• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Tata Kelola Usaha yang Baik

Etika Bisnis dan Peraturan Kepemimpinan

Prinsip GCG yang perlu diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di dalam keseluruhan perusahaan meliputi transparansi, akuntabilitas, pertanggung jawaban, independensi dan keadilan.

Prinsip GCG tersebut telah kami terapkan sejak menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2008 sesuai dengan ketentuan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang harus dipatuhi oleh Perusahaan Terbuka. Sejak awal, para pemegang saham utama dan manajemen telah melakukan upaya untuk menanamkan budaya Perusahaan yang kuat yang menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik dan berkesinambungan demi terciptanya Adaro yang lebih besar dan lebih baik.

Berikut ini adalah langkah nyata yang telah kami laksanakan dalam menerapkan prinsip GCG di tahun 2011:

Penyusunan piagam Dewan Komisaris dan Direksi.

Penyusunan Piagam Komite Audit.

Menjalankan fungsi keterbukaan terkait informasi aktivitas operasional dan aksi korporasi kepada Bapepam dan Bursa Efek Indonesia (“IDX”) melalui Komite Keterbukaan.

Peningkatan sistem pengadaan barang dan jasa.

Dalam pencapaian visi kami untuk menjadi kelompok perusahaan Tambang dan Energi Indonesia yang terkemuka, dibutuhkan integritas yang tinggi dalam melaksanakan prinsip-prinsip GCG. Untuk itu, perlu dikembangkan nilai-nilai moral kepemimpinan bisnis dalam perusahaan, yang kemudian diterapkan ke dalam Peraturan Kepemimpinan.

Sejak tahun 2007, kami telah merumuskan Nilai Perusahaan yang mendeskripsikan perilaku yang diharapkan dari Manajemen dan segenap karyawan Adaro sebagai berikut:

- Fokus kepada pelanggan. Manajemen dan karyawan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan pelanggan (pihak lain). Dalam hal ini, pelanggan bukan hanya pihak pembeli komoditas batubara tetapi juga pelanggan internal, yaitu proses bisnis berikutnya dalam suatu rangkaian “business process”. - Memperhatikan faktor “Kualitas, Biaya. Penyampaian dan Keselamatan (Quality, Cost, Delivery and Safety)

atau “QCDS”. Faktor-faktor tersebut merupakan budaya yang ingin kami bangun di Adaro. Budaya tersebut sesuai dengan ungkapan yang mengatakan “take care of your quality and the profit will take care by it self”. - Kualitas juga erat hubungannya dengan biaya terutama dengan semakin ketatnya persaingan usaha. Untuk itu Adaro telah membangun rantai pasokan yang kuat dengan proses produksi yang terintegrasi yang kami sebut dengan istilah “from pit to power”. Dengan proses produksi yang terintegrasi tersebut, kegiatan operasional Adaro dan anak perusahaan meliputi pertambangan, logistik, transportasi, infrastruktur dan

pelabuhan, serta pembangkit listrik.

- Saling menghargai dan kerjasama yang sinergis – setiap individu di Adaro dan anak perusahaan diminta untuk menghargai sesama dan membangun kerjasama sinergis. Karakter individu yang diharapkan (disingkat ADARO IBT) adalah sebagai berikut:

Attitude (sikap mental)

Determined (berketetapan)

Adaptive (mudah beradaptasi)

Responsive (tanggap)

Open-minded (berwawasan terbuka)

Integrity (integritas)

Balanced (seimbang)

Team Spirit (semangat kerja sama)

- Langkah terpenting setelah perumusan nilai perusahaan adalah pelaksanaannya. Untuk itu, kami menerapkan cara kerja dengan menjalankan Plan, Do, Check, Action (“PDCA”).

- Kesederhanaan dalam bekerja dan mengatasi persoalan dengan solusi yang sederhana namun tetap profesional dan produktif. Cara kerja ini dikenal dengan istilah KISS (Keep it Simple Spirit).

- Penerapan Manajemen Kasih oleh manajemen dan karyawan dalam keseharian bekerja, sebagai berikut:

Mencintai pekerjaan adalah suatu keharusan di dalam bekerja, agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Karyawan yang mengasihi atasannya akan melakukan pekerjaannya agar atasannya sukses dalam menjalankan misinya.

