• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1.1. Statistik Deskriptif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh

Investment Opportunity Set dan Profitabilitas terhadap Return Saham dan Kebijakan

Dividen pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Variabel dependen dalam penelitian ini return saham dan kebijakan dividen, dan

variabel independen dalam penelitian ini Investment Opportunity Set dan

Profitablitas. Investment Opportunity Set yang digunakan terdiri dari 3 proksi yaitu

proksi berdasarkan harga terdiri dari Market to Book Value of Asset (MVABVA),

Market to Book Value of Equity (MVEBVE), Price Earning Ratio (PER), Firm Value

to Book Value of Property, Plant and Equipment (VPPE). Proksi berdasarkan

investasi terdiri dari Capital Expenditure to Book Value of Assets (CAPBVA),

Capital Expenditure to Market of Assets (CAPMVA), Rasio Current Asset to Net

return).Profitabilitas yang terdiri dari Return On Asset (ROA) dan Return On Equity

(ROE). Statistik deskriptif variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebagai

berikut:

Tabel 5.1. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Variabel N Minimum Maksimum Mean

Std. Deviation

Market To Book Value of Asset 148 .012 28.543 1.62228 2.972043

Market To Book Value of Equity

148 .072 9.196 2.11213 1.910622

Price Earning Ratio 148 1.570 252.450 14.95142 22.308512

Firm Value to Book Value of Property, Plant and Equipment

148 .017 67.649 6.40232 8.379478

Capital Expenditure To Book Value of Assets

148 -.066 .329 .02785 .061405

Capital Expenditure To Market of Assets

148 -.061 .351 .02067 .058597

Current Asset To Net Sales 148 .047 1.200 .46051 .205530

Variance of Total Return 148 -.810 5.162 .85316 .813646

Return On Asset 148 .007 .607 .16707 .129631

Return On Equity 148 .022 4.491 .32718 .412937

Return Saham 148 -.882 4.224 .42739 .876004

Dividen Payout Ratio 148 .015 3.029 .46663 .438922

Sumber: Lampiran 5

Dari Tabel 5.1 di atas menunjukkan nilai statistik deskriptif Investment

Opportunity Set berdasarkan harga untuk variabel Market To Book Value of Asset

mempunyai nilai minimum 0,012 dan nilai maksimum 28,543, dengan nilai rata-rata

sebesar 1,62228 dan standar deviasi sebesar 2,972043. Rasio ini menunjukkan data

ekstrim di mana nilai maksimum dengan nilai minimum mempunyai selisih angka

yang cukup jauh, dan nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata. Hal ini

disebabkan karena adanya penurunan aset dan harga saham yang berfluktuasi,

nilai market to book value of asset-nya rendah, contohnya Trias Sentosa Tbk

(Lampiran 2). Nilai MVABVA Trias Sentosa Tbk dari tahun 2007 ke 2008 cenderung

mengalami penurunan. Hal ini terjadi akibat adanya krisis global ekonomi yang

berdampak ke beberapa perusahaan di Indonesia yang mengakibatkan nilai

MVABVA rendah dan dikarenakan beberapa perusahaan belum mampu

mengoptimalkan aktiva yang dimiliki untuk berinvestasi.

Statistik deskriptif investment opportunity set berdasarkan harga yaitu price

earning ratio mempunyai nilai minimum 1,570 dan nilai maksimum 252,450 dengan

nilai rata-rata sebesar 14,95142 dan standar deviasi sebesar 22,308512. Dari data

tersebut menunjukkan bahwa data termasuk kedalam data ekstrim di mana nilai

maksimum dan nilai minimum mempunyai selisih angka yang cukup jauh, dan nilai

standar deviasi yang lebih besar dari nilai rata-rata. Kecenderungan data di tahun

2008 price earning ratio di beberapa perusahaan mengalami penurunan yang

disebabkan adanya penurunan harga saham akibat krisis global ekonomi yang

berpengaruh terhadap nilai price earning ratio. Hal ini dapat dilihat dari perusahaan

Goodyear Tbk (Lampiran2) ditahun 2008 menunjukksn nilai PER yang tinggi, nilai

PER yang tinggi pada perusahaan Goodyear disebabkan karena perusahaan Goodyear

pada tahun 2008 mengalami penurunan laba dan penurunan harga saham yang cukup

drastis sehingga menyebabkan nilai price earning rationya tinggi.

