• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II ANALISIS STRUKTUR AKTANSIAL SERIAL PETUALANGAN

2.3 Struktur Aktansial Seri Rio dan Kereta Kaca

Cerita Rio dan Kereta Kaca dimulai dengan keberadaan Gaga di Istana Awan Hitam setelah ia mencuri topi ajaib milik Kakek Panji. Gaga yang sudah menjadi budak Nenek Sihir menyanggupi permintaan Nenek Sihir untuk menculik Rio agar Kakek Panji bisa kembali menjadi Budak di Istana Awan Hitam. Gaga juga diubah menyerupai Kakek Panji agar rencana tersebut lancar. Ia turun ke Bumi dan menceritakan kejadian tersebut kepada

Rio dan Kakek Panji karena ia sebenarnya tidak mau menjadi budak Nenek Sihir. Kakek Panji pun mengusulkan agar ia yang kembali ke Istana Nenek Sihir menggantikan Gaga untuk mencari mantera agar Gaga bisa kembali ke wujudnya semula. Akan tetapi rencana tesebut ketahuan Nenek Sihir dan membuat Kakek Panji tidak bisa keluar istana. Rio dan Gaga pun meminta bantuan Bidadari Mayangsari untuk mengubah Gaga dan menyelamatkan Kakek Panji.

Setelah mengamati cerita Rio dan Kereta Kaca, dapat dipahami bahwa hal pertama yang terjadi adalah Nenek Sihir menculik Gaga karena Gaga mencuri dan melakukan perbuatan buruk, lalu Gaga menyesali perbuatannya dan menginginkan kebebasan. Ia setuju untuk ikut rencana Nenek Sihir agar ia bisa turun ke Bumi untuk bertemu Rio da Kakek Panji. Ditilik dari keadaannya, penulis menganggap bahwa Nenek Sihirlah yang menjadi penggerak cerita. Ia ingin agar Gaga menjadi budaknya. Lalu Gaga menempati fungsi sebagai objek, karena ia ingin bebas dari Nenek Sihir. Lalu Kakek Panji menempati fungsi subjek karena ia menjadi tokoh yang membantu Gaga. Akan tetapi objek yang ingin dicapai subjek bukanlah untuk memenuhi keinginan pengirim yaitu untuk menjadikan Gaga sebagai budak, atau menyerahkan diri sebagai budak, melainkan ingin kebebasan. Jadi subjek mencari objek agar keinginan pengirim tidak terpenuhi. Fungsi-fungsi aktan yang terdapat pada cerita Rio dan Kereta Kaca dapat dilihat pada skema di bawah ini.

PENOLONG (helper) - Kakek Panji - Rio - Topi ajaib - Gaga - Bidadari Mayangsari OBJEK (object) Perubahan Gaga dan Kebebasan Kakek Panji Gambar 6

Skema Aktansial Seri Rio dan Kereta Kaca

Dari skema aktan pada gambar 5, fungsi atau kedudukan masing-masing aktan pada seri Rio dan Kereta Kaca adalah sebagai berikut.

2.3.1 Pengirim

Pengirim atau sender adalah Nenek Sihir. Ia menginginkan anak nakal agar menjadi budaknya. Nenek Sihir juga ingin Kakek Panji kembali menjadi budaknya di Istana Awan Hitam karena sudah berpuluh-puluh tahun Kakek Panji menjadi budak, jadi Nenek Sihir merasa kehilangan ketika Kakek Panji berhasil kembali ke Bumi. Walaupun Nenek Sihir akhirnya mendapatkan Gaga sebagai budaknya, PENGIRIM (sender) Nenek Sihir SUBJEK (subject) Kakek Panji

Rio dan Gaga PENENTANG

(opponent) - Tongkat Ajaib Nenek Sihir PENERIMA (receiver) Gaga dan Kakek Panji

Ia masih tetap ingin Kakek Panji kembali ke Istana Awan Hitam. Hal tersebut yang menjadikan Nenek Sihir sebagai Pengirim dan sebagai pembentuk jalan cerita agar subjek mendapatkan objek.

