karanganyar, dalam Angka 2006 (dengan pengolahan dari penulis, 2008)

Kondisi penduduk di Surakarta dan eksKaresidenannya di tingkat kecamatan menunjukkan kepadatan penduduk yang kontras. Kecamatan-kecamatan di Surakarta mempunyai luas wilayah yang kecil namun ditinggali oleh jumlah penduduk yang banyak. Sedangkan kecamatan-kecamatan di eks Karesidenannya mempunyai luas wilayah yang jauh lebih besar namun ditinggali oleh jumlah penduduk yang relatif sedang.

Kepadatan penduduk di dalam kota Surakarta memungkinkan kebutuhan akan sarana pendidikan karena jumlah penduduk yang banyak. Kendalanya yaitu tentang luasan wilayah yang relatif kecil untuk dijadikan site obyek. Sedangkan, kepadatan penduduk di luar kota Surakarta yang lebih kecil daripada di dalam kota mempengaruhi kebutuhan akan sarana pendidikan yang lebih sedikit. Namun, dengan luasan wilayah yang lebih besar dibandingkan dengan di kota Surakarta lebih memungkinkan adanya lahan kosong yang tersedia.

Untuk melihat kebutuhan daya tampung suatu sekolah, diperlukan tinjauan mengenai jumlah anak usia sekolah tingkat pendidikan dasar yaitu SD dan SMP baik di sekolah negeri maupun swasta dalam ruang lingkup :

Solo Raya yaitu Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten.

Surakarta dan Daerah eks Karesidenan yang bersentuhan langsung dengan kota Surakarta antara lain Ngemplak, Baki, Grogol, Kartosuro, Mojolaban, Gondangrejo, Jaten dan Colomadu.

Tabel III.2

Jumlah murid SD dan SMP di Solo Raya No. Wilayah Jumlah Murid SD

(jiwa) Jumlah Murid SMP (jiwa) Jumlah murid SD dan SMP (jiwa)

1. Surakarta 63.512 60.153 123.665 2. Boyolali 45.312 42.176 87.488 3. Sukoharjo 48.578 49.453 98.031 4. Karanganyar 52.356 50.565 102.921 5. Wonogiri 20.234 19.048 39.282 6. Sragen 32.835 30.903 63.738 7. Klaten 35.038 37.344 72.382

Jumlah anak usia SD dan SMP di Solo Raya 587.507 Sumber : data kuantitatif dari BPS Surakarta dan Karanganyar yang telah diolah, 2009

Tabel di atas memperlihatkan jumlah murid SD dan SMP di Solo Raya. Jumlah murid SD dan SMP di Solo Raya sebanyak 587.507 jiwa menunjukkan besarnya minat anak terhadap sekolah di jenjang SD dan SMP.

Tabel III.3

Jumlah anak usia pra-dasar dan dasar

di Surakarta dan kecamatan yang bersentuhan langsung di Solo Raya Surakarta & Kecamatan yang

bersentuhan langsung Usia 0-4 (jiwa) Usia 5-9 (jiwa) Usia 10-14 (jiwa)

Surakarta 30.723 37.202 38.247 Ngemplak 4.236 5.129 5.289 Baki 3.131 3.791 3.899 Grogol 6.079 7.359 7.569 Kartosuro 5.371 6.502 6.687 Mojolaban 4.697 5.686 5.849 Gondangrejo 3.669 4.434 4.561 Jaten 3.854 4.665 4.798 Colomadu 3.007 3.641 3.745 Jumlah 64.767 78.409 80.374

Sumber : BPS Kota Surakarta (Hasil Olahan Data SUSENAS 2004), BPS Kab. Karanganyar

Tabel di atas memperlihatkan jumlah anak-anak di Surakarta dan kecamatan yang berbatasan langsung dengan kota Surakarta. Jumlah anak usia 5-14 tahun seperti yang tertera pada tabel tersebut menggambarkan kebutuhan akan pelayanan pendidikan yang cukup tinggi. Anak-anak pada usia sekitar 5-14 tahun diwajibkan mengenyam pendidikan

dasar 9 tahun sesuai program pemerintah dalam mencerdaskan tunas bangsa dan meningkatkan taraf pendidikan. Oleh karenanya, pemerintah berharap perbaikan sumber daya manusia terjadi secara kuantitatif dan kualitatif. Tak hanya bertujuan menuntaskan wajib belajar 9 tahun semata, melainkan juga mampu mencetak anak bangsa menjadi generasi yang cerdas, terampil dan kreatif.

4. Sarana Pendidikan Formal di Surakarta dan Eks Karesidenannya

Pendidikan merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan sumber daya manusia. Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana dan prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan pendidikan.40

Menurut Departemen Pendidikan dan Budaya, saat ini Solo Raya mempunyai sarana pendidikan formal dengan rincian sebagai berikut41 :

Tabel III.4

Sarana pendidikan formal di Solo Raya

SDN SD Swasta SMPN SMP Swasta SMAN SMA Swasta SMK N SMK Nasional PTN Universitas/ Politeknik 492 7 49 27 12 6 10 2 2 36 Sumber : www.soloraya.co.id

Solo Raya menawarkan akses sekolah, universitas, dan lembaga pelatihan yang berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah bersama di Solo Raya mempunyai perhatian besar terhadap pendidikan dan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam dokumen Green Architecture (Halaman 42-46)

Dokumen terkait