BAB II KAJIAN PUSTAKA
4. Strategi Pemasaran Program Radio
Sumber penghidupan media yang ketiga dari teori ekologi media adalah capital, yang meliputi struktur permodalan dan pemasukan iklan. Faktor capital (modal), yang mencakup modal finansial, dana pemasukan iklan, sumber daya manusia, sarana teknologi dan fasilitas lainnya.
Bagian pemasaran (marketing) memegang peranan sangat penting dalam mendorong kemajuan media penyiaran, bahkan berperan sangat menentukan dalam kelangsungan hidup media penyiaran komersial. Sukses atau gagalnya departemen pemasaran dalam menjalankan fungsinya akan
menentukan apakah suatu stasiun penyiaran akan tetap mengudara atau tenggelam.51
Media penyiaran adalah tempat untuk beriklan, pemasaran waktu siaran (airtime) merupakan sumber pendapatan utama bagi media penyiaran. Departemen pemasaran bertanggung jawab menjual waktu siaran kepada para pemasang iklan. Sering kali dikatakan, bahwa bagian pemasaran merupakan tempat untuk mengumpulkan uang sedangkan bagian lainya bertugas menghabiskan uang.
Target kerja setiap media penyiaran adalah mampu membayar setiap tagihan dan sekaligus mendapat keuntungan dari kegiatannya.52
Departemen pemasaran adalah sumber utama pendapatan media penyiaran. Namun demikian, kemampuan bagian ini untuk menjual waktu siaran (air time) sangat tergantung pada keberhasilan bagian program dalam menarik audien, khususnya audien yang diinginkan pemasang iklan.
Program yang bagus akan menarik audien yang pada gilirannya akan menarik pemasang iklan dan memberikan pendapatan bagi media penyiaran bersangkutan.53
51 Morissan M.A, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio & Televisi, h. 413
52 Morissan M.A, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio & Televisi, h. 413
53 Morissan M.A, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio & Televisi, h. 413
53
Menurut Pringle-Starr-McCavitt (1991), departemen pemasaran media penyiaran memiliki tanggung jawab antara lain:54
1) Menjual waktu siaran kepada pemasang iklan;
2) Menyediakan sarana di mana pemasang iklan dapat mencapai target audiennya dengan biaya kompetitif;
3) Menghasilkan pendapatan yang cukup agar stasiun mencapai target audiennya dengan biaya kompetitif;
4) Menghasilkan pendapatan yang cukup agar stasiun penyiaran dapat beroperasi secara kompetitif; dan
5) Menghasilkan keuntungan bagi pemilik stasiun.
Strategi pemasaran program radio, pada dasarnya sama dengan strategi komunikasi pemasaran pada umumnya.
Dimana buaran pemasaran program radio terdiri dari:55
1. Produk program (product), bahwa program adalah suatu produk yang ditawarkan kepada audien yang mencakup nama program dan kemasan program.
2. Harga program (price), yaitu harga suatu program yang mencakup biaya produksi program dan biaya yang akan dikenakan kepada pemasang iklan (tarif iklan) pada program bersangkutan jika ditayangkan.
3. Distribusi program (place), yaitu distribusi program yang merupakan proses pengiriman program dari
54 Morissan M.A, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio & Televisi, h. 414
55 Morissan M.A, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio & Televisi, h.281
transmisi hingga diterima audien melalui pesawat TV dan radio.
4. Promosi program (promotion), yaitu proses bagaimana memberi tahu audien mengenai adanya suatu program sehingga mereka tertarik untuk menonton atau mendengarkannya.
Pengelola program harus menggabungkan berbagai elemen yang terdapat pada bauran program itu ke dalam strategi program yang kohesif dan efektif. Setiap elemen yang terdapat pada bauran program adalah bersifat multidimensional yang memerlukan pengembalian keputusan dalam berbagai bidang.