“Mulai saat ini kamu akan tinggal di sini sebagai budakku. Hi ... Hi ... Hi ...,” seru Nenek Sihir membuat Gaga merinding.” (Supangkat, 2006:3).

“Ya. Tapi kamu harus membantuku menangkap Kakek Panji. Mau tidak?” tanya Nenek Sihir” (Supangkat, 2006: Supangkat, 2006:5).

2.3.2 Objek

Objek (object) yang dicari dalam cerita ini ada dua. Objek pertama adalah kebebasan Gaga dari sihir milik Nenek Sihir, dan objek kedua adalah kebebasan Kakek Panji dari Istana Awan Hitam. Awalnya Gaga yang diculik Nenek Sihir menyetujui rencana untuk menculik Rio agar Nenek Sihir bisa mendapatkan Kakek Panji. Setelah Gaga diubah wujudnya menjadi Kakek Panji, ia turun ke Bumi untuk pura-pura menjalankan misi dari Nenek Sihir. Lalu Gaga menceritakan semua hal yang terjadi padanya juga rencana Nenek Sihir kepada Rio dan Kakek Panji. Lalu Kakek Panji menggantikan posisi Gaga yang harus kembali ke Istana Awan Hitam untuk mencari tahu mantera yang dapat mengembalikan wujud Gaga. Ketika Nenek Sihir mengetahui hal itu, ia sangat senang dan tidak peduli lagi kepada Gaga karena Kakek panji sudah ada bersamanya. Rio dan Gaga yang khawatir kepada Kakek Panji meminta bantuan Bidadari untuk

menyelamatkan Kakek Panji dan mengubah Gaga kembali ke wujudnya semula.

“... Tadi kukatakan kepada Nenek Sihir bahwa aku sanggup memenuhi permintaannya. Tapi sebenarnua tidak kek. Tolonglah aku, kek. Aku ingin menjadi diriku sendiri lagi,” pinta Gaga sungguh-sungguh” (Supangkat, 2006:3).

“Tidak apa-apa. Yang penting sekarang kamu sudah berada di sini lagi. Dan kamu akan menajdi budakku lagi...” (Supangkat, 2006:3)

2.3.3 Subjek

Subjek (subject) dalam narasi ini aada dua, yaitu Kakek Panji dan Rio. Pada situasi pertama, sebagai aktan pahlawan Kakek Panji merelakan diri menggantikan posisi Gaga sebagai budak Nenek Sihir, Kakek Panji kembali ke Istana Awan Hitam dengan berbagai resiko. Ia menyelidiki bagaimana cara agar Gaga berubah wujud menjadi diri Gaga dan tidak berbentuk fisik Kakek Panji lagi. Kakek Panji selalu lebih mengkhawatirkan Gaga dan Rio daripada dirinya sendiri, ia rela berjuang untuk orang lain tapi tidak untuk dirinya sendiri karena ia percaya jika akan ada orang lain yang datang untuk menyelamatkannya.

Pada situasi kedua, yaitu setelah satu minggu Kakek Panji tidak kembali ke Bumi, Rio dan Gaga menjadi aktan pahlawan bagi Kakek Panji. Mereka berdua memanfaatkan kekuatan Topi Ajaib untuk meminta bantuan kepada Bidadari Mayangsari karena jika hanya

berdua mereka sadar mereka tidak bisa melakukan apa-apa, mungkin malah akan membuat celaka.

“Kalau aku ke istananya, maka dia akan mengira bahwa yang datang adalah kamu. Kesempatan itu akan Kakek manfaatkan untuk mencari rahasia Nenek Sihir,” kata Kakek Panji (Supangkat, 2006:14).

“Sepanjang malam Rio dan Gaga hampir tidak bisa tidur. Pikiran mereka dipenuhi dengan rencana perjalanan ke Istana Awan Putih besok pagi.” (Supangkat, 2006:23).

