• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Komunikasi Ajakan Partisipasi Kolaborasi Antar

BAB III : METODE PENELITIAN

B. Pembahasan

1. Strategi Komunikasi Ajakan Partisipasi Kolaborasi Antar

Dari paparan faktor-faktor yang menghambat di atas, dapat digambarkan secara umum dalam matriks sebagai berikut

terlihat strategi komunikasi yang digunakan. Enam hal tersebut yaitu: tujuan pesan komunikasi, mengenal khalayak, menentukan Komunikator, menyusun pesan, memilih saluran/media komunikasi serta monitoring dan evaluasi.

Dengan menganalisis enam hal di atas, maka akan diketahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh DILo Makassar dalam melakukan ajakan untuk berkolaborasi untuk membangun ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar kepada elemen-elemen Quadruple-Helix.

a. Menentukan Tujuan Pesan Komunikasi

Tujuan pesan komunikasi merupakan hal yang ingin dicapai dari sebuah kegiatan komunikasi. Dari penentuan tujuan ini, dapat diketahui metode seperti apa yang akan digunakan dalam melakukan kegiatan komunikasi. Jika diharapkan komunikan hanya untuk sekedar mendapatkan informasi, maka metode yang digunakan adalah teknik informative, namun jika diharapkan setelah dilakukannya kegiatan komunikasi komunikan melakukan tindakan-tindakan tertentu, maka metode yang dapat digunakan adalah teknik persuasive atau teknik instruktif.

Dalam penetapan sebuah tujuan, perencana harus mampu menjawab:

mengapa perlu dilakukan kegiatan tersebut dan apa yang ingin dicapai dari melakukan kegiatan tersebut? Perubahan seperti apa yang diharapkan? Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan -- apa tujuan yang dicapai sesuai dengan kebutuhan target sasaran? Karena dalam sebuah kegiatan komunikasi,

bukan hanya tujuan dari komunikator yang harus diperhatikan, namun juga tujuan keinginan dari khalayak/sasaran, karena suatu kegiatan komunikasi yang tidak memperhatikan kebutuhan dari khalayak/sasaran akan tidak diminati oleh khalayak/sasaran, atau bahkan akan muncul penentangan/boycott.

Dalam konteks ajakan kolaborasi dalam membangun ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar kepada elemen-elemen Quadruple-Helix, DILo Makassar memiliki tujuan umum mengajak kerjasama pihak-pihak yang terkait dalam memajukan industry kreatif digital di Kota Makassar untuk berkolaborasi. Tapi dalam praktek kegiatan komunikasi yang dilakukan, tujuan pesan komunikasi yang dibuat untuk setiap elemen pada Quadruple-Helix akan berbeda, hal ini dikarekan perbedaan pada fungsi dari masing-masing elemen itu sendiri. Setiap elemen memiliki peran yang berbeda satu dengan yang lain, sehingga tujuan pesan komunikasi yang ditentukan akan berbeda, walaupun tujuan umum dari pesan komunikasi yang dimiliki sama.

Tabel 5. Matriks Penetapan Tujuan Komunikasi

Tujuan Pesan Konten Hasil Yang Diharapkan contoh kegiatan

Informatif

memberikan informasi manfaat digitalpreneur

dan pentingnya kolaborasi antar pihak

adanya informasi mengenai manfaat digitalpreneur dan saling kolaborasi antar pihak

Workshop pengenalan Digitalpreneur

Edukatif

Memberikan pengajaran berkaitan

dengan teknikal atau manajemen

adanya peningkatan kemampuan dalam segi teknikal dan manajemen

Pelatihan Mengenai teknikal

atau manajemen bisnis dan tim

Persuasif

berusaha mengajak kolaborasi antar pihak

dalam membangun ekosistem bisnis

startup digital

terjadinya kolaborasi antar pihak dalam membangun

ekosistem bisnis startup digital

business matching, pitching

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2017

Matriks di atas menunjukkan jenis-jenis tujuan komunikasi dari kegiatan komunikasi yang dilaksanakan oleh DILo Makassar. Penetapan tujuan ini menentukan seperti apa jenis kegiatan yang akan dilaksanakan.