Salah satu prinsip yang perlu diikuti dalam pemasaran adalah mengenali pasar dan mengenali usaha atau bisnis yang dilakukan oleh pemasang iklan dan bagian pemasaran harus proaktif mendekati calon klien. Setelah mengenali klien, kemudian lakukan persiapan untuk meyakinkan klien untuk memberi slot iklan.56
Terdapat beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam merencanakan iklan televisi agar dapat mencapai sasaran sesuai dengan keinginan pemasang iklan yakni, waktu penayangan iklan, medium yang digunakan, penempatan iklan, rating acara, dan lain-lain.57
56 M.A, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio &
Televisi. (Jakarta, PrenadaMedia Group, 2008) h.408
57 M.A, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio &
Televisi. (Jakarta, PrenadaMedia Group, 2008) h.388
55
Suatu iklan dapat ditayangkan setelah melalui berbagai bentuk negosisasi. Jadi antara stasiun penyiaran dengan pemasang iklan. Ada tiga hal penting yang disepakati dalam negosiasi.58
1) Partisipasi pemasang iklan
Ada tiga bentuk partisipasi iklan, yaitu:
a) Sponsor Tunggal, pemasang iklan membayar keseluruhan program siaran
b) Sponsor Bersama, beberapa pemasang iklan secara patungan mendanai sponsor siaran dengan membagi waktu iklan menjadi beberapa bagian.
c) Iklan partisipasi, sejumlah pemasang iklan menayangkan iklannya pada suatu program siaran.
2) Pengaturan waktu penayangan
a) Waktu tetap, iklan harus ditayangkan pada waktu yang ditetapkan dan tidak dapat dipindahkan
b) Waktu tertentu, waktu penayangan iklan yang ditentukan oleh stasiun bukan pemasag iklan
c) Preembtility, penawaran iklan dengan harga murah, namun dengan syarat iklan itu akan diganti dengan iklan lain yang bersedia membayar lebih mahal.
3) Penentuan biaya iklan
Menentukan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk iklan siaran tidak sederhana. Karena, waktu siaran hanya berharga bagi pemasang iklan, jika
58 M.A, Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radio &
Televisi. (Jakarta, PrenadaMedia Group, 2008) h.391
tersedia audien yang cukup pada waktu siaran. Ada empat faktor yang mempengaruhi harga waktu siaran iklan yaitu:
a) Ukuran atau jumlah audien
b) Ukuran pasar, seberapa banyak audien yang terdapat pada suatu wilayah siaran
c) Fasilitas stasiun, terkait dengan frekuensi, daya, lokasi antena pemancar, dan faktor teknis lainnya.
d) Afiliasi jaringan (seberapa besar suatu stasiun berjaringan dengan stasiun lainnya).
Strategi pemasaran program radio sama hal nya dengan strategi pemasaran pada umumnya, yaitu terdiri dari produk program, harga program, distribusi program, dan promosi program. Departemen pemasaran harus mengenali pasar dan mengenali usaha atau bisnis yang nantinya akan menarik calon klien memasangkan iklannya.
Dalam hal penayangan iklan, pihak stasiun penyiaran dengan pemasang iklan harus menyepakati hal penting di atas yaitu partisipasi pemasang iklan, pengaturan waktu penayangan, dan penentuan biaya iklan, agar iklan tersebut dapat mencapai sasaran dengan tepat. Pemasukan iklan menjadi salah satu faktor penting dalam capital, baik itu iklan on air, program off air, donatur, dan sebagainya.
Maka dalam penelitian ini, sumber pendapatan Radio Start 102,6 FM berasal dari iklan dan program.
57
Untuk Capital yang mendanai program Ketabo-Ketabo adalah langsung dari Direktur Utama Radio Start 102,6 FM dan perusahaan-perusahaan lain, sebagai bentuk kerjasamanya, program Ketabo-Ketabo akan diberikan dana oleh perusahaan tersebut, sehingga dalam program Ketabo-Ketabo, produk dari perusahaan tersebut akan diikilankan atau dipromosikan. Ada beberapa audien yang memasarkan produknya pada program Ketabo-Ketabo, karena program Ketabo-Ketabo pernah meraih penghargaan dari KPID pada tahun 2014 sebagai konten lokal terbaik, jadi nilai jual iklan lebih tinggi pada program ini dan banyak menarik minat pengiklan untuk memasang iklan pada program ini.
Ada beberapa pemasang iklan pada program Ketabo-Ketabo yaitu :
1. Badan Pusat Statistika Kabupaten Mandailing Natal, tentang Sensus Penduduk (Iklan Layanan Masyarakat)
2. Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Mandailing Natal, tentang Wajib Bayar Pajak (Iklan Layanan Masayarakat)
3. Dinas Perhubungan, tentang Tertib Parkir (Iklan Layanan Masyarakat)
4. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, tentang Ayo Putus Mata Rantai Covid-19 (Iklan Layanan Masayarakat)
5. Regar Collection tentang jual barang seperti tas dan sepatu. (Adlips).
6. Perusahaan swasta yang memasang iklan adalah telkomsel yang mempromosikan produk-produk dan program mereka yang terbaru agar diketahui oleh masyarakat Mandailing Natal yang berdurasi 1-3 menit.
