• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1 Pendahuluan

Buku tentang standar isi STIKes Arjuna ini dimaksudkan untuk memberi inspirasi STIKes Arjuna dalam melaksanakan SPMI STIKes Arjuna , khusunya dalam hal menetapkan, melaksanakan, dan mengendalikan standar isi. Tentunya pelaksanaan pemenuhan berbagai standar dalam SPMI STIKes Arjuna , termasuk standar isi, perlu bertahap sesuai dengan kesiapan STIKes Arjuna , namun sebaiknya perlu disusun kerangka waktu yang jelas untuk pelaksanaanya atau perlu disusun blue print.

Bersdasarkan buku panduan pelaksnaan system penjaminan mutu perguruan tinggi (2006) ada beberapa formulasi SPMI, tetapi di cermati lebih dalam, maka dapat dicatat beberapa kata kunci yang sama terkandung dalam kegiatan tersebut, yaitu:

1. Penetapan standar 2. Pelaksanaan

3. Monitoring dan evaluasi

4. Evaluasi kolega eksternal (audit mutu akademika internal) 5. Peningkatan kualitas dan benchmarking

Pada prinsipnya STIKes Arjuna apabila akan merumuskan dan menetapkan substandi dari berbagai standar mutu dalam SPMI nya, dan khusu dalam hal ini tentang standar isi, seyogyanya terlebih dahulu memahami peraturan perundang-undangan yang mengatur, atau yang relevan dengan standar isi dalam konteks ini peraturan tersebut adalah (a) PP No. 19 tahun 2005 tentang SNP, khusunya pasal 5,9,15,17 nayat 4 dan 18 (b) keputusan mendiknas no. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan (c) keputusan mendiknas no. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidkan tinggi.

5.2 Mekanisme penetapan standar isi STIKes Arjuna

Standar isi STIKes Arjuna adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam criteria tentang kompetensi lulusan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata kuliah, dan silabus pembelajran yang harus dipenuhi oleh mahasiswa STIKes Arjuna . Hal ini berarti bahwa substansi standar isi tidak lain adalah tentang kurikulum, dan standar ini akan berkaitan dengan standar mutu lain dalam SPMI STIKes Arjuna yaitu standar proses pembelajaran, standar penilaian pendidikan, dan standar kompetensi lulusan.

Untuk memperjelas posisi standar isi dalam kurikulum suatu prodi dan kaitanya dengan standar proses dan standar penilaian pendidikan dapat dilihat skema kurikulum pada table dibawah ini:

Table 3. kandungan dalam kurikulum STIKes Arjuna

Kurikulum Dokumen (curriculum plan) Kegiatannya Nyata (actual curriculum)  Serangkaian mata kuliah  Proses Pembelajaran

 Silabus

 Program Pembelajaran

 Proses Evaluasi

 Penciptaan suasana pembelajaran

Berdasarkan table diatas dapat dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan standar isi dalam SNP adalah dokumen kurikulum suatu prodi. Kegiatan nyata kurikulum yaitu proses pembelajaran dan penciptaan suasana pembelajaran sama dengan standar proses dalam SNP dan proses evaluasi sama dengan standar penilaian pendidikan dalam SNP. Adapun kualifikasi kemmapuan lulusan pendidikan tinggi yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang tercakup dalam kurikulum tersebut dinyatakan dalam standar kompetensi.

Berdasarkan informasi ini dapat dinyatakan bahwa kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam suatu program studi karena menyangkut 4 butir standar dalam SNP. Untuk itu peningkatan mutu kurikulum merupakan keniscayaan bagi suatu perguruan tinggi.

Karena standar isi merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dengan kurikulum maka untuk memperjelas maksud standar isi dalam bab ini dituliskan definisi kurikulum.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampainya dan penilainya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar diperguruan tinggi (SK Mendiknas No. 232/U/2000 Psl. 1 butir 6). Kurikulum dipahami sebagai dokumen dan sebagai kegiatan nyata pendidikan tinggi yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi. Kurikulum tersusun atas dua hal yaitu:

1. Kurikulum inti yang bmencirikan kompetensi utama

2. Kurikulum institusional yang merupakan bagian dari kurikulum STIKes Arjuna komplementer dengan kurikulum inti, disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta cirri khas STIKes Arjuna yang bersangkutan (SK Mendiknas No. 232/U/2000 Psl. 7)

Kurikulum disusun berdasarkan atas elemen-elemen kompetensi yang dapat menghantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lain. Proses penetapan standar isi perlu dilakukan secara berjenjang dimulai di tingkat STIKes Arjuna dan tingkat program studi.

