STANDAR PELAYANAN
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
KABUPATEN RAJA AMPAT 2018
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN RAJA AMPAT
KOMPLEKS KANTOR BUPATI RAJA AMPAT KELURAHAN WARMASEN DISTRIK WAISAI KOTA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya atas selesainya penyusunan Standar Pelayanan (SP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Permendagri No. 24 Tahun 2006 Tentang PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
Kami menyadari bahwa Standar Pelayanan (SP) ini belum sempurna, maka kami mengharap kritik dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan.
Semoga dengan terbitnya Standar Pelayanan (SP) ini dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat. Terima Kasih.
Waisai, 18 Desember 2018
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Raja Ampat
MOCHAMMAD. SAID SOLTIEF.S.Pt.M.Si NIP :19740615 200111 1 001
PEMERINTAH KABUPATEN RAJA AMPAT
DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
Alamat : Kompleks Kantor Bupati ,Distrik Waisai Kota
KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN RAJA AMPAT
NOMOR : 188.4/005/DPMPTSP/RA/2018 TENTANG
PENETAPAN STANDAR PELAYANAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU
KABUPATEN RAJA AMPAT
KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN RAJA AMPAT
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik, Transparansi dan guna mewujudkan kepastian hak dan kewajiban berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan, setiap penyelenggara pelayanan publik wajib menetapkan Standar Pelayanan ;
b. bahwa untuk memberikan acuan dalam penilaian ukuran kinerja dan kualitas penyelenggaraan pelayanan dimaksud huruf a, maka perlu ditetapkan Standar Pelayanan Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat dengan Keputusan Kepala Dinas Penanaman dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi,
kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Teluk Wondama, di Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 5679); Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Nomor 5404);
6. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601);
7. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal;
8. Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 Tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha;
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perizinan Terpadu di Daerah;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;
12. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 1 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat (Lembaran Daerah Kabupaten Raja Ampat Tahun 2008,
Nomor 1 , dan Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 19 tahun 2008);
13. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu;
14. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Raja Ampat Tahun 2016 Nomor 127, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 103);
15. Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Pelimpahan Wewenang Bupati Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat Dalam Perizinan Dan Non Perizinan;
16. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Standar Operasional Prosedur Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat;
17. Keputusan Bupati Raja Ampat Nomor 91 Tahun 2018 Tentang Pembentuka Tim Teknis Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan;
MEMUTUSKAN Menetapkan
PERTAMA : Standar Pelayanan Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat Sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Ini.
KEDUA : Standar Pelayanan sebagaimana dimaksud dictum PERTAMA meliputi Ruang Lingkup Pelayanan Administrasi Perizinan.
KETIGA : Standar Pelayanan sebagaimana terlampir dalam Lampiran Keputusan ini wajib dilaksanakan oleh penyelenggara pelaksana dan sebagai acuan dalam Penilaian Kinerja Pelayanan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab. Raja Ampat, aparat Pengawasan, dan masyarakat dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
KEEMPAT : Keputusan ini Mulai Berlaku Pada Tanggal Ditetapkan.
Ditetapkan di Waisai
Pada Tanggal 18 Desember 2018
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Raja Ampat
MOCHAMMAD SAID SOLTIEF, S.PT.,M.Si NIP ; 19740615 200111 1 001
Lampiran: Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab.Raja Ampat Nomor : 188.4/005/DPMPTSP/RA/2018
Tanggal : 18 Desember 2018 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam bidang Penanaman Modal dan perizinan sebenarnya dilatar belakangi oleh tujuan untuk menarik investasi dan mendorong kegiatan ekonomi serta mendorong prakarsa masyarakat agar ikut berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan. Oleh karenanya Pemerintah Kab.Raja Ampat ingin memulai suatu babak baru dalam memberikan pelayanan perizinan kepada masyarakat yang dilayani satu pintu oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab.Raja Ampat. Dengan model ini seseorang atau masyarakat umum maupun masyarakat lokal yang akan mengurus segala jenis perizinan hanya perlu dating ketempat yang dinamakan DPM.PTSP (Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kab.Raja Ampat sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 6 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan Organisasi Prangkat daerah OPD (lembaran daerah Kabupaten Raja Ampat Tahun 2016 127,tambahan lembaran daerah Kabupaten Raja Ampat nomor 103). Jenis Pelayanan Perizinan yang dilaksanakan pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab.raja Ampat adalah:
1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
2. IUJK (Izin Usaha Jasa Kontruksi).
3. Izin Tanda Daftar Ulang (TPU).
4. Izin Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).
5. Izin Pemanfaatan/Pembuangan Limbah Cair Ke Media Lingkungan.
6. Izin Pengusahaan Menara Telekomunikasi Terpadu 7. Izin Operasional Menara Telekomunikasi
8. Izin Usaha Angkutan Dengan Kendaraan Umum.
9. Izin Trayek Angkutan Umum.
10. Izin Usaha Warnet, Warsel, Perfilman, Telekomunikasi Perdesaan Dan Wartel
11. Izin Pelayanan Medik Dasar;
12. Klinik Pratama 13. Klinik Utama.
14. Izin Pelayanan Medik Spesialis (Rujukan);
a. Rumah Sakit Type C.
b. Rumah Sakit Type D
15. Izin Pelayanan Medic Penunjang a. Laboraturium Klinik.
b. Laboraturium Kesehatan Masyarakat.
