• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sosialisasi Olah Sampah 1. Deskripsi

Dalam dokumen KKN Lokasi UNNES Tahap IIB-Desa Lawatan (Halaman 51-62)

PROGRAM LINGKUNGAN DAN KONSERVASI

A. Sosialisasi Olah Sampah 1. Deskripsi

Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh banyak kota dan desa di seluruh dunia. Semakin tingginya jumlah penduduk dan aktivitasnya, membuat volume sampah terus meningkat. Akibatnya, untuk mengatasi sampah diperlukan biaya yang tidak sedikit dan lahan yang semakin luas. Disamping itu, tentu saja sampah membahayakan kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Pengelolaan sampah dimaksudkan agar sampah tidak membahayakan kesehatan manusia dan tidak mencemari lingkungan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memperoleh manfaat atau keuntungan bagi manusia. Hal ini didasari oleh pandangan bahwa sampah adalah sumber daya yang masih bisa dimanfaatkan dan bahkan memiliki nilai ekonomi. Pandangan tersebut muncul seiring dengan semakin langkanya sumber daya alam dan semakin rusaknya lingkungan.

Dalam rangka mengurangi timbunan sampah perlu adanya kesadaran dari masing-masing pihak yang berperan dalam menyumbang sampah setiap harinya. Masih banyaknya masyarakat yang belum paham tentang bagaimana cara mengelola sampah, maka dari itu perlunya sosialisasi pengolahan sampah agar masyarakat dapat ikut serta dalam hal mengurangi sampah. Sosialisasi olah sampah ini bertujuan agar masyarakat memahami tentang banyaknya timbunan sampah yang akan merugikan kita semua jika tidak diolah dengan semestinya. Diharapkan setelah dilakukan sosialisasi ini masyarakat dapat, menerapkan pengolahan sampah pada masing-masing rumah agar sampah yang dihasilkan masih dapat dimanfaatkan dan dapat mengurangi timbunan sampah.

Pendekatan pengelolaan sampah seyogyanya dilakukan melalui pendekatan berbasis 3R dan berbasis masyarakat, pengelolaan sampah secara terpadu dengan melaksanakan pengelolaan sejak dari sumbernya. 3R adalah upaya yang meliputi kegiatan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle). Sesuai dengan yang diamanatkan di dalam UU No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan sampah pada Bab I pasal 1 ayat 3 bahwa pengelolaan

46

sampah merupakan kegiatan yang sistematis, berkelanjutan yang terdiri dari kegiatan pengurangan dan penanganan. Proses pengurangan merupakan upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang akan diangkut dan diproses di tempat pemrosesan akhir sampah. Pendekatan pengelolaan sampah seyogyanya dilakukan melalui pendekatan berbasis 3R dan berbasis masyarakat, pengelolaan sampah secara terpadu dengan melaksanakan pengelolaan sejak dari sumbernya. 3R adalah upaya yang meliputi kegiatan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle).

Kegiatan Pengurangan sampah dapat berupa pembatasan timbulan sampah, pendaur-ulangan sampah, dan pemanfaatan kembali sampah, dimana proses pemilahan merupakan kegiatan penunjangan pokok dari proses pendaurulangan. Kegiatan Penanganan Pemilahan sesuai dengan jenis dan sifatnya, Pengumpulan dari sumber Ke TPS, Pengangkutan dari sumber ke tempat pemrosesan. Berbagai sistem daur ulang dapat diaplikasikan, karena komposisi sampah terbesar di kota-kota di Indonesia sebagian besar adalah sampah organik, maka diperkenalkan sistem pengomposan skala individual, komunal, kawasan, baik untuk daerah air tanah tinggi( daerah basah ) maupun untuk air tanah rendah. Sedangkan untuk pemanfaatan kembali sampah baik organik maupun anorganik diperkenalkan contoh yang dapat diaplikasikan serta diperkenalkannya bank sampah. Untuk pengurangan sampah diperkenalkan teknik-teknik sederhana seperti mengurangi kemasan, kembali pada pembungkus yang dapat terdegradasi. Untuk itu pengelolaan sampah sistem 3 R (reduse, reuse, recycle), melalui pengumpulan, pemilahan, pengelolaan sampah oleh masyarakat harus terus digalakan.