Gambar untuk contoh-contoh kegiatan dari tiap jenis tujuan terlampir.

Hal tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar, diperlukan peran dari elemen-elemen Quadruple-Helix di Kota Makassar untuk berpartisipasi dalam kolaborasi, karena untuk membangun ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

b. Mengenal Khalayak/sasaran

Mengenali khalayak/sasaran yang menjadi target komunikasi merupakan hal yang sangat penting. Sebab, mengenali khalayak merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi yang efektif antara komunikator dan khalayak/sasaran.

Apapun tujuannya, metodenya dan jumlah sasaran, pada diri komunikator harus memperhatikan faktor-faktor kerangka referensi dari khalayak/sasaran serta faktor situasi dan kondisi dari khalayak/sasaran tersebut (Effendy,2007).

Kerangka referensi pada seseorang terbentuk dari gabungan pendidikan, pengalaman, gaya hidup, status sosial, norma yang dianut dan sebagainya. Faktor kondisi merupakan kondisi personal dari khalayak/sasaran saat komunikasi terjadi, ini meliputi keadaan mental dan fisik. Sedangkan faktor situasi merupakan situasi komunikasi saat pesan akan diterima oleh khalayak atau sasaran.

Seperti yang dijelaskan dalam teori difusi inovasi yang telah dibahas pada bab 2, bahwa setiap orang akan memberikan respon yang berbeda-beda dalam menerima sebuah ide/gagagsan atau hal baru yang ditawarkan, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan kerangka referensi dan kebutuhan pada setiap orang. Oleh sebab itu, dalam setiap kegiatan komunikasi yang dilakukan perlu memperhatikan ciri umum dari sebuah

kelompok khalayak, sehingga walaupun setiap orang memiliki kerangka referensi dan kebutuhan yang berbeda-beda, namun tetap memiliki persamaan satu dengan lainnya.

Dalam proses pengenalan khalayak/sasaran pada ajakan kolaborasi, DILo Makassar melakukan langkah awal dengan melihat khalayak/sasaran bagian dari elemen bisnis, komunitas, akademisi atau pemerintahan lalu melihat dari karakteristik institusi dan/atau personal dari khalayak/sasaran tersebut. Seperti yang dijelaskan pada teori fungsi pengambilan keputusan kelompok, bahwa untuk pengambilan sebuah keputusan perlu memahami kondisi permasalahan serta menganalisis pilihan solusi untuk kondisi tersebut. Permasalahan yang ada adalah bagaimana untuk melakukan komunikasi yang efektif untuk setiap khalayak pada tiap elemen yang berbeda sehingga untuk mengetahuinya diperlukan pengenalan sehingga dapat diketahui cara yang paling efektif untuk melakukan kegiatan komunikasi pada tiap elemen khalayak yang dituju.

Pengenalan karakteristik institusi atau kelompok dilakukan terlebih dahulu sehingga dapat diketahui prosedur untuk dapat melakukan komunikasi dengan khalayak/sasaran tersebut supaya pada saat akan melakukan kegiatan komunikasi, dapat sesuai dengan aturan prosedur dari instansi khalayak/sasaran tersebut.

Pengenalan karakteristik personal dilakukan untuk mengetahui kerangka referensi dari khalayak/sasaran sehingga dapat membangun komunikasi yang efektif sesuai dengan kerangka referensi khalayak/sasaran.

