• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar Penilaian Pendidikan

Dalam dokumen 311125425 Panduan Eds Untuk Pmp (Halaman 39-47)

G. Instrumen EDS

G.4. Standar Penilaian Pendidikan

Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi

untuk mengukurpencapaian hasil belajar peserta didik.Standar penilaian pendidikan

disusun sebagai acuan penilaian bagi pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah pada

satuan pendidikan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar penilaian

tersebut disusun untuk menjamin:

1)

perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan

dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian;

2)

pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif,

efisien, dan sesuai dengankonteks sosial budaya; dan

3)

pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.

Prinsip Penilaian

Penilaian peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan

pada prinsip-prinsip sebagai berikut.

1)

Objektif. Penilaian berbasis pada standardan tidak dipengaruhi faktor

subjektivitas penilai.

2)

Terpadu.Penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan

kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.

3)

Ekonomis. Penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan

dan pelaporannya.

4)

Transparan. Prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan

keputusan dapat diakses oleh semua pihak.

5)

Akuntabel. Penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal

sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, maupun hasilnya.

6)

Edukatif. Mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

Standar penilaian pendidikan ditetapkan melalui Permendiknas Nomor 20 tahun

2007, yang mencakup dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil

belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar

dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

1)

sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan

yang diukur.

2)

objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak

dipengaruhi subjektivitas penilai.

3)

adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena

berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat

istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

4)

terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang

tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.

5)

terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan

keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.

6)

menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup

semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang

sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.

7)

sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan

mengikuti langkah-langkah baku.

8)

beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian

kompetensi yang ditetapkan.

9)

akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik,

prosedur, maupun hasilnya.

Ruang Lingkup, Teknik, dan Instrumen Penilaian

1)

Ruang Lingkup Penilaian

Penilaian mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang

dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi

relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan.

2)

Teknik dan Instrumen Penilaian

Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap,

pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.

a)

Penilaian kompetensi sikap

Pendidik melakukan penilaian sikap melalui observasi, jurnal, serta hasil

penilaian diri dan penilaian teman sejawat oleh peserta didik. Instrumen yang

digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarteman adalah

daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan

pada jurnal berupa catatan pendidik.

Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan secara

berkesinambungan dengan menggunakan indera baik secara langsung

maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang

berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati;

Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi

informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta

didik yang berkait dengan kinerja atau sikap dan perilaku;

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta

didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam

konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa

lembar penilaian diri; dan

Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta

peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi.

Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarteman.

b)

Penilaian kompetensi pengetahuan

Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan

penugasan.

Instrumen untuk tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban

singkat, benar salah, menjodohkan, dan uraian objektif dan uraian non-

objektif.Instrumen uraian objektif dan uraian non-objektif dilengkapi

pedoman penskoran;

Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan; dan

Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang

dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik

tugas.

c)

Penilaian kompetensi keterampilan

Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu

penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu

kompetensi tertentu, dengan menggunakan portofolio, tes praktikdan projek.

Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating

scale) dilengkapi rubrik.

Portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan

karya terbaik peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-

integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau

kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu.

Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan

melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan kompetensi yang

dituntut;

Projekadalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan,

pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu

tertentu;

Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan: a) substansi yang

merepresentasikan kompetensi yang dinilai; b) konstruksi, memenuhi

persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan; dan c)

penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat

perkembangan peserta didik.

Beberapa penilaian yang juga seharusnya dilakukan oleh guru adalah:

a)

Penilaian autentik, yakni penilaian yang dilakukan secara komprehensif

untuk menilai mulai dari input, proses dan output pembelajaran.

b)

Penilaian diri, yakni penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik

secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang

telah ditetapkan.

c)

Penilaian berbasis portofolio yang dilaksanakan untuk menilai keutuhan

proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik termasuk penugasan

persorangan dan atau kelompok di dalam dan atau di luar kelas khususnya

pada sikap/perilaku dan keterampilan.

