• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN

5.2 Perbedaan Stres Kerja Antara pegawai dinas Dalam dan

5.2.2. Stres Kerja Pegawai Dinas Luar

Sedangkan pada pegawai dinas luar didapatkan bahwa paling banyak

pegawai yang mengalami stres kerja dengan kategori ringan yaitu berjumlah 24

orang (50%), sebagian lainnya menagalami stres kerja dengan kategori sedang

berjumlah 19 orang (39,6%) dan tidak ada pegawai dinas luar yang memiliki stres

kerja dengan kategori berat. Hal ini diasumsikan karena pekerjaan pegawai dinas luar

yang sangat fleksibel. Dimana para pegawai bertindak sebagai pegawai yang tidak

terikat dan tidak mendapatkan tekanan-tekanan pekerjaan yang melebihi kemampuan,

baik berupa beban fisik atau mental. Para pegawai ini hanya bertugas mencari

nasabah sebanyak-banyaknya, dan para pegawai dinas luar ini menjadikan tugas

tersebut sebagai suatu tantangan bukan suatu tekanan yang berlebihan. Pekerjaan ini

menjadikan pegawai dinas luar bekerja lebih dinamis daripada pegawai dinas dalam

yang monoton. Beban lingkungan kerja luar yang terpapar debu, panas dan berisiko

kecelakaan saat pegawai melakukan tugasnya dalam mencari nasabah, tidak selalu

pegawai dinas luar ini rasakan karena mereka dapat mengatur waktu, tempat yang

dapat mereka sesuaikan dengan kondisi. Dalam mencari nasabah dan memprospek

nasabah pun tidak harus mereka lakukan dengan tatap muka tapi mereka dapat

lakukan via telepon. Walupun beban lingkungan kerja bukan hal utama yang

menyebabkan stres pada pegawai dinas luar, tetapi tetap saja berkontribusi sebagai

penyebab pegawai dinas luar mengalami stres kerja kategori sedang maupun ringan.

Sebagian pegawai yang mengalami stres kerja kategori sedang, diasumsikan karena

mereka tidak dapat menjadikan tuntutan target yang harus dipenuhi sebagai tantangan

dan dorongan untuk mereka bekerja lebih baik dan gigih dalam mencapai target

mengalami stres dan ada yang memilih keluar dari pekerjaannya.Ketidakmampuan

mereka dalam bersaing, kecemburuan sosial terhadap teman kerja yang lebih sukses

merupakan beban psikologis tersendiri bagi pegawai tersebut. Ketidakmampuan

orang dalam menyesuaikan diri terhadap tuntutan tersebut dapat menyebabkan

kondisi distres dan kejenuhan dan bahkan kehilangan semangat kerja.21

Cartwright, 1995 dalam (Tarwaka, 2004) mengelompokkan faktor-faktor

penyebab stres kerja ke dalam enam kelompok, salah satu diantaranya adalah faktor

intrinsik pekerjaan ada beberapa faktor intrinsik dalam pekerjaan di mana sangat

potensial menjadi penyebab terjadinya stres dan dapat mengakibatkan keadaan yang

buruk pada mental. Pekerjaan dinas luar pada lingkungan kerja yang tidak nyaman

terpapar debu, panas matahari, perjalanan ke dan dari tempat kerja yang semakin

macet merupakan faktor intrinsik dari pekerjaannya sehingga berkontribusi terjadinya

stres. Sedangkan dinas dalam dengan beban pekerjaan yang banyak. Faktor peran

individu, beban tugas yang bersifat mental dan tanggung jawab dari suatu pekerjaan

lebih memberikan stres yang tinggi dibandingkan dengan beban kerja fisik, dalam hal

ini pekerjaan dinas dalam yang bersifat mental dan pekerjaan dinas dalam lebih

bersifat fisik. Ketaksaan peran juga dapat menimbulkan stres kerja, yaitu jika seorang

