• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumarno: beralih profesi usaha tambang dan biro umroh

PROFIL YAYASAN DAN BIOGRAFI AKTIVIS YAYASAN LINGKAR PERDAMAIAN

B. Biografi Aktivis YLP

4. Sumarno: beralih profesi usaha tambang dan biro umroh

Sumarno merupakan sosok yang dikenal sangat santun dan terbuka oleh masyarakat Tenggulun. Pasangan Fatimah ini memiliki 7 putra-putri yang mengalami pahitnya hidup di balik terali besi. Selama 32 bulan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Lamongan karena keterlibatannya menyembunyikan ribuan pucuk senjata api di hutan Dadapan, Kecamatan Solokuro saat terjadi

226 Faqih Lukman, Wawancara, di sekretariat YLP, pada 12 Juli 2018.

112

penangkapan terhadap Amrozi dan saudara-saudaranya beberapa saat pasca peristiwa Bom Bali I.228

Dalam kepengurusan YLP, keponakan Ali Fauzi ini menduduki jabatan sebagai bendahara. Pria kelahiran 1 Oktober 1976 itu, kini menetapkan diri tinggal di desa kelahirannya, Tenggulun bersama istri dan 7 anaknya. Jika para narapidana teroris yang tinggal sekampung dengan dirinya sudah banyak berpetualang ke beberapa negara, Sumarno mengaku sampai sejauh ini belum pernah menginjakkan kakinya di luar negeri.229

Sumarno mengakui bahwa dirinya menjadi narapidana teroris karena terlibat membantu menyembunyikan ribuan pucuk senjata.230 Selama ini Sumarno banyak membantu di Pondok Pesantren Al Islam,231 pesantren yang didirikan oleh keluarga Amrozi setelah mengenyam beberapa pendidikan formal.232 Sumarno menjadi salah satu staf pengajar di pesantren Al Islam sejak sebelum peristiwa Bom Bali I dan sebelum Sumarno dipenjara.

Setelah keluar dari penjara, Sumarno melanjutkan belajar dan mengambil kuliah S.1 (strata satu) di Jakarta. Pasca-kuliah Sumarno kembali bekerja untuk

228

Sumarno, Wawancara, di kediamannya, desa Tenggulun, pada 12 Juli 2018.

229 Sumarno, Wawancara, di kediamannya, desa Tenggulun, pada 12 Juli 2018.

230 Sumarno, Wawancara, di kediamannya, desa Tenggulun, pada 12 Juli 2018.

231 Pesantren Al Islam Tenggulun adalah pesantren yang berdiri di desa Tenggulun yang didirikan oleh keluarga Amrozi. Pesantren ini sempat menjadi sorotan media, karena beberapa pengajarnya terlibat dalam peristiwa Bom Bali I pada tahun 2001. Pengasuh dan ketua Yayasan Pesantren Al Islam Tenggulun adalah Chozin, kakak Amrozi. (Lihat M. Arfan Mu‘ammar, ―Pesantren dan Islam Puritan: Pelembagaan Tajdid Keagamaan di Lembaga Pendidikan Islam‖, (Tsaqafah, Jurnal

Peradaban Islam, Vol. 11, No. 2, November 2015), 283

232 Setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD) di desanya, Sumarno melanjutkan sekolahnya ke SMPN Paciran lulus tahun 1992, kemudian melanjutkan studinya ke Madrasah Aliyah (MA) Al Ishlah di desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, lulus tahun 1995. Sumarno kemudian bekerja dan terlibat dalam penyimpanan ribuan pucuk senjata dalam peristiwa Bom Bali I dan kemudian diputus masuk penjara. Setelah keluar dari penjara pada tahun 2005, Sumarno baru masuk dunia kampus mengambil Strata Satu (S.1) di STAI Al Aqidah, Jakarta Selatan. (Sumarno, Wawancara, di kediamannya, pada 12 Juli 2018).

113

menghidupi keluarganya, yaitu bekerja di tambang batu kapur di desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Lamongan atau berlokasi sekitar 8 km dari kediamannya. Dalam usaha tambangnya, Sumarno mengakui hanya sebagai pihak yang menguruskan ijinnya dan setelah ijin didapat perusahan bersangkutan bisa dititipi teman-temannya para narapidana teroris untuk bekerja di tempat itu.233 Bukan hanya itu, Sumarno juga menggerakkan usaha dalam bidang tour and travel (umroh dan haji), sebuah travel yang diharapkan bisa memberikan masukan ekonomi untuk keluarga dan sebagian teman-temannya sesama narapidana teroris yang belum mendapatkan rejeki lebih mapan. Sementara istrinya saat peneliti datang di rumahnya, sedang sibuk memasarkan mesin tester air untuk mengetes kadar air.

