\
1.1 SPEKULASI DI PASAR MODAL SYARIAH
Kegiatan spekulasi tidak berbeda dengan kegiatan mengambil resiko (risk taking action) yang biasa dilakukan oleh pelaku bisnis atau investor. Ada yang membedakan spekulan dengan pelaku bisnis (investor) dari derajat ketidakpastian yang dihadapinya. Spekulan berani menghadapi sesuatu yang derajat ketidakpastiannya tinggi tanpa perhitungan, sedangkan pelaku bisnis (investor) senantiasa menghitung-hitung resiko dengan return yang diterimanya.
Salah satu ayat al-Qur‟an yang berbicara mengenai spekulasi adalah surat al-ahraaf (46) ayat :28 yang berbunyi sebagai berikut :
تفَو هُ فَ وْ فَ ت وهُ نفَ تنفَمفَ توْ هُ هُ وْ ذِ تفَ ذِ فَ فَ توْ هُ وْ فَ ت ولُّلفَ توْ فَ تاً فَ ذِ تاًن نفَ وْ هُ تذِ لَّ تذِو هُ تيذِمت هُ فَ لَّ ت فَي ذِ لَّ تهُ هُ فَ فَ فَ ت فَ وْوفَلفَ
Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka
Dengan berbagai model penilaian modern saat ini, investor dan pasar modal secara luas akan dapat memiliki pengetahuan tentang nilai sebuah perusahaan, sehingga saham-saham dapat diperjualbelikan secara wajar dengan harga pasar yang rasional. Dalam hal ini, market value tampaknya lebih mencerminkan nilai yang lebih wajar dibandingkan dengan book value. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa sekuritas-sekuritas bisa diperjualbelikan dengan menggunakan mekanisme pasar sebagai penentu harga, sehingga capital gain maupun profit sharing dari dividen dapat diperoleh.
Mekanisme pasar modal masih perlu terus disempurnakan untuk mencegah terbukanya pintu praktek riba, maysir, dan gharar. Sesuai dengan wasiat Rasullah Muhammad SAW. dalam salah satu sabda beliau :
“Segala sesuatu yang halal dan haram telah jelas, tetapi diantara keduanya terdapat hal-hal yang samar dan tidak di ketahui oleh kebanyakan orang. Barang siapa berhati-hati terhadap hal-hal yang meragukan, berarti telah menjaga agama dan kehormatan dirinya...” (HR. Bukhari Muslim).
Sebagai institusi keuangan modern, pasar modal tidak terlepas dari berbagai kelemahan dan kesalahan. Salah satunya adalah tindakan spekulasi yang dilakukan oleh sebagian investor, karena dalam berinvestasi dipasar modal, setiap investor harus selalu memperhatikan perubahan pasar, membuat berbagai analisis dan perhitungan, serta mengambil tindakan spekulasi didalam pembelian maupun penjualan saham. Inilah yang membuat pasar modal tetap aktif.
Secara umum, keadaan yang tidak pasti di dalam kegiatan pasar modal, harus dapat diperhitungkan secara “rasio” yang ada. Oleh karena itu, untuk mengetahui perbedaan antara spekulan dan investor, maka harus diketahui mengenai kriteria-kriteria yang dapat dikatakan sebagai spekulan dengan pelaku bisnis (investor).
Hakekat aktifitas spekulasi dapat dirinci sebagai berikut :
1. spekulasi sesungguhnya bukan merupakan investasi, meskipun di antara keduanya ada kemiripan.
Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 91
2. spekulasi telah meningkatkan unearned income bagi sekelompok orang dalam masyarakat, tanpa mereka memberikan kontribusi apapun, baik yang bersifat positif maupun produktif.
3. spekulasi merupakan sumber penyebab terjadinya krisis keuangan. 4. spekulasi adalah outcome dari sikap mental „ingin cepat kaya‟
2.2 FUNGSI DAN KARAKTERISTIK PASAR MODAL SYARIAH
Apabila meninjau dari pendapat Metwally (1995,177), keberadaan pasar modal khususnya syariah, memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :
1. Memungkinkan bagi masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan bisnis dengan memperoleh bagian dari keuntungan dan resikkonya.
