• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA

SOLUSI DAN TARGET

Menurut Sanjaya (2006) “CTL adalah pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka”.Hal yang sama juga diungkapkan Sagala (2009) bahwa : ”pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari”. Feni (2016) menambahkan Pembejalaran CTL bertujuan untuk memmotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengakitkan materi dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki

pengetahuan atau keterampilan yang secara refleksi dapat diterapkan dari permasalahan kepermasalahan lainya., untuk melatih siswa agar dapat berpikir kritis dan terampil dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Oleh sebab itu, pembelajaran kontekstual terjadi apabila siswa menerapkan dan mengalami apa yang sedang diajarkan dengan mengacu pada masalah-masalah dunia nyata yang berhubungan dengan peran dan tanggung jawab mereka.

Selain itu peran CTL terhadap proses kegiatan belajar mengajar juga mempengaruhi aktivitas belajar siswa, dimana siswa dituntut untuk aktif, saling berinteraksi sesema teman dan guru, sebagaimana yang disampai oleh Suaidin (2013) bahwa karaketristik pembelajaran CTL yaitu saling berkerjasama, saling menunjang, menyenangkan dalam artian tidak membosankan, belajar dengan bergairah, menggunakan berbagai sumber, membuat siswa aktif, sharing dengan teman, siswa kritis guru kreatif. Mengacu pada pernyatan suaidin tersebut dapat simpulkan bahwa CTL memberikan kontribusi yang besar terhadap perubahan cara belajar dikelas, dimana sebelumnya pembelajaran yang hanya berpusat pada guru tetapi di pembelajaran CTL pembelajaran berpusat pada siswa, menciptakan suasana yang menyenang bagi siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa dan yang terpenting berdasarkan karakteristik CTL dapat meningkatkan karakter siswa menjadi lebih baik.

Sebuah kelas dikatakan

menggunakan pendekatam pembelajaran kontekstual jika menerapkan ketujuh prinsip atau komponen tersebut dalam

pembelajarannya. Trianto (2008) mengemukakan bahwa : Secara garis besar langkah-langkah penerapan CTL dalam kelas adalah sebagai berikut : 1) Kembangkan pemikiran bahwa anak

akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.

2) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.

3) Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.

4) Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok).

5) Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.

6) Lakukan refleksi di akhir pertemuan. 7) Lakukan penilaian yang sebenarnya

dengan berbagai cara.

Sedangkan dalam penerapannya didalam kelas tujuh komponen utama pada pembelajaran kontektual yang dipaparkan dalam pengabdian ini yaitu menurut Nurhadi (2002) mengatakan ada tujuh komponen utama dalam CTL yaitu Konstruktivisme (Constructivism), Inkuiri (Inquiry), Bertanya (Questioning), Masyarakat Belajar (Learning Community), Pemodelan (Modeling), Refleksi (Reflection), Penilaian Sebenarnya (Authentic Assesment).

Berdasarkan penjelasan diatas secara umum solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini yaitu yaitu sosialisasi tentang pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) di SD Al Washliyah 2 Proyek UNIVA Medan dalam mengatasi masalah mitra yaitu kurangnya pemahaman siswa pada mata pelajaran matematika, IPA, Biologi. Selain itu kurangnya motivasi siswa yang tinggi dalam proses belajar mengajar.

Secara khusus pengabdi akan memaparkan beberapa solusi terkait sosialisasi pendentakan pembelajaran kontektual yaitu diantaranya

1. Menjelaskan perbedaan metode, startegi, pendekatan, teknik dalam proses belajar mengajar

2. Menjelaskan peran penting CTL dalam kegiatan belajar mengajar dikelas

3. Menjelaskan komponen CTL

4. Menjelaskan karakter siswa yang muncul dalam pembelajaran CTL 5. Menjelaskan perbedaan bentuk RPP

dengan CTL dengan konvensional Adapun Target luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini secara umum adalah melakukan sosialisasi tentang pendekatan pembelajaran menggunakan CTL di SD Al Washliyah 2 Proyek UNIVA Medan. Secara khusus, target dan luaran kegiatan adalah sebagai berikut:

1. Memberikan pengetahuan pendekatan pembelajaran yang baik digunakan dalam proses belajar mengajar, salah satunya adalah CTL

2. Meningkatkan kemampuan belajar siswa,

3. Meningkatkan hasil belajar siswa 4. Memuncul karakter siswa dalam

proses belajar mengajar.