Tabel 6. Matrik Penentuan Khalayak Sasaran

Target Khalayak Sasaran Keterangan Alasan Pemilihan

Pemerintahan Pemerintah Kota Makassar

Kerja sama khusus Merupakan Penentu Kebijakan dan Pelaksana Pelayanan Masyarakat di Kota Makassar

Akademisi dan peserta didik

Dosen, Guru, Mahasiswa, dan siswa

kerja sama khusus dan edukasi mengenai digitalpreneur serta budaya kolaborasi

untuk membantu mempersiapkan bibit digitalpreneur

Bisnis BUMN, BUMD dan

Wirausaha

Kerja sama khusus Merupakan pemodal dan partner kolaborasi Komunitas Pelaku Bisnis

startup

Kerja sama khusus dan pelatihan teknikal developing serta manajemen bisnis dan tim

merupakan pelaku bisnis digital yang mampu membantu memberi solusi digital dalam kegiatan kolaborasi Sumber: Hasil Olah Data Primer 2017

Pengenalan-pengenalan yang dilakukan di atas oleh DILo Makassar, adalah upaya untuk mengenali khalayak/sasaran kegiatan komunikasi, karena dengan mengenali khalayak/sasaran merupakan dasar membentuk komunikasi yang efektif. Seperti dikatakan Cangara (2014) bahwa kenallah khalayakmu adalah prinsip dasar dalam berkomunikasi. Karena mengetahui dan memahami karakteristik penerima (khalayak), berarti suatu peluang untuk mencapai keberhasilan komunikasi.

c. Menentukan Komunikator

Komunikator merupakan tokoh utama dalam sebuah kegiatan komunikasi. keberhasilan sebuah kegiatan komunikasi sangat bergantun pada kemampuan dari seorang komunikator dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Jika terjadi kegagalan dalam sebuah dalam sebuah kegiatan komunikasi, maka besar peran komunikator dalam hal tersebut.

Komunikator merupakan orang yang menyampaikan pesan kepada khalayak/sasaran. Oleh karenanya, komunikator pada sebuah proses komunikasi disebut sebagai sumber, encoder atau pengirim. Komunikator sebagai aktor utama dalam sebuah kegiatan komunikasi, dituntut untuk terampil dalam berkomunikasi, penuh ide dan kreatif (cangara, 2014).

Dalam menjadi seorang komunikator, seseorang tersebut harus memiliki kriteria tertentu, bisa salah satu atau bahkan semuanya. Pertama, seorang komunikator memiliki kredibilitas, sehingga jika khalayak/sasaran mendengarkan pesan yang ia sampaikan dapat percaya, sebab khalayak/sasaran percaya dengan kemampuan atau kapabilitas dari komunikator tersebut. Kedua, seorang komunikator memiliki daya tarik tertentu. Daya tarik dalam hal ini tidak selamanya dalam artian seorang komunikator haruslah tampan atau cantik, tetapi jika iya itu akan sangat membantu.

Daya tarik di sini memiliki banyak bentuk, contohnya daya tarik seorang komunikator adalah dengan bagaimana cara komunikator tersebut menyampaian pesan, sehingga para khalayak/sasaran tertarik untuk mendengarkan atau memperhatikan pesan yang komunikator tersebut sampaikan, apakah dengan gaya bahasa, gesture atau mimic yang komunikator tersebut gunakan. Ketiga, seorang komunikator memiliki kekuatan, kekuasaan atau otoritas tertentu. Seorang komunikator apabila memiliki kekuatan, maka kemungkinan besar apa yang ia sampaikan akan lebih diperhatikan. Contohnya, apabila sebuah pesan mengenai taat membayar pajak akan menerima tanggapan yang berbeda jika disampaikan oleh seorang pegawai negeri biasa dibandingkan jika disampaikan oleh seorang walikota.

Pemilihan komunikator dalam sebagai aktor utama dalam penyebaran pesan juga dibahas pada bab 2 dalam teori jaringan komunikasi, yang mana di dalam teori tersebut menyatakan bahwa dalam menyebarkan informasi aktor-aktor tertentu yang memiliki posisi atau peran kunci di dalam kelompok memiliki pengaruh yang lebih baik dalam menyebarkan sebuah informasi di dalam kelompok tersebut, sehingga pemilihan komunikator juga perlu memperhatikan aktor-aktor yang memiliki posisi atau peran tertentu agar pesan yang ingin disampaikan dapat mencapai target khalayak dengan lebih efektif.

