Tujuan utama pengembangan destinasi pariwisata Tanjung Kelayang adalah “ Menjadikan Tanjung Menjadikan Tanjung
4.2. STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI
Peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara secara signifikan berbasis pada
“3A“
yaitu Atraksi, Aksesibilitas dan Ameniti yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata, menghasilkan pendapatan bagi daerah, dan menjaga keberlangsungan alam, sosial, budaya dan ekonomi KabupatenBelitung. Untuk mencapai itu semua, maka beberapa hal yang harus dipenuhi, antara lain: 1. Atraksi
a. Kabaharuan perencanaan, destinasi yang kompetitif, lokasi prioritas pariwisata, dan atraksi
b. Menghasilkan kualitas survei yang baik, prioritas target pasar
c. Menghasilkan branding 2. Aksesibilitas
a. Peningkatan aksesibilitas dan transportasi
b. Peningkatan dan pembangunan infrastruktur 3. Amenitas
a.
Menghasilkan kualitas survei yang baik dengan prioritas target pasar
b. Pelayanan dengan kualitas terbaik
c. Jaminan kesehatan masyarakat dan keamanan
d. Pembangunan sumber daya manusia
e. Peningkatan manajemen bisnis destinasi dan lingkungan investasi
Tabel 22 Detail pencapaian dalam meningkatkan kunjungan wisata Tanjung Kelayang Tabel 22 Detail pencapaian dalam meningkatkan kunjungan wisata Tanjung Kelayang
No.
No. SasaranSasaran DeskripsiDeskripsi A. ATRAKSI
A. ATRAKSI
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
No.
No. SasaranSasaran DeskripsiDeskripsi
keunikan-keunikan yang kompetitif untuk setiap perjalanan wisatanya.
f. Menghasilkan produk – produk wisata yang menarik yang menjadi ciri khas budaya setempat yang dikombinasikan dengan keanekaragaman alamnya
g. Merancang itinerary perjalanan wisata untuk setiap destinasi utama
h. Memastikan bahwa kegiatan wisata merupakan kerjasama regional dan dapat menghasilkan sebuah produk wisata regional, misalnya dengan melibatkan pulau-pulau lainnya dalam satu provinsi.
2 Menghasilkan kualitas survey yang baik, prioritas target pasar
a. Mendukung survey dan studi yang berkaitan dengan wisata Tanjung Kelayang
b. Mengevaluasi dampak dari pertumbuhan wisatawan dengan mengumpulkan dan menganalisa secara kuantitatif maupun kualitatif
c. Menghasilkan statistik jumlah wisatawan yang realtistik setiap bulannya dan meningkatkan sistem pengumpulan data.
d. Membuat analisis kompetitif benckmark secara reguler e. Mengevaluasi pasar wisatawan baik di dalam wilayah
Pulau Belitung, maupun dalam skala Provinsi Bangka- Belitung
f. Menghasilkan sebuah studi berkaitan tentang tipe wisatawan, perilaku wisatawan, dan kabutuhan paket wisata, dan kecenderung-kecend erunagan lainnya. g. Menghasilkan pasar yang mempromosikan geografi dan
etnik sebagai produk wisata Tanjung Kelayang. 3 Menghasilkan Branding a. Menghasilkan profil Tanjung Kelayang sebagai lokasi
wisata
b. Mengkomunikasikan dan mempromosikan profil atau brand den gan menggunakan jalur yang efekt if, baik secara
tradisional maupun modern
c. Merancang dan mengimplementasikan rencana promosi secara terinci
d. Menghasilkan dan mendistribusikan material wisata secara luas, baik elektronik maupun cetak ke pasar utama pariwisata
e.
e. Menghasilkan branding setiap tahunnya, misalnya: Visit to Tanjung Kelayang, Snorkeling competition Tj. Kelayang f. Mempromosikan kepentingan industri pariwisata di Tj
Kelayang kepada publik. B. AKSESIBILITAS
B. AKSESIBILITAS
1 Peningkatan aksesibilitas dan transportasi a. Memperluas jaringan rute airline dan frekuensi penerbangan ke beberapa destinasi kunci pariwisata b. Meningkatkan flight connection dan jadwal penerbangan c. Menghasilkan transportasi publik yang aman, bersih, efektif, dapat diandalkan, yang menghubungkan titik-titik lokasi wisata di pulau Belitung
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
No.