Para atasan diminta untuk pula mengasihi karyawan dibawahnya dengan melakukan pengembangan potensi karyawan dan memberikan tuntunan dalam mengembangkan karirnya sehingga para karyawan dapat memiliki kreativitas yang tinggi dan positif bagi perusahaan.

Mengasihi rekan kerja yang berarti peduli pada kesulitan pekerjaan rekan kerja dan mampu memberikan apresiasi yang positif bagi rekan kerja yang sukses.

Dalam menghadapi pelanggan eksternal harus memperhatikan kebutuhan pelanggan, mempelajari, dan menghayati permasalahannya baru kemudian menawarkan produk untuk memenuhi kebutuhannya.

Peduli terhadap pemasok dengan menciptakan suasana kerjasama yang nyaman dan memberikan kesempatan bagi para pemasok untuk berkembang bersama.

Memanfaatkan musuh perusahaan sebagai tenaga ahli untuk menemukan kekurangan-kekurangan

Tata Kelola Adaro

yang ada yang tidak dapat dilihat oleh Perusahaan maupun mitra perusahaan.

Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), Dewan Komisaris dan Direksi berperan penting dalam melaksanakan GCG secara efektif, dengan menjalankan fungsinya masing-masing berdasarkan prinsip kemandirian dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya di dalam perusahaan.

Sesuai dengan anggaran dasar perusahaan, RUPS terdiri dari RUPS tahunan dan RUPS lainnya yang disebut dengan RUPS Luar Biasa. RUPS tahunan wajib diadakan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir. Berkaitan dengan ketentuan tersebut, pada tahun 2011 Adaro melaksanakan kegiatan RUPS Tahunan tahun buku 2010 dan RUPS luar biasa tanggal 20 April 2011. Hasil keputusan RUPS tersebut dipublikasikan melalui 2 (dua) media nasional, situs web perusahaan dan IDX.

Dalam pelaksanaan RUPS tersebut, manajemen mengundang para pemegang saham untuk menghadiri RUPS melalui publikasi yang terperinci di dua media nasional. Keputusan bersama yang dicapai didalam RUPS dilakukan melalui musyawarah maupun pemungutan suara yang hanya sah apabila diikuti lebih dari setengah peserta yang hadir.

Dewan Komisaris Adaro terdiri dari 6 (enam) anggota yang terdiri dari 4 (empat) anggota dari wakil Pemegang Saham dan 2 (dua) anggota Komisaris Independen. Salah satu Komisaris Independen juga menjabat sebagai ketua Komite Audit.

Adaro saat ini dipimpin oleh 7 (tujuh) orang Direktur yang terdiri dari profesional dengan pengalaman dan latar belakang yang beraneka ragam. Direksi membawahi Adaro dan juga Anak Perusahaan lainnya. Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Direksi mengacu pada tugas tanggung jawab sebagaimana ditetapkan didalam Anggaran Dasar Perusahaan. Selain itu juga akan mengacu pada Piagam Direksi yang sampai dengan akhir tahun 2011 masih dalam proses finalisasi.

Latar belakang para anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang beragam telah memberikan dampak yang positif dalam proses pengambilan keputusan dengan dilandasi prinsip kehati-hatian yang wajar dan tidak rigid.

Manajemen telah menetapkan Visi, Misi dan Nilai Perusahaan yang telah disosialisasikan keseluruh Grup Adaro melalui pembagian buku Perusahaan yang berjudul “The Family” dan melalui sesi pelatihan yang dilaksanakan oleh Adaro Institute.

Bagian dari Organisasi

Hak dan Kewajiban Para Pemegang Saham Inti

Para pemangku kepentingan ini terdiri dari para karyawan, personalia, dan kelompok masyarakat, khususnya yang ada dalam perusahaan, memiliki kepentingan di dalam perusahaan serta pihak yang terkena secara langsung keputusan strategis dan operasional perusahaan. Oleh sebab itu, hubungan antara perusahaan dengan para pemegang sahamnya harus adil dan merata, sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, dan harus didasarkan pada peraturan dua arah yang dapat ditetapkan kepada masing-masing pihak.

Selain para Pemegang Saham Inti, terdapat juga Pemegang Saham lainnya antara lain Pemegang Saham Publik yang jumlahnya mencapai 35% kepemilikan. Para Pemegang Saham Publik tersebut juga ikut berperan dalam pelaksanaan RUPS perusahaan baik RUPS tahunan maupun RUPS luar biasa.