―Sampai sekarang saya menggunakan rumah sebagai tempat untuk jual beli barang dengan dibantu istri. Ada usaha tour dan travel, kemudian ada juga jual barang seperti jual beli tester air. Selain usaha yang mengambil tempat di rumah, saya juga tetap bekerja di luar rumah sebagai usaha tambahan atau sampingan. Di luar saya bekerja di tambang kapur. Semua ini saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, baik untuk makan istri dan anak-anak juga untuk biasa menyekolahkan anak.‖234

Dari usaha yang dinilai Sumarno masih kecil ini, bisa digunakan untuk melanjutkan kehidupannya bersama anak dan istrinya setelah sempat terpuruk pasca-masuk penjara karena vonis terlibat dalam kasus Bom Bali I. Sumarno mengaku bersyukur usahanya telah berjalan, meski belum terlalu besar dan hanya sekedar bisa digumakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi Sumarno, yang penting manusia mau berusaha, rizki sudah ada yang mengaturnya.

233 Sumarno, Wawancara, di kediamannya, pada 12 Juli 2018.

114

―Alhamdulillah meski usaha saya ini masih tergolong kecil, tapi sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga. Usaha bagi saya adalah merupakan keharusan, karena untuk menopang kehidupan keluarga saya. Anak saya mulai masuk pesantren dan membutuhkan biaya. Begitu juga anak-anak yang di rumah juga membutuhkan biaya. Saya berharap teman-teman lain di YLP juga memiliki usaha untuk mendapatkan ekonomi. Terserah bentuk usahanya, yang penting punya usaha dan mau bekerja.‖235

Sumarno berharap dengan adanya wirausaha bagi mantan narapidana teroris bisa mengurangi pikiran-pikiran negatif. Sebaliknya, mengarah pada pikiran positif dan tidak lagi tumbuh pikiran radikal sebagaimana yang pernah dilakukan sebelumnya. Berikut gambar suasana barang dagangan milik Sumarno yang digelar di bagian ruang depan rumahnya di desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Gambar 3.5

Usaha Sumarno bersama Fatimah (istrinya) di rumahnya

Gambar 3.2: Fatimah, istri Sumarno (bercadar) sedang menawarkan tester air kepada warga di rumahnya. (Gambar diambil peneliti pada 31 Juli 2018).

115

Dengan tujuh anak dan satu istri, Sumarno kini merasa tenang setelah dirinya menyatakan tidak lagi beraktifitas dalam radikalisasi, terutama setelah tergabung dalam YLP. Baginya, hidup aman, nyaman itu jauh lebih penting dibanding menjadi buronan polisi. Orang menjadi buronan atau tidak buronan tapi telah dicap sebagai teroris itu mempersulit hidup. Dengan dicap sebagai mantan teroris, Sumarno mengaku tidak bisa leluasa dalam menjalani aktifitas hidupnya, termasuk berdagang.

Dari biografi tersebut bisa dijelaskan bahwa pelaku terorisme yang kemudian taubat adalah orang-orang yang hidupnya jauh dari perkotaan. Mereka rerata tinggal di desa dan mendapatkan ilmunya dari pesantren, dan melalui komunikasi dengan orang-orang radikal, mereka dengan sangat mudah ikut arus dan mengikuti menjadi radikal. Tidak menuding pesantren sebagai tempat untuk mendidik menjadi radikal, tetapi pesantren memiliki peran penting untuk mentransformasikan nilai-nilai, ilmu, dan ideologi.

Hiroko Hirokoshi dalam disertasinya membuat sebuah kesimpulan bahwa kiai mengambil peranan sendiri untuk merumuskan gerak pembangunan di tempat mereka berada. Ini berarti menurut Hirokoshi reaksi pesantren terhadap modernisasi tidak lah sama dari pesantren satu dengan pesantren lainnya. Hirokoshi mengatakan, masing-masing pesantren dan kiai akan mencari jawaban-jawaban sendiri, dengan demikian tidak ada jawaban-jawaban umum berlaku bagi semua dalam hal ini.236

236 Horoko Hirokoshi, Kiai dan Perubahan Sosial, (Jakarta: P3M, 1987) dalam Abdurrahman Wahid, Islamku, Islam Anda, Islam Kita., 258.

116

Pesantren sebuah lembaga yang dipercaya untuk mentransformasikan ilmu dan ideologi adalah tempat yang tepat untuk mengubah pola pikir seseorang, baik orang biasa menjadi orang luar biasa, termasuk mengubahnya menjadi radikal.237 Begitu pula yayasan, seperti YLP akan bisa mengubah pengikutnya (dalam bahasa pesantren disebut santrinya) sebagaimana visi misi yang diinginkan yayasan. 5. Arif Budi Setyawan : Dari anggota ISIS menjadi jurnalis media online

Arif Budi Setyawan memiliki nama lain (alias) Budi, Faiz, Abu Kholid. Juga memiliki nama untuk karya tulisnya (nama pena), Abdullah Afkar.238 Juga punya nama blog dengan sebutan anginpengembara. Pria kelahiran 20 Januari 1982 ini sekarang tinggal di desa kelahirannya, dusun Klabang, Desa Jatiklabang, Jatirogo, Tuban (berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah) bersama istrinya, Khusnul Khotimah (perempuan asal Bangkalan, Madura) dan dua putranya, Nasiruddin (usia 12 tahun) dan Kholid Askar (usia 9 tahun).