2. Memungkinkan para pemegang saham menjual sahamnya guna mendapatkan likuiditas.
3. Memungkinkan perusahaan meningkatkan modal dari luar untuk membangun dan mengembangkan lini produksinya.
4. Memisahkan operasi kegiatan bisnis dari fluktuasi jangka pendek pada harga saham yang merupakan ciri umum pada pasar modal konvensional.
5. Memungkinkan investasi pada ekonomi itu ditentukan oleh kinerja kegiatan bisnis sebagaimana tercermin pada harga saham.
Adapun karakteristik yang dapat membedakan antara spekulan dengan investor, dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Investor di pasar modal adalah mereka yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk berinvestasi di perusahaan - perusahaan Tbk yang diyakininya sebagai perusahaan yang baik dan menguntungkan.
2. Spekulasi sesungguhnya bukan merupakan investasi, meskipun diantara keduanya ada kemiripan. Perbedaan yang sangat mendasar diantara keduanya terletak pada spirit yang menjiwainya, bukan pada bentuknya.
3. Spekulasi adalah game of chance, sedangkan bisnis adalah game of skill.
4. Spekulasi telah meningkatkan unearned income bagi sekelompok orang dalam masyarakat, tanpa memberikan kontribusi yang bersifat positif maupun produktif.
5. Spekulasi merupakan sumber penyebab terjadinya krisis keuangan. 6. Spekulasi adalah outcome yang dari sikap yang ingin cepat kaya.
3.2 KENDALA-KENDALA DALAM PASAR MODAL SYARIAH
Berdasarkan uraian pada bagian diatas, terlihat ada beberapa kendala untuk mengembangkan pasar modal syariah, kendala-kendala tersebut (Sudarsono,2003) antara lain adalah :
1. Belum ada ketentuan yang menjadi legitimasi pasar modal syariah dari Bapepam atau pemerintah, misalnya undang-undang. Perkembangan keberadaan pasar modal syariah saat ini merupakan gambaran bagaimana legalitas yang diberikan Bapepam dan pemerintah lebih tergantung dari permintaan pelaku pasar yang menginginkan keberadaan pasar modal syariah.
2. Selama ini pasar modal syariah lebih populer sebagai sebuah wacana dimana banyak bicara tentang bagaimana pasar yang di syariahkan. Dimana selama ini praktek pasar modal tidak bisa dipisahkan dari riba, maysir, dan gharar, dan bagaimana memisahkan ketiganya dari pasar modal.
3. Sosialisasi instrumen syariah di pasar modal perlu dukungan dari berbagai pihak. Karena ternyata perkembangan pasar modal perlu dukungan dari berbagai pihak. Khusunya dari praktisi dan akademisi. Praktisi dapat menjelaskan keberadaan pasar modal secara pragmatis sedangkan akademisi bisa menjelaskan secara ilmiah.
Berdasarkan pada kendala-kendala yang telah disebutkan diatas, maka strategi-strategi yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut :
1. Keluarnya undang-undang pasar modal syariah diperlukan untuk mendukung keberadaan pasar modal syariah atau minimal
Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 93
menyempurnakan UUPM No.8 Tahun 1995, sehingga dengan hal ini diharapkan semakin mendorong perkembangan pasar modal syariah. 2. Perlu keaktifan dari pelaku bisnis (pengusaha) muslim untuk
membentuk kehidupan ekonomi yang islami. Hal ini guna memotivasi meningkatkan image pelaku pasar terhadap keberadaan instrumen pasar modal yang sesuai dengan syariah.
3. Diperlukan rencana jangka pendek dan jangka panjang oleh Bapepam untuk mengakomodir perkembangan instrumen-instrumen syariah dalam pasar modal. Sekaligus merencanakan keberadaan pasar modal syariah di Tanah air.
4. Perlu adanya kajian-kajian ilmiah mengenai pasar modal syariah, oleh karena itu, dukungan dari akademisi sangat diperlukan guna memahamkan perlunya keberadaan pasar modal syariah.