16. Izin Penggalian Jalan 17. Izin Pemancangan Tiang 18. Izin Merubah Bentuk Trotoar 19. Izin Reklame Insedentil.
20. Izin Reklame Non Insedentil.
21. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
22. Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MA).
23. Izin Usaha Industri.
24. Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional 25. Izin Usaha Toko Modern
26. Izin Usaha Pusat Perbelanjaan 27. Tanda Daftar Industry
28. Izin Pemotongan Ternak : a. Izin Pemotongan Unggas.
b. Izin Pemotongan Babi, Kambing, Dan Domba.
c. Izin Pemotongan Sapi, Kerbau, Dan Kuda.
29. Izin Usaha Daging:
a. Izin Penjualan/Pengecer Daging.
b. Izin Pasar Swalayan.
30. Izin Penampungan, Penggaraman, Pengeringan Kulit, Tulang, Bulu, Ternak.
31. Izin Angkutan Daging
32. Penerbitan IUP Pembudidayaan Ikan.
33. Izian Penyosohan Beras
34. Izin Usaha Simpan Pinjam Koperasi
35. Izin Pembukaan Kantor Cabang, Cabang Pembantu Dan Kantor Kas Koperasi Simpan Pinjam.
36. Bidang Usaha Perjalanan Wisata:
a. Biro Perjalanan Wisata (BPW).
b. Agen Perjalanan Wisata.
37. Bidang Usaha Penyedia Akomodasi : a. Hotel :
1) Hotel Bintang.
2) Hotel Non Bintang.
b. Bumi Perkemahan c. Persinggahan Karavan.
d. Villa.
e. Akomodasi Lain :
1) Kondotel (Kondominium Hotel).
2) Rumah Sewa.
38. Bidang Usaha Makanan Dan Minuman : a. Restaurant.
b. Rumah Makan.
c. Bar/Rumah Minum.
d. Café.
e. Pusat Jajanan Makanan.
f. Jasa Boga.
39. Bidang Usaha Jasa Kawasan Pariwisata 40. Bidang Usaha Jas Transportasi :
a. Angkutan Jalan Wisata.
b. Angkutan Kereta Api Wisata.
c. Angkutan Laut, Sungai, Dan Danau Wisata.
d. Angkutan Laut Domestik Wisata.
e. Angkutan Laut Internasional Wisata..
41. Bidang Usaha Daya Tarik Wisata :
➢ Pengelolaan Daya Tarik Wisata :
1) Pengelolaan Permandian Air Panas Alami.
2) Pengelelolaan Berwujud Keadaan Alam Flora Dan Fauna.
3) Agro Wisata.
42. Bidang Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan Dan Rekreasi :
➢ Gelanggang Olah Raga : 1) Lapangan Golf.
2) Rumah Bilyard.
3) Gelanggang Renang.
4) Lapangan Tenis.
5) Gelanggang Bowling.
6) Lapangan Futsal.
7) Gelanggang Ice Skyting.
8) Gelanggang Skateboard.
9) Gelanggang Permainan Ketangkasan.
10) Pusat Kebugaran/Fitnes/Yoga.
a. Gelanggang Seni.
1) Sanggar Seni 2) Galeri Seni
3) Gedung Pertunjukan Seni b. Gelanggang Seni.
1) Sanggar Seni 2) Galeri Seni
3) Gedung Pertunjukan Seni 4) Tempat Pameran
5) Gedung Bioskop/Cinema c. Arena Permainan
1) Arena Permainan, 2) Paint Ball
3) Dunia Fantasi 4) Panjat Tebing 5) Bungy Jumping.
6) Slingshot.
7) Menunggang Gajah Dan Satwa Lainnya 8) ATV Ride
9) Wisata Sepeda d. Hiburan Malam :
1) Club Malam.
2) Diskotik.
3) Pub.
4) Panggung Tertutup.
5) Panggung Terbuka.
e. Panti Pijat : 1) Panti Pijat.
2) Panti Mandi Uap/Sauna 3) Refleksi.
f. Taman Rekreasi : 1) Taman Rekreasi 2) Taman Bertema.
3) Taman Pentas Pertunjukan Satwa.
g. Karaoke.
h. Jasa Impresariat/Promotor.
43. Bidang Usaha Jasa Pramuwisata.
44. Bidang Usaha Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan, Insentif, Konfrensi, Dan Pameran
45. Bidang Usaha Konsultasi Pariwisata 46. Bidang Usaha Informasi Pariwisata;
47. Bidang Usaha Wisata Tirta.
a. Wisata Bahari : 1) Wisata Selam.
2) Wisata Perahu Layar.
3) Wisata Memancing.
4) Wisata Selancar.
5) Wisata Dermaga Bahari.
6) Wisata Watersport.
b. Wisata Laut, Sungai, Danau, Dan Waduk : 1) Wisata Perahu Tradisional.