2.3.4 Penolong

Penolong (helper) dalam cerita ini adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang membantu atau mempermudah subjek dalam mendapatkan Objek. Aktan yang menolong Kakek Panji ada lima, yaitu Rio, Topi Ajaib, Gaga, Kuda Terbang, dan Bidadari Mayangsari. Penolong pertama adalah Rio, ia datang kepada Bidadari untuk meminta bantuan agar Gaga kembali ke wujud semula dan ia juga meminta bantuan untuk menyelamatkan Kakek Panji. Penolong kedua adalah topi ajaib yang digunakan Rio untuk mengubah permadani biasa menjadi permadani terbang yang akan dipakai untuk terbang menuju istana Awan Putih agar ia dan Gaga bisa menemui Bidadari Mayangsari. Penolong ketiga adalah Gaga yang mempunyai ide untuk mengubah karpet menjadi permadani menggunakan topi ajaib, selain itu ia ikut membantu menggambar Kereta Kaca untuk menyelamatkan Kakek Panji. Gaga juga ikut ketika Bidadari dan Rio menjemput Kakek Panji ke istana Awan Hitam. Penolong keempat adalah kuda terbang yang ditumpangi Kakek Panji ketika ia diselamatkan oleh Bidadari

Mayangsari. Penolong Terakhir adalah Bidadari Mayangsari. Ia mengubah Gaga ke wujud semula, ia juga mengubah gambar kereta kaca menjadi nyata agar mereka bisa menjemput Kakek Panji .

“Kita ubah karpet ini menjadi permadani terbang, lalu kita terbang ke istana Awan putih. Kita temui Bidadari Mayangsari untuk meminta bantuan. Siapa tahu Bidadari mau membantu kita. Ya, kan? Gaga mengungkapkan idenya” (Supangkat, 2006:23). “Baiklah. Karena dia sudah menyesal, maka aku akan menolongya. Kembalilah kamu seperti wujud aslimu,” kata Bidadari seraya mengacungkan telunjuknya kepada Gaga.” (Supangkat, 2006:27).

2.3.5 Penentang

Penentang atau opponent dalam cerita ini adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang menghalangi usaha Kakek Panji sebagai subjek untuk mendapatkan objek. Penentang dalam cerita ini adalah tongkat ajaib milik Nenek Sihir. Pada situasi pertama, Kakek Panji menggantikan Gaga pergi ke Istana Awan Hitam. Setelah rencana Nenek Sihir untuk menangkap Rio gagal karena ia bertemu Bidadari Mayangsari di perjalanan dan membuat matanya sakit, Nenek Sihir ingin mengubah bentuk Gaga kembali seperti semula. Akan tetapi ia gagal, tongkat ajaibnya tidak bisa bekerja. Hal tersebut dikarenakan yang sedang bersamanya adalah Kakek Panji, bukan Gaga. Karena rencananya sudah gagal, Kakek Panji tidak bisa lagi menolong Gaga, ia tidak bisa pergi ke mana-mana. Maka ia hanya bisa pasrah menunggu Rio datang menyelamatkannya.

“Dengan tongkat ajaib ini kurasa kau tidak perlu menyamar sebagai Kakek Panji lagi,” kata Nenek Sihir.”

...

“Kok tidak bisa, ya?” tanya Nenek Sihir kepada dirinya sendiri. Ia mengamat-amati tongkatnya dengan heran.” (Supangkat, 2006:20).

2.3.6 Penerima

Penerima (receiver) adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang menerima objek yang diusahakan oleh subjek. Penerima dalam cerita ini adalah Gaga dan Kakek Panji. Gaga kembali ke wujudnya semula berkat bantuan Bidadari Mayangsari dan Kakek Panji bisa keluar dari Istana Awan Hitam. Gaga, Rio dan Kakek Panji kembali ke Bumi melalui Jembatan Pelangi, sementara Nenek Sihir berubah menjadi Kelelawar dan tidak mengganggu lagi.

“Seketika itu muncul sayap dari kedua bahu Nenek Sihir. Tetapi entah bagaimana, tiba-tiba saja Nenek yang berpaikaian serba hitam itu berangsur-angsur berubah menjadi kelelawar...” (Supangkat, 2006:36).