• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR ORGANISASI DPPKD

Dalam dokumen RENCANA KERJA (RENJA) (Halaman 37-44)

BAPPEDA

PROVINSI

BANTEN

2.3 KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) DPPKD

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) adalah unit pelaksana tugas teknis operasional Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah di lapangan. Dengan adanya perubahan SOTK UPTD dari Keputusan Gubernur Banten Nomor 39 Tahun 2002 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas Pendapatan Provinsi Banten menjadi Peraturan Gubernur Banten Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah Provinsi Banten Yang Diubah Dengan Peraturan Gubernur Banten Nomor 30 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Banten Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah Provinsi Banten, maka Struktur Organisasi UPTD yang semulanya Kepala UPT dibantu oleh Kasubag Tata Usaha 3 Seksi yaitu Seksi Pendaftaran dan Pendataan, Seksi Perhitungan dan Penetapan, Seksi Penerimaan dan Penagihan, mengalami perubahan menjadi Kasubag Tata Usaha, Kasi PKB & BBNKB dan Kasi Pajak Lain-lain.

Pada tahun 2008 Unit Pelaksanaan Teknis Dinas UPTD yang ada di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten Berjumlah 6 UPTD yang terdiri atas :

1. Unit Pelaksanaan Teknis (UPTD) pada Kabupaten Lebak; 2. Unit Pelaksanaan Teknis (UPTD) Pada Kabupaten Pandeglang; 3. Unit Pelaksanaan Teknis (UPTD) pada Kabupaten Serang;

4. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) pada Kabupaten Tanggerang; 5. Unit Pelaksanaan Teknis (UPTD) pada Kota Tanggerang;

6. Unit Pelaksanaan Teknis (UPTD) pada Kota Cilegon.

Dimana tiap-tiap UPTD di pimpin seorang Kepala UPTD yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas. Kepala UPTD dibantu oleh Sub Bagian Tata Usaha, Seksi Pendaftaran dan Pendataan, Seksi Perhitungan dan Penetapan, Seksi Penerimaan dan Penagihan.

Pada Tahun 2009 Unit Pelaksana Teknis (UPTD) pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Banten Yang semula hanya ada di 6 UPTD/Samsat di Kab/Kota se-Provinsi Banten ditahun 2009 ada penambahan 4 UPTD/Samsat yaitu Kantor Bersama Samsat di Ciputat, Ciledug, Balaraja dan Cikande.

Tahun 2012 penambahan Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Malingping pemekaran dari UPT Rangkasbitung, karena pada Keputusan Gubernur Banten Nomor 39 Tahun 2002 dimungkinkan bahwa unit Pelaksanaan Teknis (UPTD) dapat dibentuk, apabila ada pemekaran wilayah administrasi Kabupaten/Kota di Provinsi Banten atau Apabila terjadi peningkatan potensi pendapatan daerah maupun adanya potensi wilayah pelayanan yang luas dapat dibentuk UPT atau Pembantu UPTD pada daerah Kabupaten/Kota untuk

BAPPEDA

PROVINSI

lebih mendekatkan fungsi pelayanan serta intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah.

Adapun Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Banten pada Tahun 2015 terdiri atas :

1. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Cikokol Kota Tangerang;

2. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Serpong Kota Tangerang Selatan; 3. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Ciputat Kota Tangerang Selatan; 4. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Ciledug Kota Tangerang;

5. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Rangkasbitung Kabupaten Lebak; 6. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pandeglang Kabupaten Pandeglang; 7. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Balaraja Kabupaten Tangerang; 8. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Cikande Kabupaten Serang; 9. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Serang Kota Serang;

10. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Cilegon Kota Cilegon;

11. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Malingping Kabupaten Lebak Kedudukan, Tugas dan Fungsi UPT adalah sebagai berikut :

1. Kedudukan Unit Pelaksana Teknis (UPTD)

a. Pelaksana Teknis (UPT) adalah unsur Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi;

b. UPT dipimpin oleh seorang Kepala UPT yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas;

2. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)

Kepala Unit mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang teknis operasional pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah.

Dalam melaksanakan tugas, kepala unit mempunyai fungsi:

a. Penyusunan rencana teknis operasional di bidang pengelolaan dan pelayanan pajak Provinsi;

b. Pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang pengelolaan dan pelayanan pajak Provinsi;

c. Pelaksanaan pendaftaran, penetapan dan penagihan pajak Provinsi; d. Pelaksanaan pembukuan dan pelaporan;

e. Pelaksanaan urusan ketatausahaan;

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas seseuai dengan tugas dan fungsinya.

