BAB II ANALISIS STRUKTUR AKTANSIAL SERIAL PETUALANGAN
2.5 Struktur Aktansial Seri Rio dan Cermin Ajaib
Seri ini dimulai dengan pertolongan Aska kepada Rio setelah Rio terjatuh dan tidak bisa memandikan Taruna. Lalu Aska melihat Nini Sihir terbang di sekitar rumah mereka dan memberitahukannya kepada Rio. Rio merasa takut dan ia pun ingin bertemu Bidadari dan memberitahukan hal tersebut, Aska pun ikut. Setelah bertemu Bidadari dan mengetahui adanya tongkat Ajaib, Aska mencuri tongkat ajaib dan membawa kabur tongkat itu karena ia sangat menginginkan benda ajaib. Perbuatan Aska membuat Rio dan Bidadari khawatir, bahaya apa yang akan Aska hadapi jika ia bertemu Nini Sihir. Maka mereka berdua menyusun rencana agar Aska bisa bebas dari Nini Sihir.
Setelah mengamati cerita Rio Cermin Ajaib, dapat dipahami bahwa hal pertama yang terjadi Aska yang telah membantu Rio kini mencuri tongkat milik Bidadari Mayangsari karena iri kepada Rio. Lalu Bidadari Mayangsari ingin tongkatnya kembali karena ia takut akan terjadi sesuatu yang buruk jika tongkat tersebut sampai di tanga Nenek Sihir. Ditilik dari keadaannya, penulis
menganggap bahwa Aska lah yang menjadi penggerak cerita. Ia ingin tongkat tersebut menjadi miliknya, akan tetapi ia tertangkap Nini Sihir dan akhirnya bersekutu dengan Nini Sihir untuk menghancurkan Bidadari Mayangsari da Istana Awan Putih. Rio menempati fungsi subjek dan berusaha untuk mendapatkan objek agar mereka terhindar dari Niat Jahat Nini Sihir. Fungsi-fungsi aktan yang terdapat pada cerita Rio dan Cermin Ajaib dapat dilihat pada skema di bawah ini.
Gambar 8
Skema Aktansial Seri Rio dan Cermin Ajaib
Dari skema aktan pada gambar 7, fungsi atau kedudukan masing-masing aktan adalah sebagai berikut.
PENGIRIM (sender) - Aska - Bidadari PEMBANTU (helper) - Kecerdikan Rio - Bola Kristal - Keberanian Rio
- rasa Tanggung Jawab Rio - Tongkat Ajaib - Ratu Angin SUBJEK (subject) Rio PENENTANG (opponent) - Aska OBJEK (object) keselamatan Aska, Tongkat Ajaib, Keselamatan Bidadari PENERIMA (receiver) Bidadari
2.5.1 Pengirim
Pengirim atau sender dalam cerita ini adalah keinginan Aska untuk memiliki benda ajaib. Aska sangat ingin memiliki benda ajaib atau benda istimewa seperti yang dimiliki Rio. Maka dari itu, setelah ia melihat tongkat Bidadari dan mencobanya, Aska sangat senang dengan hasilnya dan ingin memiliki tongkat ajaib tersebut. Setelah Rio melarang perbuatannya, Aska kabur menuju Istana Awan Jingga.
Selain itu, kekhawatiran Bidadari Mayangsari terhadap tongkat ajaibnya juga merupakan salah satu aktan pengirim. Bidadari khawatir jika tongkat ajaibnya jatuh ke tangan Nini Sihir maka akan terjadi sesuatu yang berbahaya, maka ia ingin agar tongkat ajaibnya kembali ke tangannya. Keinginan Aska dan keinginan Bidadari inilah yang menjadi aktan pengirim sekaligus penggerak cerita.
“Tidak! Kamu kan sudah punya kuda terbang dan sekarang aku punya tongkat ajaib. Adil, kan?” (Supangkat, 2006:7)
2.5.2 Objek
Objek (object) yang dicari dalam cerita ini ada tiga. Pertama, keselamatan Aska. Walaupun Rio tidak begitu mengenal aska, kepedulian Rio terhadap Aska membuat Rio memiliki kewajiban untuk menolong aska dari Nini sihir yang jahat. Objek kedua adalah tongkat ajaib. Bidadari sangat khawatir jika tongkatnya berada di tanga Nini Sihir maka sesuatu yang buruk akan terjadi. Maka dari itu ia ingin tongkatnya bisa ia dapatkan kembali. Objek ketiga adalah
keselamatan Bidadari Mayangsari. Setelah Rio mengetahui Aska ingin membantu Nini Sihir menyerang Istana Awan Putih, Rio memiliki alasan untuk menyelamatkan Bidadari. Ketiga objek ini harus didapatkan oleh subjek dengan susah payah karena objek pertama menolak untuk diselamatkan. Walaupun begitu, niat Rio untuk menyelamatkan Aska agar Aska tidak dicelakai Nini Sihir tidak pudar.