tenaga kerja tidak memiliki cukup informasi untuk dapat melaksanakan tugasnya,

atau tidak mengerti atau merealisasi harapan-harapan yang berkaitan dengan peran

tertentu, sehingga pegawai dinas dalam dan dinas luar yang merasakan ketaksaan

peran menimbulkan stres bagi dirinya masing-masing. Faktor hubungan kerja,

hubungan kerja antara pegawai dinas dalam cukup baik an kompak, walaupum

dalam pekerjaannya. Tetapi berdasarkan wawancara pada salah satu pegawai, konflik

tersebut masih dalam keadaan wajar dan bisa diatasi tanpa efek merusak hubungan

kekerabatan mereka masing-masing. Pada hasil jawaban kuesioner ada beberapa dari

pegawai dinas luar yang mengalami rasa kehilangan kepercayaan pada orang lain

khususnya teman kerja, dan cenderung menyalahkan orang lain. Kecurigaan antara

pekerja, kurangnya komunikasi, ketidaknyamanan dalam melakukan pekerjaan

merupakan tanda-tanda adanya stres akibat kerja.

Faktor pengembangan karir, perasaan tidak aman dalam pekerjaan, posisi dan

pengembangan karir mempunyai dampak cukup penting sebagai penyebab terjadinya

stres. Mutasi kerja, promosi berlebih atau kurang (promosi yang terlalu cepat atau

tidak sesuai dengan kemampuan individu akan menyebabkan stres bagi yang

bersangkutan atau sebaliknya bahwa seseorang merasa tidak pernah dipromosikan

sesuai dengan kemampuannya juga menjadi penyebab stres). Begitu pun pada

pegawai dinas dalam kemungkinan adanya mutasi kerja ke daerah lain yang menuntut

mereka untuk beradaptasi lagi pada lingkungan baru merupakan ketakutan tersendiri

bagi mereka. Perkembangan karir yang tidak jelas pada pegawai dinas dalam pun ikut

menjadi salah satu kontribusi untuk menimbulkan stres. Dimana tidak ada aturan

ataupun prosedur yang mengatur adanya kenaikan jabatan dalam pekerjaannya.

Faktor struktur organisasi dan suasana kerja, untuk struktur organisasi dan suasana

kerja pada pegawai dinas dalam dan dinas luar tampaknya cukup baik dimana

pegawai diikutsertakan untuk berperan dan terlibat dalam organisasi. Faktor di luar

pekerjaan, contohnya perselisihan anggota keluarga, krisis kehidupan, kesulitan

merupakan tekanan pada individu dalam pekerjaannya, yang kemungkinan besar

masih akan terbawa dalam lingkungan kerja. Kondisi dimana pegawai dinas dalam

maupun dinas luar sebagian besar pegawainya adalah telah menikah, membuat

peluang yang cukup besar untuk pegawainya mengalami stres walaupun secara tidak

langsung.

Pada pegawai dinas dalam tampak lebih banyak dan sering yang mengalami

keluhan sakit kepala, cepat lelah, telat makan, emosi dan susah konsentrasi. Atkinson

dalam Sarwono (2006) mengatakan bahwa ada dua macam reaksi terhadap stres yaitu

reaksi psikologis berupa kecemasan, kemarahan dan agresi serta gangguan kognitif

misalnya sulit konsentrasi.Reaksi yang kedua adalah reaksi fisiologis seperti

meningkatnya tekanan darah.6 Faktor perbedaan lain dapat dilihat dari hari kerja, jam

kerja serta lingkungan kerja diantara kedua dinas ini. Dimana pekerjaan pada pegawai

dinas luar lebih bersifat longgar dan dinamis sehingga tidak mengalami kejenuhan.

Asumsi perbedaan stres kerja pada kedua dinas ini diperkuat lagi dengan uji

statistik dan hasilnya didapati bahwa ada perbedaan yang bermakna dalam hal stres

kerja antara pegawai dinas dalam dan dinas luar AJB Bumiputera Cabang Binjai

tahun 2009. Selain beberapa hal yang telah dijabarkan yang menyebabkan perbedaan

stres kerja tersebut, ada kemungkinan disebabkan oleh hal-hal lain yang tidak terukur

dalam penelitian ini yang mempengaruhi hasil pengukuran. Hal ini karena penelitian

Dokumen terkait