Sebuah rumah yang sangat sederhana (berdindingkan batu kumbung ukuran sekitar 4 x 7 meter) berdiri di samping rumah yang dihuni ayah dan ibunya,

237 Pada tanggal 4 Peberuari 2016, BNPT pernah melansir bahwa terdapat 19 pesantren dari sekian ribu pesantren di Indonesia yang terindikasi mengajarkan radikalisme. Melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Saut Usman Nasution menyatakan kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah pesantren itu mengajarkan radikalismme atau tidak, BNPT melihatnya dari dosennya, pengajarnya, atau termasuk santrinya yang ada dalam kelompok radikalisme yang selama ini diproses hukum di Indonesia. (lihat, https://www.cnnIndonesia.com /nasional/20160203201841-20-108711/bnpt-19-pesantren-terindikasi-ajarkan-radikalisme)

238

Arif demikian panggilan akrab Arif Budi Setyawan, ditangkap di Jakarta pada tahun 2014 oleh aparat kepolisian saat hendak memberangkatkan dua relawan ISIS asal Solo ke Syiria. Hasil sidangnya, Arif dikenai hukuman 4 tahun 10 bulan penjara. Tetapi karena selama dalam penjara dinilai berperilaku baik, Arif mendapatkan keringanan dan hanya menjalani hukuman 3 tahun 4 bulan penjara. Arif ditempatkan secara bergantian selama menjalani masa tahanan di dua tempat, yaitu setahun di tahanan Makobrimob dan sisanya, di rumah tahanan Salemba. Kemudian Arif dibebaskan dari tahanan pada bulan Oktober 2017. Setelah keluar dari tahanan, Arif bergabung dengan YLP—meski masih tetap menjadi kontributor Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), milik Nur Huda Ismail yang juga bergerak dalam kegiatan sama sebagaimana kegiatan YLP. Dari kerjaannya menjadi kontributor di medsosnya YPP, setiap bulan Arif diberi honor sejumlah Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Dari honor itulah, sekarang Arif bisa menghidupi seorang istri dan dua anaknya. Husnul Khotimah, Wawancara, di kediamannya, pada 24 Juli 2018.

117

Mulyono (pensiunan guru agama) dan Mas‘ulah. Rumah yang baru dibangun awal

2015, kini menjadi tempat bagi Arif dan keluarganya pasca keluar dari penjara setelah menjalani hukumun dari vonis majlis hakim karena terlibat dalam pembelian senjata untuk teman-temannya di ISIS. Sejak pernikahannya dengan Khusnul Khotimah pada tahun 2005, sebenarnya pasangan suami-istri ini telah berdagang kecil-kecil ke berbagai daerah, diantaranya yang pernah disinggahi untuk berdagang adalah di Batulicin, Kalimantan Selatan dan Bojonegoro.

Dari pendidikannya, Arif pernah mengenyam pendidikan di pesantren Al Islam di Tenggulun,239 Kecamatan Solokuro, Kabupaten, Lamongan selama kurang lebih hanya dalam kurun setahun karena sakit-sakitan.240 Sebelumnya, Arif belajar di SD-Impres di desanya Jatiklabang, Jatirogo, Tuban, dan kemudian mengikuti kelas Paket B untuk tingkat SMP. Kemudian melanjutkan STM di Bojonegoro dan D-3 program reparasi komputer juga di Bojonegoro.

Sejak keluar dari jaringan ISIS, Arif selain bergabung menjadi anggota YLP, juga tercatat sebagai jurnalis di media on-line milik Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), yang juga bergerak dalam mendorong deradikalisasi di Indonesia.

239 Pesantren Al Islam, Tenggulun waktu itu diindikasikan sebagai pesantren yang mengajarkan radikalisme. Pesantren ini didirikan oleh Ali Ghufron dan keluarganya, yang berafiliasi pada pesantren Al Mukmin, Ngruki yang diasuh oleh Abu Bakar Ba‘asyir. Namun pesantren Al Islam, telah mengalami pergeseran menjadi antiradikal seiring dengan banyak ustadnya yang berbalik mendukung deradikalisme melalui yayasan yang didirikannya YLP. Salah satu ustadz Al Islam Tenggulun yang sekarang tergabung dalam YLP adalah Ustadz Sumarno, mantan tahanan narapidana teroris perkara penyimpanan ribuan pucuk senjata. Abu Sholeh, Wawancara, di kantor desa Tenggulun, pada 24 Pebruari 2018.

240 Belajar di pesantren di Al Islam, Tenggulun selama setahun itulah yang memperkenalkan Arif yang berasal dari pelosok desa di Tuban dengan para ustadz yang memiliki pemikiran keras dalam berdakwah. Arif Budi Setyawan, Wawancara, di sekretariat YLP, pada 25 Juli 2018.

118