2) Wisata Arung Jeram.
3) Wisata Dayung.
4) Wisata Pancing.
c. Bidang Usaha Spa :
1) Spa
2) Salon Kecantikan.
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, Kab Raja Ampat mengambil suatu kebijakan dengan membentuk Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab.Raja Ampat, yang merupakan salah satu pencerminan terciptanya keseragaman pola dan langkah penyelenggaraan dan pelayanan oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat dan agar adanya keterpaduan yang terkoordinasi dalam proses pemberian perizinan maupun non-perizinan sehingga masyarakat dapat menerima pelayanan yang lebih sederhana, jelas, pasti, aman, transparan, efisien, ekonomis, adil, merata, dan tepat waktu (Kep. MenPAN No. 81 tahun 1993) dan terkoordinasi dalam satu pintu.
B. Visi Meliputi :
Visi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat yaitu "Terwujudnya Pelayanan Perizinan Dan Non Perizinan Yang Cepat, Mudah, Transparan, Pasti Serta Terjangkau Dan Kabupaten Raja Ampat Sebagai Tujuan Utama Investasi"”.
C. Misi Meliputi :
Untuk dapat mewujudkan Visi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu PintuUntuk mencapai Visi, telah dirumuskan dalam 8 Misi ialah :
a. Memberdayakan SDM DPMPTSP Kabupaten Raja Ampat;
b. Meningkatkan Investasi Baru Maupun Perluasan Investasi;
c. Menyederhanakan persyaratan dan mempercepat proses pelayanan perizinan dan non perizinan dalam rangka reformasi birokrasi dan peningkatan investasi;
d. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan informasi dan perizinan investasi;
e. Meningkatkan legalitas usaha masyarakat;
f. Menyusun data base perizinan yang valid dan akurat;
g. Mengembangkan sistem informasi data berbasis TI (Teknologi Informasi) h. Mengendalikan perizinan dan non perizinan.
D. Motto Pelayanan
Adalah Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya memiliki motto, yaitu :
“Pelayanan SIP, Masyarakat PAS”
S = Senyum I = Inovatif P = Profesional P = Puas
A = Aman berusaha S = Sejahtera
E. Janji Pelayanan Meliputi :
1. Melayani sesuai persyaratan dan prosedur tetap pelayanan, berdasarkan ketentuan yang berlaku;
2. Tidak melakukan praktek Pungli,korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam memberikan pelayanan;
3. Pengguna layanan dapat mengajukan keluhan atau keberatan apabila pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan pengguna layanan akan mendapat jawaban resmi dari pemberi layanan;
4. Kesalahan atau kekeliruan keterangan dalam produk pelayanan yang diakibatkan kesalahan teknis oleh penyedia layanan, maka penyedia layanan akan memperbaiki layanan tersebut tanpa memungut biaya tambahan;
5. Menyediakan dan melayani informasi yang berkaitan dengan tahapan proses penyelesaian perizinan sesuai ketentuan yang berlaku
F. Maklumat Pelayanan:
Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat selaku penyelenggara Pelayanan Publik di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat, menyatakan Maklumat sebagai berikut :
“Kami, seluruh pegawai DPMPTSP Kabupaten Raja Ampat, dengan ini menyatakan dengan sungguh - sungguh :
''Sanggup''
Memberikan pelayanan sesuai dengan standar dan prosedur yang ditetapkan.
"Memberikan"
Pelayanan Yang Terbaik, Mudah, Tepat, Cepat, Adil, Transparan dan adanya kepastian layanan.
"Berkomitmen"
Tidak menerima ataupun meminta imbalan dalam bentuk apapun terkait dengan pelayanan yang diberikan selain dari biaya yang sudah ditetapkan.
"Mewujudkan”
Pelayanan yang professional demi kepuasan masyarakat
"Menjunjung tinggi"
Pemerintahan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme G. Ruang Lingkup Tugas
Implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka ada perubahan nomenklatur yang semula semua perizinan melekat pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai dengan jenis usaha yang diguluti oleh para pengusaha, namun dengan keluarnya peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2016 tentang Struktur Organisasi perangkat daerah yang terbaru sehingga terjadi perubahan menjadi Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Raja Ampat ,sesuai dengan Peraturan Daerah Kab.Raja Ampat Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan Dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kab. Raja Ampat dan Peraturan Daerah Kab.Raja Ampat No. 9 tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan tertentu yang ditangani menjadi 47 jenis izin, hal ini menunjukan konsistensi dan komitmen Pemerintah Kab.Raja Ampat dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada msyarakat di bidang perizinan, diantaranya:
1) DPMPTSP merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah, dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
2) DPMPTSP mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di bidang pelayanan perizinan.
3) DPMPTSP dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), menyelenggaran fungsi:
a. Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang penanaman modal dan perizinan;
b. Penyelenggaraan promosi penanaman modal daerah;
c. Pembinaan penanaman modal daerah;
d. Penggalian informasi mengenai potensi peluang investasi;
e. Pemberian dorongan dan kemudahan bagi pengembangan penanaman modal;
f. Pelaksanaan kerja sama di bidang penanaman modal;
g. Pengelolaan perizinan berdasarkan pelimpahan kewenangan dari Bupati Raja Ampat;
h. Penyelenggaraan teknis administratif kesekretariatan.