Statistik deskriptif investment opportunity set berdasarkan harga untuk Firm

Value to Book Value of Property, Plant and Equipment (VPPE) mempunyai nilai

standar deviasi 8,379478. Nilai maksimum dengan nilai minimum mempunyai selisih

angka yang cukup jauh, dan nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata. Hal

ini menunjukkan data yang esktrim, yang disebabkan adanya penurunan aktiva tetap

dan penurunan harga saham pada tahun 2008 di mana pada tahun 2008 terjadinya

krisis global ekonomi yang berdampak pada beberapa perusahaan sampel.

Nilai statistik deskriptif investment opportunity set berdasarkan investasi juga

menunjukkan bahwa capital expenditure to book value of assets (CAPBVA) nilai

minimum -0,066 nilai maksimum 0,329 dengan nilai rata-rata 0,02785 dan standar

deviasi sebesar 0,061405. Variabel ini termasuk data yang ekstrim di mana nilai

maksimum dan minimumnya mempunyai selisih angka yang cukup jauh, dan nilai

standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata. Hal ini disebabkan karena penurunan

aktiva tetap. Pada perusahaan Sumi Indo Kabel Tbk di mana nilai CAPBVA bernilai

negatif dari tahun ke tahun dan mengalami penurunan, adanya rasio CAPBVA

bernilai negatif menunjukkan bahwa perusahaan sedang mengalami penurunan atas

aktiva tetap perusahaan.

Statistik deskriptif investment opportunity set berdasarkan investasi untuk

capital expenditure to market of assets (CAPMVA) mempunyai nilai minimum

sebesar -0,061 dan nilai maksimum 0,351, dengan nilai rata-rata 0,02067 dan nilai

standar deviasi sebesar 0,058597. Nilai maksimun dengan nilai minimum mempunyai

selisih angka yang jauh, dengan nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata.

Dari data tersebut menunjukkan data yang ekstrim yang disebabkan penurunan aset

CAPMVA menurun dari tahun ke tahun dan cenderung bernilai negatif yang

disebabkan adanya penurunan aset tetap dan penurunan harga saham.

Statistik deskriptif untuk profitabiltas (Return On Equity) mempunyai nilai

minimum 0,022, nilai maksimum 4,491 dengan nilai rata-rata 0,32718 dan standar

deviasi sebesar 0,412937. Nilai maksimum dengan nilai minimum mempunyai selisih

angka yang jauh, dan nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata. Hal ini

menunjukkan data yang ekstrim yang disebabkan meningkatnya minat investor

terhadap return on equity. Dilihat dari beberapa perusahaan sampel nilai ROE

cenderung meningkat dari tahun ke tahun, seperti pada perusahaan Unilever Tbk

(Lampiran 2) nilai ROE nya dari tahun ketahun meningkat, di mana perusahaan yang

memiliki nilai ROE yang tinggi akan menarik minat investor untuk menanamkan

investasinya.

Statistik deskriptif untuk Return Saham nilai minimumnya sebesar -0,882

nilai maksimum sebesar 4,224 dengan nilai rata-rata 0,42739 dan nilai standar deviasi

sebesar 0,876004. Data tersebut menunjukkan data yang ekstrim di mana nilai

minimum dan nilai maksimum mempunyai selisih angka yang jauh, dan nilai standar

deviasi lebih besar dari nilai rata-rata. Hal ini disebabkan adanya nilai return saham

yang berfluaktif karena kondisi ekonomi yang mengalami krisis di tahun 2008. Data

return saham pada tahun 2008 cenderung turun, contohnya pada perusahaan Sepatu

Bata Tbk (Lampiran 2) pada tahun 2007 return sahamnya sebesar 1,159 dan di tahun

5.1.2. Uji Regresi dengan Metode Backward

Model regresi metode backward digunakan dalam penelitian ini bertujuan

untuk mendapatkan variabel independen yang berpengaruh terhadap variabel

dependen. Dalam penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh Investment

Opportunity Set dan Profitabilitas terhadap Return Saham dan Kebijakan Dividen.

Variabel independen dalam penelitian ini yaitu investment opportunity set yaitu

terdiri dari 3 proksi. Proksi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: proksi

berdasarkan harga terdiri dari market to book value of asset (MVABVA), market to

book value of equity (MVEBVE), price earning ratio (PER), firm value to book value

of property, plant and equipment (VPPE). Proksi berdasarkan investasi terdiri dari

capital expenditure to book value of assets (CAPBVA), capital expenditure to market

of assets (CAPMVA), current asset to net sales (CAONS), dan proksi berdasarkan

varian yaitu VARRET (Variance of total return). Profitabilitas dalam penelitian ini

