G. Instrumen EDS
G.4. Standar Penilaian Pendidikan
Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk mengukurpencapaian hasil belajar peserta didik.Standar penilaian pendidikan
disusun sebagai acuan penilaian bagi pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah pada
satuan pendidikan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar penilaian
tersebut disusun untuk menjamin:
1)
perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan
dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian;
2)
pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif,
efisien, dan sesuai dengankonteks sosial budaya; dan
3)
pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Prinsip Penilaian
Penilaian peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan
pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
1)
Objektif. Penilaian berbasis pada standardan tidak dipengaruhi faktor
subjektivitas penilai.
2)
Terpadu.Penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan
kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
3)
Ekonomis. Penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan
dan pelaporannya.
4)
Transparan. Prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
5)
Akuntabel. Penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal
sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, maupun hasilnya.
6)
Edukatif. Mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
Standar penilaian pendidikan ditetapkan melalui Permendiknas Nomor 20 tahun
2007, yang mencakup dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil
belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar
dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)
sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan
yang diukur.
2)
objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak
dipengaruhi subjektivitas penilai.
3)
adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena
berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat
istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4)
terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang
tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
5)
terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6)
menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup
semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang
sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
7)
sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah baku.
8)
beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi yang ditetapkan.
9)
akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik,
prosedur, maupun hasilnya.
Ruang Lingkup, Teknik, dan Instrumen Penilaian
1)
Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi
relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan.
2)
Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.
a)
Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaian sikap melalui observasi, jurnal, serta hasil
penilaian diri dan penilaian teman sejawat oleh peserta didik. Instrumen yang
digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarteman adalah
daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan
pada jurnal berupa catatan pendidik.
Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang
berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati;
Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi
informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta
didik yang berkait dengan kinerja atau sikap dan perilaku;
Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta
didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam
konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa
lembar penilaian diri; dan
Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta
peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi.
Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarteman.
b)
Penilaian kompetensi pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan
penugasan.
Instrumen untuk tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban
singkat, benar salah, menjodohkan, dan uraian objektif dan uraian non-
objektif.Instrumen uraian objektif dan uraian non-objektif dilengkapi
pedoman penskoran;
Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan; dan
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang
dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik
tugas.
c)
Penilaian kompetensi keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu
penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu
kompetensi tertentu, dengan menggunakan portofolio, tes praktikdan projek.
Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating
scale) dilengkapi rubrik.
Portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan
karya terbaik peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-
integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau
kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu.
Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan
melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan kompetensi yang
dituntut;
Projekadalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan,
pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu
tertentu;
Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan: a) substansi yang
merepresentasikan kompetensi yang dinilai; b) konstruksi, memenuhi
persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan; dan c)
penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik.
Beberapa penilaian yang juga seharusnya dilakukan oleh guru adalah:
a)
Penilaian autentik, yakni penilaian yang dilakukan secara komprehensif
untuk menilai mulai dari input, proses dan output pembelajaran.
b)
Penilaian diri, yakni penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik
secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang
telah ditetapkan.
c)
Penilaian berbasis portofolio yang dilaksanakan untuk menilai keutuhan
proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik termasuk penugasan
persorangan dan atau kelompok di dalam dan atau di luar kelas khususnya
pada sikap/perilaku dan keterampilan.
Mekanisme dan Prosedur Penilaian
1)
Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.
2)
Perancangan strategi penilaian oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan
silabus yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP).
3)
Ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas
dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.
4)
Penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran dalam kelompok mata
pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada UN dan aspek
kognitif dan/atau aspek psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama
dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah/madrasah
untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu
persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
5)
Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan untuk mata pelajaran
kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran pendidikan
jasmani, olahraga dan kesehatan ditentukan melalui rapat dewan pendidik
berdasarkan hasil penilaian oleh pendidik.