1. Standar Pelayanan Izin Pemakaian Tanah Jalan untuk Pemasangan Pipa PDAM
NO. KOMPONEN URAIAN
1. Dasar Hukum 1. Undang–undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan Propinsi Otonomi Irian Barat dan Kabupaten–Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);
2. Undang–undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Nomor 1 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4842); tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Di Propinsi Papua Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724)
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, TamabahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038)
5. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di
Bidang Penanaman Modal;
6. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 138 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah;
8. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu;
10. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Pelimpahan Wewenang Bupati Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dalam Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan;
2. Persyaratan
Pelayanan 1. SuratPermohonan 2. Foto copy KTP
3. Foto Copy Akte pendirian 4. Surat kuasa pengurusan izin
5. Surat pernyataan kesanggupan mentaati semua peraturan perundangan yang berlaku (bermaterai)
6. Photo / Peta Lokasi
7. Gambar Teknis / Konstruksi
8. Persetujuan penggunaan tanah dari pemilik tanah (rekomtek)
9. SK Lama (Perpanjangan) 10. Pakta Integritas
3. Sistem,
mekanisme dan prosedur
1. Pemohon mendapat formulir dan penjelasan di Customer Service di Front Office;
2. Pemohon mengisi formulir dan melengkapi beserta persyaratan kemudian menyerahkan ke Customer Service;
3. Customer Service memverifikasi permohonan, jika lengkap berkas diregistrasi dan dibuat tanda penerimaan berkas;
4. Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan melakukan
verifikasi ulang, jika disetujui tanda tangan di lembar check list kemudian diserahkan ke Back Office;
5. Back Office melakukan pemrosesan izin;
6. Paraf surat izin yang telah dicetak oleh Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan, Kepala Bidang Pelayanan Penanaman Modal dan Sekretaris DPMPTSP;
7. Kepala DPMPTSP menandatangani SK izin (pengesahan);
8. Pengarsipan;
9. Penyerahan izin kepada pemohon.
4. Jangka waktu
penyelesaian 7 hari kerja, apabila persyaratan lengkap dan benar
5. Biaya/tarif dipungut biaya
6. Produk pelayanan Dokumen Izin Pemakaian Tanah Jalan untuk Pemasangan Pipa PDAM
7. Sarana, prasarana
dan/atau fasilitas Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 8. Kompetensi
Pelaksana Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 9. Pengawasan
internal Dilakukan secara berjenjang dan terus menerus 10. Penanganan
pengaduan, Saran dan Masukan
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan
11. Jumlah pelaksana 5 orang 12. Jaminan
pelayanan Sesuai maklumat pelayanan 13. Jaminan
keamanan dan keselamatan
pelayanan
Penyelenggaraan pelayanan perizinan dilaksanakan di ruang/gedung yang memiliki tingkat keamanan dan kenyaman yang baik
14. Evaluasi kinerja
Pelaksana 1. Evaluasi kinerja pelaksana secara periodik dilakukan sedikitnya 3 bulan sekali;
2. Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur keberhasilan dan mengetahui hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan serta merumuskan langkah perbaikan.
2. Standar Pelayanan Izin Pemakaian Tanah Jalan Untuk Penanaman Kabel
NO. KOMPONEN URAIAN
1. Dasar Hukum 1. Undang–undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan Propinsi Otonomi Irian Barat dan Kabupaten–Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);
2. Undang–undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Nomor 1 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4842); tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Di Propinsi Papua Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
5. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di
Bidang Penanaman Modal;
6. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);
7. Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 138 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah;
8. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu;
2. Persyaratan
Pelayanan 1. Surat permohonan 2. Foto Copy KTP
3. Foto Copy Akte Pendirian Badan Usaha
4. Surat kuasa pengurusan permohonan izin (materai 6000)
5. Surat pernyataan kesanggupan menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku (materai 6000)
6. Foto/ denah lokasi yang dimaksud 7. Gambar teknis/ konstruksi
8. Persetujuan penggunaan tanah dari Pemilik tanah (rekomtek)
9. SK lama (perpanjangan) 10. Pakta Integritas
3. Sistem,
mekanisme dan prosedur
1. Pemohon mendapat formulir dan penjelasan di Customer Service di Front Office;
2. Pemohon mengisi formulir dan melengkapi beserta persyaratan kemudian menyerahkan ke Customer Service;
3. Customer Service memverifikasi permohonan, jika lengkap berkas diregistrasi dan dibuat tanda penerimaan berkas;
4. Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan melakukan verifikasi ulang, jika disetujui tanda tangan di lembar check list kemudian diserahkan ke Back Office;
5. Back Office melakukan pemrosesan izin;
6. Paraf surat izin yang telah dicetak oleh Kasi
Pelayanan dan Kasi Penetapan, Kepala Bidang Pelayanan Penanaman Modal dan Sekretaris DPMPTSP;