7. Layanan pendidikan berupa sekolah dan kampus swasta yang berada di Mandailing Natal yang berdurasi 1-3 menit.
8. Tempat hiburan dan penginapan berupa cafe, restoran, kolam berenang dan hotel yang berada di Mandaliling Natal dengan durasi 1-3 menit.
B. Eksistensi
Eksistensialisme secara etimologi berasal dari kata eksistensi, eksistensi berasal dari bahasa Inggris yaitu excitence, dari bahasa latin existere yang berarti muncul, ada, timbul, memilih keberadaan aktual. Dari kata ex berarti keluar dan sistere yang berarti muncul atau timbul. Beberapa pengertian secara terminologi, yaitu pertama, apa yang ada, kedua, apa yang memiliki aktualitas (ada), dan ketiga adalah segala sesuatu (apa saja) yang di dalam menekankan bahwa sesuatu itu ada.59
59 Lorens Bagus, Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005).h. 183
59
Secara umum, eksistensi berarti keberadaan. Di kalangan filsafat eksistensialisme, eksistensi memiliki arti sebagai cara berada manusia, bukan lagi apa yang ada, tapi, apa yang memiliki aktualisasi (ada). Manusia berada di dunia memiliki cara yang berbeda berada di dunia dengan cara benda-benda. Benda-benda tidak sadar akan keberadaanya, tidak memiliki hubungan antara benda yang satu dengan benda yang lainnya.
Yang membuat manusia berarti adalah keberadaradaan manusia di antaara benda-benda. Cara berada benda-benda berbeda dengan cara berada manusia. Dalam filsafat eksistensialisme, bahwa benda hanya sebatas ―berada‖, sedangkan manusa lebih apa yang dikatakan ―berada‖, bukan sebatas ada, tetapi ―bereksistensi‖. Hal inilah yang menunjukkan bahwa manusai sadar akan keberadaannya di dunia, berada di dunia, dan mengalami keberadaanya berada di dunia.60
Manusia adalah makhluk yang sadar akan dirinya, maka ia tidak mampu dilepaskan dari dirinya. Manusia harus menemukan diri dalam situasi dan berhadapan dengan berbagai kemungkinan atau alternatif yang dia miliki.
Menurut Jasper dan Hiedegger, situasi itu menentukan pilihan, kemudia manusia membuat pilihan dari berbagai kemungkinan tersebut.61
60 Ahmad Tafsir, Filsafat Umum: Akal Dan Hati Sejak Thales Sampai Capra (Bandung: Rosda Karya, 2006).h. 218-219.
61 Muzairi, Eksistensialisme Jean Paul Sartre (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002).h.55
Menurut Aristoteles eksistensi adalah aliran yang melihat manusai pada eksistenisnya, yaitu sejauh mana keberadaanya diakui oleh masyarakat sekitarnya. Semakin diakui, maka semakin eksis ia. Sedangkan Abraham Maslow mengemukakan bahwa, pengakuan tentang eksistensi sebagai kebutuhan tertinggi manusia, jauh melampaui kebutuhan rasa aman, kebutuhan sandang, pangan, dan papan.62
Eksistensi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana Radio Start 102,6 FM dalam mempertahankan eksistensinya mengangkat bahasa daerah Mandailing Natal pada program Ketabo-Ketabo.
C. Teori Ekologi Media
Ekologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas oikos atau tempat tinggal dan logos yang berarti ilmu, yang diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dari pengertian ekologi tersebut kemudian diperluas oleh Hawley dalam Sills sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara makhluk hidup atau suatu organisme hidup dalam suatu lingkungan tertentu. Jadi, ekologi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara makhluk hidup
62 Muhammad Mufid, Etika Dan Filsafat Komunikasi, Cet, Ke-4 (Jakarta: Kencana, 2015).h.101
61
mempertahankan hidupnya dilingkungan dimana mereka tinggal.63
Ekologi Media merupakan teori yang dicetuskan oleh McLuhan, ia merasa bahwa masyarakat sangat bergantung pada teknologi yang menggunakan media dan bahwa ketertiban sosial suatu masyarakat didasarkan pada kemampuan untuk menghadapi teknologi tersebut. Media secara umum bertindak langsung untuk membentuk dan mengorganisasikan sebuah budaya. Ini merupakan teori ekologi media (media ecology theory) McLuhan. Meskipun beberapa ilmuan telah merujuk pada teori ini sebagai determinisme teknologi, adanya consensus yang berkembang diantara para ilmuan adalah bahwa frase ini merupakan isitlah yang berlebihan mengenai teori McLuhan (Cohen, 2000;
Groswiller, 1997; Levinson, 2011). Dan menganggap khalayak sebagai pihak yang pasif dan terpisah. Faktanya, khalayak dalam teori McLuhan memiliki kemampuan untuk aktif.