menggunakan Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE). Variabel

dependen yang digunakan dalam penelitian ini Return Saham dan kebijakan dividen

H1

H2

Gambar 5.1. Hasil Regresi dengan Metode Backward

Dari hasil uji regresi dengan metode backward, variabel yang berpengaruh

terhadap return saham yaitu market to book value of asset (MVABVA), firm value to

book value of property, plant and equipment (VPPE), Variance of total return

(VARRET) dan Return On Equity (ROE), sedangkan variabel seperti market to book

value of equity (MVEBVE), Price Earning Ratio (PER), capital expenditure to book

value of assets (CAPBVA), capital expenditure to market of assets (CAPMVA),

Current Asset to Net Sales (CAONS) dan Return On Asset (ROA) tidak dapat

digunakan sebagai variabel yang mempengaruhi terhadap return saham (Lampiran 3).

Model statistiknya yaitu sebagai berikut:

Market to book value of equity (MVEBVE)

Price earning ratio

(PER)

Firm value to book value of property, plant and equipment

(VPPE) Return On Equity (ROE) Kebijakan Dividen (DPR) Investment Opportunity Set Profitabilitas

Market to book value of asset (MVABVA)

Variance of total return (VARRET)

Return

Return Saham =

Hasil Uji Regresi dengan metode backward, variabel yang berpengaruh

terhadap kebijakan dividen (dividen payout ratio) yaitu market to book value of asset

(MVABVA), market to book value of equity (MVEBVE), firm value to book value of

property, plant and equipment (VPPE), price earning ratio (PER), dan Return On

Equity (ROE). Sedangkan variabel seperti capital expenditure to book value of assets

(CAPBVA), capital expenditure to market of assets (CAPMVA), Current Asset to

Net Sales (CAONS), Varriance of Total Return (VARRET) dan Return On Asset

(ROA) tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen dalam hal ini dividen

payout ratio (Lampiran 4). Untuk model statistiknya yaitu sebagai berikut:

Kebijakan dividen (DPR) =

5.2. Hasil Pengujian Asumsi Klasik Model Pertama

Model regresi yang baik dan layak di uji adalah model regresi yang bebas dari

masalah asumsi klasik. Untuk menghasilkan suatu model regresi yang baik, analisis

regresi harus melakukan pengujian asumsi klasik dan apabila terjadi penyimpangan

5.2.1. Hasil Pengujian Asumsi Normalitas Model Pertama

Pengujian normalitas berguna untuk mengetahui apakah variabel dependen

dan variabel independen yang digunakan dalam penelitian mempunyai distribusi

normal atau tidak. Model regresi yang baik dan layak digunakan dalam penelitian

adalah model yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Hasil

Pengujian menunjukkan residual berdistribusi normal. Hasil uji normalitas data

dengan grafik normal Probability plot dalam penelitian ini dapat ditunjukkan pada

Gambar 5.2 berikut ini:

Observed Cum Prob

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Ex pe ct ed C um Pr ob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: RS

Gambar 5.2. Grafik Normal PP Plot Residual Model Pertama

Dari Gambar 5.2 terlihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal.

Selain itu uji normalitas data dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik non

atas asumsi normalitas. Untuk mengetahui hasil uji normalitas dari masing-masing

variabel dengan uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada Tabel 5.2 berikut:

Tabel 5.2. Hasil Pengujian Normalitas dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov

Unstandardized Residual N 148 Normal Parameters(a,b) Mean .0000000 Std. Deviation .61058167 Most Extreme Differences Absolute .108 Positive .108 Negative -.085 Kolmogorov-Smirnov Z 1.318

Asymp. Sig. (2-tailed) .062

Sumber : Lampiran 6

Dari Tabel 5.2 dapat dilihat nilai signifikansi sebesar 0.062 > 0.05. Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa model pertama diterima, tidak ada perbedaan

distribusi residual dengan distribusi normal, atau dapat dikatakan residual

berdistribusi normal.

5.2.2. Hasil Pengujian Asumsi Multikolinieritas Model Pertama

Uji asumsi multikolinieritas digunakan untuk menguji apakah dalam model

regresi ditemukan korelasi antar variabel bebas (independen), model regresi yang

baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas. Untuk mendeteksi ada

tidaknya multikolinieritas yaitu dengan melihat Tolerance Value dan Variance

Inflation Factor (VIF). Multikolinieritas terjadi jika nilai tolerance < 0,10 dan VIF >

Tabel 5.3. Hasil Pengujian Asumsi Multikolinieritas Model Pertama

Variabel Collinearity Statistics

Tolerance VIF

(Constant)