Dalam melakukan kegiatan ajakan kolaborasi untuk membangun ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar, DILo Makassar sangat memperhatikan mengenai siapa komunikator yang akan dipilih untuk menyampaikan pesan tersebut. Komunikator yang dipilih akan disesuaikan dengan jenis kegiatan dan khalayak/sasaran dari kegiatan tersebut, mulai dari latar belakang baik dari segi personal maupun professionalnya hingga sikap pembawaannya dalam berkomunikasi.

Seperti pada penelitian Roberto dan Alimuddin (2016) mengenai penyuluhan program KB vasektomi untuk masyarakat miskin di Kota Makassar, pemilihan komunikator yang tepat, cukup efektif dalam membantu menyukseskan kegiatan tensebut. Dengan memperhatikan kondisi masyrakat yang menjadi target komunikasi, Badan KB Kota Makassar memilih komunikator-komunikator yang impact signifikan bagi masyarakat tersebut, seperti tokoh masyarakat hingga pemuka agama.

Tabel 7. Matriks Komponen Penentuan Komunikator

Jenis Kegiatan Kriteria Komunikator Kriteria Latar Belakang Komunikator Kerja Sama Khusus Berasal dari DILo Makassar Bagian dari DILO

Makassar Edukasi Digitalpreneur

dan Budaya Kolaborasi

memiliki reputasi dan pengalaman dalam digitalpreneur dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik atau memiliki kewenangan tertentu

Pelaku Digitalpreneur, Perwakilan Pemerintah dan praktisi

pelatihan teknikal serta manajemen bisnis dan tim

memiliki kemampuan yang sesuai dengan materi yang dibawakan dan telah mempunyai pengalaman dalam hal materi yang dibawakan

akademisi, expert dan praktisi

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2017

Matriks di atas menunjukkan bahwa untuk pemilihan komunikator yang dilakukan oleh DILo Makassar dalam setiap jenis kegiatannya sangat diperhatikan, karena komunikator sebagai actor utama dalam sebuah kegiatan komunikasi sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan kegiatan tersebut. Gambar contoh-contoh pemilihan komunikator dalam tiap jenis kegiatan yang dilaksanakan terlampir.

Dengan pemilihan komunikator yang tepat, contohnya para praktisi maupun professional atau bahkan pejabat pemerintahan yang disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan penerimaan dari khalayak/sasaran atas pesan yang disampaikan. Hal ini dipengaruhi dari kredibilititas karena dipandang oleh khalayak komunikator adalah orang yang

ahli mengenai hal yang disampaikan, serta daya tarik yang dimiliki ataupun jabatan yang diemban.

d. Menyusun Pesan

Sebuah pesan dimaknai oleh effendi (2015) sebagai sebuah komponen dalam proses komunikasi berupa paduan dari pikiran dan perasaan seseorang dengan menggunakan lambang, bahasa/lambang-lambang lainnya yang disampaikan kepada orang lain. Dalam penyusunan pesan, sangat bergantung dari jenis kegiatan komunikasi yang akan dilakukan dan siapa khalayak/sasaran yang dituju.

Dalam usaha mengajak partisipasi untuk kolaborasi dalam membangun ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar yang tujuannya adalah menarik perhatian dari Quadruple-Helix di Kota Makassar untuk berpartisipasi mewujudkan terbangunnya ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar maka pesan yang disusun oleh DILo Makassar lebih bersifat persuasif dan edukatif sehingga elemen-elemen dari Quadruple-Helix dapat tertarik dan memahami manfaat dari terbangunnya ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar dan diharapkan adanya perubahan pola pikir dan prilaku ke arah positif untuk memberi support dalam bentuk partisipasi.

Untuk membangun pesan yang akan disampaikan, DILo Makassar menggunakan model two-side-issue yaitu sebuah teknik penyampaian pesan yang penyampainya bukannya hanya menjelaskan kebaikan dari apa yang

ditawarkan, namun juga keburukan yang ada, yang ketika DILo Makassar dalam melakukan kegiatan komunikasi, pesan yang disampaikan bukan hanya mengenai kebaikan dari terbangunnya ekosistem bisnis startup digital saja, namun juga tantangan-tantangan yang dihadapi untuk melakukan hal tersebut.