BAPPEDA

PROVINSI

Dalam melaksanakan fungsinya, Kepala Unit mempunyai rincian tugas sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kerja UPT;

b. Menyusun dan menetapkan rencana teknis operasional UPT;

c. Menyelenggarakan pembinaan, pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan kegiatan UPT;

d. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait;

e. Mengarahkan tugas bawahan sesuai dengan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis guna kelancaran pelaksanaan tugas;

f. Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan pada UPT; g. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan UPT;

h. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menilai prestasi kerja pelaksanaan tugas bawahan secara berkala melalui system penilaian yang tersedia sebagai cerminan penilaian kinerja;

i. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan; j. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan;

k. Melaksanakan kebijakan teknis di bidang pendapatan dan pengelolaan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

l. Mengelola urusan administrasi umum, perlengkapan dan kerumahtanggaan; m. Mengelola administrasi umum, perlengkapan dan kerumahtanggaan;

n. Mengelola administrasi kepegawaian dan keuangan;

o. Melaksanakan pengelolaan dokumen pajak dan pendapatan lain-lain; p. Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

1. Sub Bagian Tata Usaha

Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan, koordinasi penyusunan program, evaluasi dan pelaporan serta pengelolaan keuangan dan umum yang meliputi kegiatan kepegawaian, tata naskah dinas, kearsipan, pengelolaan barang, rumah tangga dan humas serta perjalanan dinas;

Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi :

a. Penyiapan bahan, pengolahan data dan penyusunan rencana kegiatan di bidangnya;

b. Pengumpulan bahan dan koordinasi, pengolahan data penyusunan program kerja UPT;

c. Penyiapan bahan dan koordinasi, pengolahan data penyusunan program kerja UPT;

d. Penyiapan bahan pengelolaan administrasi kepegawaian UPT;

e. Penyiapan bahan pengelolaan perlengkapan, tata naskah dinas, kearsipan, rumah tangga, kehumasan, perjalanan dinas di lingkungan UPT;

f. Penyiapan bahan rencana kebutuhan, pengadaan dan pemeliharaan inventaris UPT;

BAPPEDA

PROVINSI

g. Penyiapan bahan penyusunan laoran dan evaluasi pelaksanaan program di lingkungan UPT;

h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPT.

Dalam melaksanakan fungsinya, Kepala Sub Bagian Tata Usaha mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

a. Menyusun program kegiatan Sub Bagian Tata Usaha;

b. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya;

c. Mengumpulkan bahan dan menyiapkan bahan penyusunan program kegiatan serta pelaporan UPT;

d. Menyelenggarakan pelayanan pengelolaan kegiatan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, keperpustakaan dan perlengkapan rumah tangga UPT;

e. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan laporan keuangan; f. Menyusun, mengelola, dan menyampaikan laporan secara berkala;

g. Menyampaikan saran pendapat kepada Kepala UPT sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan operasional;

h. Menyiapkan dan mengkoordinasi bahan pembinaan disiplin pegawai; i. Menyiapkan bahan pengelolaan perlengkapan di lingkungan UPT;

j. Menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) di lingkungan UPT; k. Menyiapkan bahan pengelolaan perlengkapan di lingkungan UPT;

l. Menyiapkan pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang di lingkungan UPT;

m. Mengusulkan dan mengatur pelaksanaan pemanfaatan, penghapusan dan pemindahan barang milik UPT;

n. Menyiapkan usulan pejabat pengurus dan penyimpan barang; o. Mengelola penatausahaan dan penyusunan dokumen administrasi;

p. Memberikan dukungan administrasi dan menyiapkan surat perintah tugas berdasarkan penunjukan Kepala UPT;

q. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan UPT; r. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menilai prestasi kerja pelaksanaan tugas

bawahan secara berkala melalui system penilaian yang tersedia sebagai cerminan penilain kinerja;

s. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan; t. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan;

u. Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.

2. Seksi Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

Seksi PKB dan BBNKB mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perencanaan, evaluasi dan pelaporan serta penyelenggaraan pendaftaran, pendataan, perhitungan, penetapan, penerimaan dan penagihan PKB dan BBNKB. Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi PKB dan BBNKB mempunyai fungsi :

BAPPEDA

PROVINSI

a. Menyiapkan bahan, mengolah data dan menyusun rencana kegiatan di bidangnya;

b. Menyiapkan bahan penyusunan laporan dan evaluasi pelaksanaan program di bidangnya;

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPT.