Karena teori ini memusatkan banyak jenis media dan memandang media sebagai sebuah lingkungan, para ilmuan menyebut karya McLuhan sebagai ekologi media. Media ecology association (2005) menyatakan definisi ekologi media dari Lance Strate sebagai ―kajian mengenai lingkungan media, ide bahwa teknologi dan teknik, mode (cara
63 L. Juni Andi Prasetiya, ―Kompetisi Surat Kabar Lokal Berdasarkan Tingkat Kepuasan Biro Iklan pada Layanan Jasa Media Surat Kabar‖, Skripsi Jurusan Ilmu Komunikasi , (Yogyakarta: Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2011), h.29.
penyampaian) informasi dan kode komunikasi memainkan peran utama dalam kehidupan manusia.
Metta Ratana dalam Jurnal Komunikasi dan Media menuliskan bahwa Menurut Marshall McLuhan (West &
Turner, 2010), hadirnya teknologi media dapat menjadi penentu dalam membentuk kehidup manusia. McLuhan menuliskan tiga gagasan dasar tentang pengaruh teknologi media terhadap manusai melalui teori yang dinamakan teori ekologi media (disebut juga dengan technological deteminism) sebagai berikut:
1. Media memengaruhi setiap perbuatan atau tindakan dalam masyarakat (media infuses every act and action in society)
2. Media memperbaiki persepsi kita dan mengelola pengalaman kita (media fix our perceptions and organize our experience)
3. Media mengikat dunia bersama-sama (media tie the world together).
Dalam ekologi media, media dipastikan berkompetisi dengan media lainnya, untuk memperebutkan sumber-sumber kehidupan atau sumber-sumber ekonomi demi kelangsungan hidup mereka. Kompetisi juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja media dalam meningkatkan suatu kualitas produk. Dengan sumber kehidupan media yang terbatas, maka kehidupan televisi atau
63
radio dapat terancam jika tidak bisa berkompetisi di tengah persaingan yang semakin ketat.64
Pusat dari teori kompetisi ekologi adalah konsep dari Niche (Levin, 1975). Teori Niche, niche dapat diartikan sebagai celung atau ruang kehidupan. Ekologi Niche adalah sebagai suatu definisi dari ruang dimensional yang menggambarkan suatu sumber-sumber penunjang yang dibutuhkan spesies untuk bertahan hidup (Hutchinson, 1957).
Teori Niche dapat digunakan untuk riset tingkat kompetisi antar media massa, baik surat kabar, radio maupun televisi.
Teori Niche bertitik tolak dari pandangan ekologis dalam melihat persaingan antarmedia. Ibaratnya proses kompetisi antarindustri media ini sebagai proses ekologis (bioecology/human ecology).65
Ekologi Media (Teori Niche) berkenaan dengan hubungan timbal balik antara media massa dengan lingkungan penunjangnya. Media berinteraksi dengan lingkungannya.
Kondisi ini sama dengan hubungan yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidup. Dalam proses interaksi ini memungkinkan terjadi kompetisi dalam mempertahankan kehidupannya. Pada industri media, masing-masing populasi terdiri dari media-media yang secara tidak langsung membentuk suatu kelompok yang hidup dari sumber
64 Haryati, ‗Ekologi Media Di Era Konvergensi‘, Jurnal Balai Pengkajian Dan Pengembangan Komunikasi Dan Informatika, 10 (2012), 159.
65 Haryati.
daya yang sama. Misalnya populasi surat kabar, populasi radio atau populasi televisi (Rachmat Kriyantono, 2006).66
Selanjutnya, kompetisi antarindustri media adalah kompetisi untuk memperebutkan sumber penunjang kehidupan. Menurut John W. Dimmick dan Eric Rothenbuhler, terdapat tiga sumber utama yang menjadi sumber kehidupan media yaitu capital (misalnya pemasukan iklan), types of content (jenis isi media yang disajikan oleh suatu media, baik media elektronik maupun media nonelektronik), dan types of audience (jenis khalayak sasarannya).