Mekanisme dan Prosedur Penilaian

1)

Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah

dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.

2)

Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan

silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP).

3)

Ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas

dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.

4)

Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dalam kelompok mata

pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada UN dan aspek

kognitif dan/atau aspek psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama

dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan

kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah

untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu

persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.

5)

Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran

kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan

jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan melalui rapat dewan pendidik

berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik.

6)

Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan

akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan

hasil penilaian oleh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian

sekolah/madrasah.

7)

Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-langkah: (a)

menyusun kisi-kisi ujian, (b) mengembangkan instrumen, (c) melaksanakan

ujian, (d) mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian

sekolah/madrasah, dan (e) melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.

8)

Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata

pelajaran agama dan akhlak mulia, sebagai perwujudan sikap dan perilaku

beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, dilakukan oleh guru agama dengan

memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang

relevan.

9)

Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung

jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan

norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan

berbangsa,

adalah

bagian

dari

penilaian

kelompok

mata

pelajaran

kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan

dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber

lain yang relevan.

10)Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian kelompok mata

pelajaran yang relevan.

11)Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat

keterangan yang ditandatangani oleh pembina kegiatan dan kepala

sekolah/madrasah.

12)Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan

ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus

mengikuti pembelajaran remedi.

13)Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk

satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai dengan deskripsi

kemajuan belajar.

14)Kegiatan penilaian oleh pemerintah dilakukan melalui UN dengan langkah-

langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN.

15)UN diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

bekerjasama dengan instansi terkait.

16)Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu

syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan salah satu

pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

17)Hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan

untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan serta pembinaan

dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan

mutu pendidikan.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan,

bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk

meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan

sebagai berikut:

1)

menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan

dan kriteria penilaian pada awal semester.

2)

mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang

sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.

3)

mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan

teknik penilaian yang dipilih.

4)

melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang

diperlukan.

5)

mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan

belajar peserta didik.

6)

mengembalikan

hasil

pemeriksaan

pekerjaan

peserta

didik

disertai

balikan/komentar yang mendidik.

7)

memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.

8)

melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada

pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta

didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh.

9)

melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil

penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai

informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian

peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik.

Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK).

Artinya penilaian pencapaian kompetensi didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal

(KKM). KKM adalah kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan

pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik kompetensi dasar yang akan

dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.Penilaian hasil belajar oleh satuan

pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua

mata pelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut:

1)

menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik

peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan

melalui rapat dewan pendidik.

2)

mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan

ulangan kenaikan kelas.

3)

menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan

sistem paket melalui rapat dewan pendidik.

4)

menentukan kriteria program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang

menggunakan sistem kredit semester melalui rapat dewan pendidik.

5)

menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata

pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan melalui rapat dewan

pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik.

6)

menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan

kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui

rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik

dan nilai hasil ujian sekolah/madrasah.

7)

menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan peserta

didik dari ujian sekolah/madrasah sesuai dengan POS Ujian Sekolah/Madrasah

bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.

8)

melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata

pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam

bentuk buku laporan pendidikan.

9)

melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas

pendidikan kabupaten/kota.

10)menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan

pendidik sesuai dengan kriteria:

a)

menyelesaikan seluruh program pembelajaran.

b)

memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata

pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata

pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran

estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

c)

lulus ujian sekolah/madrasah.

d)

lulus UN.

e)

menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap peserta

didik yang mengikuti Ujian Nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara

UN.

f)

menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan

bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.