7. Kepala DPMPTSP menandatangani SK izin (pengesahan);
8. Pengarsipan;
9. Penyerahan izin kepada pemohon.
4. Jangka waktu
penyelesaian 7 hari kerja, apabila persyaratan lengkap dan benar
5. Biaya/tarif dipungut biaya
6. Produk pelayanan Dokumen Izin Pemakaian Tanah jalan untuk penanaman kabel
7. Sarana, prasarana
dan/atau fasilitas Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 8. Kompetensi
Pelaksana Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 9. Pengawasan
internal
Dilakukan secara berjenjang dan terus menerus 10. Penanganan
pengaduan, Saran dan Masukan
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan
11. Jumlah pelaksana 5 orang 12. Jaminan
pelayanan Sesuai maklumat pelayanan 13. Jaminan
keamanan dan keselamatan
pelayanan
Penyelenggaraan pelayanan perizinan dilaksanakan di ruang/gedung yang memiliki tingkat keamanan dan kenyaman yang baik
14. Evaluasi kinerja
Pelaksana 1. Evaluasi kinerja pelaksana secara periodik dilakukan sedikitnya 3 bulan sekali;
2. Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur keberhasilan dan mengetahui hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan serta merumuskan langkah perbaikan.
3. Standar Pelayanan izin Pemakaian Tanah Jalan Untuk Reklame
NO. KOMPONEN URAIAN
1. Dasar Hukum 1. Undang–undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan Propinsi Otonomi Irian Barat dan Kabupaten–Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);
2. Undang–undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Nomor 1 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4842); tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Di Propinsi Papua Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
5. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di BidangPenanaman Modal;
6. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);
7. Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 138 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah;
8. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu;
2. Persyaratan
Pelayanan 1. Surat permohonan 2. Foto Copy KTP
3. Foto Copy Akte Pendirian Badan Usaha
4. Surat kuasa pengurusan permohonan izin (materai 6000)
5. Surat pernyataan kesanggupan menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku (materai 6000)
6. Foto/ denah lokasi yang dimaksud 7. Gambar teknis/ konstruksi
8. Persetujuan penggunaan tanah dari pemilik tanah (rekomtek)
9. Izin Mendirikan Bangunan (perpanjangan) 10. SK lama (perpanjangan)
11. Pakta Integritas 3. Sistem,
mekanisme dan prosedur
1. Pemohon mendapat formulir dan penjelasan di Customer Service di Front Office;
2. Pemohon mengisi formulir dan melengkapi beserta persyaratan kemudian menyerahkan ke Customer Service;
3. Customer Service memverifikasi permohonan, jika lengkap berkas diregistrasi dan dibuat tanda penerimaan berkas;
4. Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan melakukan verifikasi ulang, jika disetujui tanda tangan di lembar check list kemudian diserahkan ke Back Office;
5. Back Office melakukan pemrosesan izin;
6. Paraf surat izin yang telah dicetak oleh Kasi
Pelayanan dan Kasi Penetapan, Kepala Bidang Pelayanan Penanaman Modal dan Sekretaris DPMPTSP;
7. Kepala DPMPTSP menandatangani SK izin (pengesahan);
8. Pengarsipan;
9. Penyerahan izin kepada pemohon.
4. Jangka waktu
penyelesaian 7 hari kerja, apabila persyaratan lengkap dan benar
5. Biaya/tarif dipungut biaya
6. Produk pelayanan Dokumen IzinPemakaian Tanah Jalan untuk Reklame
7. Sarana, prasarana
dan/atau fasilitas Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 8. Kompetensi
Pelaksana Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 9. Pengawasan
internal
Dilakukan secara berjenjang dan terus menerus 10. Penanganan
pengaduan, Saran dan Masukan
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan
11. Jumlah pelaksana 5 orang 12. Jaminan
pelayanan Sesuai maklumat pelayanan 13. Jaminan
keamanan dan keselamatan
pelayanan
Penyelenggaraan pelayanan perizinan dilaksanakan di ruang/gedung yang memiliki tingkat keamanan dan kenyaman yang baik
14. Evaluasi kinerja
Pelaksana 1. Evaluasi kinerja pelaksana secara periodik dilakukan sedikitnya 3 bulan sekali;
2. Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur keberhasilan dan mengetahui hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan serta merumuskan langkah perbaikan.
KOP PERUSAHAAN
(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp …..
Nomor Lampiran Perihal
: : :
………
1 (satu) berkas
Permohonan serta Pernyataan Kebenaran
& Keabsahan Dokumen atas Izin Usaha
………
………
Yth .
Waisai,
………
Kepada
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat Di Waisai
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini, (Untuk Perorangan)
Nama Pemohon : ……….
Alamat : ……….
No. Telp / HP : ……….
Jenis Usaha : ………(Jika untuk kepentingan usaha) (Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan)
Nama Pemohon : ……….
Alamat : ……….
No. Telp / HP : ……….
Nama Perusahaan : ……….
Jabatan : ……….
Bidang Usaha : ……….
Jenis Usaha : ……….
Sub-jenis Usaha : ……….
Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan Izin Usaha………..……… di Kabupaten Raja Ampat.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami lampirkan berkas-berkas sesuai dengan persyaratan Izin Usaha ………..………
Adapun data terdapat dalam lampiran dokumen permohonan Izin Usaha
………..ini adalah Benar dan Sah. Apabila dikemudian hari ditemukan bahwa dokumen yang telah kami berikan tidak benar, maka kami bersedia dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Demikian permohonan dan pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Atas perkenan Bapak / Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Pemohon.
Ttd dan/atau cap diatas materai Rp. 6000
……….
(Jabatan
KOP PERUSAHAAN
(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp ….. Email…..
SURAT KUASA
Yang bertanda tangan di bawah ini Saya :
Nama : ………..
Alamat
No.KTP/NIK
:
:
………..
………..
...
...……….
Nama Badan Hukum (bila badan hukum/yayasan)
: ...
Alamat Perusahaan
(bila badan hukum/yayasan)
: ………..
………..
………..
Dengan ini memberi kuasa kepada :
Nama : ………..
Alamat
No.KTP/NIK Jabatan
:
: :
...
...
...
...
...
Untuk mengurus / menyelesaikan persyaratan administrasi dan/atau persyaratan teknis permohonan Izin Usaha ……… di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Demikian Surat Kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan seperlunya.
waisai……….
Yang menerima Kuasa, Yang memberi Kuasa,
Ttd dan/atau cap diatas materai 6000
(...) ………
(Jabatan)
4. Standar Pelayanan Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat Barang Dari Dan ke Kapal Yang Beroperasi di Pelabuhan Kabupaten Raja Ampat (SIUP PBM)
NO. KOMPONEN URAIAN
1. Dasar Hukum 1. Undang–undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan Propinsi Otonomi Irian Barat dan Kabupaten–Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);
2. Undang–undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Nomor 1 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4842); tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Di Propinsi Papua Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);
3. UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
4. Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan;
6. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal;
7. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);
8. No. KM 35 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan angkutan orang dijalan
dengan kendaraan umum;
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 138 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah;
11. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu;
12. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Pelimpahan Wewenang Bupati Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dalam Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan;
13. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Standar Operasional Prosedur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat 2. Persyaratan
Pelayanan 1. Copy / Salinan Akta Perusahaan yang dibuat oleh notaris (maksud dan tujuan khusus untuk usaha Perusahaan Bongkar Muat);
2. Copy SK Menkumham;
3. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
4. Copy KTP Penanggungjawab;
5. Copy Bukti memiliki dan / atau menguasai ruangan / bangunan kantor perusahaan;
6. Copy / Legalisir surat keterangan domisili perusahaan;
7. Memiliki tenaga ahli dengan kualifikasi ahli nautika atau ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga, disertai dengan copy / legalisir sertifikat dan surat pernyataan tenaga ahli;
a. Pelabuhan Utama paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat II / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 3 (tiga) tahun;
b. Pelabuhan Pengumpul paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat III / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 1 (satu) tahun;
c. Pelabuhan Pengumpan paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat IV / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 1 (satu) tahun;
8. Memiliki surat rekomendasi atau pendapat tertulis dari Otoritas Pelabuhan atau Unit Penyelenggara Pelabuhan setempat terhadap keseimbangan penyediaan dan permintaan kegiatan usaha bongkar muat;
9. Memiliki peralatan bongkar muat beserta bukti kepemilikan berupa forklift, pallet, ship side- net, rope sling, rope net, wire net;
10. Asli Rencana Kerja 3 (tiga) bulan ke depan;
11. Asli Daftar personalia, struktur organisasi dan copy Ijazah / sertifikat;
12. Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen yang diajukan (bermeterai);
13. Pakta Integritas;
14. Form Nilai investasi.
3. Sistem,
mekanisme dan prosedur
1. Pemohon mendapat formulir dan penjelasan di Customer Service di Front Office;
2. Pemohon mengisi formulir dan melengkapi beserta persyaratan kemudian menyerahkan ke Customer Service;
3. Customer Service memverifikasi permohonan, jika lengkap berkas diregistrasi dan dibuat tanda penerimaan berkas;
4. Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan melakukan verifikasi ulang, jika disetujui tanda tangan di lembar check list kemudian diserahkan ke Back Office;
5. Back Office melakukan pemrosesan izin;
6. Paraf surat izin yang telah dicetak oleh Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan, Kepala Bidang Pelayanan Penanaman Modal dan Sekretaris DPMPTSP;
7. Kepala DPMPTSP menandatangani SK izin (pengesahan);
8. Pengarsipan;
9. Penyerahan izin kepada pemohon.
4. Jangka waktu
penyelesaian 7 hari kerja, apabila persyaratan lengkap dan benar
5. Biaya/tarif dipungut biaya
6. Produk pelayanan Dokumen Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat Barang Dari Dan ke Kapal Yang Beroperasi di PelabuhanKabupaten Raja Ampat (SIUP PBM) 7. Sarana, prasarana
dan/atau fasilitas
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 8. Kompetensi
Pelaksana
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 9. Pengawasan
internal
Dilakukan secara berjenjang dan terus menerus
10. Penanganan
pengaduan, Saran dan Masukan
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan
11. Jumlah pelaksana 5 orang 12. Jaminan
pelayanan Sesuai maklumat pelayanan 13. Jaminan
keamanan dan keselamatan
pelayanan
Penyelenggaraan pelayanan perizinan dilaksanakan di ruang/gedung yang memiliki tingkat keamanan dan kenyaman yang baik
14. Evaluasi kinerja
Pelaksana 1. Evaluasi kinerja pelaksana secara periodik dilakukan sedikitnya 3 bulan sekali;
2. Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur keberhasilan dan mengetahui hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan serta merumuskan langkah perbaikan.