X1 Market to book value of asset .272 3.677

X2 Firm value to book value of property, plant and

equipment .288 3.473

X3 Varriance of Total Return .890 1.124

X4 Return On Equity .901 1.110

Sumber: Lampiran 6

Dari Tabel 5.3 menunjukkan bahwa nilai VIF < 10, dan nilai Tolerance >

0.10. Hal ini berarti bahwa dalam model tidak terjadi multikolinieritas.

5.2.3. Hasil Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas Model Pertama

Hasil pengujian asumsi heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan

dengan melihat grafik Scatterplot antara nilai prediksi variabel terkait (ZPRED)

dengan residualnya (SRESID). Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada

membentuk pola tertentu yang teratur maka mengindikasikan telah terjadi

heteroskedastisitas dan jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas

dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji

Regression Studentized Residual 4 2 0 -2 R e g re s s io n S ta n d a rd iz e d P re d ic te d V a lu e 6 4 2 0 -2 -4 Scatterplot Dependent Variable: RS

Gambar 5.3. Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Model Pertama

Dari grafik Scatterplot pada Gambar 5.3 dapat dilihat bahwa tidak ada pola

yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Uji

asumsi heteroskedastisitas juga dapat dilihat dengan menggunakan uji Glejser. Hasil

Tabel 5.4. Hasil Uji Glejser Model Pertama

Variabel Koefisien t Sig.

(Constant) .409 7.057 .000

X1 Market to book value of asset -.039 -1.742 .084

X2 Firm value to book value of property,

plant and equipment .015 1.931 .055

X3 Varriance of total return .004 .086 .932

X4 Return On Equity .002 .019 .985

Sumber: Lampiran 6

Dari Tabel 5.4. Uji Glejser dapat dilihat nilai signifikansi untuk setiap

variabel bebas lebih besar dari 0.05, dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi

heteroskedastisitas dalam model.

5.2.4. Hasil Pengujian Asumsi Autokorelasi Model Pertama

Uji asumsi autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi

antara kesalahan pengganggu pada periode tertentu dengan kesalahan pengganggu

periode sebelumnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari

autokorelasi. Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan pengujian Durbin-Watson

(DW). Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada Tabel 5.5 berikut ini:

Tabel 5.5. Hasil Pengujian Autokorelasi

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson

1 .717(a) .514 .501 .619062 1.578

Sumber: Lampiran 6

Dari Tabel 5.5, untuk mengetahui adanya autokorelasi digunakan uji Durbin

Watson, dengan kriteria dari tabel Durbin Watson terlihat nilai DW 1.578 di mana

bahwa nilai dl ≤ d du (1.25 1.578 1.72) yang artinya tidak terjadi autokorelasi

karena nilainya berada dikisaran interval 1.25 dan 1.72. Hasil autokorelasi dalam

penelitian ini menunjukkan bahwa dalam model tidak terjadi autokorelasi.

5.3. Hasil Pengujian Hipotesis Pertama

Pengujian hipotesis pertama yaitu untuk menganalisis pengaruh Investment

Opportunity Set dan Profitabilitas terhadap Return Saham. Variabel Investment

Opportunity Set dan Profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah market

to book value of asset (MVABVA), firm value to book value of property, plant and

equipment (VPPE), Variance of total return (VARRET) dan Return On Equity

(ROE). Hasil analisis dengan menggunakan regresi linear berganda dapat dilihat pada

Tabel 5.6.

Tabel 5.6. Hasil Analisis Pengaruh Investment Opportunity Set dan Profitabilitas

terhadap Return Saham

Variabel Koefisien t Sig.

(Constant) -.345 -4.001 .000

X1 Market To Book Value of Asset -.107 -3.240

X2 Firm Value to Book Value of Property,

Plant and Equipment .034 2.979

X3 Variance of Total Return .755 11.351

X4 Return On Equity .258 1.980 F : 37.837 F tabel : 2.864 Sig. F : 0.000 R.Square : 0.514 Adjusted R.Square: 0.501 * nilai signifikan 5% Sumber: Lampiran 6

Tabel 5.6 menunjukkan secara simultan market to book value of asset

(MVABVA), firm value to book value of property, plant and equipment (VPPE),

Variance of total return (VARRET) dan Return On Equity (ROE) berpengaruh secara

signifikan terhadap return saham. Pengaruh yang signifikan dapat dilihat dari nilai

signifikansi F(0.000) < 0.05 dan Fhitung > Ftabel (37.836 > 2.864). Dengan

demikian, hipotesis yang menyatakan Investment Opportunity Set (berdasarkan harga

dan varian) yang dilihat dari market to book value of asset (MVABVA), Firm value

to book value of property, plant and equipment (VPPE), Variance of total return

(VARRET) dan Profitablitas yang diukur dari Return On Equity (ROE) berpengaruh

signifikan terhadap return saham diterima.