Desa Lawatan merupakan salah satu desa di Kecamatan Dukuhturi yang belum ada tempat pengolahan sampah. Tempat untuk pembuangsan sampah juga masih dalam tahap perencanaan. Warga desa biasanya masih membakar sampah-sampah yang mereka hasilkan. Hal ini tentu saja tidak baik bagi lingkungan maupun bagi warga masyarakat. Untuk itu program kerja sosialisasi olah sampah ini dilakukan di Desa Lawatan, yang diharapkan menjadi awal bagi masyarakat desa untuk memilah dan mengolah sampah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Sosialisasi olah sampah diadakan pada hari minggu tanggal 27 Oktober 2019 di Balai Desa Lawatan. Sasaran dari sosialisasi ini adalah warga desa, maka dari itu kami mengundang 2 perwakilan warga dari masing-masing RT yang ada.

47

Acara dibuka oleh pemerintahan desa dan dilanjutkan materi sosialisasi. Dalam sosialisasi ini disajikan pengertian mengenai sampah dan jenis-jenisnya. Kemudian warga diajak untuk mengetahui bagaimana cara memilah sampah yang baik dan benar. Sosialisasi dilanjutkan dengan pengetahuan mengenai pengolahan sampah organik yaitu pembuatan kompos dan pupuk cair kemudian sampah an-organik dengan pemanfaatan kegiatan 3R.

Setelah diadakannya sosialisasi olah sampah ini diharapkan warga Desa Lawatan tidak membakar sampah secara langsung, namun dapat memilah sampah dari rumah masing-masing dan dapat mengolah sebagian sampah menjadi barang yang bermanfaat dan sebagiannya dapat dibuang di tempat pembuangan akhir.

2. Rencana Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah memotivasi warga Desa Lawatan untuk peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan mengolah sampah agar dapat berkurang dan dapat dimanfaatkan. Sampah hanya akan bertambah apabila tidak diolah dan dibiarkan begitu saja. Tentu hal tersebut dapat mencemari lingkungan dan menjadikan desa tempat tinggal yang tidak nyaman karena dipenuhi oleh sampah. Oleh karena itu, melalui olah sampah semoga sampah di Desa Lawatan dapat berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih.

48 B. Lomba Kerajinan Limbah Rumah Tangga

1. Deskripsi

Limbah atau sering disebut benda buangan, sering kali menjadi benda yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Karena dengan konsentrasi dan kualitas tertentu maka dampaknya negatif dan dapat mengakibatkan penyakit pada manusia, ataupun lingkungan tempat tinggalnya. Saat ini jumlah limbah semakin meningkat, karena hampir seluruh manusia menghasilkan benda buangan tersebut.

Hasil dari benda buangan tersebut biasanya berasal dari kegiatan industri, rumah tangga, transportasi dan lain sebagainya. Jika melihat hal itu, maka limbah

49

pun dapat menjadi masalah besar bagi manusia. Maka pengelolaan akan limbah sangat diperlukan untuk mengatasi dampak negatif dari limbah tersebut.

Limbah adalah benda yang harus atau sudah dibuang, baik yang berasal dari alam atau dari hasil proses teknologi. Limbah atau yang lebih dikenal dengan sampah dapat berupa tumpukan dari barang-barang bekas, sisa-sisa dari kotoran hewan, sisa tanaman yang sudah membusuk, atau sayuran yang sudah diolah dan sudah basi.

Pengertian lainnya dari limbah ini yaitu benda buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik dari industri maupun domestik. Misalnya limbah dari rumah tangga atau yang kita kenal sebagai sampah. Yang kehadirannya di suatu tempat tidak dikehendaki oleh manusia, karena sudah menjadi benda yang tidak memiliki nilai ekonomis.

Banyaknya limbah plastik yang berserakan di sekitar kita sebetulnya bisa diminimalisir bila setiap orang mau mendaur ulang jenis limbah anorganik ini. Salah satunya dengan menjadikan limbah-limbah tersebut sebagai barang kerajinan baik untuk sendiri atau diperdagangkan.