KOP PERUSAHAAN
(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp …..
Nomor Lampiran Perihal
: : :
………
1 (satu) berkas
Permohonan serta Pernyataan Kebenaran & Keabsahan Dokumen atas Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat Barang (SIUP PBM)
Yth.
Waisai,
………
……
Kepada Kepala Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat
Di Waisai
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini, (Untuk Perorangan)
Nama Pemohon : ……….
Alamat : ……….
No. Telp / HP : ……….
Jenis Usaha : ………(Jika untuk kepentingan usaha) (Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan)
Nama Pemohon : ……….
Alamat : ……….
No. Telp / HP : ……….
Nama Perusahaan :……….
Jabatan : ……….
Bidang Usaha : ……….
Jenis Usaha : ……….
Sub-jenis Usaha : ……….
Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat Barang(SIUP PBM)Dikabupaten Raja Ampat
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami lampirkan berkas-berkas sesuai dengan persyaratan Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat Barang (SIUP PBM)
Adapun data terdapat dalam lampiran dokumen permohonan Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat Barang(SIUP PBM)ini adalah Benar dan Sah.
Apabila dikemudian hari ditemukan bahwa dokumen yang telah kami berikan tidak benar, maka kami bersedia dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Demikian permohonan dan pernyataan ini kami buat dengan sebenar- benarnya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Atas perkenan Bapak / Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Pemohon.
Ttd dan/atau cap diatas materai Rp. 6000
……….
(Jabatan)
KOP PERUSAHAAN
(UntukBadan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp ….. Email…..
SURAT KUASA
Yang bertanda tangan di bawah ini Saya :
Nama : ………..
Alamat
No.KTP/NIK
:
:
………..
………..
...
……….
Nama Badan Hukum
(bila badan
hukum/yayasan)
: ...
Alamat Perusahaan
(bila badan
hukum/yayasan)
: ………..
………..
………..
Dengan ini memberi kuasa kepada :
Nama : ………..
Alamat
No.KTP/NIK Jabatan
:
: :
...
...
...
...
...
Untuk mengurus/menyelesaikan persyaratan administrasi dan/atau persyaratan teknis permohonan Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat Barang (SIUP PBM)di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Demikian Surat Kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan seperlunya.
waisai……….
Yang menerima Kuasa, Yang memberi Kuasa,
Ttd dan/atau cap diatas materai 6000 (...) ………
(Jabatan)
5. Standar Pelayanan Izin Usaha Pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan
NO. KOMPONEN URAIAN
1. Dasar Hukum 1. Undang–undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan Propinsi Otonomi Irian Barat dan Kabupaten–Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);
2. Undang–undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Nomor 1 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4842); tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Di Propinsi Papua Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
4. Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan;
6. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di BidangPenanaman Modal;
7. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);
8. No. KM 35 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan angkutan orang dijalan dengan kendaraan umum;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Raja AmpatNomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu;
11. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Pelimpahan Wewenang Bupati Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dalam Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan;
12. Peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Standar Operasional Prosedur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat 2. Persyaratan
Pelayanan
1. Foto Copy / Salinan Akta Perusahaan yang dibuat oleh notaris
2. Foto Copy SK Menkumham;
3. Foto Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
4. Foto Copy KTP Penanggungjawab;
5. Foto Copy Bukti memiliki dan / atau menguasai ruangan / bangunan kantor perusahaan;
6. Foto Copy / Legalisir surat keterangan domisili perusahaan;
7. tenaga ahli dengan kualifikasi ahli nautika atau ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga, disertai dengan copy / legalisir sertifikat dan surat pernyataan tenaga ahli;
a. Pelabuhan Utama paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat II / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 3 (tiga) tahun;
b. Pelabuhan Pengumpul paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat III / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 1 (satu) tahun;
c. Pelabuhan Pengumpan paling sedikit 1 (satu) orang Ahli Nautika Tingkat IV / Ahli ketatalaksanaan pelayaran niaga D3 dengan pengalaman kerja paling singkat 1 (satu) tahun;
8. Memiliki surat rekomendasi atau pendapat tertulis dari Otoritas Pelabuhan atau Unit Penyelenggara Pelabuhan setempat terhadap keseimbangan penyediaan dan permintaan
kegiatan usaha bongkar muat;
9. Memiliki peralatan bongkar muat beserta bukti kepemilikan berupa forklift, pallet, ship side- net, rope sling, rope net, wire net;
10. Asli Rencana Kerja 3 (tiga) bulan ke depan;
11. Asli Daftar personalia, struktur organisasi dan copy Ijazah / sertifikat;
12. Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen yang diajukan (bermeterai);