Nilai Adjusted R Square diperoleh sebesar 0.501 artinya 50.1% variasi

variabel return saham mampu dijelaskan oleh variasi variabel MVABVA, VPPE,

VARRET, dan ROE sedangkan sisanya sebesar 49.9% dijelaskan oleh variabel lain

yang tidak dijelaskan di dalam model. Nilai Adjusted R square yang tinggi

disebabkan karena kuatnya hubungan variabel bebas dengan variabel terikat di mana

variabel yang dipilih mampu dibuktikan secara konsisten memiliki korelasi yang

tinggi terhadap return saham. Semakin tinggi nilai Investment Opportunity Set maka

semakin tinggi pasar akan bereaksi terhadap tingkat return. Hal ini mengindikasikan

bahwa perusahaan dengan kesempatan investasi yang besar mengindikasikan bahwa

perusahaan akan memiliki prospek kedepan yang cerah sehingga akan berdampak

positif pada harga saham. Menurut Kole (1991) dalam Norpratiwi (2007) nilai IOS

akan datang yang saat ini merupakan pilihan-pilihan investasi yang diharapkan akan

menghasilkan return yang lebih besar dari biaya modal (cost of equity) dan dapat

menghasilkan keuntungan. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi

cenderung dinilai oleh investor di mana return yang diterima juga akan tinggi. Chen

et.al. (2000) dalam Muhardi (2008) menunjukkan bahwa perusahaan dengan set

kesempatan investasi yang tinggi memiliki respon positif yang signifikan terhadap

harga saham.

Secara parsial, ada tiga variabel yang berpengaruh positif dan siginifikan

terhadap return saham. Variabel yang berpengaruh positif dan signifikan tersebut

adalah Firm value to book value of property, plant and equipment (VPPE), Varriance

of Total Return (VARRET) dan Return On Equity (ROE). Dan variabel yang

berpengaruh negatif dan signifikan yaitu market to book value of asset (MVABVA)

terhadap return saham. Variabel market to book value of asset (MVABVA)

berpengaruh negatif disebabkan karena data sampel yang digunakan cenderung

memiliki nilai market to book value of asset (MVABVA) yang rendah dan beberapa

perusahaan sampel dapat diklasifikasikan sebagai perusahaan yang kurang bertumbuh

yang menunjukkan nilai market to book value of asset (MVABVA) yang rendah. Hal

ini dikarenakan perusahaan sampel belum memanfaatkan aset yang dimiliki untuk

berinvestasi dan adanya penurunan harga saham sehingga menimbulkan adanya

penyimpangan pada hasil penelitian. Faktor lainnya yang dapat menjadi dasar

mengakibatkan kondisi sosial politik serta perekonomian setiap tahun akan selalu

berubah-ubah.

Dari Tabel 5.6 tersebut, maka model regresi berganda antara variabel

independen (X) terhadap variabel dependen (Y) dapat diformulasikan dalam bentuk

persamaan sebagai berikut:

RS = -0.345 – 0.107MVABVA + 0.034VPPE + 0.755VARRET + 0.258ROE + e

Berdasarkan hasil persamaan regresi berganda tersebut, maka pengaruh

masing-masing variabel independen tersebut terhadap return saham dapat

diinterpretasikan sebagai berikut:

a. Nilai konstanta (b0) = -0.345, menunjukkan bahwa apabila nilai variabel

independen MVABVA, VPPE, VARRET, dan ROE diasumsikan sama dengan

nol, maka nilai dari return saham adalah sebesar 0.345.

b. Koefisien regresi b1 sebesar -0.107, menunjukkan bahwa hubungan variabel

MVABVA dengan return saham adalah negatif, artinya setiap kenaikan

MVABVA satu satuan akan diikuti oleh penurunan return saham sebesar 0.107.

c. Koefisien regresi b2 sebesar 0.034, menunjukkan bahwa hubungan variabel VPPE

dengan return saham adalah positif, artinya setiap kenaikan VPPE satu satuan

akan diikuti oleh kenaikan return saham sebesar 0.034.

d. Koefisien regresi b3 sebesar 0.755, menunjukkan bahwa hubungan variabel

VARRET dengan return saham adalah positif, artinya setiap kenaikan VARRET

e. Koefisien regresi b4 sebesar 0.258, menunjukkan bahwa hubungan variabel ROE

dengan return saham adalah positif, artinya setiap kenaikan ROE satu satuan akan

diikuti oleh kenaikan return saham sebesar 0.258.

Dokumen terkait