No. SasaranSasaran DeskripsiDeskripsi 2 Peningkatan dan pembangunan
infrastruktur
a. Meningkatkan kualitas dan pemeriharaan jalan antar lokasi wisata dari pusat sampai area-area pinggiran. b. Merencanakan pengedalian pertumbuhan area urban,
seperti area pembangunan, area konservasi, dan sebagainya.
c. Merencanakan dan mengiplementasikan pembangunan infrastruktur dan rencana investasi untuk area wisatawan dalam kaitannya dengan private sector .
d. Merencanakan sistem signange, pelayanan, fasilitas dan informasi wisatawan pada lokasi yang akan dikembangkan.
e.
e. Membuat fasilitas hotel resort, rekreasi, dan water sport dalam area wisata
f. Meningkatkan infrastruktur komunikasi yang modern g. Membangun dan memperkenalkan standar bagi
pembangunan infrastruktur yang menopang secara efektif penggunaan lokasi wisata, termasu k diantarnya monumen-monumen bersejarah, perlindungan area alami yang konsisten dengan sasaran pariwisata nasional dan sejajar dengan standar internasional, seperti, kualitas pelayanan, pembangunan urban, ekologi, dan sebagainya. h. Membuat akomodasi dan outlets makanan dengan standar
pasar di area wisata. C. AMENITAS
C. AMENITAS
1 Pelayanan dengan kualitas terbaik dengan prioritas target pasar
a. Membangun kualitas akomodasi dan outlet makanan dengan skala relatif luas, tidak hanya makanan lokal. b. Meningkatkan kapasitas bed di area wisata c. Merencanakan sistem booking yang mudah
d. Meningkatkan kompetensi dari tour operator dan pelayanan melalui sistem perijinan dan/atau garansi
finansial
e. Memastikan kerjasama yang aktif dan efektif antar stakeholders untuk keberlangsungan wisata
f. Memelihara dan membangun tradisi dan budaya 2 Jaminan kesehatan masyarakat dan
keamanan
a. Menyediakan transportasi private dan publik yang aman b. Mengadopsi peraturan-peraturan internasional berkaitan dengan kesehatan, keamanan, keselamatan wisatawan, termasuk di dalamnya wisatawan petualang.
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
No.
No. SasaranSasaran DeskripsiDeskripsi
b. Mengkoordinasi komitmen berkaitan dengan koordinasi antar stakeholders
c. Pengendalian peraturan perpajakan dan administrasi, dan sistem finansial dan asuransi.
d. Meningkatkan lingkungan bisnis dan investasi
e. Membangun sistem sertifikasi sehingga tetap menjaga kelangsungan kualitas industri pariwisata dan sesuai dengan standar ekologi.
f. Menciptakan events dan festival yang teragendakan setiap tahunnya
4.2.1.
4.2.1. Atraksi Daya TarikAtraksi Daya Tarik
Perencanaan atraksi daya tarik destinasi wisata Tanjung Kelayang tidak hanya terbatas pada kawasan Tanjung Kelayang saja. Sesuai dengan tujuan destinasi prioritas pariwisata untuk dapat menarik wisatawan mancanegara sebanyak kurang lebih 500.000 wisatawan dibutuhkan sebuah skenario sehingga kapasitas tersebut dapat tercapai. Skenario tersebut, di antaranya:
a. Membuka sebanyak-bany aknya kemungkinan aksesibilitas untuk masuk ke Pulau Belitung, baik dari udara, maupun air. Akseibilitas udara melalui peningkatan fasilitas dan perluasan bandara, sedangkan aksesibilitas air melalui peningkatan fasilitas pelabuhan sisi Barat dan pembangunan pelabuhan di sisi Timur Pulau Belitung. Pelabuhan bertaraf internasional, seperti marina dan pelabuhan cruise juga manjadi bagain dalam perencanaan.