Tabel 8. Matriks Penyusunan Pesan

Jenis Kegiatan Isi Pesan Indikator Pesan Target

Khalayak

Kerja Sama Khusus Berkaitan dengan kolaborasi

- Menjelaskan kegiatan kolaborasi yang ingin dilaksanakan

- Menjelaskan mengapa kegiatan kolaborasi yang ingin dilaksanakan perlu dilakukan dengan berkolaborasi

Pemerintah, Bisnis, Akademisi dan Komunitas

Edukasi

Digitalpreneur dan Budaya Kolaborasi

Berkaitan dengan digital preneur dan pentingnya adopsi budaya kolaborasi

- menjelaskan apa yang dimaksud dengan digitalpreneur

- menjelaskan alasan-alasan mengapa menjadi digitalpreneur adalah hal yang menguntungkan dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki

- menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan budaya kolaborasi

Pemerintah, Bisnis, Akademisi dan Komunitas - menjelaskan alasan-alasan mengapa

budaya kolaborasi harus diadaptasi oleh Digitalpreneur

Pelatihan Teknikal serta Manajemen Bisnis dan Tim

Berkaitan dengan edukasi cara-cara teknikal yang baik dan benar serta manajemen bisnis dan tim yang baik

- menjelaskan mengenai cara-cara mengenai hal-hal teknikal yang baik dan efektif

- menjelaskan alasan-alasan mengapa diperlukan cara-cara teknikal yang baik dan efektif

- menjelaskan mengenai seperti apa manajemen bisnis dan tim yang baik

Komunitas dan Akademisi - menjelaskan mengenai alasan-alasan

mengapa diperlukan manajemen bisnis dan tim yang baik

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2017

Matriks di atas menunjukkan penyusunan pesan-pesan dari setiap jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh DILo Makassar. Penyusunan pesan untuk setiap kegiatan harus dilakukan agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik agar tujuan komunikasi dapat tercapai. Gambar contoh-contoh penyusunan pesan dalam kegiatan-kegiatan DILo Makassar terlampir.

Pada bab 2 telah dibahas mengenai teori perencanaan, yang di dalam teori ini menjelaskan bahwa sebuah kegiatan komunikasi untuk mencapai tujuan dari kegiatan tersebut perlu untuk mengatur prilaku-prilaku saat melakukan kegiatan komunikasi dan dalam teori ini salah satu bagian yang dianggap paling peting adalah perencanaan dalam penyusunan pesan, karena dalam kegiatan komunikasi, isi pesan merupakan hal yang menjadi perhatian utama.

Model penyampaian two-side-issue dipilih karena, model ini cocok untuk khalayak/sasaran yang di tuju dari kegiatan komunikasi yang dilakukan DILo Makassar yang merupakan orang-orang terdidik dan mampu mengakses informasi dengan mudah, sehingga pesan yang disampaikan dapat dipertimbangkan dan dipahami kelebihan dan kekurangannya.

Dengan melihat apa yang dilakukan oleh DILo Makassar dalam melakukan kegiatan komunikasi, penyusunan pesan yang dilakukan menggunakan model AIDDA, yang mana dalam melakukan kegiatan komunikasi untuk mengajak Quadruple-Helix di Kota Makassar untuk

berpatisipasi dalam kolaborasi membangun ekosistem bisnis startup digital di Kota Makassar, DILo Makassar menyusun pesan agar pesan tersebut dapat meningkatkan kesadaran tentang manfaat terbangunnya ekosistem bisnis startup digital, membuat elemen-elemen Quadruple-Helix memiliki perhatian mengenai ekosistem bisnis starup digital, membuat elemen-elemen tersebut berkeinginan untuk merealisasikannya dan memutuskan melakukannya lalu melakukan tindakan untuk mewujudkan.

