• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar Pelayanan Izin Usaha Pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan

SURAT KUASA

5. Standar Pelayanan Izin Usaha Pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan

NO. KOMPONEN URAIAN

1. Dasar Hukum 1. Undang–undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan Propinsi Otonomi Irian Barat dan Kabupaten–Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);

2. Undang–undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Nomor 1 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4842); tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Di Propinsi Papua Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

4. Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan;

6. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di BidangPenanaman Modal;

7. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);

8. No. KM 35 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan angkutan orang dijalan dengan kendaraan umum;

9. Peraturan Daerah Kabupaten Raja AmpatNomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu;

11. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Pelimpahan Wewenang Bupati Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dalam Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan;

12. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Standar Operasional Prosedur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat 2. Persyaratan

Pelayanan

1. Foto Copy / Salinan Akta Perusahaan yang dibuat oleh notaris

2. Foto Copy SK Menkumham;

3. Foto Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);

4. Foto Copy KTP Penanggungjawab;

5. Foto Copy Bukti memiliki dan / atau menguasai ruangan / bangunan kantor perusahaan;

6. Foto Copy / Legalisir surat keterangan domisili perusahaan;

7. tenaga ahli dengan kualifikasi ahli nautika atau ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga, disertai dengan copy / legalisir sertifikat dan surat pernyataan tenaga ahli;

a. Pelabuhan Utama paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat II / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 3 (tiga) tahun;

b. Pelabuhan Pengumpul paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat III / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 1 (satu) tahun;

c. Pelabuhan Pengumpan paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat IV / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 1 (satu) tahun;

8. Memiliki surat rekomendasi atau pendapat tertulis dari Otoritas Pelabuhan atau Unit Penyelenggara Pelabuhan setempat terhadap keseimbangan penyediaan dan permintaan

kegiatan usaha bongkar muat;

9. Memiliki peralatan bongkar muat beserta bukti kepemilikan berupa forklift, pallet, ship side-net, rope sling, rope side-net, wire net;

10. Asli Rencana Kerja 3 (tiga) bulan ke depan;

11. Asli Daftar personalia, struktur organisasi dan copy Ijazah / sertifikat;

12. Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen yang diajukan (bermeterai);

13. Pakta Integritas;

14. Form Nilai investasi.

3. Sistem,

mekanisme dan prosedur

1. Pemohon mendapat formulir dan penjelasan di Customer Service di Front Office;

2. Pemohon mengisi formulir dan melengkapi beserta persyaratan kemudian menyerahkan ke Customer Service;

3. Customer Service memverifikasi permohonan, jika lengkap berkas diregistrasi dan dibuat tanda penerimaan berkas;

4. Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan melakukan verifikasi ulang, jika disetujui tanda tangan di lembar check list kemudian diserahkan ke Back Office;

5. Back Office melakukan pemrosesan izin;

6. Paraf surat izin yang telah dicetak oleh Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan, Kepala Bidang Pelayanan Penanaman Modal dan Sekretaris DPMPTSP;

7. Kepala DPMPTSP menandatangani SK izin (pengesahan);

8. Pengarsipan;

9. Penyerahan izin kepada pemohon.

4. Jangka waktu

penyelesaian 7 hari kerja, apabila persyaratan lengkap dan benar

5. Biaya/tarif Tidak dipungut biaya

6. Produk pelayanan Dokumen Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan

7. Sarana, prasarana

dan/atau fasilitas Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 8. Kompetensi

Pelaksana

Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 9. Pengawasan

internal Dilakukan secara berjenjang dan terus menerus 10. Penanganan

pengaduan, Saran dan Masukan

Sesuai Standar Pelayanan Perizinan

11. Jumlah pelaksana 5 orang

12. Jaminan

pelayanan Sesuai maklumat pelayanan 13. Jaminan

keamanan dan keselamatan

pelayanan

Penyelenggaraan pelayanan perizinan dilaksanakan di ruang/gedung yang memiliki tingkat keamanan dan kenyaman yang baik

14. Evaluasi kinerja

Pelaksana 1. Evaluasi kinerja pelaksana secara periodik dilakukan sedikitnya 3 bulan sekali;

2. Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur keberhasilan dan mengetahui hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan serta merumuskan langkah perbaikan.

KOP PERUSAHAAN

(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp …..

Permohonan serta Pernyataan Kebenaran & Keabsahan Dokumen atas Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan

Yth.

Waisai,

……….

Kepada

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Waisai

Denganhormat,

Yang bertandatangan dibawah ini, (Untuk Perorangan)

(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan)

Nama Pemohon : ……….

Alamat : ……….

No. Telp / HP : ……….

Nama Perusahaan :

……….

Jabatan : ……….

Bidang Usaha : ……….

Jenis Usaha : ……….

Sub-jenis Usaha : ……….

Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami lampirkan berkas-berkas sesuai dengan persyaratan Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan Adapun data terdapat dalam lampiran dokumen permohonan Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan ini adalah Benar dan Sah. Apabila dikemudian hari ditemukan bahwa dokumen yang telah kami berikan tidak benar, maka kami bersedia dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Demikian permohonan dan pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Atas perkenan Bapak / Ibu, kami ucapkan terimakasih.

Pemohon.

Ttddan/atau cap diatasmateraiRp. 6000

……….

(Jabatan)

KOP PERUSAHAAN

(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp ….. Email…..

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini Saya :

Nama : ………..

Alamat

No.KTP/NIK

:

:

………..

………..

...

……….

Nama Badan Hukum

(bila badan

hukum/yayasan)

: ...

Alamat Perusahaan

(bila badan

hukum/yayasan)

: ………..

………..

………..

Dengan ini member kuasa kepada :

Nama : ………..

Alamat

No.KTP/NIK Jabatan

:

: :

...

...

...

...

...

Untuk mengurus / menyelesaikan persyaratan administrasi dan / atau persyaratan teknis permohonan Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Demikian Surat Kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan seperlunya.

waisai……….

Yang menerima Kuasa, Yang member Kuasa,

Ttddan/atau cap Diatas materai 6000 (...) ………

(Jabatan)