Penetapan standar mutu ditingkat yang lebih tinggi dan mnyempurnakannya, sehingga standar mutu tersebut menjadi sesuai untuk masing-masing unit kerja. Standar isi STIKes Arjuna secara deduktif merupakan penjabaran visi STIKes Arjuna dan secara induktif merupakan pemenuhan kebutuhan stake holder dari STIKes Arjuna tersebut.

Proses penetapan standar isi perlu dilakukan secara berjenjang dimulai ditingkat Akbid,. Penetapan standar mutu ditingkat yang lebih rendah perlu mengacu kebijakan standar mutu ditingkat yang lebih tinggi dan menyempurnakannya, sehingga standar mutu tersebut menjadi sesuai untuk masing-masing institusi. Standar isi perguruan tinggi secara deduktif merupakan penjabaran visi perguruan tinggi dan secara induktif merupakan pemenuhan kebutuhan stakeholder dari perguruan tinggi tersebut.

Apa substansi dari standar isi yang perlu dirumuskan dan ditetapkan oleh STIKes Arjuna agar dapat dikatakan memenuhi criteria dari SNP. Mempelajari isi dari pasal 5,9,15,17 ayat 4, dan 18 dari PP No. 19 tahun 2005 sebagaimana telah dikutip diatas, dan berikut ini diulang kembali dalam bentuk tabel 4 yang terlihat ada substansi dari standar isi yang telah ditetapkan oleh PP No. 19/2005 dan peraturan menteri pendidikan nasional, tetapi ada juga yang perlu ditetapkan oleh STIKes Arjuna relative lebih banyak dari pada yang telah diteapkan oleh PP. No 19/2005 dan permendiknas. Hal ini dapat disikapi dengan suatu pemikiran yang positif bahwa pemerintah member keleluasaan terhadap STIKes Arjuna untuk berkembang sesuai dengan kondisi, kemampuan, dan budaya masing-masing. Suatu perguruan tinggi wajib menetapkan dan melaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan kandungan standar isi tersebut. Hal ini dimaksudkan agar perguruan tinggi dapat memenuhi SNP bahkan selanjutnya dapat melampaui SNP baik dalam jumlah maupun level dari substansu standar tersebut. Dalam proses penetapan standar isi, tim atau satuan tugas SPMI STIKes Arjuna perlu memetakan dan merumuskan secara lebih detail substandi dari standar isi, baik yang secara minimal telah diatur oleh pemerintah melalui SNP seperti disebut diatas, ataupun substansi standar isi yang melebihi standar minimal menurut SNP itu.

Berikut ini contoh dari permetaan tersebut.

a. Kurikulum tingkat pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris pada program sarjana dan diploma

b. Kurikulum tingkat pendidikan tinggi program sarjana dan diploma wajib memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian kebudayaan serta mata kuliah statistika dan atau matematika

2. Substansi standar isi yang telah ditetapkan oleh permendiknas

a. Beban SKS minimal dan maksimal program pendidikan pada pendidikan tinggi dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan Permen b. Kalender akademik untuk perguruan tinggi diatur lebih lanjut dengan

permen

3. Substansi standar isi yang perlu diteapkan oleh STIKes Arjuna

a. kerangka dasar dan struktur kurikulum STIKes Arjuna dikembangkan oleh STIKes Arjuna untuk program studi

b. dalam mengembangkan kerangka dasar dan struktur kurikulum, STIKes Arjuna perlu melibatkan asosiasi profesi, instansi pemerintah terkait dan kelompok ahli yang relevan

c. kurikulum tingkat STIKes Arjuna dan kedalaman muatanya diatur oleh STIKes Arjuna

d. beban SKS efektif diatur oleh STIKes Arjuna

e. kurikulum tingkat pendidikan untuk setiap program studi di STIKes Arjuna dikembangkan dan ditetapkan oleh STIKes Arjuna dengan mengacu SNP

Substansi Standar Isi Yang Melampaui SNP

Salah satu cara sederhana dan praktis dalam perumusan substansi standar isi yang melampaui SNP dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dua aspek tersebut dan merujuk pada standar penjaminan mutu eksternal (akreditasi dan sertifikasi) yang di cita-citakan tim yang ditunjuk melakukan pencermatan substansi yang sesuai.

BAB VI