e. Memilih Saluran Komunikasi

Media/saluran/channel komunikasi merupakan salah satu komponen dalam kegiatan komunikasi di mana fungsinya adalah sebagai tempat pesan disalurkan atau didistribusikan kepada khalayak/sasaran melalui komponen tersebut. Pemilihan sebuah saluran komunikasi harus disesuaikan dengan jenis kegiatan, isi pesan dan khalayak/sasaran yang ingin dituju sehingga penyampaian pesan dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Pada teori divusi inovasi yang telah dibahas sebelumnya di bab 2 menjelaskan penting saluran komunikasi yang digunakan dalam penyampaian pesan. Saluran penyampaian pesan yang dipilih haruslah dipertimbangkan dengan baik karena untuk mendivusikan inovasi, gagasan atau objek baru ke dalam kelompok khalayak untuk dapat diterima dan diadopsi haruslah dipahami dengan baik oleh kelompok khalayak tersebut, sehingga pemilihan saluran komunikasi yang baik dapat menjamin

sampainya pesan kepada kelompok khalayak yang diharapkan akan mengadopsi inovasi yang ditawarkan.

Tabel 9. Matriks Pemilihan Penggunaan Media

Media/Saluran Indikator Target

Sasaran alasan pemilihan

Audiensi Langsung

Kerja sama khusus dan penyelenggaraan kegiatan

Pemerintah, Bisnis, Akademisi dan Komunitas

karena diperlukan koordinasi dan komunikasi secara langsung atau mengikuti aturan protokoler yang ditetapkan

Aplikasi Chatting

koordinasi kegiatan dan bertukar informasi

Komunitas lebih fleksibel dalam penggunaan

Media Sosial

Publikasi Kegiatan yang akan dan telah dilakukan

Khalayak umum

dapat menjangkau khalayak yang lebih luas dan praktis Sumber: Hasil Olah Data Primer 2017

Matriks di atas menunjukkan jenis-jenis media/saluran komunikasi yang digunakan DILo Makassar dalam melaksanakan kegiatan komunikasi agar pesan yang disampai dapat diterima dengan baik oleh target khalayak.

Gambar contoh-contoh media/saluran yang digunakan terlampir. Untuk contoh penggunaan aplikasi chat sebagai saluran komunikasi yang digunakan DILo Makassar tidak dapat ditunjukkan oleh penulis disebabkan masalah privasi.

Dalam pemilihan saluran komunikasi yang dilakukan oleh DILo Makassar dalam setiap melakukan kegiatan komunikasinya, selalu memperhatikan jenis kegiatan, isi pesan dan khalayak/sasaran seperti apa yang ingin di tuju, karena ini akan sangat berpengaruh pada keefektifan saluran tersebut dalam menyebarkan pesan kepada khalayak/sasaran.

DILo Makassar dalam melakukan penyebaran informasi, lebih banyak dilakukan melalui media sosial dengan membuat fan page, karena penyebaran informasi yang dilakukan dianggap masih cukup efektif untuk menyampaikan pesan kepada sebagian khalayak/sasaran yang dituju, meskipun pada khalayak/sasaran tertentu DILo Makassar menggunakan media atu saluran yang berbeda untuk menyebarkan pesannya.

Selain menggunakan sosial media dalam melakukan penyebaran, DILo Makassar juga membuat grup-grup pada aplikasi chatting yang memiliki fokus-fokus tertentu untuk penyampaian pesan, namun agak sedikit berbeda dengan jenis pesan yang disampaikan pada media sosial, pesan yang disampaikan pada grup-grup tersebut, lebih berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan alasan grup tersebut dibentuk sehingga penyebaran informasi lebih dapat lebih spesifik pada khalayak/sasaran tertentu.

f. Monitoring dan Evaluasi

Dalam kegiatan komunikasi, monitoring dan evaluasi menjadi hal yang penting, karena dengan dengan monitoring dan evaluasi dapat diketahui keefektifan dari sebuah kegiatan komunikasi, serta hal-hal apa saja yang mempengaruhinya dan juga bagaimana untuk lebih mengoptimalkan hasil yang dicapai.