b. Menciptakan beberapa atraksi sesuai dengan potensi dan kekuatan nilai tempat yang sudah ada, misalnya watersport di area yang berbeda lokasi dengan kegiatan snorkeling dan diving, public beach pada area pantai dengan pemandangan indah, pengembangan cultural park di area yang kental dengan budaya setempat, dan sebagainya.
c. Memperbanyak festival dan event rutin atau tahunan yang khusus berkaitan dengan potensi alam, budaya, dan sejarah Pulau Belitung. Dalam hal ini, event dan festival dengan sentiment Chinesse
menjadi potensi budaya dan sejarah yang utama untuk menjadi agenda tahunan.
Ketiga aspek itu yang kemudian menjadi core bagi pengembangan infrastruktur dan sarana/prasarana, baik aksesibilitas, amenitas, maupun atraksi. Berikut merupakan lokasi-lokasi pengembangan Tanjung
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
Gambar 21 Rencana pengembangan lokasi pariwisata Tanjung Kelayang dan sekitarnya Gambar 21 Rencana pengembangan lokasi pariwisata Tanjung Kelayang dan sekitarnya
4.2.1.A Atraksi Daya Tarik Saat Ini
Saat ini wisata yang menjadi daya tarik utama Tanjung Kelayang adalah pantai-pantai serta pulau-pulau yang memiliki pemandangan sangat indah serta alami dan tenang dari hiruk pikuk perkotaan. Akan tetapi, dengan potensi tersebut peran pariwisata di Belitung belum mampu mendongkrak bangkitan ekonomi yang signifikan. Hal ini disebabkan sedikitnya sarana rekreasi yang menyebabkan waktu kunjung wisatawan menjadi sangat singkat. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pariwisata di Tanjung Kelayang perlu digali potensi atraksi yang mungkin untuk dikembangkan.
4.2.1.B Atraksi Daya Tarik Baru
a.
a. Ethnic Quarter and Chinesse CulinaryEthnic Quarter and Chinesse Culinary
Salah satu kekayaan budaya Pulau Bangka-Belitung adalah komunitas dan permukiman Tionghoa, yang secara sejarah dan budaya, etnik Tionghoa telah lama menetap dan berkembang. Kekuatan etnik
KSPN Tj. Kelayang dsk Rencana KEK Pariwisata
Tj. Kelayang 360 Ha
Chinese Garden & Cultural Art, Chinese Events Klenteng, Ethnic Quarter, & Chinese kuliner
Public Beach Area Ev ent &
Festival TANJUNG TINGGI TANJUNG KELAYANG TANJUNG ARABULAN
Museum Maritim & Theme park Kemaritiman TANJUNG BINGA Snorkeling & Diving Spot Water Sport Inclusive Resort Marina & Cruise Terminal
TANJUNG PANDAN
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
Gambar 22 Potensi Pengembangan Chinesse Garden Gambar 22 Potensi Pengembangan Chinesse Garden
Chinesse Garden and Cultural Art direncanakan akan berlokasi di sekitar Klenteng Kepiting ini.
c.
c. Public BeachPublic Beach
Perencanaan Public Beach terletak di tepi pantai Tanjung Tinggi. Lokasi ini diapit oleh dua rencana lokasi wisata, yaitu event and Festival di Tanjung Kelayang dan Museum Maritim and Theme Park di Tanjung Arabulan. Ketiga lokasi ini dihubungkan, baik dengan kendaraan, perahu, maupun kereta gantung (skyline). Public beach ini diperuntukan bagi wisatawan, baik domestik maupun internasional dari berbagai kalangan.
d.