6)
Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
dilakukan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik berdasarkan
hasil penilaian oleh pendidik dengan mempertimbangkan hasil ujian
sekolah/madrasah.
7)
Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-langkah: (a)
menyusun kisi-kisi ujian, (b) mengembangkan instrumen, (c) melaksanakan
ujian, (d) mengolah dan menentukan kelulusan peserta didik dari ujian
sekolah/madrasah, dan (e) melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.
8)
Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia, sebagai perwujudan sikap dan perilaku
beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, dilakukan oleh guru agama dengan
memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber lain yang
relevan.
9)
Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung
jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan
norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan
berbangsa,
adalah
bagian
dari
penilaian
kelompok
mata
pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian oleh guru pendidikan kewarganegaraan
dengan memanfaatkan informasi dari pendidik mata pelajaran lain dan sumber
lain yang relevan.
10)Penilaian mata pelajaran muatan lokal mengikuti penilaian kelompok mata
pelajaran yang relevan.
11)Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri dibuktikan dengan surat
keterangan yang ditandatangani oleh pembina kegiatan dan kepala
sekolah/madrasah.
12)Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan
ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus
mengikuti pembelajaran remedi.
13)Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk
satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai dengan deskripsi
kemajuan belajar.
14)Kegiatan penilaian oleh pemerintah dilakukan melalui UN dengan langkah-
langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN.
15)UN diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
bekerjasama dengan instansi terkait.
16)Hasil UN disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu
syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan salah satu
pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.
17)Hasil analisis data UN disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan serta pembinaan
dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan
mutu pendidikan.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan,
bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk
meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan
sebagai berikut:
1)
menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan
dan kriteria penilaian pada awal semester.
2)
mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang
sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.
3)
mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan
teknik penilaian yang dipilih.
4)
melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang
diperlukan.
5)
mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
belajar peserta didik.
6)
mengembalikan
hasil
pemeriksaan
pekerjaan
peserta
didik
disertai
balikan/komentar yang mendidik.
7)
memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
8)
melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada
pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta
didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh.
9)
melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil
penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai
informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian
peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik.
Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK).
Artinya penilaian pencapaian kompetensi didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal
(KKM). KKM adalah kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan
pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik kompetensi dasar yang akan
dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.Penilaian hasil belajar oleh satuan
pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua
mata pelajaran. Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut:
1)
menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik
peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan
melalui rapat dewan pendidik.
2)
mengkoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan
ulangan kenaikan kelas.
3)
menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan
sistem paket melalui rapat dewan pendidik.
4)
menentukan kriteria program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang
menggunakan sistem kredit semester melalui rapat dewan pendidik.
5)
menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata
pelajaran pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan melalui rapat dewan
pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik.
6)
menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dan
kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui
rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik
dan nilai hasil ujian sekolah/madrasah.
7)
menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan peserta
didik dari ujian sekolah/madrasah sesuai dengan POS Ujian Sekolah/Madrasah
bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.
8)
melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata
pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam
bentuk buku laporan pendidikan.
9)
melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas
pendidikan kabupaten/kota.
10)menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan
pendidik sesuai dengan kriteria:
a)
menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
b)
memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata
pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran
estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
c)
lulus ujian sekolah/madrasah.
d)
lulus UN.
e)
menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap peserta
didik yang mengikuti Ujian Nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara
UN.
f)
menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan
bagi satuan pendidikan penyelenggara UN.
