BAB II ANALISIS STRUKTUR AKTANSIAL SERIAL PETUALANGAN
2.4 Struktur Aktansial Seri Rio dan Bola Kristal
“Kok tidak bisa, ya?” tanya Nenek Sihir kepada dirinya sendiri. Ia mengamat-amati tongkatnya dengan heran.” (Supangkat, 2006:20).
2.3.6 Penerima
Penerima (receiver) adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang menerima objek yang diusahakan oleh subjek. Penerima dalam cerita ini adalah Gaga dan Kakek Panji. Gaga kembali ke wujudnya semula berkat bantuan Bidadari Mayangsari dan Kakek Panji bisa keluar dari Istana Awan Hitam. Gaga, Rio dan Kakek Panji kembali ke Bumi melalui Jembatan Pelangi, sementara Nenek Sihir berubah menjadi Kelelawar dan tidak mengganggu lagi.
“Seketika itu muncul sayap dari kedua bahu Nenek Sihir. Tetapi entah bagaimana, tiba-tiba saja Nenek yang berpaikaian serba hitam itu berangsur-angsur berubah menjadi kelelawar...” (Supangkat, 2006:36).
2.4 Struktur Aktansial Seri Rio dan Bola Kristal
Seri Rio dan Bola Kristal dimulai dengan berubahnya pemandangan Istana Awan Putih yang menjadi penuh warna. Maka ia mengajak Rio, Gaga, dan Kakek Panji untuk menikmati pemandangan tersebut sekaligus menjaga istana karena Bidadari harus pergi ke Negeri Angin. Rio yang penasaran dengan keadaan istana Awan Hitam mengajak Gaga berkunjung. Di sana ia menemukan bola kristal dan ingin menjunjukkannya kepada Kakek Panji. Tetapi ia tidak bisa masuk ke Istan Awa Putih dan kembali ke Istana Awan
Hitam karena bola kristal tersebut. Keisengannya membawa kejutan, Rio mengeluarkan Rakssa Awan dari bola kristal, ia juga bisa masuk ke bola tersebut dan secara tidak sengaja mendengar rencana Nini Sihir yang ingin menghancurkan Bidadari da istana. Maka Rio melakukan segala cara agar ia dapat menyelamatkan Bidadari, walaupun harus berpura-pura menjadi anak buah Nini Sihir.
Setelah mengamati cerita Rio dan Bola Kristal, dapat dipahami bahwa hal pertama yang terjadi adalah Bidadari Mayangsari ingin agar Rio, Gaga, dan Kakek Panji tinggal dan menjaga istana selama satu minggu. Ditilik dari keadaannya, penulis menganggap bahwa Bidadari Mayangsari lah yang menjadi penggerak cerita. Ia menginginkan Rio agar menjaga istana selan itu berubahnya Istana Awan Putih membuat Nini Sihir berani untuk menyerang Istana Awan Putih da hal tersebut diketahui Rio secara tidak langsung. Rio menempati fungsi subjek karea mendapatkan karsa dari Bidadari. Fungsi-fungsi aktan yang terdapat pada cerita Rio dan Bola Kristal dapat dilihat pada skema di bawah ini.
Gambar 7
Skema Aktansial Seri Rio dan Bola Kristal
Dari skema aktan pada gambar 6, fungsi atau kedudukan masing-masing aktan adalah sebagai berikut.
2.4.1 Pengirim
Pengirim atau sender dalam cerita ini adalah Bidadari. Pertama, perubahan Istana Awan Putih yang dilakukan oleh Bidadari Mayangsari. Awalnya seluruh istana hanya berwarna putih, begitu juga gaun Bidadari. Karena merasa bosan, Bidadari membayangkan istana miliknya menjadi penuh warna, dan hal tersebut menjadi nyata. PENGIRIM (sender) - Bidadari PENOLONG (helper) - Bola Kristal - Raksasa Awan - Kecerdikan Rio - Kekuatan Kilau baju Bidadari
- kekuatan kilau Istana Awan Putih SUBJEK (subject) Rio PENENTANG (opponent) -Nini Sihir OBJEK (object)
Istana Awan Putih dan Keselamatan Bidadari PENERIMA (receiver) Bidadari dan Istana Awan Putih
Perubahan inilah yang menjadi alasan Nini Sihir ingin menyerang Bidadari karena ia merasa tidak akan kesilauan dan yakin jika rencananya akan berhasil jika istana terus dalam keadaan seperti itu.
Setalah itu Bidadari Mayangsari mangundang Rio, Gaga, dan Kakek Panji untuk melihat istana barunya yang hijau dan memiliki pemandangan yang sangat indah dan kemudian ia memberikan karsa kepada tiga tokoh tersebut untuk tinggal di istana dan menjaga Istana Awan Putih selama satu minggu karena ia harus pergi ke Negeri Angin. Perubahan istana dan permintaan Bidadari inilah yang menjadi aktan pengirim bagi subjek untuk menyelamatkan objek.
“Tentu saja. Sebetulnya, aku ingin kalian tinggal disini selama seminggu. Aku ingin minta tolong kalian untuk menjaga istanaku.” (Supangkat, 2006:8).