13. Pakta Integritas;
14. Form Nilai investasi.
3. Sistem,
mekanisme dan prosedur
1. Pemohon mendapat formulir dan penjelasan di Customer Service di Front Office;
2. Pemohon mengisi formulir dan melengkapi beserta persyaratan kemudian menyerahkan ke Customer Service;
3. Customer Service memverifikasi permohonan, jika lengkap berkas diregistrasi dan dibuat tanda penerimaan berkas;
4. Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan melakukan verifikasi ulang, jika disetujui tanda tangan di lembar check list kemudian diserahkan ke Back Office;
5. Back Office melakukan pemrosesan izin;
6. Paraf surat izin yang telah dicetak oleh Kasi Pelayanan dan Kasi Penetapan, Kepala Bidang Pelayanan Penanaman Modal dan Sekretaris DPMPTSP;
7. Kepala DPMPTSP menandatangani SK izin (pengesahan);
8. Pengarsipan;
9. Penyerahan izin kepada pemohon.
4. Jangka waktu
penyelesaian 7 hari kerja, apabila persyaratan lengkap dan benar
5. Biaya/tarif Tidak dipungut biaya
6. Produk pelayanan Dokumen Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan
7. Sarana, prasarana
dan/atau fasilitas Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 8. Kompetensi
Pelaksana
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan 9. Pengawasan
internal Dilakukan secara berjenjang dan terus menerus 10. Penanganan
pengaduan, Saran dan Masukan
Sesuai Standar Pelayanan Perizinan
11. Jumlah pelaksana 5 orang
12. Jaminan
pelayanan Sesuai maklumat pelayanan 13. Jaminan
keamanan dan keselamatan
pelayanan
Penyelenggaraan pelayanan perizinan dilaksanakan di ruang/gedung yang memiliki tingkat keamanan dan kenyaman yang baik
14. Evaluasi kinerja
Pelaksana 1. Evaluasi kinerja pelaksana secara periodik dilakukan sedikitnya 3 bulan sekali;
2. Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur keberhasilan dan mengetahui hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan pelayanan serta merumuskan langkah perbaikan.
KOP PERUSAHAAN
(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp …..
Nomor Lampiran Perihal
: : :
………
1 (satu) berkas
Permohonan serta Pernyataan Kebenaran & Keabsahan Dokumen atas Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan
Yth.
Waisai,
……….
Kepada
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Waisai
Denganhormat,
Yang bertandatangan dibawah ini, (Untuk Perorangan)
Nama Pemohon : ……….
Alamat : ……….
No. Telp / HP : ……….
Jenis Usaha : ………(Jika untuk kepentingan usaha)
(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan)
Nama Pemohon : ……….
Alamat : ……….
No. Telp / HP : ……….
Nama Perusahaan :
……….
Jabatan : ……….
Bidang Usaha : ……….
Jenis Usaha : ……….
Sub-jenis Usaha : ……….
Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami lampirkan berkas-berkas sesuai dengan persyaratan Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan Adapun data terdapat dalam lampiran dokumen permohonan Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan ini adalah Benar dan Sah. Apabila dikemudian hari ditemukan bahwa dokumen yang telah kami berikan tidak benar, maka kami bersedia dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Demikian permohonan dan pernyataan ini kami buat dengan sebenar- benarnya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Atas perkenan Bapak / Ibu, kami ucapkan terimakasih.
Pemohon.
Ttddan/atau cap diatasmateraiRp. 6000
……….
(Jabatan)
KOP PERUSAHAAN
(Untuk Badan Usaha / Koperasi / Yayasan) Alamat ….. No Telp ….. Email…..
SURAT KUASA
Yang bertanda tangan di bawah ini Saya :
Nama : ………..
Alamat
No.KTP/NIK
:
:
………..
………..
...
……….
Nama Badan Hukum
(bila badan
hukum/yayasan)
: ...
Alamat Perusahaan
(bila badan
hukum/yayasan)
: ………..
………..
………..
Dengan ini member kuasa kepada :
Nama : ………..
Alamat
No.KTP/NIK Jabatan
:
: :
...
...
...
...
...
Untuk mengurus / menyelesaikan persyaratan administrasi dan / atau persyaratan teknis permohonan Izin Usaha pemanfaatan Perairan Diluar Pelabuhan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Demikian Surat Kuasa ini dibuat agar dapat dipergunakan seperlunya.
waisai……….
Yang menerima Kuasa, Yang member Kuasa,
Ttddan/atau cap Diatas materai 6000 (...) ………
(Jabatan)
6. Standar Pelayanan Izin Pengelolaan Ruang Laut
NO. KOMPONEN URAIAN
1. Dasar Hukum 1. Undang–undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan Propinsi Otonomi Irian Barat dan Kabupaten–Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2907);
2. Undang–undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Nomor 1 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4842); tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Di Propinsi Papua Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4245);
3. Undang-Undang Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan;
4. Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil UUD Nomor 1 2014Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal;
5. Undang-Undang No. 27 tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
6. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 191);