SURAT KUASA
11. Standar Pelayanan Izin Usaha Jasa Tally
NO. KOMPONEN URAIAN
1. Dasar Hukum 1. Undang–undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan Propinsi Otonomi Irian Barat dan Kabupaten–Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);
2. Undang–undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Nomor 1 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4842); tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Di Propinsi Papua Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
4. Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan;
6. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal;
7. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);
8. No. KM 35 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan angkutan orang dijalan
dengan kendaraan umum;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu;
11. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Pelimpahan Wewenang Bupati Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dalam Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan;
12. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Standar Operasional Prosedur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat 2. Persyaratan
Pelayanan 1. Copy / Salinan Akta Perusahaan yang dibuat oleh notaris (maksud dan tujuan khusus untuk usaha Tally);
2. Copy SK Menkumham;
3. Memiliki modal dasar :
a. Pelabuhan Utama modal dasar Rp 500 juta dan modal disetor Rp. 100 Juta;
b. Pelabuhan Pengumpan modal dasar Rp 250 juta dan modal disetor Rp. 50 Juta;
4. Bukti memiliki / menguasai peralatan , meliputi electronic cheker dan timbangan;
5. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
6. Copy/Ligalisir surat keterangan domisili perusahaan;
7. Bukti memiliki tenaga ahli, disertai dengan copy / legalisir sertifikat dan surat pernyataan tenaga ahli (Apabila terdapat perubahan) :
a. Pelabuhan Utama sekurang-kurangnya 1 (satu) orang dengan kualifikasi Ahli nautika Tk II atau ahli kepelabuhanan dan Pelayaran berijazah D IV atau S1 transportasi laut / sederajat;
b. Pelabuhan regional sekurang-kurangnya 1 (satu) orang dengan kualifikasi Ahli nautika Tk III atau ahli kepelabuhanan dan Pelayaran berijazah D III atau S1
transportasi laut / sederajat;
8. Rekomendasi dari Kepala Kantor Pelabuhan setempat;
9. Copy KTP Penanggung jawab;
10. Copy Bukti memiliki dan / atau menguasai ruangan / bangunan kantor perusahaan;
11. Asli Rencana Kerja 3 (tiga) bulan kedepan;
12. Asli Daftar personalia, struktur organisasi dan copy Ijazah / sertifikat;
13. Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen yang diajukan (bermeterai);
14. Pakta Integritas;
15. Form Nilai investasi.
3. Sistem,
mekanisme dan prosedur
1. Pemohon mendapat formulir dan penjelasan di Customer Service di Front Office;
2. Pemohon mengisi formulir dan melengkapi beserta persyaratan kemudian menyerahkan ke Customer Service;
3. Customer Service memverifikasi permohonan, jika lengkap berkas diregistrasi dan dibuat tanda penerimaan berkas;
4. Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan melakukan verifikasi ulang, jika disetujui tanda tangan di lembar check list kemudian diserahkan ke Back Office;
5. Back Office melakukan pemrosesan izin;
6. Paraf surat izin yang telah dicetak oleh Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan, Kepala Bidang Pelayanan Penanaman Modal dan Sekretaris DPMPTSP;
7. Kepala DPMPTSP menandatangani SK izin (pengesahan);
8. Pengarsipan;
9. Penyerahan izin kepada pemohon.
4. Jangka waktu
penyelesaian 7hari kerja, apabila persyaratan lengkap dan benar
5. Biaya/tarif Tidak di pungut biaya
6. Produk pelayanan Dokumen Izin Usaha Tally di Pelabuhan 7. Sarana, prasarana
dan/atau fasilitas
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 8. Kompetensi
Pelaksana
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 9. Pengawasan
internal
Dilakukan secara berjenjang dan terus menerus 10. Penanganan
pengaduan, Saran dan Masukan
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan
11. Jumlah pelaksana 5 orang 12. Jaminan
pelayanan Sesuai maklumat pelayanan 13. Jaminan
keamanan dan keselamatan
pelayanan
Penyelenggaraan pelayanan perizinan dilaksanakan di ruang/gedung yang memiliki tingkat keamanan dan kenyaman yang baik
14. Evaluasi kinerja
Pelaksana 1. Evaluasi kinerja pelaksana secara periodik dilakukan sedikitnya 3 bulan sekali;
2. Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur keberhasilan dan mengetahui hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan serta merumuskan langkah perbaikan.
KOP PERUSAHAAN
(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp …..
Permohonan serta Pernyataan Kebenaran & Keabsahan Dokumen atas Izin Usaha Tally di Pelabuhan
Yth.
Waisai
……….
Kepada
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Waisai
Jenis Usaha : ………(Jika untuk kepentingan usaha) (Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan)
Nama Pemohon : ……….
Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan Izin Usaha Tally di Pelabuhan Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami lampirkan berkas-berkas sesuai dengan persyaratan Izin Usaha Tally di Pelabuhan Adapun data terdapat dalam lampiran dokumen permohonan
Izin Usaha Tally di Pelabuhan ini adalah Benar dan Sah. Apabila dikemudian hari ditemukan bahwa dokumen yang telah kami berikan tidak benar, maka kami bersedia dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Demikian permohonan dan pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Atas perkenan Bapak / Ibu, kami ucapkan terimakasih.
Pemohon.
Ttd dan/atau cap Diatas materai Rp. 6000
……….
(Jabatan)
KOP PERUSAHAAN
(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp ….. Email…..
SURAT KUASA
Yang bertandatangan di bawah ini Saya :
Nama : ………..
Alamat
No.KTP/NIK
:
:
………..
………..
...
……….
Nama BadanHukum (bila badan hukum/yayasan)
: ...
Alamat Perusahaan
(bila badan hukum/yayasan)
: ………..
………..
………..
Dengan ini memberi kuasa kepada :
Nama : ………..
Alamat
No.KTP/NIK Jabatan
:
: :
...
...
...
...
...
Untuk mengurus / menyelesaikan persyaratan administrasi dan / atau persyaratan teknis permohonan Izin Usaha Tally di Pelabuhan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Demikian Surat Kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan seperlunya.
waisai……….
Yang menerima Kuasa, Yang memberi Kuasa,
Ttd dan/atau cap Diatas materai 6000
(...) ………
(Jabatan)
12. Standar Pelayanan Izin Usaha Perusahaan Cabang Jasa Pengurusan