INDIKATOR DESKRIPSI PEMENUHAN DOKUMEN FISIK
Guru menggunakan prinsip-prinsip penilaian
Penilaian yang dilakukan guru harus memenuhi prinsip-prinsip penilaian yaitu objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel dan edukatif
Dokumen Penilaian:
Rencana Penilaian di RPP
Analisis hasil penilaian dan
tindak lanjutnya
Pelaporan hasil penilaian
Kriteria penilaian yang
digunakan (ada rumusan kriteraia yang jelas untuk semua bentuk penilaian: tes dan non tes)
INDIKATOR DESKRIPSI PEMENUHAN DOKUMEN FISIK
guru terhadap setiap hasil penilaian
Guru melakukan perancangan penilaian
Rancangan penilaian yang dilakukan guru meliputi penyusunan pedoman penilaian, kriterian ketuntasan hasil belajar,
pedoman penskoran dan petunjuk tentang pengolahan nilai dan KKM
Dokumen Penilaian:
Kesesuaian rancangan penilaian
dengan pedoman yang ada
KKM mata pelajaran
Petunjuk penskoran dan rubrik
Formula yang digunakan dalam
pengolahan nilai, hasil akhir dan keputusan tentang hasil
penilaiannya. Guru menyusun
instrumen sesuai dengan kaidah yang baku
Langkah-langkah penyusunan instrumen penilaian adalah mengkaji SK/KD, menyusun kisi-kisi, memilih jenis instrument, menyusun instrument
Agenda dan dokumen penyusunan instrumen penilaian:
Jadwal
Hasil analisis SK/KD, indikator
Kisi-kisi
Instrumen
Sekolah
menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal
Sekolah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal dilakukan sekolah di awal semester
1. Agenda sekolah dan guru
(triangulasi ke siswa)
2. Penyampaian informasi dalam
bentuk tertulis (surat
pemberitahuan kepada siswa/ orang tua)
Sekolah memiliki dokumen prosedur dan kriteria penilaian
Sekolah memiliki dokumen prosedur dan kriteria penilaian dalam bentuk cetak maupun dokumen yang mudah diakses di internet
Ketersediaan dokumen
Yang mudah di akses (triangulasi ke siswa)
Petunjuk pelaksanaan penilaian yang digunakan sekolah adalah pedoman penilaian, kriteria ketuntasan hasil belajar, pedoman penskoran dan petunjuk tentang pengolahan nilai dan KKM
Pedoman penilaian:
Kesesuaian pelaksanaan
penilaian dengan rancangan yang ada
Mengacu secara konsisten KKM
mata pelajaran
Penskoran dan rubrikasi sesuai
dengan rancangan
Formula yang digunakan dalam
pengolahan nilai, hasil akhir dan keputusan tentang hasil
penilaiannya sesuai dengan rancangan yang sudah ditentukan
Satuan pendidikan melakukan rapat dewan pendidik
Sekolah secara periodik melakukan rapat dewan pendidikan. Untuk menentukan kriteria kenaikan kelas yang menggunakan sistem paket, menentukan nilai akhir mata pelajaran estetika, penjasorkes dan memetakan permasalahan yang dihadapi sekolah
Guru menyusun instrumen penilaian
Langkah-langkah penyusunan instrumen adalah menyusun kisi-kisi instrumen, menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi, melakukan uji validitas, dan menggunakan butir soal yang dianalisis untuk penilaian hasil belajar
Verifikasi dokumen:
Kisi-kisi
Kesesuaian soal dengan kisi-kisi
Analisis validitas instrumen
Bank soal
Guru melakukan penilaian pengetahuan peserta didik
Teknik penilaian untuk menilai pengetahuan peserta didik melalui tes tulis, tes lisan dan instrumen penugasan
Sampel instrumen dan hasil penilaiannya.
INDIKATOR DESKRIPSI PEMENUHAN DOKUMEN FISIK Guru melakukan
penilaian karakter peserta didik
Penilaian karakter peserta didik dilakukan dengan menganalisis kesamaan/pola jawaban dalam jawaban ujian, melakukan pengamatan sikap dan perilaku terutama untuk kelompok pelajaran agama dan akhlak mulia, menganalisis laporan hasil pengamatan beberapa guru terkait sikap dan perilaku peserta didik, dan menilai sikap perilaku peserta didik ketika berada di sekolah
1. Hasil analisis jawaban siswa
2. Lembar pengamatan dan hasil
pengamatan
3. Catatan harian guru kelas/ wali
kelas dan guru mata pelajaran
Guru melakukan penilan perilaku peserta didik
Penilaian perilaku peserta didik dapat dilakukan dalam bentuk portofolio dengan lembar observasi, penilaian diri, penilaian antar teman dan jurnal
Sampel instrumen (lembara observasi, penilaian diri, penilaian sejawat, dan jurnal) serta hasil penilaiannya.