INDIKATOR DESKRIPSI PEMENUHAN DOKUMEN FISIK

Guru menggunakan prinsip-prinsip penilaian

Penilaian yang dilakukan guru harus memenuhi prinsip-prinsip penilaian yaitu objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel dan edukatif

Dokumen Penilaian:

 Rencana Penilaian di RPP

 Analisis hasil penilaian dan

tindak lanjutnya

 Pelaporan hasil penilaian

 Kriteria penilaian yang

digunakan (ada rumusan kriteraia yang jelas untuk semua bentuk penilaian: tes dan non tes)

INDIKATOR DESKRIPSI PEMENUHAN DOKUMEN FISIK

guru terhadap setiap hasil penilaian

Guru melakukan perancangan penilaian

Rancangan penilaian yang dilakukan guru meliputi penyusunan pedoman penilaian, kriterian ketuntasan hasil belajar,

pedoman penskoran dan petunjuk tentang pengolahan nilai dan KKM

Dokumen Penilaian:

 Kesesuaian rancangan penilaian

dengan pedoman yang ada

 KKM mata pelajaran

 Petunjuk penskoran dan rubrik

 Formula yang digunakan dalam

pengolahan nilai, hasil akhir dan keputusan tentang hasil

penilaiannya. Guru menyusun

instrumen sesuai dengan kaidah yang baku

Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian adalah mengkaji SK/KD, menyusun kisi-kisi, memilih jenis instrument, menyusun instrument

Agenda dan dokumen penyusunan instrumen penilaian:

 Jadwal

 Hasil analisis SK/KD, indikator

 Kisi-kisi

 Instrumen

Sekolah

menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal

Sekolah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal dilakukan sekolah di awal semester

1. Agenda sekolah dan guru

(triangulasi ke siswa)

2. Penyampaian informasi dalam

bentuk tertulis (surat

pemberitahuan kepada siswa/ orang tua)

Sekolah memiliki dokumen prosedur dan kriteria penilaian

Sekolah memiliki dokumen prosedur dan kriteria penilaian dalam bentuk cetak maupun dokumen yang mudah diakses di internet

Ketersediaan dokumen

Yang mudah di akses (triangulasi ke siswa)

Petunjuk pelaksanaan penilaian yang digunakan sekolah adalah pedoman penilaian, kriteria ketuntasan hasil belajar, pedoman penskoran dan petunjuk tentang pengolahan nilai dan KKM

Pedoman penilaian:

 Kesesuaian pelaksanaan

penilaian dengan rancangan yang ada

 Mengacu secara konsisten KKM

mata pelajaran

 Penskoran dan rubrikasi sesuai

dengan rancangan

 Formula yang digunakan dalam

pengolahan nilai, hasil akhir dan keputusan tentang hasil

penilaiannya sesuai dengan rancangan yang sudah ditentukan

Satuan pendidikan melakukan rapat dewan pendidik

Sekolah secara periodik melakukan rapat dewan pendidikan. Untuk menentukan kriteria kenaikan kelas yang menggunakan sistem paket, menentukan nilai akhir mata pelajaran estetika, penjasorkes dan memetakan permasalahan yang dihadapi sekolah

Guru menyusun instrumen penilaian

Langkah-langkah penyusunan instrumen adalah menyusun kisi-kisi instrumen, menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi, melakukan uji validitas, dan menggunakan butir soal yang dianalisis untuk penilaian hasil belajar

Verifikasi dokumen:

 Kisi-kisi

 Kesesuaian soal dengan kisi-kisi

 Analisis validitas instrumen

 Bank soal

Guru melakukan penilaian pengetahuan peserta didik

Teknik penilaian untuk menilai pengetahuan peserta didik melalui tes tulis, tes lisan dan instrumen penugasan

Sampel instrumen dan hasil penilaiannya.

INDIKATOR DESKRIPSI PEMENUHAN DOKUMEN FISIK Guru melakukan

penilaian karakter peserta didik

Penilaian karakter peserta didik dilakukan dengan menganalisis kesamaan/pola jawaban dalam jawaban ujian, melakukan pengamatan sikap dan perilaku terutama untuk kelompok pelajaran agama dan akhlak mulia, menganalisis laporan hasil pengamatan beberapa guru terkait sikap dan perilaku peserta didik, dan menilai sikap perilaku peserta didik ketika berada di sekolah

1. Hasil analisis jawaban siswa

2. Lembar pengamatan dan hasil

pengamatan

3. Catatan harian guru kelas/ wali

kelas dan guru mata pelajaran

Guru melakukan penilan perilaku peserta didik

Penilaian perilaku peserta didik dapat dilakukan dalam bentuk portofolio dengan lembar observasi, penilaian diri, penilaian antar teman dan jurnal

Sampel instrumen (lembara observasi, penilaian diri, penilaian sejawat, dan jurnal) serta hasil penilaiannya.