Adaro mengelola daftar pemegang saham melalui Biro Administrasi Efek (PT Ficomindo Buana Registar). Pengelolaan tersebut telah sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku serta Anggaran Dasar Perusahaan. Adaro secara rutin menyampaikan informasi terkini kepada pemangku kepentingannya melalui keterbukaan informasi dalam bentuk laporan maupun siaran pers di situs IDX, Bapepam, media nasional dan situs web perusahaan.

Untuk membangun tim unggul demi tercapainya Adaro yang lebih besar dan lebih baik, peningkatan pengelolaan Sumber Daya Manusia akan terus dilakukan oleh Adaro secara berkesinambungan. Adaro berfokus untuk membina Sumber Daya Manusia yang handal melalui pelatihan-pelatihan yang tepat dan menyusun jenjang karir yang jelas bagi setiap karyawan sejalan dengan pertumbuhan Perusahaan yang cepat.

Untuk terus menciptakan nilai tambah maksimum dari batubara Indonesia, pada tahun 2009, Adaro membentuk unit yang mengelola program tanggung jawab sosial (“CSR”) perusahaan dan pengembangan masyarakat yang dinamakan “Adaro Bangun Negeri”. Unit tersebut berkontribusi besar dalam peningkatan hal-hal utama

yang terdiri dari pengembangan ekonomi, peningkatan mutu pendidikan, perbaikan tingkat kesehatan dan pengembangan sosial budaya.

Pada tahun 2011, Adaro berhasil meraih beberapa penghargaan prestisius terkait dengan program CSR, antara lain:

Asia Responsible Entrepreneurship Awards – South East Asian (AREA - SEA) dari Enterprise Asia. Kategori Health Promotion Award untuk Program KIBBLA (Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir dan Anak).

Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Penghargaan dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan rakyat:

- Peringkat GOLD – Kategori Ensure Environmental Sustainability, Program Penciptaan Akses Air Minum / Bersih dan sanitasi Lingkungan.

- Peringkat GOLD – Kategori Reduce Child Mortality, Program Pelayanan Kesehatan Anak Balita (mengurangi gizi buruk, imunisasi, taman bacaan anak, penerangan / sosialisasi kesehatan anak, bantuan pembangunan posyandu, poskesdes, pustu. Puskesmas).

- Peringkat SILVER – Kategori Improve Maternal Health, Program Partisipasi Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan Melahirkan.

Indonesian CSR Award (ICA) 2011 dari Kementerian Sosial - Peringkat PLATINUM – Bidang Pemberdayaan Sosial Masyarakat. - Peringkat GOLD – Bidang Pemberdayaan Sosial Masyarakat. - Peringkat GOLD – Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat - Peringkat SILVER – Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat - Peringkat SILVER – Bidang Lingkungan Internalisasi

Praktik-Praktik GCG GCG harus diimplementasikan dengan sistematis dan berkelanjutan. Untuk itu perlu ada pedoman praktis untuk digunakan sebagai referensi dalam implementasi GCG. Pada dasarnya, Adaro menerapkan prinsip-prinsip GCG dengan mengacu kepada ketentuan-ketentuan umum yang diterbitkan oleh Bapepam-LK, Bursa Efek Indonesia dan UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Namun demikian, dengan adanya nilai-nilai perusahaan yang telah dirumuskan dan dituangkan oleh Manajemen Adaro dan team independen dalam buku yang berjudul “The Family”, yang memaparkan dengan jelas seluruh makna dari pada Nilai Perusahaan yang harus dipahami baik oleh Manajemen maupun karyawan Adaro, prinsip-prinsip GCG dapat dimplementasikan secara lebih baik dan efektif.

Sebagai bukti bahwa Adaro merupakan perusahaan yang telah mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG dalam kegiatan usahanya adalah adanya pengakuan dari institusi independen yang telah memberikan penghargaan kepada Adaro pada tahun 2011 berupa:

1. Penghargaan dari lembaga internasional diperoleh dari Corporate Governance Asia pada bulan Juni 2011. 2. “The Most Improved Governance” dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) yang disampaikan pada acara IICD CG Conference and Award 2011 tanggal 2 Desember 2011. 3. “Perusahaan yang Berkinerja Terbaik di mata Investor dan Analyst” pada acara penganugrahan “Indonesia Most Trusted Company” yang diselenggarakan oleh Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) bekerjasama dengan Majalah SWA pada tanggal 19 Desember 2011.

Tata Kelola Adaro