TINJAUAN PUSTAKA
2.2. Sosial Ekonomi
2.2.3. SosialEkonomi Masyarakat
Korban bencana alam menghadapi situasi dan kondisi yang sangat kompleks, baik secara fisik, psikis maupun sosial.Problema paling mendasar adalah persoalan fisik seperti gangguan pemenuhan kebutuhan makanan, minum,
tempat tinggal, kesehatan, dan pendidikan.Hal ini berawal dari, tidak tersedia atau terbatasnya fasilitas umum, sosial dan sanitasi lingkungan yang buruk sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bahkan dapat menjadi sumber penyakit. Kehilangan harta benda menyebabkan korban menjadi jatuh miskin, apalagi sumber matapencaharian berupa lahan pertanian dan perkebunan juga mengalami kerusakan. Kehilangan anggota keluarga, khususnya sumber pencari nafkah keluarga, seringkali menyebabkan timbulnya perasaan khawatir, ketakutan bahkan trauma yang berkepanjangan. Bantuan dari berbagaisumber yang berbentuk materi mungkin dapat memenuhi kebutuhan fisik korban bencana, tetapi belum tentu dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kehilangan orang yang dicintai, rumah, harta benda, sawah, atau ternak yang menjadi matapencaharian, dapat menyebabkan guncangan jiwa dan trauma hebat.
Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyebutkan potensi gangguan terhadap kehidupan sosial ekonomi selalu ada bagi penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana seperti Indonesia.Risiko bencana alam membawa pengaruh negatif terhadap pembangunan, terutama pembangunan ekonomi.Bencana alam menyusutkan kapasitas produktif dalam skala besar yang berakibat pada kerugian finansial. (http://www.majalahglobalreview.com).
Menurut Nugroho dalam (http://www.majalahglobalreview.com), dampak bencana yang diakibatkan oleh bencana pada kehidupan masyarakat di antaranya adalah:
- Dampak fisik adalah kerusakan pada sarana-sarana umum, kantor-kantor pelayanan publik yang disebabkan oleh bencana.
- Dampak sosial mencakup kematian, risiko kesehatan, trauma mental, menurunnya perekonomian, terganggunya kegiatan pendidikan (anak-anak tidak dapat pergi ke sekolah), terganggunya aktivitas kantor pelayanan publik, kekurangan makanan, energi, air, dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya.
- Dampak ekonomi mencakup kehilangan materi, gangguan kegiatan ekonomi (orang tidak dapat pergi kerja, terlambat bekerja, atau transportasi komoditas terhambat, dan lain-lain).
- Dampak lingkungan mencakup pencemaran air (oleh bahan pencemar yang dibawa oleh banjir) atau tumbuhan disekitar sungai yang rusak akibat banjir.
Pascabencana erupsi gunungapi selalu berdampak kepada faktor sosial, ekonomi, dan psikis. Permasalahan yang dihadapi para korban setelah pulang dari pengungsian adalah mengenai pemenuhan kebutuhan dasar.Korban bencana sebagai manusia, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok masyarakat yang sedang menghadapi masalah, mempunyai kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Apabila kebutuhan hidup itu tidak dapat terpenuhi dalam kurun waktu yang lama maka akan menjadi masalah sosial, sehingga manusia dan masyarakat tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya.
Kebutuhan dasar hidupmanusia menurut Maslow (dalamSumarnonugroho, 1984: 6) adalah:
a. Kebutuhan fisik seperti minum, makan dan udara untuk bernafas b. Rasa aman
c. Menyayangi dan disayangi d. Penghargaan diri
e. Aktualisasi diri
Sementara Laird dan Laird (dalamSumarnonugroho, 1984: 6) mengemukakankebutuhan dasar hidup manusia meliputi:
a. Hidup
b. Merasa aman
c. Penghargaan atas eksistensi dirinya d. Melakukan pekerjaan yang disenangi
Kebutuhan dasar manusia menurutElizabeth Nicolds (1965: 59) meliputi: a. Rasa aman (security) dari ancamanlingkungan manusia dan alam serta
rasaaman dari gangguan penyakit.
b. Kasih sayang (affection) baik dari keluargamaupun masyarakat lingkungannya c. Mencapai cita-cita (achievment) dalamkondisi kehidupan sesuai yang
diinginkan.
d. Penerimaan (acceptance) eksistensi diriditengah masyarakat sekitarnya.