d. Museum Maritim dan Theme Park KemaritimanMuseum Maritim dan Theme Park Kemaritiman
Tema utama pengembangan pariwisata Tanjung Kelayang adalah maritim, selain itu pada skala nasional, bangsa kita dikenal dengan kemaritimannya. Hal ini yang kemudian mendasari perencanan Museum Maritim dan Theme Park Kemaritiman. Museum Maritim di Pulau Belitung ini diharapkan menjadi museum maritim nasional yang memperlihatkan kekayaan dan kekuatan Bangsa Indonesia dalam mengarungi lautan sejak jaman dahulu kala.
e.
e. Snorkling , Diving Spot, Water SportSnorkling , Diving Spot, Water Sport
Area snorkeling, diving, water sport, public beach, dan event /festival terletak dalam KSPN Tanjung Kelayang dan sekitarnya. Area ini merupakan area yang lebih banyak membutuhkan konservasi alam pantai dan laut, sehingga perencanaan di dalam kawasan KSPN ini tidak banyak berkaitan dengan infrastruktur atau fasilitas terbangun, kecuali fasilitas umum dan penunjang. Area ini merupakan area publik yang menjadi daya tarik alam yang utama di Pulau Belitung.
f.
f. Inclusive resort, pelabuhan cruise, dan marinaInclusive resort, pelabuhan cruise, dan marina
Inclusive resort , seperti wellness, SPA, destination club, resort , dan sejenisnya, lengkap dengan pelabuhan cruise dan marina merupakan bagian perencanaan fasilitas High End yang diperuntukan, baik bagi wisatawan nusantara, maupun mancanegara. Fasilitas ini dibangun berdekatan deng an
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
g.
g. Festival dan EventFestival dan Event
Selain festival-festival yang sudah ada dan berkembang di Pulau Belitung, diperlukan pula beberapa festival yang dapat manarik wisatawan secara rutin setiap tahunnya, seperti: Belitung Cap Go Meh Festival, festival layang-layang, festival kembang api penutup tahun di pesisir pantai, dan festival memperingati napak tilas Laksamana Cheng Ho yang pernah berlabuh di Pulau Belitung. Fasilitas festival dan event ini terletak di Tanjung Kelayang.
4.2.2. Ak sesib il it as
Aksesibilitas akan direncanakan terintegrasi baik udara, darat, dan air. Konektivitas antara bandara, terminal, dan pelabuhan dengan infrastruktur yang baik dan aman akan menjadi prioritas bagi pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya bagi Tanjung Kelayang, namun juga bagi destinasi lain
di dalam Pulau Belitung.
Aksesibilitas menuju destinasi wisata di Tanjung Kelayang melalui Pelabuhan Tanjung pandan,
Pelabuhan Tanjung Ru’, dan Bandar Udara H. A. S Hanadjoedin dan sebagai pintu masuk u
tama dari dan menuju pulau-pulau lainnya. Sehingga, pintu masuk ini akan berkembang menjadi area hub wisatawan menuju Tanjung Kelayang. Berikut adalah skenario pengembangan hub yang dapat membantu peningkatan kunjungan wisata.Tabel 23 Skenario Pengembangan Gerbang/Hub di Tanjung Kelayang Tabel 23 Skenario Pengembangan Gerbang/Hub di Tanjung Kelayang
Tahun ke-Tahun ke- 2017 2017 20182018 Hub Hub 2016 2016 20192019 Hub wisatawan
Hub wisatawan Tanjung pandan,Pangkal Pinang Tanjung pandan, Pangkal Pinang, Bangka Tanjung pandan, Pangkal Pinang, Bangka, Batam Tanjung pandan, Pangkal Pinang, Bangka, Batam Pusat wisatawan
Pusat wisatawan Tanjung Kelayang, Tanjung Pandan, Tanjung Tanjung Kelayang, Tanjung Pandan, Tanjung Tanjung Kelayang, Tanjung Pandan, Tanjung Tanjung Kelayang, Tanjung Pandan, Tanjung
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
Kemudahan pelayanan jasa transportasi, baik kedatangan maupun keberangkatan, seperti ticketing, pengaturan bagasi, area tunggu, dan jadwal reguler harus direncanakan dan dilaksanakan dengan baik dan
konsisten, baik pada peak season maupun low season.