Dalam melaksanakan fungsinya, Seksi PKB dan BBNKB mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

a. Menyusun rencana kerja Seksi PKB dan BBNKB; b. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait;

c. Mengarahkan tugas bawahan sesuai dengan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis guna kelancaran pelaksanaan tugas;

d. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menilai prestasi kerja pelaksanaan tugas bawahan secara berkala melalui sistem penilaian yang tersedia sebagai cerminan penilaian kinerja;

e. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan;

f. Melaksanakan penerimaan, penelitian dan pendataan berkas pendaftaran Wajib Pajak;

g. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan;

h. Melaksanakan perhitungan, penetapan dan pemungutan PKB, BBNKB dan sanksi administrasi;

i. Melaksanakan penerimaan, pembayaran dan penyetoran;

j. Melaksanakan pemberian tanda lunas pembayaran pemungutan PKB BBNKB; k. Melaksanakan pembukuan yang berkaitan dengan pendaftaran dan pendataan,

perhitungan dan penetapan, penerimaan dan penagihan PKB dan BBNKB; l. Melaksanakan penetapan perhitungan tunggakan potensi, tunggakan PKB dan

BBNKB;

m. Melaksanakan/mencatat penggunaan SKPD dan membuat laporan setiap bulan;

n. Meneliti dan mencatat NJKB bagi kendaraan yang belum tercantum dalam SK Gubernur tentang NJKB sebagai perhitungan PKB dan BBNKB

o. Melaksanakan pengelolaan restitusi PKB dan BBNKB; p. Melaksanakan penelitian fiskal antar daerah;

q. Melaksanakan pengelolaan dokumen;

r. Menyediakan data sebagai bahan dalam pembuatan laporan;

s. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.

3. Seksi Pendapatan Lain-lain

Seksi Pendapatan Lain-lain mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi perencanaan, evaluasi dan pelaporan serta penyelenggaraan pendaftaran, pendataan, perhitungan, penetapan, penerimaan dan penagihan pajak daerah Non PKB dan BBNKB.

BAPPEDA

PROVINSI

Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi Pendapatan Lain-lain mempunyai fungsi : a. Menyiapkan bahan, mengolah data dan menyusun rencana kegiatan di

bidangnya;

b. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPT.

Dalam melaksanakan fungsinya, Seksi Pendapatan Lain-lain mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

a. Menyusun rencana kerja Seksi Pendapatan Lain-lain; b. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait;

c. Mengarahkan tugas bawahan sesuai dengan tugasnya baik secara lisan maupun tertulis guna kelancaran pelaksanaan tugas;

d. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menilai prestasi kerja pelaksanaan tugas bawahan secara berkala melalui sistem penilaian yang tersedia sebagai cerminan penilaian kinerja;

e. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada atasan; f. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan;

g. Melaksanakan penerimaan, penelitian dan pendataan berkas pendaftaran Wajib Pajak AP;

h. Melakukan perhitungan, penetapan dan pemungutan serta sanksi administrasi Wajib Pajak AP;

i. Melaksanakan pemberian Nomor Induk Wajib Pajak Daerah;

j. Melaksanakan penerimaan, pembayaran pajak dan pendapatan Lain-lain;

k. Melaksanakan pemberian tanda lunas pembayaran pemungutan pajak dan pendapatan lain-lain;

l. Melaksanakan pembukuan yang berkaitan dengan pendaftaran dan pendataan, perhitungan dan penetapan, penerimaan dan penagihan wajib pajak AP;

m. Melaksanakan penagihan tunggakan pungutan pajak AP; n. Melaksanakan pengelolaan restitusi pajak AP;

o. Melakukan pendataan, pemantauan dan pelaporan pemakaian bahan bakar pada SPBU;

p. Melaksanakan penagihan tunggakan potensi dan tunggakan anggaran PKB dan BBNKB;

q. Melaksanakan pendataan potensi alat berat dan alat besar; r. Menyampaikan laporan data potensi alat berat setiap bulan; s. Melaksanakan pengelolaan dokumen;

t. Menyediakan data sebagai bahan dalam pembuatan laporan;

u. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai tugas dan fungsinya. Struktur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah adalah sebagai berikut:

BAPPEDA

PROVINSI

SUB BAGIAN

Dalam dokumen RENCANA KERJA (RENJA) (Halaman 37-44)