Dalam bidang komunikasi, evaluasi pada sebuah kegiatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengujian di awal (pre-testing), yaitu dilakukan sebelum kegiatan komunikasi dilakukan dan pengujian di akhir (post-testing), yaitu pengujian setelah kegiatan komunikasi selesai dilakukan.

Uji pre-testing biasanya dilakukan untuk menguji kecocokan sebuah kagiatan komunikasi kepada suatu atau populasi khalayak/sasaran. Kecocokan dipertimbangkan dari berbagai aspek yang berkaitan dengan khalayak/sasaran tersebut. Aspek yang dipertimbangkan contohnya mulai dari aspek norma sosial, etika, agama, budaya dan hal-hal lain sebagainya yang dianggap dapat mempengaruhi jalannya kegiatan komunikasi yang berkaitan terhadap khalayak/sasaran tersebut. Sedangkan uji post-testing lebih ke arah melihat capaian dari sebuah kegiatan komunikasi. Dalam post-testing antara lain dilihat mengenai apakah tujuan dari kegiatan komunikasi yang dilakukan telah tercapai atau tidak, apakah kegiatan yang dilakukan sudah cukup efektif atau tidak serta mengenai hal-hal lain yang

mempengaruhi jalannya kegiatan dan bagaimana meningkatkan kualitas kegiatan serupa kedepannya agar capaian yang diraih menjadi lebih optimal.

Selain pre-testing dan post-testing, dalam komunikasi dikenal juga uji pertengahan (proses), uji ini dapat dimasukkan dalam kategori monitoring, karena uji ini dimaksudkan untuk menjaga agar kegiatan komunikasi yang dilakukan tetap sesuai dengan perencaan yang sudah disusun.

DILo Makassar dalam melakukan setiap kegiatan komunikasi, selalu melakukan kegiatan monitoring serta evaluasi. Evaluasi yang dilakukan terbagi menjadi dua, yaitu evaluasi bulanan dan evaluasi tahunan. Hal ini selalu dilakukan untuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan selalu sesuai dengan apa yang telah direncanakan serta untuk mengetahui hal-hal apa saja yang mempengaruhi jalan serta hasil yang dicapai, sehingga untuk kegiatan komunikasi yang akan dilakukan selanjutnya, hasil yang dicapai dapat lebih optimal.

Tabel 10. Matriks Evaluasi Kegiatan

Tingkat Evaluasi Keluaran Hasil Evaluasi

Evaluasi Bulanan

- Laporan hasil capaian dari kegiatan yang dilaksanakan dalam sebulan terakhir

- Laporan mengenai hal-hal yang masih perlu untuk ditingkatkan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan selanjutnya

- Acuan penyusunan kegiatan-kegiatan untuk bulan berikutnya

Evaluasi Tahunan

- Laporan hasil capaian dari kegiatan yang dilaksanakan dalam setahun terakhir

- Acuan penyusunan tingkat kegiatan untuk tahun berikutnya

Sumber: Hasil Olah Data Primer 2017

Memperhatikan dari poin-poin startegi komunikasi yang dilakukan DILo Makassar, maka strategi komunikasi yang digunakan DILo Makassar dapat digambarkan dalam matriks sebagai berikut

Tabel 11. Matriks Strategi Komunikasi DILo Makassar

Strategi

Komunikasi Keterangan

Tujuan Komunikasi

Informatif memberikan informasi manfaat digitalpreneur dan pentingnya kolaborasi antar pihak

Edukatif Memberikan pengajaran berkaitan dengan teknikal developing dan manajemen startup

Persuasif berusaha mengajak kolaborasi antar pihak dalam membangun ekosistem bisnis startup digital

Khalayak

Pemerintahan Pemerintah Kota Makassar Akademisi dan

peserta didik

Dosen, Guru, Mahasiswa, dan siswa Bisnis BUMN, BUMD dan Wirausaha Komunitas Pelaku Bisnis startup

Dokumen terkait