Dengan demikian, kompetisi antar media pada dasarnya adalah kompetisi memperebutkan ketiga sumber tersebut. Media penyiaran jika ingin tetap mempertahankan eksistensinya harus mengkolaborasikan ketiga kompenen tersebut, yaitu capital, types of content dan types of audien.
Maka dalam penelitian ini Radio Start 102,6 FM dalam mempertahankan eksistensinya mengangkat bahasa daerah Mandailing melalui program Ketabo-Ketabo, menerapkan tiga komponen dasar dari teori ekologi media agar tetap eksis yaitu melalui : 1) capital yaitu sumber pendapatan Radio Start 102,6 FM berasal dari iklan dan program 2) types of audiens yaitu secara demografis radio Start 102,6 FM memilih segmentasi pendengar dari usia 25 tahun sampai 60 tahun sebanyak 70%, usia 15 tahun sampai 25 tahun sebanyak 25% dan anak-anak 5%. Secara geografis
66 Haryati.
65
pendengar radio Start 102,6 FM meliputi masyarakat Panyabungan, Kab. Mandailing Natal dan sekitar. Target pendengar program Ketabo-Ketabo adalah orang dewasa mulai dari usia 18 tahun ke atas 3) types of content yaitu program Ketabo-Ketabo yang merupakan program budaya yang menyajikan adat istiadat Mandailing Natal, gonjak sianyang (canda) yang menggunakan bahasa daerah Mandailing Natal, dan pantun dengan menggunakan bahasa daerah Mandailing Natal, penyiar dan audiens juga menggunakan bahasa daerah Mandailing Natal.
66 BAB III
PROFIL RADIO START 102,6 FM
Nama Perusahaan : PT. RADIO START SRASI SWARA Nama di Udara : START FM
Frekwensi : 102,6 MHz Pemancar : 1000 Watt
Slogan : Pasti Selalu di Hati
Jangkauan Siaran : Panyabungan, Kab. Mandailing Natal dan Sekitarnya.
Format Siaran : News/informasi 60%, Hiburan 40%
Format Musik : All Gendre
Alamat : Jl. AMD Lama, Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
A. Sejarah Singkat Radio Start 102,6 FM
Radio Start Srasi Swara (Start) 102,6 FM adalah lembaga penyelenggaraan siaran radio yang berdiri tahun 2007, dengan rangkaian proses yang merupakan tahapan dari pendirian radio ini diawali dengan analisa kemungkinan dan kelayakan serta potensi akses yang memadai dari subyek maupun obyek prioritas daerah secara khusus, sharing informasi ke berbagai lembaga penyiaran yang telah mempunyai pengalaman di media komunikasi elektronik juga
67
menjadi agenda urgen dari proses pencapaian keinginan atas pendirian radio ini.67
1. Maksud & Tujuan
Tujuan pendirian Radio Start Srasi Swara di Kabupaten Mandailing Natal nantinya akan menjadi salah satu fasilitas untuk pencapaina program-program pembangunan pemerintah, ekspansi seni dan budaya, ekonomi, hukum, sosial masyarakat, pendidikan dan entertainment yang professional hingga akhirnya seluruh tahapan dalam proses pembangunan nasional khusunya pembangunan Kabupaten Mandailing Natal secara menyeluruh.
Kota Panyabungan terletak di perbatasan Sumatera Utara dengan Sumatera Barat. Luas daerah 662.070 Ha dengan jumlah penduduk 417.000 jiwa menurut data BPS Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2006.
2. Target
Radio Start Srasi Swara dapat menjadi salah satu fasilitator untuk pencapaian program-program pembangunan pemerintah, ekspansi perusahaan yang mencakup eksplorasi sumber daya manusia, sumber daya alam, apresiasi seni dan budaya, ekonomi, hukum, sosial masyarakat, pendidikan dan entartainment yang profrsional hingga seluruh lapisan masyarakt dapat mengakses berbagai pesan, keinginan, hiburan, da informasi dari seluruh tahapan dalam proses
67 Company Profile PT Radio Start 102,6 FM
pembangunan nasional, khususnya pembangunan Kabupaten Mandailing Natal.
3. Background
Start adalah singkatan dari Station Art yang bermakna bahwa radio ini lahir sebagai wadah cipta kreatifitas dan seni dari orang yang mempunyai visi dan misi serta semangat membangun untuk sebuah kemajuan, harapan dan keinginan bersama, memberikan andil kongkrit dalam pencapaian sebuah masyarakat yang madani.