Guru menilai Kompetensi peserta didik dalam

berkomunikasi efektif dan santun

Penilaian peserta didik untuk

berkomunikasi efektif dan santun dapat dilakukan dengan menganalisis tes uraian menggunakan rubrik, menilai laporan telaah buku dan/atau karya tulis yang dibuat oleh peserta didik, menilai penyampaian peserta didik dalam menyajikan karya di depan kelas, menilai sikap dan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi

1. Rubrik analisis tes uraian

2. Laporan hasil telaah buku atau

karya tulis

3. Lembar penilaian unjuk kerja

4. Instrumen, catatan dan hasil

penilaian aspek sika dan kemampuan berkomunikasi

Guru melakukan penilaian kreatifitas peserta didik

Penilaian kreatifitas peserta didik dapat dilakukan melalui Penilaian karya yang dihasilkan menggunakan rubrik, Melaksanakan pameran hasil karya peserta didik (showcase portfolio), Penilaian proses selama pembelajaran, terkait dengan kemampuan

mengidentifikasi permasalahan dan menganalisis masalah, dan mengajukan solusi, dan Penilaian kemampuan peserta didik dalam merancang, menghasilkan, dan mengkomunikasikan proses

penyelesaian masalah/pembuatan produk

1. Sampel karya yang telah dinilai

2. Sampel portfolio siswa

3. Lembar dan hasil penilaian

termasuk rubrik penilaian: karya siswa, portfolio dan pemecahan masalah

Guru melakukan penilaian keterampilan peserta didik

Penilaian keterampilan peserta didik dilakukan melalui portofolio, tes praktek dan proyek

Sampel lembar penilaian (Portofolio, praktek, proyek) dan hasil

penilaiannya. Guru melaporkan

hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester

Guru melaporkan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada setiap akhir semester

Sampel laporan hasil evaluasi mata pelajaran dan penilaian peserta didik

Sekolah melaporkan hasil penilian kepada orang tua dan dinas pendidikan Kab/Kota

Sekolah melaporkan hasil penilian

meliputi UAS, UKK, dan ujian akhir kepada orang tua dan dinas pendidikan Kab/Kota setiap akhir semester

Sampel laporan hasil penilaian (UAS, UKK, DAN US/UN)

Guru melakukan analisis dan

memanfaatkan hasil penilaian

Setelah melakukan penilaian guru melakukan analisis penilaian, program perbaikan/pengayaan dan revisi RPP untuk perbaikan proses pembelajaran

1. Hasil analisis penilaian hasil

belajar

2. Program perbaikan (sasaran

perbaikan, materi dan jadwal)

INDIKATOR DESKRIPSI PEMENUHAN DOKUMEN FISIK

Guru memanfaatkan hasil penilaian

Pemanfaatan hasil penilaian oleh guru untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, kesulitan belajar siswa, dan cara

melakukan perbaikan proses pembelajaran

1. Hasil analisis penilaian hasil

belajar

2. Daftar identifikasi kesulitan

belajar siswa

3. Rencana perbaikan

Sekolah melakukan tindak lanjut hasil Ujian Nasional

Tindak lanjut hasil UN dapat dilakukan melalui pelatihan guru, memperbaiki bahan ajar, melakukan remidial, memperbaiki RPP dan menyusun instrumen yang berkualitas

4. Program pelatihan guru

5. Bahan ajar hasil revisi

6. Program remidial

7. RPP hasil revisi

8. Instrumen penilaian dengan

berdasarkan hasil validasi parameter yang sudah ada

Dalam dokumen 311125425 Panduan Eds Untuk Pmp (Halaman 39-47)

Dokumen terkait