LP Getubig dan Sonke Schmidt (dalam Rusmiyati 2012), mengemukakan bahwa individu dan kelompokorang atau masyarakat dapat dikatakan amansecara sosial (socially secured) apabila terpenuhikebutuhan hidupnya dalam aspek: a. Pendapatan yang tetap dan cukup (adequateand stable income)
b. Kesehatan (health care)
c. Makan cukup gizi (good nutrion) d. Rumah tempat tinggal (shelter)
e. Pendidikan (education) f. Air bersih (clean water) g. Sanitasi (sanitation)
h. Penyantunan anak dan lanjut usia (child andold age care)
Kebutuhan dasar manusia tersebut diatas dalam kondisi yang normal dapat denganmudah terpenuhi apabila alam dan lingkunganmanusia mendukung, dalam arti sedang tidakterjadi bencana. Sebaliknya apabila alam danlingkungan tidak mendukung karena sedangterjadi bencana maka kebutuhan dasar manusiaitu kadang-kadang sulit terpenuhi, maka untukdapat terpenuhinya kebutuhan dasar hidup,manusia tersebut memerlukan intervensi daripihak lain. Dalam hal ini manusia sebagaipengungsi memerlukan bantuan orang lainagar tetap dapat bertahan hidup di tempatpengungsian.
Selain itu juga meletusnya gunung merapi memberi dampak positif dan negatif bagi perekonomian dan bisnis di indonesia dan wilayah merapi dan sekitarnya, sebagai berikut:
1. Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian
- Menambah kesuburan kawasan sekitar merapi, sehingga dapat ditumbuhi banyak pepohonan dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian dalam waktu beberapa tahun kedepan.
- Dapat dijadikan objek wisata bagi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara setelah Gunung Merapi meletus.
- Hasil erupsi (pasir) dapat dijadikan mata pencaharian seperti penambangan pasir dan karya seni dari endapan lava yang telah dingin.
- Aktivitas gunungapi dapat menghasilkan geothermal atau panas bumi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
- Sisa-sisa aktivitas Gunung Merapi dapat menghasilkan bahan-bahan tambang yang berguna dan bernilai tinggi. Seperti belerang, batu pualam dan lain-lain.
- Membangkitkan industri semen dan industri yang berkaitan dengan infrastruktur bisa bangkit, termasuk bisa menyerap banyak tenaga ahli untuk memulihkan infrastruktur dan sektor lainnya di kawasan terkena musibah.
- Terjadinya distribusi keadilan ekonomi, dengan banyaknya sumbangan dari para dermawan.
2. Dampak Negatif Bagi Bisnis dan Perekonomian - Merusak pemukiman warga sekitar bencana - Menyebabkan kebakaran hutan (Bencana Merapi)
- Pepohonan dan tumbuhan yang ditanam warga sekitar banyak yang layu, bahkan mati akibat debu vulkanik, begitu juga dengan ternak warga banyak yang mati akibat letusan Gunung Merapi.
- Menyebabkan gagal panen - Matinya infrastruktur
- Terhentinya aktivitas matapencaharian warga sekitar bencana
- Pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tidak terduga untuk memperbaiki infrastruktur yang telah rusak akibat bencana.
- Bandar udara tidak dapat beroperasi atau tidak dapat melakukan penerbangan karena debu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan Gunung Merapi dapat menyebabkan mesin pesawat mati.
- Mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus dan aktivitas masyarakat lumpuh. (http://www.tempointeraktif.com).
Dengan demikian dapat dipahami bahwa dampak sosial masyarakat pasca erupsi Gunungapi Sinabung adalah mencakup kematian, risiko kesehatan, trauma mental, menurunnya perekonomian, terganggunya kegiatan pendidikan (anak-anak tidak dapat pergi ke sekolah), terganggunya aktivitas kantor pelayanan publik, kekurangan makanan, energi, air, dan kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya.
Dampak ekonomi mencakup kehilangan materi, gangguan kegiatan ekonomi (orang tidak dapat pergi kerja, terlambat bekerja, atau transportasi komoditas terhambat, dan lain-lain).
2.3. Peranan Pemerintah dan Stake Holder dalam Pemulihan Sosial konomi