5. Menimbulkan minat belajar siswa, 6. Menciptakan motivasi belajar siswa. 2. METODE PELAKSANAAN 1. Peserta

Peserta sosialisasi pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) dalam meningkatkan dan pembentukan karakter siswa adalah guru-guru SD Alwashliyah 2 Proyek UNIVA Medan yang berada di Jalan Sisingamangaraja KM 5,5 Medan. 2. Instumen Pengabdian

wawancara dan pengamatan 3. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data melalui wawancara yaitu mengajukan pertanyaan kepada peserta untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang sosialisasikan. Sedangkan prosedur pengumpulan data melalui pengamatan yaitu dengan mengamati suasana kondusif selama kegiatan pelaksanaan pengabdian, antusias guru selama kegiatan pelaksanaan pengabdian, melakukan tanya jawab antara peserta dengan pengabdian, terjadi interkasi antara peserta dan pengabdi.

Wulan Dary (2012) mengatakan bahwa proses pelaksanaan sosialisasi dilakukan oleh dua pihak yaitu pihak yang melakukan sosialisasi dan pihak yang disosialisasi. Metode pelaksanaan sosialisasi, diantaranya:Persiapan pelaksanaan IbM pengabdian kepada masyarakat, Sosialisasi dan pelaksanaan , Evaluasi, Penyusunan Laporan Hasil Dan Pembahasan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan selama pelaksanaan kegiatan ditemukan:

1. Guru memahami dan mengetahaui perbedaan metode, startegi, pendekatan, teknik dalam proses belajar mengajar, memahami dan mengetahui peran penting CTL dalam kegiatan belajar mengajar dikelas, mengetahui komponen utama dalam CTL, memahami dan mengetahui karakter siswa yang muncul dalam pembelajaran menggunakan CTL, memahami dan

mengetahui bentuk RPP

menggunakan CTL, memahami dan mengetahui perbedaan bentuk RPP

menggunakan CTL dan

konvensional, serta guru memahami

dan mengetahui bentuk LAS dalam pembelajaran CTL dan pembelajaran lainnya.

2. Pada pelaksanaan pengabdian guru sangat antusias dengan materi CTL sehingga guru tidak sabar ingin menerapkan CTL didalam kegaitan belajar mengajar.

3. Guru sangat mudah memahami materi yang diberikan.Materi sosialisasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mitra yaitu SD Alwashliyah 2 Proyek UNIVA. Materi ini berisi informasi tentang pendekatan CTL, contoh pelaksanaan CTL di Sekolah Dasar, contoh pelaksanaan CTL pada mata pelajaran Matematika SD, Contoh Lembar Aktivitas Siswa SD. Hal ini dilakukan agar peserta mudah memahami Komponen CTL dengan penerapannya dikelas serta pelaksanaannya yang disajikan pada mata pelajaran matematika SD. Selain itu materi ini benar-benar memberikan penyegaran dan penambahan informasi pendekatan pembelajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan program sosialisasi di SD Alwasliyah 2 Proyek UNIVA ditemukan beberapa temuan-temuan yaitu sebagai berikut

1. Guru SD Alwashliyah 2 Proyek UNIVA Jalan Sisingamangaraja sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, dengan diadakannya sosialisasi memberikan informasi tentang pendekatan pembelajaran yang efektif atau sebagai altenatif guru dalam kegiatan belajar dikelas yaitu penerapan CTL. Sebagaimana kita ketahui SD Alwashliyah 2 Proyek UNIVA selaku mitra mengalami

masalah yaitu kurangnya pemahaman siswa tentang mata pelajaran matematika, IPA, dan biologi, kurangnya motivasi yang tinggi dalam proses belajar mengajar dikelas selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

2. Situasi dan kondisi selama sosialisasi berlangsung sangat kondusif, kenyamanan peserta sosialisasi sangat diperhatikan mulai dari pemberian bahan-bahan seperti fotokopian modul, makanan atau snack dan minuman.

3. Guru banyak mengajukan pertanyaan untuk mengetahui lebih dalam tentang CTL. Misalnya tentang perdedaan metode, strategi, pendekatan, teknik mengajar, cara mengatasi kesulitan belajar siswa, apa saja faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa, kesalahan guru dalam mengajar siswa, tujuan belajar siswa, karakter

siswa yang muncul dalam

pembelajaran menggunakan CTL. 4. Guru mudah diajak sharing mengenai

pengetahuan sehingga terjadi interaksi antara pemateri dan peserta hal ini terlihat dari adanya tanya jawab antara pemateri dan peserta.Guru – guru di sekolah tersebut mudah diajak kerja sama sehingga hal-hal yang ingin disampaikan sesuai target. Metode sosilisasi seperti ini cukup baik digunakan untuk membuka keterbukaan guru-guru dalam menghadapi berbagai masalah disekolah

