• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Studi Relevan

Studi ini merupakan studi tentang peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan perilaku Islami siswa, yang mana peneliti telah menemukan beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti diantaranya sebagai berikut:

Pertama, Penelitian Gagas Abdullah Wardani dalam skripsinya yang berjudul Peran Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas X Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Palembang hasil penelitian mengungkapkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar aqidah akhlak pada siswa Kelas X Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Palembang dan mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar Aqidah Akhlak Kelas X Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data

22

yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang dapat dilihat dari penelitian peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar aqidah akhlak pada siswa Kelas X Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Palembang ini adalah: a) Menggunakan metode yang bervariasi, b) Menciptakan persaingan, c) Member evaluasi/ulangan, d) Member nilai atau angka, e)Memberitaahukan hasil belajar siswa, f) Member hadiah kepada siswa, g) Member pujian, h) Member hukuman jika tidak mengerjakan tugas. Sedangkan faktor pendukung peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar aqidah akhlak pada siswa kelas Kelas X Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Palembang yaitu: kesehatan siswa, kesungguhan siswa dalam belajar, kompetensi dan kualifikasi akademik guru.

Sedangkan faktor penghambatnya adalah minimnya penghargaan terhadap prestasi siswa, tingkat pemahaman terhadap materi pelajaran yang rendah, selain itu juga kurang tersedianya sarana dan prasarana yang memadahi di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Palembang. (Gagas Abdullah Wardani, 2017).

Persamaan penelitian Gagas Abdullah Wardani dengan penelitin ini adalah sama-sama menggunakan metode kualitatif. Sedangkan perbedaannya peneliti disini meneliti peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan perilaku Islami siswa dan Gagas Abdullah Wardani meneliti peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan minat belajar aqidah akhlak pada siswa.

Kedua, Penelitian Maschanifah dalam skripsinya yang berjudul Peran Guru Dalam Meningkatkan Pembelajaran Aqidah Akhlak Di Madrasah Aliyah Negeri Gresik 1 hasil penelitian mengungkapkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam meningkatkan pembelajaran aqidah akhlak di MAN. Masyhudiyah Kebomas Gresik dan juga mengetahui faktor pendorong dan penghambat guru dalam meningkatkan pembelajaran aqidah akhlak. Menurut jenisnya penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif.

Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Adapun jumlah populasinya adalah 260 siswa MAN. Masyihudiah Kebomas Gresik dan sampelnya diambil 20% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 50 siswa, 2 siswa yang dinyatakan tidak hadir

23

karena sakit, sedangkan lokasi yang diteliti di MAN. Masyhudiyah Kebomas Gresik. Selanjutnya setelah data diperoleh dan dikumpulkan, data kemudian diklasifkasikan dan dianalisis. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisa data

“presentase”. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran aqidah akhlak telah dilakukan, baik upaya peningkatan kualitas guru dibidang studi aqidah akhlah itu sendiri mampu peningkatan kualitas guru oleh kepala sekolah serta peran guru dalam meningkatkan pembelajaran aqidah akhlak bersama siswa. Adapun peran yang dilakukan oleh guru adalah peningkatan materi, penggunaan metode yang bervariasi, pemanfaatan fasilitas dan evaluasi. Adapun yang menjadi faktor pendorong adalah minat siswa yang tinggi (80%) terhadap mata pelajaran aqidah akhlak sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah latar belakang siswa yang berbeda-beda di tingkat kecerdasan yang tidak sama. Dengan demikian untuk meningkatkan pembelajaran aqidah akhlak maka sebagai guru dan kepala sekolah lebih memantapkan tugasnya dengan melakukan berbagai usaha serta mampu memecahkan berbagai hambatan yang dihadapi.

Persamaan penelitian Maschanifah dengan penelitin ini adalah sama-sama meneliti tentang meningkatkan. Sedangkan perbedaannya peneliti disini meneliti peran guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan perlau Islami dan Maschanifah meneliti peran guru dalam meningkatkan pembelajaran aqidah akhlak.

Ketiga, Penelitian Rosna Leli Harapan dalam skripsinya yang berjudul Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa Di Madrasah Aliyah Al-Ulum Medan. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa Di Madrasah Aliyah Al-Ulum Medan, akhlak siswa Di Madrasah Aliyah Al-Ulum Medan, dan faktor – faktor yang mempengaruhi pembinaan akhlak di Madrasah Aliyah Al-Ulum Medan. Secara khusus untuk mengetahui pembinaan akhlak mahmudah yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Al-Ulum Medan terhadap siswa.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

24

dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan terhadap kepala sekolah, guru bimbingan konseling, guru pendidikan agama Islam, dan tiga orang siswa perwakilan dari kelas X, XI, dan XII. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik analisis data dalam penelitian yaitu, reduksi data, penyajian data, dan verification atau penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekkan keabsahan data dengan menggunakan uji kredibility yang meliputi, perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, pemeriksaan sejawat, dan analisis kasus negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Al-Ulum Medan sudah berperan aktif dalam melakukan pembinaan akhlak terhadap siswa. Hal ini terlihat dari metode – metode yang dilakukan guru yaitu dengan melakukan, keteladanan, teguran, pembiasaan, berpakaian Islami, sopan, jadi pemimpin, serta memberi arahan dan motivasi kepada siswa untuk melakukan kewajibannya sebagai insan kamil. Akhlak siswa di Madrasah Aliyah Al-Ulum Medan dikategorikan cukup baik.

Persamaan penelitian Rosna Leli Harahap dengan penelitin ini adalah sama-sama meneliti tentang Peran Guru Pendidikan Agama Islam. Sedangkan perbedaannya peneliti disini meneliti peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan perlilaku islami dan Rosna Leli Harahap meneliti peran guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak siswa.

25

Dokumen terkait