Start juga disebut sebagai awal, yang bermakna bahwa radio ini menjadi awalan bagi kami, awal bagi sebuah kebersamaan yang penuh kemajemukan dengan keyakinan yang sama untuk memberikan warna dan suguhan yang berbeda dalam konteks media komunikasi informasi dan entertainment.
Srasi, yang bermakna bahwa suguhan yang ditampilakn diserasikan dengan hakikat seni budaya dan tatanan sosial masyarakat yang ada, dalam rangka menuju proses pendidikan dan entertainment yang ber cita rasa seni yang komperhensif.
Swara, yang bermakna bahwa media komunikasi gelombang elektromagnetik berupa informasi dan seluruh aspek suguhan terkemas dalam satu media swara yang indah, lembutdan terorganisasi.
Radio Start FM dalam suguhannya menyapa semua audiens dengan sebutan Insan Madina, dan untuk
69
beberapa segmentasi radio Start FM juga menyapa pendengarnya dengan sebutan Insan Muda Madina.
B. Visi dan Misi Radio Start 102,6 FM 1. Visi
Terwujudnya pembangunan sumber daya manusia seutuhnya, yang cerdas, terampil, mandiri dan sejahtera.
2. Misi
1. Mewujudkan pembangunan sumber daya manusia seutuhnya.
2. Mewujudkan masyarakat yang cerdas secara nasional khususnya masyarakat Mandailing Natal.
3. Mewujudkan masyarakat yang terampil khususnya masyarakat Mandailing Natal.
4. Mewujudkan masyarakat yang mandiri yang memiliki daya saing.
5. Mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.
C. Struktur Organisasi Radio Start FM
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Radio Start 102,6 FM
Sumber : Company Profile Radio Star 102,6 FM
71
D. Data Pemberi Modal Program Ketabo-Ketabo
Ada beberapa pemasang iklan pada program Ketabo-Ketabo yaitu :
1. Perusahaan yang memasangkan iklan yaitu Badan Pusat.Statistika Kabupaten Mandailing Natal. iklannya adalah tentang Sensus Penduduk berupa Iklan Layanan Masyarakat yang berdurasi 60 detik.
2. Perusahaan yang memasangkan iklan yaitu Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Mandailing Natal. Iklannya adalah tentang Wajib Bayar Pajak berupa Iklan Layanan Masayarakat yang berdurasi 60 detik
3. Perusahaan yang memasang iklan adalah Dinas Perhubungan. Iklannya adalah tentang Tertib Parkir berupa Iklan Layanan Masyarakat yang berdurasi 60 detik.
4. Perusahaan yang memasang iklan adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Iklannya tentang Ayo Putus Mata Rantai Covid-19 berupa Iklan Layanan Masayarakat yang berdurasi 60 detik
5. Perusahaan yang memasang Iklan adalah Regar Collection tentang jual barang seperti tas dan sepatu, bentuk iklannya adalah Adlips yang berdurasi 60 detik.
6. Perusahaan swasta yang memasang iklan adalah telkomsel yang mempromosikan produk-produk dan
program mereka yang terbaru agar diketahui oleh masyarakat Mandailing Natal yang berdurasi 1-3 menit.
7. Layanan pendidikan berupa sekolah dan kampus swasta yang berada di Mandailing Natal yang berdurasi 1-3 menit.
8. Tempat hiburan dan penginapan berupa cafe, restoran, kolam berenang dan hotel yang berada di Mandaliling Natal dengan durasi 1-3 menit.
E. Program Siaran Radio Start 102,6 FM
1. Nama-Nama Program Radio Start 102,6 FM
1) Fajar Imani (05.30-06.00 WIB)
Program Religi, suguhan dakwah yang disrasika dengan Irama Qasidah, membuka siaran pagi Start FM
2) Buletin Pagi KBR 68 (06.00-06.30 WIB) Berita pagi yang disiarkan langsung dari Radio KBR 68 H Jakarta
3) Musik dan Informasi Pagi (06.30-08.00 WIB) Program News persembah Tim Redaksi Start News dengan berita aktual yang diselaraskan dengan tips, kiat dan informasi terkini denga hits pop Indonesia dan manca negara
4) Musik Tiga Warna (08.30-10.00 WIB) Lagu dangdut, Hindustan, Mandailing 5) Musik Nusantara (10.00-11.30)
73
Lagu daerah dilengkapi informasi tentang khasanah keragaman budaya dan khas daerah 6) Cakrawala Informasi Siang (11.30-12.00 WIB)
Program News, menyajikan info-info unik dengan
Program News, menyajikan info-info unik dengan