5. Guru bertanya tentang perbedaan RPP yang biasa dilakukan guru dengan RPP menggunakan CTL

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilaksanakan di SD Al Washliyah 2 Proyek UNIVA

medan dikatakan berhasil dan berjalan dengan lancar. Sebagaimana dijelaskan pada Bab 1 masalah yang dihadapi guru di SD Al Washliyah 2 Proyek UNIVA yaitu kurangnya pemahaman siswa tentang mata pelajaran matematika, IPA, dan biologi, kurangnya motivasi yang tinggi dalam proses belajar mengajar dikelas, kurangnya pemahaman guru tentang pembelajaran yang dapat meningkatkan dan membentuk karakter siswa. Maka dapat disimpulkan secara umum keberhasilan pelaksanaan pengabdian yaitu peserta mengetahui pendekatan pembelajaran menggunakan

CTL dapat meningkatkan dan

pembentukan karakter siswa. Sedangkan, secara khusus hasil kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui perbedaan metode, strategi, pendekatan, teknik dalam proses belajar mengajar.

2. Mengetahui peran penting CTL dalam kegiatan belajar mengajar dikelas 3. Mengetahui komponen utama dalam

CTL

4. Mengetahui karakter siswa yang muncul dalam pembelajaran menggunakan CTL

5. Mengetahui bentuk RPP dengan menggunakan CTL dan perbedaan bentuk RPP dengan menggunakan CTL dan konvensional

6. Mengetahui cara menentukan karakter yang akan dimiliki siswa berdasarka komponen-komponen dalam CTL 7. Mengetahui cara yang harus

dilakukan guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa atau kemampuan matematika siswa

8. Mengetahui cara yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.

3. KESIMPULAN

Kesimpulandarikegiatanpengabdia ndiSD Al Washliyah 2 Proyek UNIVA Medan dibagi dua yaitu secara umum sosialisai pendekatan pembelajaran kontektual (CTL) dalam meningkatkan dan pembentukan karakter siswa berhasil. Secara khusus adalah sebagai berikut guru- guru mengetahui perbedaan metode, strategi, pendekatan, teknik mengajar, mengetahui kesulitan belajar siswa, mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa, mengetahui kesalahan guru dalam mengajar siswa, mengetahui tujuan belajar siswa, yang paling utama mengetahui pendekatan pembelajaran menggunakan CTL yang meliputi komponen-komponen dalam CTL, mengetahui bentuk RPP dengan menggunakan CTL dan perbedaannya dengan konvensional, mengetahui bentuk LAS. Guru-guru mudah diajak sharing mengenai pengetahuan tentang CTL, situasi dan kodisi selama pelaksanaan sangat kondusif, Terjadi interaksi antara pemateri dan peserta hal ini terlihat dari adanya tanya jawab antara pemateri dan peserta. Guru –guru di sekolah tersebut mudah diajak kerja sama sehingga hal-hal yang ingin disampaikan sesuai target. Metode sosilisasi seperti ini cukup baik digunakan untuk membuka keterbukaan guru-guru dalam menghadapi berbagai masalah disekolah.

REFERENSI

Ansari, B. 2009. Komunikasi Matematika Konsep dan Aplikasi. Pena:Banda Aceh

Feni, 2016. Penerapan Model Pembelajaran

Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning) Pada Sekolah

Dasar.http://www.karyatulisku.com/

2016/penerapan-model-pembelajaran_22.html?m=1

Nurhadi. 2002. Pendekatan Kontekstual (Contekstual Teaching and Learning (CTL)), Universitas Negeri Malang, Malang

Nugraha, N. 2017. Pentingnya pembelajaran kontekstual untuk membentuk karakter siswa.

http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/cit izenship/aricle/view/1099

Suadin, 2013. Pentingnya Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran.

https://suadinmath.wordpress.com/20 13/04/12/pentingnya-pendekatan-

kontekstual-dalam-pembelajaran/amp/

Sagala, S. 2009. Konsep Dan Makna Pembelajaran, Alfabeto, Bandung.

Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta. Trianto. 2008. Mendesain Pembelajaran

Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Kelas. Cerdas Pustaka Publisher, Jakarta

Wulan Dary, Proses Pelaksanaan Sosialisasi:

Proses Sosialisasi.

WWW.learniseasy.com/proses- pelaksanaan-sosialisasi-proses-sosialisasi.html

TEKNIK PEMBUATAN PUPUK BIOAKTIVATOR BOKASHI DI