Pelayanan sewa kendaraan dan taxi akan menjadi alat transportasi utama di dalam Pulau Belitung, sehingga kualitas dan kelayakan menjadi sangat penting. Setiap perusahaan penyedia jasa sewa kendaraan harus menyediakan pengemudi yang dapat berbahasa asing dengan baik, karena komunikasi antara pengantar dan wisatawan secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap jumlah tempat kunjungan dan
lama kunjungan. 4.2.2.A Pintu Masuk Udara
Kabupaten Belitung memiliki satu bandara, yaitu Bandara H. A. S Hanadjoedin yang terletak di Kecamatan Tanjungpandan. Sampai dengan saat ini, bandara tersebut mampu didarati oleh pesawat jenis kecil seperti Twin Otter hingga pesawat jenis besar seperti Airbus 737-800. Bandara H. A. S Hanadjoedin melayani penerbangan dari dan ke berbagai kota besar di Indonesia. Saat ini terdapat 7 (tujuh) penerbangan langsung domestik setiap harinya yang menuju Kabupaten Belitung, yang terbagi menjadi 6 (enam) jalur penerbangan Jakarta
–
Tanjungpandan dan 2 (dua) penerbangan Pangkal Pinang–
Tanjungpandan. Perluasan jaringan rute airline dan frekuensi penerbangan dari dan menuju beberapa destinasi kunci pariwisata sangat dibutuhkan untuk membangun konektivitas di antaranya. Selain itu, dibutuhkan peningkatan flight connection dan jadwal penerbangan dengan waktu yang pasti.Jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat membutuhkan peningkatan kapasitas fasilitas dan perluasan bandara tersebut, seperti penambahan terminal penumpang dan kargo, perpanjangan landas pacu, dan fasilitas penunjang operasi penerbangan lainnya. Selain itu, kemudahan aksesibilitas menuju bandara sangat diperlukan, sehingga waktu tempuh dari dan menuju lokasi pariwisata Tanjung Kelayang
dapat diperhitungkan dengan pasti. 4.2.2.B Pintu Masuk Laut
Dalam rangka mendukung pariwisata di Tanjung Kelayang melalui pengembangan hub laut yang mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, perlu dilakukan peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan pelabuhan-pelabuhan eksisting dan pengembangan dermaga-dermaga baru yang berpotensi dijadikan hub pendukung dari pelabuhan-pelabuhan yang sudah ada. Selain ketiga pelabuhan eks
isting, yaitu pelabuhan Tanjungpandan, Tanjung ‘Ru, dan Tanjung Betu,
terdapat pelabuhan Manggar yang berpotensi dikembangkan.TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
Gambar 23 Rencana akses masuk menuju lokasi pariwisata Tanjung Kelayang dan sekitarnya Gambar 23 Rencana akses masuk menuju lokasi pariwisata Tanjung Kelayang dan sekitarnya
Secara konsep pengembangan pintu masuk laut, penyeberangan dan pelayaran dari arah barat, seperti Pulau Bangka, Tanjung Priok akan dilayani oleh pelabuhan Tanjungpandan, dan Tanjung Betu, sedangkan pelabuhan sisi barat (pelabuhan Manggar) akan melayani pelayaran dari Pulau Batam, Singapura, Malaysia, dan kepulauan Indonesia bagian timur lainnya.
Khusus marina dan pelabuhan cruise menuju Pulau Belitung akan dialokasikan berdekatan dengan Tanjung Binga, yaitu area yang diperuntukan bagi inclusive resort . Dengan demikian, konsep pintu masuk menuju area pengembangan pariwisata Tanjung Kelayang adalah membuka sebanyak-banyaknya akses masuk menuju Pulau Bangka, sehingga dapat menarik jumlah wisatawan mancanegara sesuai sasaran pengembangan.