“Aduh, apa jadinya dia kalau menuju Istana Awan Jingga dan ditangkap Nini Sihir? Aska pasti akan dijadikan kurcacinya.”
“Dia akan dijadikan budak seperti saat saya ditawan Nenek Sihir di Istana Awan Hitam dulu?” (Supangkat, 2006:14).
“Lepaskan, Rio! aku mau ke istanaku sendiri,” jawab Aska sambil berusaha menendang Rio...” (Supangkat, 2006:37).
2.5.3 Subjek
Subjek (subject) dalam narasi ini adalah Rio. Sebagai aktan penyelamat Ia bertugas untuk menyelamatkan objek dari kejahatan Nini Sihir walaupun harus melewati rintangan yang berbahaya. Rio memakai pengetahuan dan kecerdikannya dalam mendapatkan objek. Rio juga tetap menolong Aska walaupun Aska tidak mau ditolong.
“Saya ingin tahu apa saja yang terjadi dengan Aska melalui bola kristal. Saya yakin kita akan tahu banyak hal lewat bola kristal itu,” (Supangkat, 2006:15). “Untung tongkat ajaib yang dicarinya terlihat jelastergeletak di tempat tidur Nini Sihir. Cepat-cepat Rio mengambil dan menukarnya daengan tongkat palsu yang sudah ia siapkan.” (Supangkat, 2006:28).
2.5.4 Penolong
Penolong (helper) dalam cerita ini adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang membantu atau mempermudah subjek dalam mendapatkan Objek. Aktan yang menolong Rio untuk menyelamatkan Biadadari yaitu Kecerdikan Rio, bola kristal, keberanian Rio, rasa tanggung jawab Rio, tongkat ajaib, dan Ratu Angin. Melalui kecerdikan, keberanian, dan rasa tanggung jawabnya, Rio memanfaatkan benda-benda ajaib milik Nini Sihir untuk mengelabui Nini dan Aska sehingga ia dan Bidadari bisa melancarkan rencana untuk mengalahkan Nini dan menyelamatkan Aska. Riomemanfaatkan bola kristal untuk memantau keadaan, menukar tongkat ajaib asli dengan yang palsu, dan menggandakan dirinya melalui cermin ajaib. Pertolongan juga datang dari Ratu Angin yang marah melihat perilaku Nini dan Aska. Ia mendatangkan badai dahsyat ke Negeri Awan kecuali Istana Awan Putih dan membuat seluruh Istana Awan Hitam, Istana Awan Jingga, juga Istana Kabut hancur lenyap.
“Sesudah Istana Awan Hitam lenyap, giliran Istana Kabut. Istana yang baru berumur berapa hari itu pun akhirnya lenyap dalam sekejap. Da yang terakhir, giliran Istana Awan Jingga. ...” (Supangkat, 2006:39).
2.5.5 Penentang
Penentang atau opponent adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang menghalangi usaha subjek untuk mendapatkan objek. Dalam serial ini, Aska merupakan aktan penentang. Hal tersebut dapat dibuktikan dari dalam cerita, Aska menolak Rio yang ingin
menjauhkannya dari Nini Sihir agar ia tidak celaka. Aska menolak dengan kata-kata kasar, bahkan ia juga menendang Rio yang berusaha memegangi ujung sapu terbangnya agar ia tidak mengikuti Nini Sihir.
“Lepaskan, Rio! aku mau ke istanaku sendiri,” jawab aska sambil berusaha menendang Rio. namun tendangannya tidak mengenai sasaran.” (Supangkat, 2006:37).
2.5.6 Penerima
Penerima (receiver) adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang menerima objek yang diusahakan oleh subjek. Penerima dalam cerita ini adalah Bidadari Mayangsari. Di tengah cerita, Rio berhasil mendapatkan tongkat ajaib dan menukar tongkat ajaib yang asli dengan ongkat ajaib yang palsu. Di akhir cerita, Rio berhasil menyelaamtkan Bidadari Mayangsari dengan menggagalkan rencana Nini Sihir, tetapi Rio tidak berhasil membuat Aska menjauhi Nini Sihir. Aska tetap bersikeras tidak mau kembali menjadi baik, Ia tetap akan mengikuti Nini Sihir yang sudah mengabulkan permohonannya. Akhirnya Aska dan Nini Sihir menjadi burung hantu karena perbuatan mereka sendiri.
“...Bersamaan dengan munculnya sayap di bahu mereka, bentuk tubuh mereka pun berubah. Mereka menyerupai burung dan tidak bisa bicara lagi. ...“ (Supangkat, 2006:40).