2.4.2 Objek
Objek (object) yang ingin dicapai oleh subjek dalam cerita ini adalah Istana Awan Putih dan keselamatan Bidadari Mayangsari. Objek berusaha diserang oleh Nini Sihir yang menginginkan kehancuran Bidadari dan istananya karena alasan dendam karena ia dan saudara kembarnya, Nenek Sihir, diusir dari istana. Alasan mereka berdua diusir adalah karena Ratu Awan lebih menyayangi Bidadari Mayangsari yang penuh kebaikan, dan tidak menyukai Nenek dan Nini Sihir yang lebih tertarik dengan ilmu sihir hitam.
“Maksudku sekarang aku bisa menyingkirkan Mayangsari dari Istana Awan Putih. Kalau dia sudah kusingkirkan, maka aku akan menjadi satu-satunya penguasa di Negeri Awan ini....” (Supangkat, 2006:).
2.4.3 Subjek
Subjek (subject) dalam narasi ini adalah Rio, aktan pahlawan yang secara tidak sengaja mengetahui rencana jahat Nini Sihir yang ingin menghancurkan Bidadari Mayangsari dan Istana Awan Putih. Rio melakukan segala cara untuk mendapatkan objek, termasuk menyetujui rencana Nini Sihir dan menjadi anak buah dalam penyerangan ke Istana Awan Putih.
“Keesokan harinya mereka berangkat menuju Istana Awan Putih. Sesuai rencana semula, Rio diminta terbang lebih dahulu dengan sapu terbangnya. Harapan Nini Sihir, dengan cara itu Rio bisa memberikan kabar mengenai situasi di Istana Awan Putih saat itu...” (Supangkat, 2006:37).
2.4.4 Penolong
Penolong (helper) dalam cerita ini adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang membantu atau mempermudah subjek dalam mendapatkan Objek. Lima aktan yang menolong Rio dalam menjaga istana dan menyelamatkan Bidadari Mayangsari dari niat jahat Nini Sihir adalah Bola Kristal, Raksasa Awan, Kecerdikan Rio, kekuatan kilau dari baju Bidadari, dan kekuatan kilau Istana Awan Putih. Bola Kristal yang tidak sengaja ditemukan Rio menjadi penolong pertama, karena berkat bola kristal tersebut Rio bisa mengetahui rencana jahat Nini Sihir kepada Bidadari Mayangsari. Raksasa Awan sebagai penolong pertama membantu Rio keluar dari Istana Awan Hitam dengan cara memasukkan Rio ke dalam gelembung yang ia buat. Lalu, Rio sendiri termasuk sebagai aktan penolong karena berkat
kecerdikannya ia bisa memanfaatkan keadaan dan kemudian mendapatkan objek sesuai dengan keinginan pengirim. Yang terakhir, berkat kekuatan kilau baju Bidadari dan kilau Istana Awan Putih yang dikembalikan oleh Bidadari, mereka bisa menggagalkan rencana jahat Nini Sihir.
“Tidak. Aku akan membuatkan balon udara dari awan hitam. Setelah kamu berada di dalamnya, aku akan meniupnya kuat-kuat. Begitu balon itu berada di atas Istana Awan Putih, jatuhkan dirimu secepatnya.” (Supangkat, 2006:31).
“Bidadari, sekarang tolong bayangkan seluruh Istana Awan Putih kembali berkilau seperti dulu lagi. Saat ini Nini Sihir Sedang dalam perjalanan ke sini untuk menyerang Istana Awan Putih. Cepat, Bidadari.” (Supangkat, 2006:38).
2.4.5 Penentang
Penentang atau opponent dalam cerita ini adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang menghalangi usaha Rio sebagai subjek untuk mendapatkan objek. Penentang dalam cerita ini adalah Nini Sihir. Nini Sihir mengancam Rio yang berpura-pura sudah menjadi anak buahnya, jika Rio mencoba melarikan diri maka Nini akan menghukum Rio dengan melecutkan cemeti yang berisi petir.
“Sekali aku lecutkan, akan ada satu petir yang meloncat keluar. Kalau kamu melarikan diri, petir dari cemeti ajaib ini akan mengejarmu,” (Supangkat, 2006:37).
2.4.6 Penerima
Penerima (receiver) adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang menerima objek yang diusahakan oleh subjek. Penerima dalam cerita
ini adalah Bidadari Mayangsari. Dalam cerita ini, Bidadari mengembalikan kilau istana dan membuat Nini Sihir kesakitan lalu pergi. Setelah itu Bidadari kembali hidup bahagia begitu pula Kakek Panji, Gaga, dan juga Rio. Bahkan Rio mendapatkan Kuda terbang dari Bidadari Mayangsari sebagai tanda terima kasih.
“... Kalau saja Rio tidak pergi ke Istana Awan Hitam, dia tidak akan tahu rencana jahat Nini Sihir. Sebagai ungkapan terima kasih, Bidadari Mayangsari memberikan kuda terbang Taruna sebagai hadiah untuk Rio.” (Supangkat, 2006:39).