Pelabuhan Tanjungpandan direncanakan menjadi salah satu dari 18 pelabuhan yang ditetapkan dapat memberikan kemudahan pada kapal wisata (yacht) asing yang akan melakukan kunjungan ke Indonesia. Penetapan ini menjadi strategis bagi kepariwisataan Kabupaten Belitung karena merupakan peluang yang besar untuk dapat menangkap pasar wisatawan asing yang berlayar dengan kapal wisata (yacht). Kemudahan-kemudahan yang akan diberikan tersebut adalah kemudahan dalam proses permohonan dan pemberian Clearance and Approval for Indonesian Territory (CAIT), kepelabuhanan, kepabeanan, keimigrasian, dan karantina. Bagi kapal wisata (yacht) asing beserta awak kapal dan/atau penumpang termasuk barang bawaan dan/atau kendaraan yang akan memasuki wilayah perairan Indonesia dalam rangka kunjungan wisata.
Untuk mendukung fungsinya tersebut, Pemerintah akan mengembangkan sistem pemantauan kapal dalam rangka keselamatan kunjungan kapal wisata (yacht) asing ke Kabupaten Belitung. Saat ini terdapat sekitar
Marina & Cruise Terminal
Pelabuhan Tj. Pandan
Pelabuha n Manggar
Jalur Pelayaran Eksisting Jalur Pelayaran Usulan Kawasan Pintu Masuk Utama P. B elitung Kawasan Pintu Masuk antara Spot Pengembangan
Jalur transportasi darat Eksisting Jalur transportasi darat Usulan Area Pengembangan Tanjung Kelayang Bandara
HAS Hananjoeddin
Pelabuhan Tj. Batu
Pelabuhan Tj. Kelumpang
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
4.2.2.C Konektivitas Dalam Kawasan
Konsep konektivitas dalam kawasan adalah menghasilkan transportasi publik yang aman, bersih, efektif, dapat diandalkan, yang menghubungkan titik-titik lokasi wisata di pulau Belitung. Saat ini, terdapat dua jenis moda transportasi yang dapat digunakan oleh para wisatawan untuk mengelilingi kawasan destinasi, yaitu transportasi umum dan kendaraan sewa. Jenis kendaraan umum yang dapat digunakan oleh para wisatawan adalah mobil angkutan umum, namun dengan jumlah dan trayek yang sangat terbatas, sedangkan alternatif moda transportasi lain yang biasa digunakan oleh wisatawan salah satunya adalah ojek. Selain itu, wisatawan juga dapat menggunakan jasa rental kendaraan, dengan tarif sewa harian yang bervariasi, tergantung berapa lama sewa dan jenis kendaraan yang disewa.
Sementara itu, untuk transportasi antar pulau-pulau kecil yang ada di kawasan destinasi, seperti Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Seliu, dan Kepulauan Selat Nasik, wisatawan dapat menggunakan jasa para nelayan setempat yang menyewakan perahunya. Moda transportasi antar pulau-pulau kecil lainnya yaitu kapal motor yang disewakan oleh komunitas kapal motor yang mengoordinasikan penyewaan kapal motor. Aksesibilitas menuju Kepulauan Selat Nasik dan Pulau Seliu dilayani oleh perahu motor secara reguler setiap harinya. Jadwal keberangkatan perahu motor menuju Pulau Mendanau, yang merupakan pulau terbesar di Kepulauan Selat Nasik, dan Pulau Seliu dilakukan tergantung dari muatan yang ada. Sementara itu, untuk menuju pulau-pulau kecil lainnya belum ada layanan penyeberangan umum yang memiliki jadwal reguler.