3.3 FUNGSI PASAR MODAL DALAM EKONOMI ISLAM
Peranan dasar Pasar Modal di dalam ekonomi Islam adalah memfasilitasi aliran dana dari perusahaan yang memiliki modal lebih kepada perusahaan yang kekurangan modal kerja, hal ini berkaitan dengan usaha pihak perusahaan guna mendapatkan modal tambahan dengan menerbitkan surat berharga saham.
Pasar Modal diatur ke dalam dua konsep terpisah, namun dengan mekanisme pasar yang saling berkaitan, yaitu:
1. Pasar Modal Utama, di mana saham aktual yang baru diterbitkan ditawarkan untuk dijual.
2. Pasar Modal Sekunder, di mana memungkinkan bagi para pemilik modal untuk saling tawar-menawar atas saham yang diterbitkan.
Fungsi dari pasar utama adalah guna memberikan kesempatan bagi para emiten untuk menginvestasikan dana perusahaannya guna perluasan usaha. Hal ini merupakan peran utama pasar saham karena institusi ini memobilisir para emiten untuk berinvestasi dalam rangka menanggulangi tingkat pengangguran.
Berikut adalah beberapa prinsip dasar yang dapat di terapkan untuk membangun pasar modal yang sesuai dengan ajaran islam :
1. Tidak diperkenankannya penjualan dan pembelian secara langsung. 2. Penelitian account books secara cermat.
3.4 Prinsip dasar
Ada beberapa prinsip dasar untuk membangun sistem pasar modal yang sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan untuk implementasinya, memang dibutuhkan proses diskursus yang panjang.
Prinsip tersebut, antara lain, tidak diperkenankannya penjualan dan pembelian secara langsung. Saat ini, jika seseorang ataupun sebuah perusahaan ingin menjual atau membeli saham, dia akan menggunakan jasa broker atau pialang. Kemudian broker tersebut akan menghubungi jobbers dan menyampaikan maksud untuk bertransaksi, baik dalam pembelian maupun penjualan saham.
Kemudian para jobber ini menawarkan 2 rate harga, yaitu rate harga yang akan dibelinya yang biasanya lebih rendah dan rate harga yang akan dijualnya yang biasanya lebih tinggi.
Selanjutnya para jobber berkewajiban untuk membeli saham tersebut. Transaksi model ini memberikan 2 implikasi. Yang pertama, para jobber akan melakukan pembelian saham meskipun mereka belum tentu membutuhkannya.
Mereka membeli saham dengan harapan akan dapat menjualnya kembali kepada pihak yang memerlukan. Hal ini akan membuka pintu spekulasi. Para spekulan mengetahui bahwa mereka dapat membeli saham yang menguntungkan dari pasar karena para jobber ini mampu menyediakan ready stock.
Begitu pula bila saham tersebut ternyata kurang menguntungkan, mereka secara cepat dapat pula melepasnya. Implikasi selanjutnya adalah perubahan harga hanya ditentukan oleh kekuatan pasar, dimana tidak ada perubahan yang berarti dari nilai intrinsik saham.
Dalam ajaran Islam, aturan pasar modal harus dibuat sedemikian rupa untuk menjadikan tindakan spekulasi sebagai sebuah bisnis yang tidak menarik. Untuk itu, prosedur pembelian/penjualan saham secara langsung tidak diperkenankan.
Prosedurnya, setiap perusahaan yang memiliki kuota saham tertentu memberikan otoritas kepada agen di lantai bursa, untuk membuat deal atas
Investasi dan Pasar Modal Syariah Tiga Dimensi | A. Latar Belakang 95
sahamnya. Tugas agen ini adalah mempertemukan perusahaan tersebut dengan calon investor, dan bukan membeli atau menjualnya secara langsung. Saham-saham tersebut dijual ataupun dibeli jika memang tersedia. Jika banyak pihak yang menginginkan saham tertentu, maka mereka terlebih dahulu harus terdaftar sebagai applicant, dan saham tersebut kemudian dijual/dibeli dengan prinsip first-come-first-served (siapa datang dulu dia dilayani.