Selain limbah rumah tangga yang biasa dijadikan sebagai barang kerajinan ternyata limbah bulu suttle kok dapat juga dapat dijadikan bermacam-macam bentuk kerajinan seperti bros, vas bunga, hiasan dinding, hiasan rumah, dan souvenir pernikahan.

Melihat potensi lingkungan sekitar Desa Lawatan masih sangat jarang yang mengkreasikan limbah rumah tangga atau limbah bulu menjadi sebuah benda yang bermanfaat dan mempunyai nilai guna lebih. Oleh karena itu, lomba memanfaatkan barang limbah rumah tangga menjadi salah satu program kerja KKN UNNES sebagai upaya pemanfaatan limbah rumah tangga untuk kerajinan atau sesuatu barang yang bermanfaat lainnya. Lomba yang diselenggarakan pada hari Minggu 27 Oktober 2019 bersamaan dengan sosialisasi olah sampah & online shop yang diikuti sekitar 60 orang peserta yang terdiri dari perwakilan masing-masing RT dan juga perangkat desa di Desa Lawatan. Tujuan diadakannya lomba ini diharapkan untuk menjaga lingkungan agar limbah rumah tangga yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal. Diakui saat ini sampah-sampah dari limbah rumah tangga dan industry kecil disekitar Desa lawatan banyak, bila dapat dimanfaatkan menjadi barang yang berguna akan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna . diharapkan selain menjaga lingkungan juga akan tumbuh sifat kreatifitas dari masyarakat yang

50

dapat memanfaatkan limbah rumah tangga dan limbah bulu yang tidak berguna menjadi barang-barang yang mempunyai manfaat dan nilai jual.

Lomba mendaur ulang barang limbah sebagai barang yang bermanfaat, diantaranya memanfaatkan, kertas-kertas bekas, kayu bekas, plastik bekas dan juga kaleng-kaleng minuman yang tidak berguna lagi. Dari hasil kreatififas para peserta tercipta barang-barang kerajinan, seperti vas bungga dari botol plastik beserta bunga-bunga yang terbuat dari kantong palstik. Hiasan kupu-kupu dari limbah bulu, minatur kok mini dalam bentuk gantungan, lampion gantung berbahan plastik bekas minuman, hiasan dinding dari plastik bekas sedotan, Boneka dari kertas dan kain bekas dan juga celengan yang terbuat dari bekas minuman ringan. Barang barang tersebut setelah jadi dengan sentuhan kreatifitas mereka , jika dibuat dalam jumlah besar akan mampu mendatangkan penghasilan bagi mereka karena barang-barang tersebuk layak dijual karena bermanfaat dan unik.

Tim juri terdiri dari ibu kepala Desa Lawatan, perwakilan dari karang taruna desa lawatan, dan salah satu mahasiswa KKN UNNES dengan hasil akhir yang mendapatkan juara pertama adalah adalah RT 22, Juara II adalah RT 09 , dan Juara III adalah RT 06 penilaian bukan hanya dilihat dari segi kreativitas saja melainkan segi kerapihan, kesesuaian warna dan keindahan.

2. Rencana Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah memotivasi warga Desa Lawatan untuk kreatif dalam memanfaatkan limbah bulu yang dihasilkan dari produksi shuttlecock. Dengan adanya program ini warga Desa Lawatan telah mampu menunjukkan kreativitasnya melalui karya yang dikirimkan. Semoga dapat terus berlanjut kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini.

51 3. Dokumentasi

52 C. Penanaman Pohon

1. Deskripsi

Dalam pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Nyata, terlebih dahulu melakukan observasi di sekitar lokasi dengan tujuan mengidentifikasi masalah yang terdapat di masyarakat Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Disamping itu, dilakukan pula wawancara mendalam (in-depth interview) dengan Kepala Desa dan Karang Taruna mengenai permasalahan yang sering dan tengah dihadapi.

Berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan dapat beberapa infomasi permasalahan. Diantara permasalahan tersebut yaitu kurangnya kesadaran warga tentang penanaman pohon (penghijauan) di lingkungan sekitar dan di sepanjang jalan . Hal ini terjadi karena kesibukan masyarakat Desa Lawatan yang dominan bekerja dalam bidang pertanian dan pengrajin shutlecock dengan landasan faktor pendukung sebagai wilayah dengan mempunyai lahan yang sempit. Melihat fungsinya, pohon bukan hanya sebagai tempat berteduh, tetapi dapat digunakan baik itu sebagai pencegah banjir, longsor, dan lain-lain. Sehingga di era modern ini, perlu adanya pengetahuan yang lebih pada masyarakat tentang penanaman pohon dan manfaatnya yang akan dinikmati anak cucu kita nantinya.

53

Setelah melakukan observasi yang dilakukan di lokasi, langkah selanjutnya yang ditempuh yakni menyusun program kerja yang akan dilaksanakan selama berada di lokasi. Program kerja ini disusun secara sistematis dan berbasis keilmuan, dimana berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan observasi yakni Penanaman Pohon (Penghijauan). Dengan adanya program kerja semacam ini diharapkan dapat bermanfaat dan dikembangkan oleh warga setempat, khususnya di Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Program-program tersebut lalu diaplikasikan di lapangan dengan cara melakukan penanaman dan pembagian bibit pohon di Desa Lawatan yang dilaksanakan di sepanjang jalan mulai dari depan lapangan Lawatan. Pada program kerja pembagian dan penaman bibit pohon melibatkan masyarakat dan instansi terkait. Lalau dilanjutkan dengan pembagian bibit yang dibagikan kepada Sekolah dan Desa, jumlah pohon yang diberikan yaitu 100 bibit pohon. Kemudian dari Sosialisasi tersebut, kami memberikan solusi untuk mengantisipasi masalah yaitu sebagai berikut.

a. Observasi Lapangan

Observasi lapangan bertujuan untuk mengetahui kondisi Desa

Lawatan, bersilaturrahmi dengan warga dan bermusyawarah dengan

melakukan Sosialisasi Desa untuk menentukan program kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat dan mampu dilakukan atau dibantu oleh mahasiswa.

b. Penanaman Pohon (Penghijauan)

Melihat keadaan lingkungan Desa Lawatan yang sangat gersang dan panas, selain sebagai bentuk penghijauan dengan fungsi tempat berteduh, diharapkan pembagian dan penanaman bibit pohon bisa memperkuat ekosistem yang ada di lingkungan sekitar dan menjadikan sepanjang jalan lebih teduh juga membuat jalan terlibat lebih indah dan rapih, sebagai pencegah Global Warning yang akan terjadi nantinya.

Tujuan dilaksanakan program kerja ini adalah agar masyarakat mendapatkan tambahan pengetahuan yang lebih tentang penanaman pohon, dimana fungsi dari pohon tersebut bukan hanya sebagai tempat peneduh, melainkan dapat digunakan sebagai pencegah banjir dan longsor, terutama dalam mencegah Global Warning. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 November 2019 dan penanggung jawab kegiatannya adalah Nurul Hidayah, dimana hasil yang dicapai yaitu 100%. Tidak terdapat hambatan yang dialami karena masyarakat Desa Lawatan memiliki antusias yang tinggi dalam

54

proses pembagian dan penanaman bibit pohon. Dalam kegiatan ini bibit berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Tegal dari Kecamatan Dukuhturi kemudian diturunkan diberbagai desa yang ada didukuhturi termasuk Desa Lawatan yang memberikan bibit pohonnya secara gratis.

2. Rencana Tindak Lanjut

Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah memotivasi warga Desa Lawatan untuk peduli lingkungan salah satunya adalah dengan cara melakukan penanaman pohon. Penanaman pohon ini dilakukan untuk menjadikan lingkungan Desa Lawatan tidak gersang serta memberikan rasa sejuk bagi warga-warga yang melewatinya. Semoga pohon yang ditanam dapat terus tumbuh dan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

56 BAB V

Dalam dokumen KKN Lokasi UNNES Tahap IIB-Desa Lawatan (Halaman 51-62)

Dokumen terkait