Untuk menciptakan konektivitas antara destinasi pariwisata Tanjung Kelayang dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya, perlu dilakukan pengembangan sarana dan prasarana transportasi yang memadai untuk melakukan penyebrangan, misalnya dengan membangun pelabuhan marina kecil di pulau-pulau tersebut dan menyediakan armada dengan kapasitas yang cukup besar sehingga tarif yang dikenakan kepada wisatawan lebih murah dibandingkan dengan menyewa kapal motor. Selain itu, sistem jadwal penyeberangan reguler perlu direncanakan, termasuk rute-rute yang akan ditempuh. Beberapa rute direncanakan berdasarkan itinerary yang menarik dan yang dapat menjangkau seluruh potensi pulau kecil di sekitar Pulau Belitung.
4.2.3.
4.2.3. AmenitasAmenitas 4.2.3.A Layanan Akomodasi
Konsep pengembangan akomodasi pariwisata Tanjung Kelayang dan kawasan lain di Pulau Belitung adalah membangun kualitas akomodasi dangan standar internasional dan outlet makanan dengan skala relatif beragam, tidak hanya makanan lokal. Pembangunan kualitas akomodasi, meliputi penyediaan fasilitas peristirahatan dengan standar resort yang dapat melayani seluruh kalangan wisatawan. Konsep pengembangan akomodasi Tanjung Kelayang termasuk juga pembangunan inclusive resort , meliputi wellness, SPA, resort, destination club, dan bahkan sebagai weeding destination, yang berada di kawasan berdekatan dengan Tanjung Binga. Kawasan ini, selain dapat diakses melalui transportasi darat dari bandara H. A. S Hanadjoedin, juga dapat melalui pelabuhan cruise dan marina.
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
Gambar 24 Preseden Resort di Maldives Gambar 24 Preseden Resort di Maldives
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
Rencana layanan akomodasi lainnya yang dapat dikembangkan yaitu fasilitas pendukung MICE (Meeting, Incentives, Conferencings, and Exhibition). Keindahan alam dan kenyamanan Tanjung Kelayang merupakan daya tarik tersendiri bagi kalangan eksekutif yang ingin menyelenggarakan pertemuan bisnis, seminar, maupun konferensi skala nasional dan internasional, sambil menikmati keindahan nuansa alam di Tanjung Kelayang.
Gambar 26 Preseden Fasilitas MICE di Cancun, Mexico Gambar 26 Preseden Fasilitas MICE di Cancun, Mexico
Selain fasilitas inclusive resort , pembangunan dan pengembangan fasilitas akomodasi direncanakan terbagi ke dalam beberapa kategori sesuai dengan klasifikasi daya beli wisatawan, diantaranya perencanaan resort/cottage di bibir pantai berkelas internasional untuk kalangan wisatawan dengan daya beli tinggi (terutama wisatawan mancanegara), hotel berbintang untuk wisatawan kalangan menengah, dan hotel budget/backpacker serta fasilitas homestay. Pengembangan akomodasi juga harus disinergikan dengan pengembangan atraksi wisata, peningkatan aksesibilitas, dan strategi branding untuk menarik wisatawan dalam jumlah besar.
Layanan akomodasi juga tidak terlepas dari perencanaan sistem booking yang mudah dan aman. Saat ini, teknologi informasi, terutama website dan network menjadi salah satu penentu utama bagi perencanaan kunjungan wisata bagi para wisatawan, selain aksesibilitas. Sistem booking yang mudah dan aman secara langsung dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata.
Konsep lain dalam layanan akomodasi yaitu meningkatkan kompetensi dari tour operator dan pelayanan melalui sistem perijinan dan/atau garansi finansial. Perencanan tour operator dan standar pelayanan yang
cukup matang dan tidak “asal ada” dapat memberikan nilai tambah bagi peran wisatawan, baik yang
sedang berwisata, maupun yang akan merencanakan wisata.4.2.3.B Layanan Makan Minum
TANJUNG KELAYANG
TANJUNG KELAYANG
Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia
pariwisata Tanjung Kelayang juga memiliki beragam kuliner daerah yang dapat dinikmati wisatwan di