Guru menilai Kompetensi peserta didik dalam
berkomunikasi efektif dan santun
Penilaian peserta didik untuk
berkomunikasi efektif dan santun dapat dilakukan dengan menganalisis tes uraian menggunakan rubrik, menilai laporan telaah buku dan/atau karya tulis yang dibuat oleh peserta didik, menilai penyampaian peserta didik dalam menyajikan karya di depan kelas, menilai sikap dan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi
1. Rubrik analisis tes uraian
2. Laporan hasil telaah buku atau
karya tulis
3. Lembar penilaian unjuk kerja
4. Instrumen, catatan dan hasil
penilaian aspek sika dan kemampuan berkomunikasi
Guru melakukan penilaian kreatifitas peserta didik
Penilaian kreatifitas peserta didik dapat dilakukan melalui Penilaian karya yang dihasilkan menggunakan rubrik, Melaksanakan pameran hasil karya peserta didik (showcase portfolio), Penilaian proses selama pembelajaran, terkait dengan kemampuan
mengidentifikasi permasalahan dan menganalisis masalah, dan mengajukan solusi, dan Penilaian kemampuan peserta didik dalam merancang, menghasilkan, dan mengkomunikasikan proses
penyelesaian masalah/pembuatan produk
1. Sampel karya yang telah dinilai
2. Sampel portfolio siswa
3. Lembar dan hasil penilaian
termasuk rubrik penilaian: karya siswa, portfolio dan pemecahan masalah
Guru melakukan penilaian keterampilan peserta didik
Penilaian keterampilan peserta didik dilakukan melalui portofolio, tes praktek dan proyek
Sampel lembar penilaian (Portofolio, praktek, proyek) dan hasil
penilaiannya. Guru melaporkan
hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester
Guru melaporkan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada setiap akhir semester
Sampel laporan hasil evaluasi mata pelajaran dan penilaian peserta didik
Sekolah melaporkan hasil penilian kepada orang tua dan dinas pendidikan Kab/Kota
Sekolah melaporkan hasil penilian
meliputi UAS, UKK, dan ujian akhir kepada orang tua dan dinas pendidikan Kab/Kota setiap akhir semester
Sampel laporan hasil penilaian (UAS, UKK, DAN US/UN)
Guru melakukan analisis dan
memanfaatkan hasil penilaian
Setelah melakukan penilaian guru melakukan analisis penilaian, program perbaikan/pengayaan dan revisi RPP untuk perbaikan proses pembelajaran
1. Hasil analisis penilaian hasil
belajar
2. Program perbaikan (sasaran
perbaikan, materi dan jadwal)
INDIKATOR DESKRIPSI PEMENUHAN DOKUMEN FISIK
Guru memanfaatkan hasil penilaian
Pemanfaatan hasil penilaian oleh guru untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, kesulitan belajar siswa, dan cara
melakukan perbaikan proses pembelajaran
1. Hasil analisis penilaian hasil
belajar
2. Daftar identifikasi kesulitan
belajar siswa
3. Rencana perbaikan
Sekolah melakukan tindak lanjut hasil Ujian Nasional
Tindak lanjut hasil UN dapat dilakukan melalui pelatihan guru, memperbaiki bahan ajar, melakukan remidial, memperbaiki RPP dan menyusun instrumen yang berkualitas
4. Program pelatihan guru
5. Bahan ajar hasil revisi
6. Program remidial
7. RPP hasil revisi
8. Instrumen penilaian dengan
berdasarkan hasil validasi parameter yang sudah ada